Anda di halaman 1dari 28

Analisis Arus Kas

Salma Rana Kamila S. (17.05.52.0237)


Ita Tia Safitri (17.05.52.0196)
Rahardian Suryo U (17.05.52.0288)
Laudrey Aqpisna (17.05.52.0239)
Felicia Septiana G. (17.05.52.0304)
A. Laporan Arus Kas
Tujuan laporan arus kas adalah
menyediakan informasi terkait arus kas
masuk dan arus kas keluar untuk suatu
periode. Laporan ini juga membedakan
sumber dan penggunaan arus kas
dengan memisahkan arus kas ke
dalam aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan.
Relevansi Kas
Kas merupakan aset yang paling likuid
dan menawarkan kepada perusahaan baik
likuiditas maupun fleksibilitas. Dalam
menganalisis arus kas masuk dan keluar,
termasuk operasi, pendanaan, dan sumber
investasinya merupakan salah satu
pekerjaan investigratif yang paling penting.
Analisis ini membantu dalam menilai
likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas.
Pelaporan Berdasarkan Aktivitas

Laporan arus kas melaporkan penerimaan


kas dan pengeluaran kas berdasarkan aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan yang
merupakan aktivitas bisnis utama perusahaan.
Aktivitas operasi adalah aktivitas yang berkaitan
dengan laba perusahaan. Sedangkan, aktivitas
investasi adalah sarana untuk memperoleh dan
melepaskan aset nonkas. Serta, aktivitas
pendanaan merupakan sarana
mendistribusikan, menarik, dan menyediakan
dana untuk mendukung aktivitas bisnis.
Penyusunan Laporan Arus Kas
Terdapat 2 metode dalam penyusunan
laporan arus kas yaitu metode tidak langsung
dan metode langsung. Pada metode tidak
langsung, laba neto disesuaikan dengan pos
pendapatan (beban) nonkas dengan akrual
untuk menghasilkan arus kas dari operasi.
Sedangkan, pada metode langsung
menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi
untuk akrual yang terkait dan dianggap
memberikan format yang lebih baik dalam
menilai jumlah arus kas masuk (keluar) operasi.
Topik Khusus
Investasi Metode Ekuitas

Dalam akuntansi metode ekuitas, investor


akan mencatat persentase kepemilikan
saham perusahaan investee sebagai laba,
dan mencatat dividen yang diterima sebagai
pengurangan saldo investasi. Bagian dari
laba yang tidak didistribusikan merupakan
laba nonkas dan harus dihilangkan dari
laporan arus kas, sehingga hanya
menyisakan bagian dari laba yang telah
diterima sebagai kas.
Akuisisi Perusahaan dengan Saham
Ketika perusahaan membeli perusahaan
lain dengan saham, aset dan liabilitas
konsolidasian meningkat bersamaan dengan
akun ekuitas. Namun, perubahaan dalam
akun laporan posisi keuangan yang dihasilkan
dari transaksi kas yang akan dilaporkan pada
laporan arus kas. Sebagai akibatnya,
penyesuaian laporan posisi keuangan yang
dilaporkan untuk menghitung arus kas operasi
tidk sama dengan perubahan pada akun
laporan posisi keuangan itu sendiri.
Biaya Imbalan Pascakerja
Pensiun dan program imbalan pasca kerja
lainnya mengakui beban atas biaya jasa dan
bunga, setelah dikurangi imbal hasil yang
diharapkan dari aset program. Kontribusi
atau iuran kas kepada program pensiun
dicatat sebagai pengurang kas dan adanya
peningkatan saldo investasi. Selisih antara
beban imbalan neto dengan kontribusi kas
kepada program yang didanai, atau imbalan
kas yang dibayarkan langsung dari dana
perusahaan.
Sekuritasi Piutang Usaha
Perusahaan semakin banyak
memanfaatkan sekuritasi piutang usaha
melalui entitas bertujuan khusus sebagai
salah satu metode untuk meningkatkan arus
kas. Sekuritasi melibatkan pengalihan
piutang kepada entitas bertujuan khusus
yang membeli piutang tersebut dengan dana
hasil dari penjualan obligasi di pasar modal.
Perusahaan menghitung pengurangan
piutang sebagai kenaikan arus kas dari
operasi karena berkaitan dengan aset lancar.
Metode Langsung
Metode langsung melaporkan penerimaan
kas bruto dan pengeluaran kas bruto terkait
dengan operasi – pada dasarnya
menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi dari
basis akrual ke basis kas. Metode langsung
melaporkan jumlah totla arus kas masuk dan
keluar perusahaan dari aktivitas operasi.
Metode ini menawarkan kepada analisis suatu
format yang lebih baik untuk menilai jumlah
arus kas masuk dan keluar dimana manajemen
memiliki kebebasan pengambilan keputusan.
Mengubah Metode Tidak Langsung menjadi
Metode Langsung

Bagian ini menunjukkan bagaimana cara


mengubah arus kas dari operasi yang
dilaporkan dengan menggunakan metode
tidak langsung menjadi metode langsung.
Keakuratan konversi ini tergantung pada
penyesuaian berdasarkan data yang
tersedia dari catatan akuntansi eksternal.
Metode konversi yang dijelaskna cukup
akurat untuk sebagian besar tujuan analisis.
B. Implikasi Analisis Arus Kas
Keterbatasan Dalam Pelaporan Arus Kas

Beberapa keterbatasan dari pelaporan arus kas saat ini.


1. Dalam praktiknya, tidak mensyaratkan pengungkapan
tersendiri dari arus kas yang terkait dengan pos luar biasa.
2. Bunga atau dividen yang diterima dan bunga yang
dibayarkan diklasifikasikan sebagai arus kas operasi.
3. Pajak penghasilan diklasifikasikan sebagai arus kas
operasi.
4. Penghapusan keuntungan atau kerugian atas penjualan
aset tetap sebelum pajak atau investasi dari aktivitas
operasi mendistori analisis terhadap aktivitas operasi atau
investasi.
Menginterpretasikan Arus Kas dan
Laba Neto

Analisis terhadap Gould Corporation


berfokus pada laporan keuangan utama
yang mengarah pada aktivitas operasi:
laporan arus kas dan laporan laba rugi.
Meskipun para praktisi berusaha
menjelaskan kegunaan gabungan dari kedua
laporan operasi tersebut, tidak seluruh
pengguna memahami peran informasi ganda
dari arus kas dan laba neto akrual.
C. Analisis Arus Kas
Oleh karena itu kondisi setiap
perusahaan sangat bervariasi, maka sulit
untuk memformulasikan analisis arus kas
yang standar. Namun terdapat beberapa
kesamaan, analisis harus menetapkan
sumber kas masa lalu dan penggunaanya.
Dalam mengestimasi trend, analisis ini
berguna untuk menjumlahkan seluruh
sumber utama kas dan penggunaan kas
selama periode laporan tahunan.
Kesimulan Analisis Arus Kas
Manajemen menggunakan sumber
dayanya, dimana manajemen
mengurangi investasi, dari mana kas
tambahan diperoleh, dan dimana klaim
terhadap perusahaan dikurangi,
penggunaan laba dan pilihan investassi
arus kas, untuk menyimpulkan ukuran,
komposisi, pola dan stabilitas arus kas
operasi.
Pengukuran Arus Kas Alternatif
Pengguna laporan keuangan sering kali
menghitung laba neto ditambah
penyusutan dan amortisasi (net income
plus depreciation and amortization)
sebagai ukuran kasar atau arus kas
operasi, salah satu varian dari pengukuran
ini adalah EBITDA (earnings before
interest, taxes, depreciation, and
amortization – laba sebelum bunga pajak,
penyusutan dan amortisasi) yang populer.
Kondisi Perusahaan Dan Ekonomi
Laporan posisi keuangan menggambarkan
aset perusahaan pada titik waktu tertentu
dan cara bagaimana aset tersebut di biayai.
Laporan laba rugi menggabarkan hasil
operasi untuksuatu periode waktu. Laba
meningkatkan aset, termasuk kas dan aset
nonkas (baik lancar maupun tidak lancar).
Beban adalah konsumsi aset (atau terjadinya
liabilitas). Dengan demikian, laba neto ini
terkait dengan arus kas melalui penyesuaian
akun laporan posisi keuangan.
Arus Kas Bebas
Kegunaan analitis yang berasal dari laporan arus kas
adalah perhitungan arus kas bebas (free cash flow - FCF).
Sebagaimana pengukuran analitis lainya, komponen –
komponen perhitungan harus diperhatikan. Motif
tersembunyi dalam pelaporan komponen yang digunakan
untuk menghitung arus kas bebas terkadang memengaruhi
kegunaanya.
Arus kas dari operasi
Pengeluaran modal neto yang dibutuhkan untuk
memprtahankan kapasitas produktif
Dividen saham preferen dan saham biasa (dengan asumsi
kebijakan pembayaran)
Definisi lain yang banyak digunakan dan memiliki
konsep yang sama adalah FCF=NOPAT- perubahan
noa. Definisi ini menyatakan arus kas bebas
perusahaan sebagai laba operasi neto setelah pajak
dikurangi kenaikan pada aset operasi neto. Kenaikan
noa termasuk perubahan modal modal kerja untuk
arus kas neto dari operasi dan kenaikan aset operasi
jangka panjang. Arus kas bebas positif mencerminkan
jumlah yang tersedia untuk aktivitas bisnis setelah
penyisihan untuk kebutuhan pendanaan dan investasi
untuk mempertahankan kapasitas produktif pada
tingkat saat ini. Pertumbuhan dan fleksibilitas
tergantung pada ketersediaan arus kas bebas.
Arus Kas Sebagai Validator
Laporan arus kas berguna untuk
memprediksi hasil operasi berdasarkan
kapasitas produktif yang dimiliki dan
direncanakan, menilai kapasitas ekspansi
perusahaan dimasa depan, kebutuhan
modalnya, dan sumber arus kas masuknya.
Laporan arus kas merupakan jembatan
mendasar antara laporan laba rugi dan
laporan posisi keuangan. Laporan arus kas
melaporkan arus kas masuk dan keluar
perusahaan.
Laporan arus kas juga memberikan petunjuk
penting mengenai:
1. Kelayakan pembiayaan pengeluaran modal
2. Sumber kas untuk ekspansi perusahaan
3. Ketergantungan pada pembiayaan eksternal
4. Kebijakan dividen di masa depan
5. Kemampuan untuk memenuhi persyaratan utang
6. Fleksibilitas keuangan
7. Praktik keuangan oleh manajemen
8. Kualitas laba
D. Rasio Arus Kas Khusus
Rasio Kecukupan Arus Kas
Rasio kecukupan arus kas adalah
ukuran kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan kas dari operasi yang
cukup untuk menutupi pengeluaran
modal, investasi pada persediaan, dan
dividen tunai. Untuk menghilangkan
pengaruh siklus dan pengaruh acak
lainnya, jumlah total tiga tahun biasanya
digunakan untuk menghitung rasio ini.
Rasio Reinvestasi Kas
Rasio reinvestasi kas merupakan ukuran
atas persentase investasi dalam aset yang
mencerminkan kas operasi yang ditahan dan
diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk
mengganti aset dan pertumbuhan operasi.
Rasio ini dihitung sebagai berikut.
Arus kas operasi – deviden
Aset tetap bruto+Investasi+Aset lain+Modal
kerja