Anda di halaman 1dari 33

ACIDIZING

DISAIN DAN PELAKSANAAN PENGASAMAN

MATRIX ACIDIZING
Asam yang terbaik digunakan adalah HCl, kecuali bilamana tidak
ada corrosion inhibitor yang sanggup bekerja pada suhu kerja
sumur, maka digunakan organic acids.
1. Tentukan Frac Gradient formasi (psi/ft), dari Overburden dan
Tekanan Reservoir.
Frac Grad = α + (overburden Grad – α) x (Res. Press/D)

dimana :
α : konstanta (0.33 – 0.5)
Overburden grad. = 1.0 psi/ft untuk D < 10.000 ft
= 1.0 – 1.2 psi/ft untuk D > 10.000 ft
harga α dapat ditentukan bila frc. Grad pada tekanan reservoir
awal diketahui.
2, Hitung BHP dimana rekahan dapat terjadi :
BHP (psi) = (Frac. Grad.) x (kedalaman, D)

3. Hitung tekanan Injeksi maksimum di permukaan


(pompa) bila tidak terjadi rekahan :
P max = (Frac.grad. – Fluid grad.) x D – S.F (25 psi)

4. Perkirakan Laju Injeksi Maksimum :

4.918 x 10 -6 kh  Pw - Pe 
q max 
 ln (re/rw)
dimana :
q max : maximum injection rate , bbl/min
k : average permeability, md
h : interval thickness, ft
Pw : bottom hole injection press (Pwh + fluid head), psig
Pe : reservoir pressure
μ : acid viscosity, cp
re : drainage radius of well, ft
rw : wellbore radius, ft

5. Injeksikan 50 – 2000 gal asam per foot interval terbuka.


Bilamana suhu sumur tinggi atau kerusakan formasi cukup dalam,
pergunakan volume injeksi yg besar.
Bilamana kedalaman dangkal dan suhu relatif rendah, < 200 0F,
pergunakan HCL 28%
Bilamana suhu sumur tinggi > 300 0F,pergunakan organic acid
Bilamana tebal interval terbuka > 30 ft, pergunakan Diverting
agent atau Ball Sealers dan Injeksi secara bertahap.
MENENTUKAN KEMAMPUAN MELARUTKAN
DARI ASAM

Kemampuan asam untuk melarutkan limestone/dolomite


dapat diukur dengan faktor:
w A A 
X
S

dimana : ρA : densitas asam, gr/cm3


ρS : densitas matrix, gr/cm3
wA : berat bagian asam murni didalam
cairan
γ : perbandingan massa matrix terhadap
massa asam, dilihat dari reaksi kimiawi pelarutan
PRODUCTIVITY IMPROVEMENT FROM
ACIDIZATION
Perbandingan productivity index damage dan
zone yang undamage :

ks adalah permeability zone yang damage,yaitu


dari jari-jari lubang sumur (rw) sampai dengan
jari-jari damage (rs). re adalah drainage radius
MAXIMUM PRESSURE INJECTION
Untuk meng-injeksikan fluida kedalam formasi
yang damage dengan drainage radius re dan
tekanan reservoir Pr dapat dinyatakan sebagai:

dimana r’w adalah radius dari zone yg damage


dan dapat diperkirakan dari persamaan:

Pada matrix treatment tekanan harus dibawah


Pwf, dan rekahan terbentuk bila Pwf = FGD
Dengan Data dibawah ini, hitung presure injection rate nya:
QUALITY CONTROL PADA PROSES ACIDIZING:
-Adanya pengawasan lapangan
-Perencanaan asam yg akan digunakan,
kekuatannya dan additives yg digunakan
-Pemeriksaan tangki yg digunakan (tidak ada sisa
dari kegiatan yg lalu) dan bersih
-Jalur pipa yag menghubungkan pompa asam
dengan dan tubing harus bersih pada “washing
perforasi”
-HCl atau asam yag digunakan harus bersih dan
jernih
-Bila tidak bersih harus melakukan penyaringan
dahulu
ACID FRACTURING
Dilakukan pada formasi carbonat (tidak digunakan
pada lapisan sandstone).Digunakan suatu fluida
tertentu (pad) sebelum asam diinjeksikan bekerja
dengan laju alir yang tinggi melebihi matrix reservoir
dapat menerimanya. Hal ini menyebabkan kenaikan
tekanan di sumur sehingga melebihi tekanan
kompresif batuan dan menyebabkan rekahan.
Rekahan akan melebar dan memanjang dengan
melanjutkan injeksi, kemudian asam mulai diinjkesikan
agar mengerjakan etching. Permukaan rekahan
bersentuhan (bereaksi) dengan asam membuat
saluran atau channel dari aliran linear menuju lubang
bor (faktor yang berpengaruh adalah pada homogen
tdknya carbonat).
Acid fracture dengan volume kecil dapat membantu
mengatasi kerusakan lubang sumur dan
mengembalikan produktifitas dengan by-pass zona
permeabilitas rendah disekitar lubang sumur.
Acid fracture dengan volume besar memberikan
stimulasi dengan merubah flow pattern disekitar
lubang sumur dari radial menjadi linier.

Dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat yang menentukan


efektifitas acid fracture adalah:
- Panjang dinamyc fracture
- Jarak (kedalaman penetrasi) asam menembus
fracture
- Kenaikan permeabilitas yang dihasilkan oleh etching
asam terhadap dinding rekahan
Geometry dari dynamic fracture dapat diperkirakan
dengan menggunakan grafik2 Volume Injkesi
terhadap Permeabilitas dan didapatkan harga2 lebar
dan panjang rekahan.
Kedalaman penetrasi asam ke formasi dipengaruhi
oleh LEBAR REKAHAN yang terjadi dan
KECEPATAN INJEKSI ASAM.
Variabel yang lain adalah konduktifitas rekahan yang
dihasilkan oleh etching asam disepanjang didnding
rekahan, hal ini tergantung pada:
- Jenis asam
- Kekuatan formasi
- Karakter Proses etching
- Laju Injeksi/waktu kontak asam
ACID FRACTURE UNTUK MENGHILANGKAN
KERUSAKN FORMASI
Biasanya dikerjakan pada sumur2 yg baru diselesai kan
(karena proses drilling dan completion)
ACID FRACTURE UNTUK STIMULASI
Dibutuhkan pererencanaan yg lebih besar untuk membuat
rekahan2 yg lebih panjang dengan konduktifitas lebih baik.
Faktor penentu adalah lebar dan panjang rekahan, yang
harus dicapai sebelum injeksi asam.
CARBONAT ACIDIZING

Tujuan dari pengasaman sumur dgn formasi


limestone dan dolomite adalah memperbaiki
kerusakan formasi disekeliling lubang bor atau dapat
membentuk saluran baru dgn aliran linear.
Kadang-kadang HCl digunakan pada formasi
sandstone untuk melarutkan carbonat scale, material
cementing atau dalam bentuk partikel lainnya.
Waktu reaksi asam didefinisikan sebagai waktu
yang dibutuhkan oleh HCl dengan jumlah volume
dan konsentrasi tertentu dapat mencapai 3.2% dari
kondisi formasi tersebut. Masalah kecepatan reaksi
ini terutama terjadi pada perekahan asam dimana
waktu reaksi asamnya terlalu cepat.
Faktor yang perlu diperhatikan pada kecepatan
reaksi ini adalah : luas area pengasaman per unit
volume asam, konsentrasi dari asam, type atau jenis
asam, sifat kimia dan sifat fisik dari batuan formasi
dan kecepatan aliran dari asam.
Waktu reaksi asam secara tidak langsung sebanding
dengan luas permukaan limestone atau dolomite
yang dapat bereaksi dgn jumlah volume asam yg
digunakan. Pada matrix acidizing perbandingan luas
dan volume ini tinggi, sehingga sangat sukar untuk
mendapatkan penetrasi dari asam.
Adanya kenaikkan temperatur akan mempercepat
reaksi dari asam pada formasi carbonat.
Kenaikkan tekanan sampai 500 psi akan
meningkatkan reaksi dari HCl.
Dengan bertambahnya konsentrasi asam HCl waktu
reaksi asam juga meningkat, karena dengan
konsentrasi yang tinggi jumlah volume carbonat yg
dapat dilarutkan juga bertambah.
Sifat fisik dan kimia formasi juga akan berpengaruh
terhadap kecepatan reaksi asam, seperti pada formasi
limestone kecepatan reaksi adalah dua kali
dibandingkan dengan formasi dolomite.
Kecepatan aliran asam juga berpengaruh seperti pada
fracturing maka kecepatan pompa yang tinggi akan
menghasilkan rekahan yang lebar.

RETARDATION OF ACID
Untuk memperoleh penetrasi yang dalam maka harus
memperlambat kecepatan reaksi, yaitu dengan
menggunakan gelled acid, emulsifying atau
chemically-retarding.
Gelled acid (polymer dan surfactant) biasa digunakan
pada fracture acidizing untuk memperlambat reaksi
asam. Perlambatan reaksi ini karena :
1. Mempertahankan agar alirannya laminer sehingga
mengurangi ion H+ yang bersentuhan permukaan
batuan carbonat
2. Menambah lebar rekahan
3. Memperluas lapisan gelling pada permukaan
rekahan sehingga mencegah kontak dgn asam
4. Membentuk filter cake pada kondisi leakoff.
Faktor diatas dapat memperpanjang waktu
pemompaan asam kedalam rekahan.
Wellbore cleanout dilakukan dengan mencuci,
menyemprot, mengendapkan atau men-sirkulasikan
asam dibawah tekanan rekah batuan.
DAD (Dowell Schlumberger’s Acid Dispersion) dan
PAD (Halliburton’s Paragon Acid Dispersion)
dicampurkan dengan aromatic hydrocarbon dan cairan
asam. Campuran cairan ini digunakan untuk
memperbaiki penurunan produksi yg disebabkan oleh
organic deposit (paraffin atau asphaltene) dan
inorganic scale pada suatu lapisan. Penggunaan
lainnya adalah untuk : (1) membersihkan sumur injeksi
(2)merubah sumur produksi menjadi sumur injeksi
(3)membersihkan liner dan gravel pack (4) sebagai
preflush pada perbaikan scale gypsum.
Pada prosedur yg normal dengan men-sirkulasikan
15% asam HCl atau larutan asam kedalam tubing
dan kemudian dialirkan kepermukaan kembali. Untuk
lapisan yg mengandung besi (iron) maka asam tidak
dapat membersihkan dalam jumlah yg besar.

Matrix Acidizing untuk formasi carbonat tujuannya


adalah memperbaiki kerusakan pada matrix batuan
karena scale, mud, clay atau padatan lainnya yg
menurunkan permeabilitas formasi, dengan tekanan
dibawah tekanan rekah formasi.
Kinetika Reaksi Asam-Mineral
PENYEBARAN ASAM KEDALAM
MEDIA BERPORI

PENYEBARAN ASAM DIPENGARUHI:


- KONSENTRASI ASAM
- JENIS MINERAL YG ADA DI LAPISAN
- TEMPERATUR LAPISAN
- KECEPATAN RAMBAT ASAM
UNTUK MENGETAHUI KECEPATAN
PERGERAKAN ASAM PERLU DIKETAHUI:
- KINETIKA REAKSI ANTARA ASAM DGN
MINERAL BATUAN
- SIFAT HETEROGENITAS BATUAN
- DISTRIBUSI DARI MINERAL DALAM
BATUAN

SALAH SATU MODEL YG DIGUNAKAN


DALAM PENYEBARAN ASAM :
“WORMHOLE”
KINETIKA REAKSI ASAM DGN MINERAL
BATUAN
REAKSI AKAN MULAI BERLANGSUNG
APABILA ASAM TELAH MENCAPAI PERMU-
KAAN MINERAL BAIK SECARA DIFFUSI MAU
PUN SECARA KONVEKSI.
KECEPATAN ASAM YG BEREAKSI DAN KE-
CEPATAN MINERAL YG TERLARUTKAN
TERGANTUNG PADA:
- KECEPATAN TRANSPORT ASAM KE
PERMUKAAN MINERAL BATUAN
- KECEPATAN REAKSI SEBENARNYA YG
TERJADI DIPERMUKAAN MINERAL
Laju Kecepatan Reaksi:
Laju kecepatan pemunculan suatu senyawa :

q k AC
s j
m

dimana:
qs : laju reaksi asam di permukaan, mole/detik
kj : konstanta laju reaksi (mole–m litm cm-2
sec -1)
A : luas permukaan padatan, cm2
C : konsentrasi asam dlm fasa cairan (mole/liter)
m : derajat reaksi
Konstanta kecepatan reaksi tergantung pada
temperatur.
Untuk senyawa yg berkurang konsentrasinya
sebagai akibat reaksi, diberikan tanda negatif
didepan qs,sehingga harga konstanta laju
reaksi berharga positif.

Transport Asam Ke Pemukaan Mineral


Apabila laju reaksi permukaan tinggi, maka laju
asam yg bereaksi dgn mineral yang terlarut di
pengaruhi oleh laju transport asam pada
permukaan mineral.
Reaksi asam dan mineral
• Kecepatan konsumsi asam atau pelarutan mineral
secara keseluruhan tergantung pada dua proses:
– Kecepatan perpindahan asam ke permukaan mineral
melalui difusi atau konveksi
– Kecepatan reaksi aktual pada permukaan mineral
• Salah satu proses selalu jauh lebih lambat,
sehingga yang cepat dapat diabaikan
• Reaksi HCl-CaCO3 sangat cepat, overall rate
dikendalikan oleh kecepatan perpindahan asam
(transport-rate controlled)
• Reaksi HF-mineral: reaction-rate controlled
Kinetika reaksi
• Menjelaskan kecepatan reaksi kimia
berlangsung, pada saat terjadi kontak antara
senyawa2 yang bereaksi
• Kecepatan reaksi: kecepatan timbulnya
suatu senyawa baru dalam larutan
[mol/detik]
• Kecepatan reaksi permukaan tergantung
pada besarnya luas permukaan yang
terpapar reaksi
Reaksi asam dengan mineral
batuan

Larutan bulk asam

Perpindahan Perpindahan hasil


asam karena reaksi karena
konveksi atau konveksi atau
difusi difusi
Reaksi
Konsentrasi asam
heterogen pada
dekat permukaan
antarmuka
mineral
padatan/cairan
Mineral reaktif
Surface reaction rate
• Kecepatan reaksi permukaan suatu larutan
asam A yang bereaksi dengan mineral B:

di mana:
RA  rA S B
RA = kecepatan munculnya asam A [mol/detik]
rA = kecepatan reaksi permukaan mineral B
[mol/detik-m2]
SB = luas permukaan mineral B [m2]
• Jika A dikonsumsi, rA dan RA negatif
• Kecepatan reaksi asam-mineral umumnya
dinyatakan dengan kecepatan pelarutan
mineral RB:
A
RA  RB
B

• RA umumnya tergantung pada


konsentrasi senyawa2 yang bereaksi.
Untuk reaksi larutan dan padatan,
konsentrasi padatan dapat diabaikan
karena tetap konstan

 RA  E f C S B
A

Ef = konstanta kecepatan reaksi dengan


satuan mol A/[m2-detik-(mol A/m3)]
CA = konsentrasi senyawa A pada
permukaan reaksi
 = orde reaksi (= ukuran seberapa kuat
kecepatan reaksi tergantung pada
konsentrasi A)
Ef tergantung pada suhu dan kadang2 pada
konsentrasi senyawa kimia selain A.
HCl-calcite dan HCl-dolomite
• Lund dkk (1973, 1975)

 rHCl  E f C HCl

 E 
E f  E exp 
o
f 
 RT 
Reaksi HCl dan limestone
rHCl   E f c 0.63
HCl

E f  konstanta laju reaksi (kg mol/m detik)


2

 E 
 7.314 10 exp 
7

 RT 
E  15  10 kkal/kg mol
3

R  konstanta gas  1.987 kkal/kg mol K 

cHCl  konsentrasi HCl (kg mol/m )


3