Anda di halaman 1dari 9

KONSEP KESEHATAN

JIWA
 Sadar akan kemampuan diri
 Mampu mengatasi tekanan
hidup
 Bekerja produktif
 Berkontribusi di masyarakat
KONSEP GANGGUAN
JIWA
1. Adanya Gejala Klinis yang bermakna, berupa:
a.Sindrom atau pola perilaku
b.Sindrom atau pola psikologik
2. Gejala klinis menimbulkan “penderitaan” (distress),
berupa: rasa nyeri, tidak nyaman, tidak tentram,
terganggu.
3. Gejala klinis menimbulkan “disabilitas” (disability)
dalam aktivitas kehidupan sehari-hari yang biasa dan
diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan
PEDOMAN
DIAGNOSIS

Di Indonesia, diagnosis gangguan


mental diklasifikasikan dengan
PPDGJ (Pedoman Penggolongan
dan Diagnostik Gangguan Jiwa) 
mengadopsi dari DSM dan ICD
(International Classification of
PPDGJ
(Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan
Jiwa)

PPDGJ I → ICD 8
PPDGJ II → ICD 9

PPDGJ III → ICD 10


MANFAAT PPDGJ

1. Penyeragaman kode membantu dalam pencatatan,


dokumentasi dan statistik kesehatan.

2. Keseragaman diagnosis merupakan acuan tata


laksana terapi.
3. Sebagai alat komunikasi tim kesehatan termasuk
perawat.
4. Penelitian : memberikan batasan operasional
ANAMNESIS
PROSES
DIAGNOSI PEMERIKSAAN

S DIAGNOSIS
GANGGUA
N JIWA TERAPI

TINDAK LANJUT
DIAGNOSIS

 Diagnosis Multiaksial  Suatu sistem yang


digunakan untuk mendiagnosis secara komprehensif
(gangguan jiwa, gangguan kepribadian, kondisi
medik umum, masalah psikososial & lingkungan, dan
taraf fungsi secara global) sehingga membantu
rencana terapi & meramalkan prognosis.
DIAGNOSIS
MULTIAKSIAL
AKSIS I : Gangguan klinis
Kondisi psikiatri lain yang menjadi fokus
perhatian klinik
AKSIS II : Gangguan
kepribadian
Retardasi mental
AKSIS III : Kondisi Medik Umum
AKSIS
CATATAN :
IV : Masalah psikososial
dan Lingkungan
• Antara aksis I, II dan III tidak selalu ada hubungan etiologik atau
patogenesis
AKSIS V : Penilaian Fungsi Secara
• Hubungan antara aksis I, II, III dan aksis IV dapat timbal balik saling
mempengaruhi
Global
TUJUAN DX
MULTIAKSIAL
1. Mencakup informasi yang “komprehensif” (Gangguan Jiwa,
Kondisi Medik Umum, Masalah Psikososial dan Lingkungan, Taraf
Fungsi Secara Global), sehingga dapat membantu dalam :
• Perencanaan terapi
• Meramalkan “outcome” atau prognosis
2. Format yang “mudah” dan “sistematik”, sehingga dapat
membantu dalam :
• Menata daln mengkomunikasikan informasi klinis
• Menangkap kompleksitas situasi klinis
• Menggambarkan heterogenitas individual dengan dx klinis
yang sama
3. Memacu penggunaan “model biopsikososial” dalam klinis,