Anda di halaman 1dari 15

PEMILIHAN PORTOFOLIO

Kelompok 5
Nabila Qudsiyati 142170111
Isnaini Wahyu H 142170116
Hanif Fikri R 142170117
Muhammad Fajar N 142170118
Ana Muslimah 142170121
Johanes F 142170106
Agenda Style
Menentukan Attainable Set dan Efficient Set
01
Menentukan Portofolio Efficient
02
Menentukan Portofolio Optimal
03
Menentukan Attainable Set dan Efficient Set

Investor dapat memilih kombiasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk portofolionya. Seluruh set yang memberikan
kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi n- aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set
atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun
yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor.
Pembahasan di attainable set dan efficient set ini akan dimulai dengan portofolio yang terdiri dari dua aktiva beresiko.
Dua aktiva yang membentuk portofolio dapt berkorelasi secara positif sempurna, negative sempurna atau tidak
mempunya korelasi sama sekali. Bentuk dari attainable set dan efficient set akan berbeda tergantung dari korelasi dari
dua aktiva tersebut.
Korelasi Antara Sekuritas adalah Positif Sempurna

Untuk korelasi positif sempurna dua buah aktiva A dan B, yaitu ρAB = +1, maka rumus deviasi standar portofolio.

σp =  σB · (σA + σB) – a

Untuk kasus korelasi positif sempurna, portofolio tidak dapat menurunkan risiko atau diversifikasi tidak dapat
menurunkan risiko. Rumus deviasi standar diatas menunjukan fungsi linier deviasi standar dengan intercept σ Bdan
slope (σA + σB). Slope akan bernilai positif untuk
Untuk korelasi positif sempurna dua buah aktiva A dan B, yaitu ρ AB = +1, maka rumus varian portofolionya:
σp2 = a2. σA2 + b2. σB2 + 2.a.b. σA. σB

Dimana:
a = besarnya proporsi saham A
b = besarnya proporsi saham B di dalam portofolio
Deviasi standar portofolio dengan korelasi positif sempurna adalah:

σp = a. σA + (1 – a). σB atau σp = σB + (σA – σB). a


Dimana:
σp = deviasi standar portofolio
(1-a) = proporsi sekuritas kedua

Untuk kasus korelasi positif sempurna, portofolio tidak dapat menurunkan risiko
atau diversifikasi tidak dapat menurunkan risiko.
Sedangkan rumus untuk ekspektasi dari portofolio untuk dua buah sekuritas
dinyatakan sebagai berikut.
E(Rp) = a. E(RA) + (1-a). E(RB)

E(Rp) = Return ekspektasi


portofolio
Tidak ada Korelasi Antara Sekuritas

Hubungan antara risiko portofolio dengan proporsi sekuritasnya (a) untuk korelasi nol (ρ AB = 0) adalah tidak linier.
Karena hubungan ini tidak linier, maka titik optimal dapat terjadi. Untuk mengetahui letak dari titik optimal dapat
dilakukan dengan menurunkan fungsi dari varian.

= 2 ·  σA2 – 2 · σB2> 0

Untuk optimasi titik minimum, nilai turunan kedua ini harus lebih besar dari nol sebagai berikut :  Karena
σA2 dan σB2 adalah bernilai positif, maka nilai dari turunan kedua ini adalah lebih besar dari nol yang
menunjukkan bahwa titik optimal adalah minimum varian.
Korelasi Antara Sekuritas adalah Negatif Sempurna

Suatu nilai yang diakarkan dapat menghasilkan dua macam nilai yang berbeda
tandanya, yaitu sebuah bernilai negatif dan yang lainnya bernilaipositif. Dengan
demikian, deviasi standar portofolio dapat mempunyai dua kemungkinan sebagai
berikut :
σp = a · σA – (1 – a) · σB
Menentukan Portofolio Efisien

Portofolio- portofolio efisien berada di efficient set. Portofolio-portofolio efisien merupakan portofolio-
portofolio yang baik , tetapi bukan yang terbaik. Hanya ada satu portofolio yang terbaik, yaitu
portofolio optimal. Portofolio optimal berada di portofolio –portofolio efisien. Portofolio optimal
merupakan bagian dari portofolio- portofolio efisien. Suatu portofolio optimal juga sekaligus
merupakan suatu portofolio efisien, tetapi suatu portofolio efisien belum tentu portofolio optimal.
Dengan menggunakan konsep orang yang rasional (rational people), portofolio- portofolio efisien dapat
dijelaskan. Orang yang rasional didefinisikan sebagai orang yang akan memilih lebih dibandingkan
dengan memilih kurang. Sebagai orang yang rasiional, dengan kondisi kerja yang sama, jika anda
diminta memilih mendapatkan gaji Rp 3juta atau Rp 2juta perbulan, maka anda akan memilih gaji yang
lebih besar, yaitu Rp 3 juta perbulan. Dengan resiko yang sama, jika anda memasukkan uang di bank
dalam bentuk tabungan, maka anda akan memilih yang member bunga 10% dibandingkan dengan yang
member bunga 6% satahunnya. Jika anda memilih tabungan dengan bunga yang lebih rendah, sangat
dipastikan bahwa anda adalah orang yang tidak rasional.
Menentukan Portofolio Optimal

Portofolio optimal merupakan pilihan dari berbagai sekuritas dari portofolio efisien. Portofolio yang
optimal ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian
meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian
memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio optimal ini
karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi,
yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio
Penjelasan di atas memaparkan bahwa portofolio optimal antara satu investor mungkin akan berbeda
dengan investor lainnya. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan portofolio optimal
adalah dengan pendekatan indeks Sharpe. Metode ini menganggap bahwa portofolio yang memiliki
kinerja terbaik adalah yang mempunyai rewards to variability ratio (perbandingan antara tingkat
pengembalian portofolio dan risiko portofolio) tertinggi. 
Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor Model
Markowitz
Harry Markowitz menerbitkan artikel di Journal of Finance pada Maret tahun 1952 yang
memperkenalkan model pemilihan portofolio. Model dari Markowitz ini mengidentifikasikan
portofolio-portofolio yang berada di efficien set. Pada tahun 1990 karena hasil karyanya ini, Markowitz
menerima hadiah Nobel di bidang ekonomi.
Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz di dasarkan pada empat asumsi, yaitu: (Tandelilin,
2001: 78)
1.      Waktu yang digunakan hanya satu periode
2.      Tidak ada biaya transaksi
3.      Preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko
4.      Tidak ada simpanan dan pinjaman bebas risiko
Portofolio Optimal Risiko Terkecil Model Markowitz

Jika investor hanya mempertimbangkan risiko portofolio yang terkecil


tanpa mempertimbangkan simpanan dan pinjaman bebas risiko (riskless
lending and borrowing) dan investor diasumsikan sebagai risk-averse
individu maka kombinasi aktiva akan memberikan portofolio yang efisien
dengan risiko terkecil.
Portofolio Optimal dengan Aktiva Bebas

Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor sebenarnya adalah portofolio yang belum benar – benar optimal,
tetapi optimal menurut investor tertentu preferensi risiko tertentu. Demikian juga portofolio optimal Markowits
belum benar – benar merupakan portofolio yang optimaltetapi hanya optimal untuk risiko portofolio terkecil atau
MVP (Minimal Variance Portofolio). Portofolio yang benar – benar optimal secara umum (tidak tergantung
preferensi investor tertentu) dapat diperoleh dengan menggunakan aktiva bebas risiko. Suatu aktiva bebas risiko
dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai return ekspektasian tertentu dengan risiko yang sama dengan
nol.
Portofolio yang benar-benar optimal secara umum (tidak tergantung pada preferensi investor tertentu) dapat
diperoleh dengan menggunakan aktiva bebas risiko. Suatu aktiva bebas resiko yaitu sebagai aktiva yang
mempunyai return ekspektasian tertentu dengan risiko yang sama dengan nol.

Op = E(Rp) - RBR
Σp
Dimana:
Op    = Slope dari portofolio optimal
E(Rp) = Return ekspektasian portofolio optimal
RBR  = Return aktiva bebas risiko
Portofolio Optimal dengan Adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko

Aktiva bebas risiko adalah aktiva yang mempunyai  return ekspektasi tertentu dengan varian return (risiko) yang
sama dengan nol, karena variannya sama dengan nol, maka kovarian antara bebas resiko juga sama dengan nol.
Aktiva bebas risiko misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), karena variannya (deviasi standar ) = 0 kovarian
antara bebas aktiva bebas risiko dengan aktiva berisiko yang lainnya akan menjadi sama dengan nol sebagai
berikut; (jogiyanto, 2000: 195)
Dari pernyataan di atas, maka aset bebas risiko merupaka aset yang tingkat returnnya di masa depan sudah dapat
dipastikan pada saat ini karena ditunjukkan oleh varians yang sama dengan nol.
Portofolio optimal secara umum sebelumnya hanya memasukkan aktiva-aktiva berisiko ke dalam portofolionya.
Aktiva bebas risiko hanya digunakan untuk menentukan letak dari portofolio optimalnya tetapi tidak dimasukkan
sebagai aktiva di portofolionya.
Dengan adanya aktiva yang bebas risiko, misalnya Sertifikat Bank Indonesia, investor mempunya pilihan untuk
memasukkan aktiva ini ke dalam portofolionya. Karena aktiva bebas risiko variannya (deviasi standarnya) sama
dengan nol, kovarian antara aktiva bebas risiko ini dengan aktiva berisiko lainnya akan menjadi sama dengan nol
sebagai berikut :

σBR,i = ρBR,i . σBR . σi


Dan untuk varian aktiva bebas risiko (σBR) yang sama dengan nol, maka kovarian
antara aktiva bebas risiko dengan aktiva berisiko (σBR,i) adalah juga sama dengan nol
(karena sesuatu dikalikan dengan nol adalah sama dengan nol).
σBR,i = ρBR,i . 0 . σi = 0
SEKIAN
TERIMAKASIH