Anda di halaman 1dari 24

PEMBUATAN BUSANA CUSTOM MADE

TEKNIK MARKER LAYOUT


BOLERO & ROMPI

Oleh :
Hanifatun Nisa
Pendidikan Teknik Busana
Materi

• Rancangan bahan
• Penentuan arah serat pola
• Penomoran pola
• Marker layout
Rancangan Bahan

Pengertian

• Merancang bahan adalah menghitung berapa banyak bahan yang diperlukan


untuk membuat suatu model pakaian. Salah satu cara untuk mengetahui
jumlah bahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu model
pakaian, adalah dengan meletakkan pola-pola kecil pada bahan yang
dibuat pada skala atau perbandingan yang sama antara pola dan bahannya.
• pengetahuan dasar yang harus dikuasai atau diketahui dalam membuat
suatu rancangan bahan, diantaranya adalah:

(a) tanda-tanda pola


(b) arah serat bahan

(c) motif bahan


(d) model pakaian
Langkah Membuat Rancangan Bahan yaitu :

1. Mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model

yang dikehendaki atau telah ditentukan.

2. Membuat semua pola-pola bagian busana termasuk lapisan-

lapisan yang diperluan sesuai model pakaiannya.

3. Mengutip tiap-tiap bagian pola tersebut menggunakan kertas

dorslag, pola dilengkapi dengan arah serat dan kampuh

4. Menggunting tiap-tiap bagian pola yang telah dikutip di kertas

dorslag
5. Mempersiapkan kertas payung (yang dianggap sebagai fragmen

bahan) dengan lebar sesuai dengan ukuran lebar bahan yang

dibutuhkan (misalnya 90 cm, 110 cm, atau 150 cm dengan

menggunakan skala ukuran yang sama dengan yang dipakai untuk

membuat pola.) yang ukurannya sesuai dengan panjang kertas

payungnya. Hal itu disebabkan belum diketahui kebutuhan panjang

kain yang diperlukan Kertas t dilipat dua memanjang apabila model

pakaian yang akan dibuat simetris, atau dibentangkan secara

keseluruhan/ sebagian jika model pakaiannya asimetris.


6. Atur/tatalah guntingan pola-pola yang telah dipersiapkan, di atas bahan/kertas

payung tersebut dengan tepat sehingga menghasilkan pemakaian bahan yang sesedikit

mungkin. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menata pola, di antaranya

adalah:

• tempelkan pola-pola yang besar terlebih dahulu, baru kemudian pola-pola yang lebih

kecil;

• letakkan pola sesuai dengan arah serat kain yang benar;

• atur pola dengan teliti, perhatikan mana yang harus diletakkan pada lipatan kain, pada

tepi kain, dan sebagainya; dan

• perhatikan tambahan kampuh dan kelim yang diperlukan untuk tiap bagian pola

7. Apabila telah menemukan susunan/letak pola yang baik, tempelkan tiap-tiap pola

sesuai tempatnya dengan cara memberi lem pada tiap-tiap ujung pola sehingga pola

tertempel dengan baik dan rapi.


Cara menentukan arah serat
Pada pola
Penomoran Pola

• Kode  pola ini biasanya digunakan pada pola pola jadi untuk memberikan kode  pada

beberapa pola, fungsi dari kode pola ini adalah agar mempermudah dalam meletakan

pola diatas kain  dan mengenali pola

• kode pola ini sangat penting, karena pada suatu perusahaan biasanya antara pembuat

pola dan dan orang yang meletakan pola diatas bahan tidak sama, jika ada kode pola

bisa mempermudah pada saat digunakan dan meminimalisir adanya kesalah pahaman..

• kode pola juga sangat membantu apabila pola tersebut telah lama disimpan, jadi untuk

mengenalinya tinggal melihat kode dalam pola tersebut, karena kebiasaan orang setelah

menyimpan terlalu lama pola karena tidak digunakan, akan membuat seseorang lupa

memahami pola tersebut, ditambah lagi apabila pola tersebut terlalu banyak bagian-

bagian yang dikembangkan ataupun dipotong, 


Cara Pembuatan Penomoran Pola

Kode pola :
F 02 L Kode didepan angka adalah penunjukan
Bagian – bagian pola (seperti pola badan
Depan, pola badan belakang, pola
lengan, pola kerah, dll)

Kode angka adalah nomor seri pola

Kode dibelakang angka adalah penunjukan


bagian-bagian pola untuk bahannya (seperti kain
untuk bahan utama, lapisan furing)

Cara membaca kode diatas :

F 02 L = pola badan muka/depan dengan nomor seri 02 untuk bahan furing (lining)
Contoh Penomoran Pola
    No. Istilah Arti istilah Kode

1. Back Center Tengah belakang B.1

2. Back Side Sisi belakang B.2

3. Front Center Tengah  depan F.3

4. Front. Side Tengah sisi F.4

5. Front Facing Lapisan depan FF.5

6. Upper Sleeve Lengan atas S.6

7 Under Sleeve Lengan Bawah S.7

8. Front Depan F.8

9 Back Belakang B.9

10. Waist band banpinggang F.10


Langkah Marker Layout
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan (kain, pola, jarum pentul)
2. Membentangkan/Spreading kain yang akan digunakan
3. Persyaratan proses spreading yang baik adalah:
a) Kerataan sisi tumpukan kain.
b) Penanggulangan cacat kain
c) Arah lapisan kain
d) Tegangan lapisan kain
e) Kemudahan dalam memisahkan antar lapisan hasil pemotongan
f) Penghindari distorsikain pada saat penggelaran
g) Penghindaran pelelahan pada saat pemotongan.
4. Letakkan pola pada kain sesuai arah serat dan susunlah pola yang ukurannya paling besar,
setelah itu baru menyusun bagian–bagian pola yang lebih kecil, cara ini bisa membuat kita
bekerja lebih efisien dan lebih efektif. Jika pola yang disusun belum memakai kampuh, ketika
menyusun pola harus dipertimbangkan jarak antara masing-masing pola lalu diberi tanda
kampuh pada setiap bagian pola tersebut.
5. Menyemat pola dengan jarum pentul agar tidak bergeser
MARKER LAYOUT
BOLERO
Pecah Pola Bahan Utama

F.1.F FF.3.F S.6.F

B.4.F B.5.F
F.2.F
Pecah Pola Bahan Furing

F.7.L
B.8.L B.9.L
Penomoran Pola Bolero

No Nama Pola Kode


1. Tengah Depan F.1.F
2. Sisi Depan F.2.F
3. Lapisan Depan FF.3.F
4. Tengah Belakang B.4.F
5. Sisi Belakang B.5.F
6 Pola Lengan S.6.F
7 Furing Tengah Sisi F.7.L
8 Furing Tengah Belakang B.8.L
9 Furing Sisi Belakang B.9.L
Langkah Marker
Layout Bolero

Lipatan kain

Arah serat
Keterangan :
Bahan polos/tidak bermotif,
Sehingga pola bisa dibalik-balik
namun arah serat
pola tetap disesuaikan dengan
arah serat bahan
Hasil Marker Layout
B.4.F B.5.F
Bolero
FF.3.F

F.7.L

F.2.F B.8.L

F.1.F

B.9.L

S.6.F

Bahan furing
Bahan Utama
MARKER LAYOUT
ROMPI
Penomoran Pola Rompi
No Nama Pola Kode
1. Tengah Depan F.1.F
2. Sisi Depan F.2.F
3. Lapisan Depan FF.3.F
4. Tengah Belakang B.4.F
5. Sisi Belakang B.5.F
6 Furing Tengah Depan F.6.L
7 Furing Tengah Sisi F.7.L
8 Furing Tengah Belakang B.8.L
9 Furing Sisi Belakang B.9.L
Pecah Pola Bahan Utama

FF.3.F B.4.F B.5.F


F.1.F F.2.F
Pecah Pola Bahan Furing

F.6.L F.7.L
B.8.L B.9.L
Hasil Marker Layout Rompi
Bahan Utama Bahan Furing

B.9.L

FF.3.F

F.6.L
F.1.F

F.2.F
B.4.F

B.5.F
F.7.L
B.8.L
Sumber
• https://tabusfaaqi.blogspot.com/2016/12/kode-pola.html
• http://cinduamatoandamdansabai.blogspot.com/2018/07/car
a-membuat-rancangan-bahan-dan.html