Anda di halaman 1dari 51

Analisis Aktivitas Operasi

Salma Rana Kamila S. (17.05.52.0237)


Rahardian Suryo Utomo (17.05.52.0288)
Ita Tia Safitri (17.05.52.0196)
Laudrey Aqpisna (17.05.52.0239)
Felicia Septiana G. (17.05.52.0304)
A. Pengukuran Laba

Konsep
Pengukuran Pengukuran
Laba
Alternatif
Konsep Laba – Sebuah Ringkasan
Laba merupakan parameter paling penting dari kinerja
keuangan perusahaan. Tujuan utama laporan laba rugi
adalah untuk menjelaskan bagaimana menentukan laba,
dengan melaporkan komponen penting.
Ringkasannya, terdapat 2 konsep alternatif laba yaitu,
laba ekonomi dan laba permanen. Laba ekonomi,
mengukur perubahan kekayaan bersih pemegang saham
selama satu periode. Laba permanen, estimasi laba rata-
rata stabil yang diharapkan akan diperoleh dari bisnis
selama umur hidupnya, dengan kondisi bisnis saat ini.
Pengukuran Laba Akuntansi
PENDAPATAN DAN KEUNTUNGAN BEBAN DAN KERUGIAN

Pendapatan merupakan arus kas Beban merupakan arus kas


Pendapatan merupakan arus kas
masuk yang diperoleh atau arus keluar yang terjadi, arus kas
masuk yang diperoleh atau arus
kas masuk prospektif yang keluar prospektif, atau alokasi
kas masuk prospektif yang
diperoleh, yang timbul dari arus kas keluar masa lalu yang
diperoleh, yang timbul dari
aktivitas bisnis perusahaan yang timbul dari operasi bisnis
aktivitas bisnis perusahaan yang
berlangsung. Keuntungan perusahaan yang berlangsung.
berlangsung. Keuntungan
adalah arus kas masuk yang
adalah arus kas masuk yang Kerugian adalah penurunan
diperoleh atau arus kas masuk
diperoleh atau arus kas masuk aset neto perusahaan yang
prospektif yang diperoleh, yang
prospektif yang diperoleh, yang timbul dari operasi yang tak
timbul dari transaksi dan
timbul dari transaksi dan terduga dan mendadak di
peristiwa yang tidak berkaitan
peristiwa yang tidak berkaitan suatu perusahaan.
dengan aktivitas perusahaan
dengan aktivitas perusahaan
yang berlangsung.
yang berlangsung.
Klasifikasi dan Pengukuran Laba
Alternatif
Klasifikasi laba yang tepat sangat penting dalam
analisis. Laba dapat diklarifikasi ke dalam 2 dimensi
utama:
1. Berulang dan tidak berulang
2. Operasi dan nonoperasi
Seringkali dua dimensi klarifikasi ini digunakan
secara bersamaan. Misalnya analisis tertentu mengacu
pada pengukuran laba yang mengecualikan semua pos
yang tidak berulang sebagai laba operasi.
LABA BERULANG DAN LABA OPERASI DAN
TIDAK BERULANG NONOPERASI

Pentingnya klasifikasi Laba operasi merupakan


komponen laba berulang dan pengukuran laba suatu
tidak berulang timbul karena
perusahaan yang berasal
kebutuhan untuk menentukan
komponen laba permanen dan dari aktivitas operasi
sementara. Laporan laba rugi normalnya. Laba
melaporkan 3 pengukuran laba nonoperasi merupakan
alternatif : secara kolektif mengacu
1. Laba neto pada semua komponen
2. Penghasilan komprehensif
laba yang tidak
3. Laba dari operasi
dilanjutkan dimasukkan dalam laba
operasi.
B. POS TIDAK BERULANG
Pos Luar Biasa

Dibedakan berdasarkan sifatnya yang tidak


biasa dan jarang terjadi. Sebagian pos luar biasa
berupa keuntungan dan kerugian dari utang
pensiun dini.
Akuntansi Pos Luar Biasa

Suatu pos harus memiliki dua sifat


berikut : Tidak biasa dan Jarang terjadi.
Persyaratan ini diartikan sebagai berikut :
1. Sifat yang tidak biasa
2. Jarang terjadi
Analisis Pos Luar Biasa

Pos luar biasa memiliki sifat tidak


berulang. Oleh karena itu, seorang analisis
tidak memasukkan pos luar biasa ketika
menghitung laba berulang, juga tidak
dimasukkan pada laba ketika
membandingkan laporan antara bebrapa
waktu atau antarperusahaan.
Operasi Diberhentikan

Perusahaan kadang-kadang menghapus


keseluruhan divisi atau lini produk. Saat
penghapusan ini berkaitan dengan komponen
bisnis terpisah yang dapat diidentifikasi,
selanjutnya disebut Operasi Diberhentikan.
Operasi dihentikan secara terpisah dilaporkan
pada laporan laba rugi dan laporan keuangan.
Akuntansi Operasi Diberhentikan

Menurut US GAAP (ACS 225)


maupun IFRS (IFRS 5), akuntansi dan
pelaporan atas operasi dihentikan
dilakukan melalui 2 tahap.
Analisis Operasi Dihentikan

Untuk tujuan analisis, semua dampak operasi


dihentikan harus dihilangkan dari laba tahun
berjalan dan masa lalu. Aturan ini berlaku tanpa
memandang apakah tujuannya adalah
untukmenentukan laba ekonomi atau laba
permanen, atau menentukan laba operasi/non
operasi.
Perubahan Akuntansi

Kadang – kadang metode akuntansi


diubah karena adanya standar akuntansi
baru. Metode akuntansi dan/atau asumsi
diubah untuk mncerminkan perubhan
aktivitas / kondisi bisnis yang lebih baik.
Pelaporan Perubahan Akuntansi
a. Perubahan Prinsip Akuntansi
Terjadi ketika suatu perusahaan berpindah dari suatu
prinsip akuntansi yang berterima umum ke suatu prinsip
akuntansi yang berterima umum lainnya.
b. Perubahan Estimasi Akuntansi
Estimasi akuntansi merupakan pekiraan yang
didasarkan yang didasarkan pada kondisi masa depan
yang belum diketahui. Ada beberapa persyaratan
akuntansi dan pengungkapan saat perubahan terjadi
dalam estimasi akuntansi :
I. Penerapan prospektif
II. Pengungkapan catatan atas laporan keuangan
Analisis Perubahan Akuntansi

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan


analis dalam menganalisis perubahan akuntansi :
I. Perubahan akuntansi adalah bersifat “kosmetik”
dan tidak menghasilkan konsekuensi arus kas
baik sekarang maupun masa depan.
II. Perubahan tersebut mencerminkan realitas
ekonomi dengan lebih baik
III. Analisis harus waspada terhadap manajemen
laba.
Pos Khusus

Pos ini mengacu pada transaksi dan


peristiwa yang tidak biasa atau tidak
sering terjadi, tetapi tidak keduanya.
Seringkali, pos khusus merupakan pos
nonrutin yang tidak memenuhi kriteria
klasifikasi pos luar biasa.
Penurunan Nilai Aset

 Penurunan Nilai Aset Berumur Panjang


Nilai asset berumur panjang dinyatakan
mengalami penurunan nilai jika nilai wajarnya
(nilai pasar atau nilai dari penggunaan dalam
perusahaan) berada dibawah nilai tercatatnya
(nilai buku pada laporan posisi keuangan).
 Penurunan Nilai Aset Lainnya
Perusahaan terkadang menghapus jenis asset
lain seperti piutang, persediaan, dan goodwill.
Beban Restrukturisasi

Biasanya berkaitan dengan


perubahan besar dalam bisnis dan
strateegi perusahaan. Restrukturisasi
biasanya melibatkan reorganisasi
secara ekstensif.
Analisis Pos Khusus

Menganalisis pos khusus


merupakan tugas yang menantang
dan penting dalam analisis akuntansi.
Penggunaan estimasi dapat
menciptakan peluang untuk
mengelola laba.
C. Pengakuan Pendapatan

Pendapatan (revenue) dalam praktiknya


didefinisikan sebagai “arus masuk”. Disisi lain,
keuntungan (gains), merupakan kenaikan aset neto
(ekuitas) akibat dari transaksi periferal atau
insidental perusahaan. Perbedaan antara
pendapatan dan keuntungan tergantung pada
aktivitas bisnis perusahaan. Oleh karena itu, analisis
memerlukan pos ini secara berbeda. Misalnya,
pendapatan diharapkan akan terus berlangsung,
sementara keuntungan tidak.
Panduan untuk Pengakuan
Pendapatan

Dari perspektif analisis, pengakuan pendapatan


akrual yang tidak tepat dapat memiliki satu dari dua
konsekuensi yang tidak diinginkan :
1. Jika perusahaan mencatat pendapatan lebih awal
atau terlambat, maka pendapatan akan dicatat
pada periode yang salah.
2. Jika perusahaan mencatat pendapatan sebelum
kepastian realisasi yang wajar, maka pendapatan
mungkin akan dicatat dalam satu periode dan
kemudian dibatalkan atau dibalik di lain periode.
Ketidakpastian dalam Penagihan
Pendapatan
Perusahaan menggunakan provisi/penyisihan piutang
yang diragukan (tidak tertagih) untuk mencerminkan
ketidakpastian dalam penagihan piutang dari penjualan
kredit. Perusahaan membuat penilaian berdasarkan
kondisi, ketika perusahaan tidak yakin akan penagihan
piutang. Penilaian ini bisa jadi konservatif atau dapat
menggunakan asumsi liberal atau optimistis. Ketika
penagihan piutang tidak lagi dapat dipastikan, praktiknya
akan mengikuti prosedur umum untuk menangguhkan
pengakuan pendapatan sampai kas dapat ditagih.
Pendapatan Ketika Terdapat Hak Pengembalian

Jika pembeli memiliki hak pengembalian, pendapat


diakui pada saat penjualan hanya jika kondisi-kondisi
berikut terpenuhi :
 Harga secara substansial tetap
 Pembeli membayar kepada penjual
 Pengembalian dapat diestimasi dengan wajar
Jika kondisi ini terpenuhi, pendapatan penjualan
dan biaya penjualan dicatat, tetapi dikurangi untuk
mencerminkan estimasi pengembalian dan biaya
terkait. Jika tidak terpenuhi, pengakuan pendapatan
akan ditunda.
Pendapatan Waralaba (Franchise)

Standar akuntansi untuk pemberi waralaba


masyarakat agar pendapatan fee (biaya jasa)
waralaba dari penjualan waralaba hanya diakui
ketika semua jasa material atau kondisi yang
terkait dengan penjualan tersebut secara
substansial telah dilakukan oleh pemberi waralaba.
Hal ini juga berlaku untuk fee waralaba yang masih
berlanjut, penjualan produk yang masih berlanjut,
agen penjualan, biaya waralaba, dan lain-lain.
Pengaturan Pembiayaan Produk

Pengaturan pembiayaan produk merupakan


perjanjian yang melibatkan pengalihan atau akuisisi
persediaan oleh sponsor yang pada dasarnya
merupakan cara untuk membiayai persediaan.
Misalnya, jika perusahaan mengalihkan persediaan
ke perusahaan lain dan pada saat yang sama setuju
untuk membeli kembali persediaan di kemudian hari,
transaksi ini kemungkinan menjadi pengaturan
pembiayaan produk, dan bukan penjualan dan
pembelian selanjutnya atas persediaan.
Pendapatan Berdasarkan Kontrak

Akuntansi atas kontrak konstruksi jangka


panjang seperti bangunan, pesawat, kapal, atau
alat berat memiliki permasalahan konseptual dalam
penentuan pendapatan dan keuntungan. GAAP
mensyaratkan perusahaan untuk menggunakan
metode persentase penyelesaian (percentage of
completion method) jika terdapat estimasi yang
wajar untuk biaya penyelesaian kontrak serta
progres terhadap penyelesaian kontrak.
Pendapatan yang Belum Diterima

Dalam kontrak kinerja jangka panjang


seperti, kontrak garansi produk dan kontrak
perawatan perangkat lunak, pendapatan
biasanya ditagihkan dimuka. Pada kondisi
tersebut, pendapatan diakui secara
proporsional selama keseluruhan periode
kontrak. Jumlah pendapatan yang masih belum
diakui disajikan dalam laporan posisi keuangan
sebagai liabilitas yang disebut pendapatan yang
belum diterima.
D. BEBAN TANGGUHAN
Beban tangguhan merupakan biaya yang telah
terjadi dan akan di tangguhkan karena beban
tersebut diharapkan akan dapat memberikan
manfaat di masa depan.
Kompleksitas aktivitas bisnis yang semakin
meningkat akan memperbesar jumlah dan jenis
beban tangguhan.
Contoh : biaya penelitian dan pengembangan
serta pengeluaran untuk perangkat lunak
komputer
Penelitian dan Pengembangan

Aktivitas penelitian bertujuan untuk


penemuan baru dan aktivitas pengembangan
merupakan penjabaran dari penelitian.
Aktivitas penelitian dan pengembangan
tidak mencangkup perubahan rutin atau
periodik pada operasi yang sedang
berlangsung, penelitian pasar, dan aktivitas
pengujian.
Akuntansi untuk Penelitian dan
Pengembangan
Misalnya akuntansi untuk beban perusahan R&D
memiliki beberapa masalah. Alasan yang menyulitkan
pada akuntansi perusahaan R&D adalah sebagai
berikut.
 Tingginya tingkat ketidak pastian manfaat akhir yang
dihasilkan dari aktivitas perusahan R&D.
 Sering kali diperlukan waktu yang cukup lama antara
dimulainya aktivitas R&D dengan penentuan
keberhasilannya.
 Masalah Evaluasi yang disebabkan oleh sifat tak
berwujud sebagian besar aktivitas R&D.
Analisi Penelitian dan Pengembangan

Analisi pengeluaran perusahaan R&D


merupakan sesuatu yang menantang.
Pengeluaran terdebut sering kali jumlahnya
besar sehingga memerlukan adanya
pengawasan dalam analisis laba tahun
berjalan dan masa depan perusahaan.
Beban perangkat lunak komputer

Pengembangan perangkat lunak komputer


merupakan aktivitas khusus yang tidak sesuai
dengan pengeluaran umum untuk aktifitas
perusahan R&D. Pengembanga perangkat
lunak bertujuan untuk pemasaran merupakan
aktivitas berkelanjutan yang secara langsung
mengarah pada pendapatan saat ini atau
masa depan.
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
dalam Industri Pertambagan

Pencarian cadangan deposito baru atas


sumber daya alam merupakan hal penting
bagi perusahaan yang bergerak dalam
industri pertambangan.
Pentingnya industri ini dan masalah
akuntansi khusunya layak mendapatkan
penelitian.
Akuntasi Industri Pertambangan
FASB menangapinya dengan pengungkapan tambahan
yang dipersyaratkan untuk produsen minyak dan gas
yang di perdagangkan ke publik sebagai brikut.
 Jumlah cadangan gas dan minyak terbukti.
 Biaya yang di kapitalisasi terkait dengan aktivitas
produksi gas dan minyak.
 Biaya yang terjadi pada aktivitas akuisisi, eksplorasi,
dan pengembangan.
 Hasil operasi aktivitas untuk memproduksi minyak dan
gas.
 Ukuran arus kas neto masa depan yang didiskontokan
untuk cadangan terbukti.
Implikasi analisis terhadap industri
pertambangan

Banyak analisi yang lebih memiliki


sucessfull effort accounting dibandingkan
akuntansi biaya penuh karena metode
terdebut lebih baik dalam mengaitkan biaya
dengan pendapatan terkait dan lebih
konsisten dengan praktik akuntansi terkini.
E. Imbalan kerja tambahan

Tinjauan imbalan kerja


Tekanan sosial, kompetensi dan kelangkaan
bakat karyawan menyebabkan maraknya
imbalan kerja tambahan diluar gaji dan upah.
Imbalan kerja seperti uang cuti, bonus,
pembagian laba dan asuransi yang dapat
didentifikasikan dengan periode yang diterima
atau diberikan.
Imbalan kerja tambahan dan akuntansinya

 Kontrak kompensasi yang ditangguhkan


Merupakan janji untuk membayar karyawan dimasa
depan. Perusahaan biasanya memberikan imbalan
kerja tambahan kepada para eksekutif yang ingin
dipertahankan.
 Hak apresiasi saham
Merupakn hak saham yang diberikan kepada
karyawan berdasarkan jumlah saham yang ditentukan.
Pemberian didasarkan pada nilai kenaikan nilai pasar
saham perusahaan sejak tanggal pemberian opsi
saham dan dapat diserahkan dalam bentuk uang tunai.
Opsi saham karyawan (ESO)
Opsi saham karyawan atau yang biasa disebut
kompensasi berbasis saham dapat dikatakan sebagai
bentuk umum dari kompensasi insentif. Alasan popularitas:
1.Perusahaan berpenapat bahwa ESO dapat meningkatkan
kinerja dengan memberikan karyawan kepentingan dalam
bisnis sehingga dapat meneyelaraskan karyawan dan
insentif perusahaan.
2. ESO dipandang sebagai media untuk memperoleh
kekayaan.
3. ESO memberi imbalan kerja tanpa memerlukan
pencatatan biaya
 Opsi saham teriri atas 2 kategori besar: insentif
dan tanpa kualifikasi

1. Insentif: opsi saham tidak dikenai pajak pajak hingga opsi


tersebut dijual oleh karyawan. Opsi ini harus diberikan
sebesar nilai wajar dan saham itu harus dimiliki selama 2
tahun sejak diberikan dan satu tahun lain setelah
dilaksanakan.
2. Opsi saham tanpa kualifikasi opsi ini diberikan dengan
mendapat diskon dari nilai pasar wajar dan karyawan
dikenai pajak pada saat pelaksanaan atas selisih harga
pelaksanaan dan nilai wajar saham. Dalam kasus ini
perusahaan mendapat manfaat dari pengurangan pajak
yang sama dengan jumlah pendapatan yang diakui
karyawan.
Biaya ekonomi dan manfaat ESO

Manfaat utama ESO adalah kenaikan potensial pada


nilai perusahaan yang dapat timbul melalui insentif
terhadap perilaku karyawan. ESO bertujuan untuk
menyelaraskan insentif karyawan dan perusahaan
dengan memberikan kesempatan pada karyawan untuk
berpartisispasi dalam penciptaan kekayaan pemegang
saham.
Biaya ESO merupakan dampak dilutif potensial.
Artinya, ketika dilaksanakan ESO mengalihkan kekayaan
dari pemegang saham saat ini dalam perusahaan.
Akuntansi dan pelaporan ESO

 Dilusi persaham, metode saham tresury


menentukan tingkat diilusi berdasarkan harga
pelaksanaan dan harga saham kini
 Beban kompensasi mengharuskan perusahaan
untuk mengakui biaya, ESO dalam laba.

ESO memberikan dampak yang sangat kompleks


pada laporan posisi keuangan dengan pengalihan
yang terjadi antara saldo laba dan modal disetor
saham.
Analisis opsi saham karyawan

Pada dasarnya ESO merupakan pengalihan


antara pemegang saham saat ini dan pemegang
saham prospektif (karyawan). ESO tidak
mengakibatkan komitmen kas apapun, baik
untuk saat ini maupun masa depan pada
perushaan atau bagi pemegang saham. Oleh
karena itu,ESO tidak mempengaruhi total
ekuitas pemegang saham maupun total
liabilitas perusahaan
F.BIAYA BUNGA

Bunga(interest) merupakan kompensasi


atas penggunaan uang. Selain itu bunga juga
merupakan kelebihan kas yang dibayar atau
dikumpulkan di atas uang (pokok) yang di
pinjam atau di pinjamkan. Beban bunga
dihitung menggunakan suku bunga, pokok,
dan waktu.
Perhitungan Bunga

Beban bunga untuk suatu perusahaan


merupakan tingkat nominal yang dibayar
pada pendanaan utang, termasuk dalam
kasus obligasi, amortisasi diskon atau premi.
Kesulitan akan timbul ketika perusahaan
menerbitkan uang konversi atau uang
dengan waran. Dalam kasus uang konversi,
praktik akuntansi menganggap fitur utang
dan ekuitas tidak dapat di pisahkan
Kapitalisasi Bunga

Kapitalisasi bunga diperlukan senagai


bagian aset yang dibangun atau jika tidak
diproduksi oleh perusahaan untuk
penggunaan sendiri. Tujuan dari kapitalisasi
bunga ada 2(dua) yaitu:
1. Mengukur biaya akuisisi suatu aset secara
lebih akurat.
2. Mengamortisasi biaya akuisisi terhadap
pendapatan yang dihasilkan aset.
G. PAJAK PENGHASILAN

Beban pajak oenghasilan merupakan biaya


bisnis yang substansial. Pemahaman
akuntansi pajak penghasilan akan berguna
bagi analisis laporan keuangan. Perbedaan
laba pajak dan GAAP pada dasarnya ada
2(dua) jenis yaitu permanen dan temporer.
Adapun pajak tangguhan yaitu berguna
untuk penggunaan alokasi masalah pada laba
pajak yang berubah.
SIFAT LIABILITAS PAJAK
TANGGUHAN

Liabilitas pajak tangguhan timbul untuk


mengompensasi dampak penangguhan laba
sehingga menimbulkan saldo laba. Sebenarnya
sama dengan semua jenis penangguhan. Dalam
pengertian ini liabilitas pajak tangguhan
memberikan informasi arus kas masa depan.
Namun perlu diingat bahwa prediksi
kemampuan dari aset ini bergantung pada
perbedaan temporer di balik masa depan.
Akuntansi Pajak Tangguhan

Akuntansi pajak tengguhan


sebenarnya sama dengan IFRS namun
jika akuntansi pajak tangguhan
menggunakan pendekatan aset dan
liabilitas.
Analisis Pajak Penghasilan

Dalam menganalisis pajak penghasilan


dibutuhkan lima instrumen untuk melakukan
analisa, yaitu :
1. Penyesuaian Laporan Keuangan.
2. Menghitung Nilai Sekarang Aset dan Liabilitas
Pajak Tangguhan.
3. Memperkirakan Laba dan Arus Kas Masa Depan.
4. Menganalisis Perbedaan Permanen dan
Temporer.
5. Manajemen Laba dan Kualitas Laba.