Anda di halaman 1dari 10

Efek Logam Berat Cd pada Ginjal

Nama Kelompok :
•Ginjal mempunyai bagian fungsional yang disebut nefro
n yang terdiri dari glomerulus, tubulus proksimal, lengkun
g henle dan tubulus distal serta kandung kemih.
• Fungsi ginjal antara lain alat ekskresi, mengatur jumlah
cairan tubuh dan tekanan darah.
Ginjal menghasilkan urin yang merupakan jalur ut
ama ekskresi toksikan sehingga volume aliran darah y
ang mengandung toksikan cukup besar dan terjadi ak
umulasi toksikan pada filtrat glomerulus, melewati se
l-sel tubulus dan terjadi bioaktivasi toksikan tertentu.
Kerusakan yang dapat terjadi pada ginjal/ nefron.
Zat-zat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal, yaitu:
Cd, Mg, Pb, CCl4, kloroform, tetrakloretilen dan brom
obenzen (dapat mempengaruhi fungsi tubulus dan m
enyebabkan nekrosis).
Efek toksik terhadap ginjal
Logam Cd bisa menimbulkan kerusakan ginjal yang ma
mpu dideteksi dari jumlah kandungan protein yang terdap
at dalam urin. Proteinuria ditemukan pada 80% dari 43 pe
kerja yang telah bekerja selama 20 tahun di industri bater
ai Cd-alkalin. Kadar protein yang ditemukan dalam urin pa
ra pekerja adalah 150 mg/hari dengan jumlah albumin ya
ng rendah dan terjadi peningkatan senyawa α,2-β, dan γ-g
lobulin. Proteinuria juga ditemukan pada orang-orang yan
g telah terpapar Cd dalam waktu lama, yaitu dalam jangka
waktu 20 - 30 tahun .
Keadaan tersebut dijadikan indikator dari keracu
nan Cd secara kronis. Proteinuria merupakan gejala
awal dari kerusakan sistem ekskresi, khususnya ginj
al. Petunjuk lain dari kerusakan yang terjadi pada gi
njal adalah adanya asam amino dan glukosa dalam
urin, ketidak-normalan kandungan asam urat, Ca, d
an P dalam urin.
Darah akan mentransportasikan Cd menuju hep
ar, lalu akan berikatan dengan protein membentuk
kompleks protein. Selanjutnya, Cd diangkut menuju
ginjal dan diakumulasi dalam ginjal sehingga sangat
mengganggu fungsi ginjal, terutama saat ekskresi pr
otein.
pestisida
Pestisida merupakan bahan racun yang dapat mem
berikan manfaat di bidang pertanian. Pestisida bera
sal dari kata pest, yang berarti hama dan cida, yang
berarti pembunuh, jadi pestisida adalah substansi ki
mia digunakan untuk membunuh atau mengendalik
an berbagai hama. Pestisida sangat membantu mas
yarakat untuk mengembangkan bidang pertanian a
kan tetapi juga dapat memberi dampak buruk terha
dap kesehatan masyarakat.
Pemaparan pestisida terus menerus dapat menyeb
abkan gagal ginjal ringan, gagal ginjal akut dan kang
ker ginjal.
Mekanisme masuknya racun pe
stisida
Bahan-bahan racun pestisida masuk ke dalam tubuh
organisme (jasad hidup) berbeda-beda menurut sit
uasi paparan. Mekanisme masuknya racun pertisida
tersebut dapat melalui kulit luar, mulut dan saluran
makanan, serta melalui saluran pernapasan. Melalu
i kulit, bahan racun dapat memasuki pori-pori atau t
erserap langsung ke dalam sistem tubuh, terutama
bahan yang larut minyak (polar). Tanda dan gejala a
wal keracunan antara lain Iritasi mata, iritasi kulit, k
esulitan bernapas, pusing, sakit kepala, mual, dan
muntah.