Anda di halaman 1dari 21

MATERNITAS

KELOMPOK 4
DISUSUN OLEH KELOMPOK :
1. DESMITA PUTRI ANI
2. EGA MARTI ANASTASYA
3. ELSA MILA SARI
4. SERLI DWI MARDIANTI
Definisi Anemia

Anemia adalah kondisi dimana


berkurangnya sel darah merah
(eritrosit) dalam sirkulasi darah atau
massa hemoglobin sehingga tidak
mampu memenuhi fungsinya
sebagai pembawa oksigen keseluruh
jaringan (Tarwono, dkk 2007).
Etiologi Anemia
Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:
 Kurang gizi (malnutrisi)
Kurang gizi yaitu ketika tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan
seimbang yang disebabkan selera makan yang menurun saat hamil, makan
banyak namun kurang mengandung nutrisi, dan hamil yang disertai muntah-
muntah. Kekurangan zat gizi menyebabkan pembentukan untuk sintesis eritrosit
terganggu, zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan antara lain zat besi,
vitamin B12 dan asam folat
 Kurang zat besi (Fe) dalam diit
Dalam kehamilan kebutuhan zat besi meningkat dikarenakan bertambahnya
volume darah akibat adanya janin. Jika kekurangan zat besi maka pembentukan
sel darah merah dalam tubuh terhambat yang menyebabkan sel-sel darah merah
yang diproduksi berkurang.
 Malabsorpsi
Malabsorbsi yaitu gangguan pada saluran pencernaan dalam penyerapan nutrisi
dan cairan.
 Peningkatan volume plasma sementara jumlah eritrosit tidak sebanding dengan
peningkatan volume plasma.
 Defisiensi zat besi mengakibatkan kekuranan hemoglobin (Hb), dimanazat besi
adalah salah satu pembentuk hemoglobin.
 Ekonomi : tidak mampu memenuhi asupan gizi dan nutrisi dan ketidaktahuan
tentang pola makan yang benar.
Klasifikasi Anemia

 Anemia Defisiensi Zat Besi


Anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam
darah. Pengobatannya yaitu keperluan zat besi untuk
wanita hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang
dianjurkan adalah pemberian tablet besi.
 Anemia Megaloblastik
Anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam
folik, jarang sekali karena kekurangan vitamin B12.
 Anemia Hipoplastik
Anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang,
membentuk sel darah merah baru.
 Anemia Hemolitik
Anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan
sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.
Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala anemia pada kehamilan yaitu:
 Mengeluh cepat lelah
 Sering pusing
 Mata berkunang-kunang,
 Malaise (mual muntah)
 Tampak pucat dan kulit dingin
 Nafsu makan turun (anoreksia)
 Konsentrasi hilang
 Frekuensi pernapasan cepat
 Kelelahan
 Rambut rontok
 Kulit kuning disebut jaundice jika anemia karena kerusakan
sel darah merah
 Tekanan darah rendah
Patofisiologi Anemia
 Anemia dalam kehamilan dapat disebabkan oeh banyak faktor :
kurang zat besi; kehilangan darah yang berlebihan; proses
penghancuran eritrosit dalam tubuh sebelum waktunya;
peningkatan kebutuhan zat besi (Pratami, 2016). Selama
kehamilan, kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu
peningkatan produksi eritropenin. Akibatnya, volume plasma
bertambah dan sel darah merah meningkat. Namun,
peningkatan volume plasma terjadi dalam proporsi yang lebih
besar jika dibandingkan dengan peningkatan eritrosit sehingga
terjadi penurunan konsentrasi Hb (Prawirohardjo, 2010).
 Sedangkan volume plasma yang terekspansi menurunkan
hematokrit (Ht), konsentrasi hemoglobin darah (Hb) dan hitung
eritrosit, tetapi tidak menurunkan jumlah Hb atau eritrosit
dalam sirkulasi. Ada spekulasi bahwa anemia fisiologik dalam
kehamilan bertujuan untuk viskositas darah maternal sehingga
meningkatkan perfusi plasenta dan membantu penghantaran
oksigen serta nutrisi ke janin (Prawirohardjo, 2010).
lanjutan
 Ekspansi volume plasma mulai pada minggu ke 6 kehamilan dan mencapai
maksimum pada minggu ke 24 kehamilan, tetapi dapat terus meningkat sampai
minggu ke 37. Pada titik puncaknya, volume plasma sekitar 40% lebih tinggi pada
ibu hamil. Penurunan hematokrit, konsentrasi hemoglobin, dan hitung eritrosit
biasanya tampak pada minggu ke 7 sampai ke 8 kehamilan dan terus menurun
sampai minggu ke 16 sampai 22 ketika titik keseimbangan tercapai
(Prawirohardjo, 2010).
 Jumlah eritrosit dalam sirkulasi darah meningkat sebanyak 450 ml. Volume plasma
meningkat 45-65 %, yaitu sekitar 1.000 ml. Kondisi tersebut mengakibatkan
terjadinya pengenceran darah karena jumlah eritrosit tidak sebanding dengan
peningkatan plasma darah. Pada akhirnya, volume plasma akan sedikit menurun
menjelang usia kehamilan cukup bulan dan kembali normal tiga bulan
postpartum. Persentase peningkatan volume plasma yang terjadi selama
kehamilan, antara lain plasma darah 30%, sel darah 18%, dan hemoglobin 19%.
Pada awal kehamilan, volume plasma meningkat pesat sejak usia gestasi 6
minggu dan selanjutnya laju peningkatan melaambaat. Jumlah eritrosit mulai
meningkat pada trimester II dan memuncak pada trimester III (Pratami, 2016)

woc
Pemeriksaan Penunjang
Anemia
Pemeriksaan laboratorium dasar ditemui
 Pemeriksaan Hb sahli, kadar Hb < 10 mg/
%
 Kadar Ht menurun (normal 37%- 41%)
 Peningkatan bilirubin total (pada anemia
hemolitik)
 Terlihat retikulositosis dan sferositosis
pada apusan darah tepi
 Terdapat pansitopenia, sum- sum tulang
kosong diganti lemak
Penatalaksanaan Anemia

Penatalaksanaan anemia pada ibu hamil


( menurut pratami,2016) yaitu :s
 Transpalasiseldarahmerah
 Antibiotikdiberikanuntukmencegahinfeksi
 Suplemenasamfolatdapatmerangsangpembent
ukanseldarahmerah.
 Menghindarisituasikekuranganoksigenatauaktiv
itas yang membutuhkanoksigen
 Obatipenyebabperdarahan abnormal bilaada
 Diet kaya besi yang
mengandungdagingdansayuranhijau
Komplikasi Anemia

 Komplikasi anemia pada ibu hamil


Menurut (Pratami, 2016) kondisi anemia
sanggat menggangu kesehatan ibu
hamil sejak awal kehamilan hingga
masa nifas.
 Komplikasi anemia pada janin
Menurut (Pratami, 2016) anemia yang
terjadi pada ibu hamil juga
membahayakan janin yang
dikandungnya.
Diagnosa Keperawatan
 Defisit nutrisi berhubungan dengan kondisi
psikologis (mis, stres, keengganan untuk
makan)
 Nausea berhubungan dengan kehamilan
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan suplai oksigen dan
kebutuhan oksigen
 Keletihan berhubungan dengan kondisi
fisiologis ( mis. Anemia, malnutrisi, kehamilan)
 Ansietas berhubungan dengan krisis
maturasional
Kasus
 Ibu D berusia 30 tahun datang periksa
kehamilannya ke RS M, YUNUS bersama suaminya
Tn Z dengan keluhan lemah, pusing, mual,
muntah, tidak nafsu makan, kram diperut, cepat
lelah setelah beraktivitas . Dari hasil pemeriksaan
didapatkan hasil sebagai berikut : wajah pucat,
membran mukosa kering, tampak lesu, CRT >3
detik, Hb : 9gr/dl, BB : 66 kg, TB : 158 cm, tekanan
darah 90/70 mmHg, nadi 86 x/menit, suhu 36,60C,
frekuensi nafas : 21 x/menit. Ibu mengkonsumsi
vitamin Fe tetapi jarang dikonsumsi karena amis.
Ibu D hamil anak kedua dengan usia kehamilan 12
minggu.
Pengkajian

 Nama Mahasiswa : Tanggal


Pengkajian : 10 Agustus 2019
 NIM : Ruangan/RS :
Mawar
 DATA UMUM KLIEN
 Inisial Klien : Ny. D
 Usia : 30 tahun
 Status Perkawinan : Kawin
 Pekerjaan : Ibu Rumah tangga (IRT)
 Pendidikan Terakhir : SMA
Riwayat Kehamilan Dan
Persalinan Yang Lalu

No Tahun Jenis Kelamin Penolong Jenis Keadaan Masalah


Persalinan bayi waktu kehamilan
lahir
1 3 Juli 2016 Laki-laki Bidan Normal Baik Tidak ada
lanjutan

 Pengalaman menyusui : ya/tidak


 Berapa lama : 6 bulan
 Riwayat Ginekologi : Tidak ada
 Masalah Ginekologi : Tidak ada
 Riwayat KB : Tidak pernah ikut KB
sebelumnya dan ada rencana ikut
KB, karena ingin membesarkan
anaknya dahulu
Riwayat Kehamilan Saat Ini

 HPHT : 10 Mei 2019


Taksiran Partus: 17 Februari 2020
 BB Sebelum Hamil : 61kg TD
Sebelum hamil:120/80 mmHg

Letak/presentasi
TD BB/TB TFU DJJ Usia Gestasi
Janin

90/70 mmgg 66 kg/ 158 cm 3 jari diatas Kepala di bawah 150x/menit 12Minggu
simpilis bokong di atas
(normal)
DATA UMUM KESEHATAN SAAT INI

 Status Obstretik : G2P1A0


 Keadaan umum : Lemah, pucat Kesadaran: Compos mentis
 BB/TB : 66 Kg/158
 Tanda Vital
 Tekanan Darah : .90/70 mmHg Nadi : 86 x/menit
 Suhu : 36,6 0cPernafasan : 21 x/menit
 Kepala - Leher
 Kepala : Bersih, rambut rontok, , tidak ada lesi, tidak ada massa.
 Mata : Konjungtiva pucat, sclera tidak ikterik
 Hidung : simetris kiri-kanan, tidak ada lesi, tidak ada pernafasan
 cuping
 Mulut : Bibir pucat, membran mukosa kering, mulut kotor
 Telinga: Simetris kiri-kanan, tidak ada selumen
 Leher : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan vena
 jugularis
 Dada
 Jantung : tekanan darah rendah, anemia, CRT >3 detik
 Payudara : Simetris kiri-kanan, papila mamae menonjol, tidak ada
 Lesi, tidak ada pembengkakan dan tampak bersih
Lanjutan
 Puting Susu : Menonjol
 Abdomen: terdapat striae pada daerah di sekitar perut
 Uterus
 Tinggi fundus uterus : 3 jari di atas simpilis
 Kontraksi : ya/tidak
 Leopold I : Kepala/bokong/kosong
 Leopold II :
 Kanan : bagian kecil
 Kiri : Punggung
 Leopold III : bokong
 Pigmentasi
 Striae : Ada
 Fungsi pencernaan : Terganggu karena mual muntah dan tidak namsu
 makan
 Perineum dan genital
 Vagina : Varises : Tidak
 Kebersihan : Terdapat sedikit lendir pada vagina
 Keputihan : Mengalami keputihan
 Bau : Khas
 Eliminasi
Lanjutan
 Urin : Kebiasaan BAK : Mulai sering kencing ( Poliuria )
 BAB : Kebiasaan BAB : Konstipasi
 Istirahat dan Kenyamanan
 Pola Tidur : Kebiasaan tidur, lama > 8 Jam,
 Frekuensi:sering
 Pola tidur saat ini : Sering mengalami tidur
 Keluhan ketidaknyamanan :Ya
 Mobilisasi dan latihan
 Tingkat mobilisasi : Lemah
 Nutrisi dan cairan
 Asupan nutrisi:Nafsu makan: kurang baik
 Asupan Cairan : Kurang
 Keadaan Mental
 Adaptasi psikologi : Klien merasa cemas atas kondisi yang dia rasakan sekarang
 Penerimaan terhadap kehamilan : Ibu mengatakan kehamilan sekarang
 merupakan kehamilan yang diharapkan
 Pola hidup yang meningkatkan resiko kehamilan : Kurang asupan nutrisi,
 vitamin
PERSIAPAN PERSALINAN

 Senam hamil : Tidak ada


 Rencana tempat melahirkan : Rumah sakit
Bayangkara
 Perlengkapan kebutuhan bayi dan ibu : Sedang
proses pemilihan perlengkapan bayi
 Kesiapan mental ibu dan keluarga : Sudah siap
 Obat-obatan yang dikonsumsi saat ini : Vitamin Fe,
tetapi jarang mengkonsumsi vitamin Fe karena ibu
merasakan vitamin Fe itu amis saat dikonsumsi
 Hasil Pemeriksaan Penunjang ( 17 Agustus 2019 ) :
Data laboratorium :
 Darah : Hb : 9 gr/dl
TERIMAKASIH