Anda di halaman 1dari 19

NURSING ADVOCACY

TIM ETIKA KEPERAWATAN


ADVOKASI
• Advokasi
• Responsibility dan Akuntabilitas
• Loyalitas
1. Advokasi
• Istilah advokasi sering digunakan dalam kontek
hukum yg berkaitan dg upaya melindungi hak
manusia bagi mereka yg tdk mampu membela
diri
• Advokasi : melindungi klien /masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan dan
keselamatan praktik tidak sah yg tdk kompeten
dan melanggar etika yg dilakukan oleh
siapapun(ANA, 1985)
• Advokasi sebagai dukungan aktif terhadap
setiap hal yg memiliki penyebab/dampak
penting (Fry )
• Advokasi merupakan dasar falsafah dan ideal
keperawatan yg melibatkan bantuan perawat
secara aktif kepada individu secara bebas
menentukan hidupnya (Gadow,)
Peran perawat dlm Advokasi
• Posisi perawat yg mempunyai kerja 8-12 jam
memungkinkan mempunyai banyak waktu utk
mengadakan hubungan baik dan mengetahui
keunikan klien sebagai manusia holistik
sehingga berposisi sebagai advokas klien
(Curtin, 1986)
• Memberikan informasi dan bantuan kepada
klien atas keputusan apapun yg dibuat klien,
– Memberi informasi  sesuai kebutuhan klien
– Memberi bantuan mengandung 2 peran
• Peran aksi  memberi keyakinan kepada klien bahwa
mereka mempunyai hak dan TJ dlm menentukan pilihan
/keputusan sendiri dan tdk tertekan pengaruh orang
lain
• Peran non aksi : perawat menahan diri utk tdk
mempengaruhi keputusan klien
• Menghargai klien sebagai individu yg memiliki
berbagai karakteristik  memberikan
perlindungan terhadap martabat dan nilai
manusiawi klien selama dlm keadaan sakit
2. Responsibilitas dan Akuntabilitas
a. Responsibilitas /tanggung jawab, adalah
eksekusi terhadap tugas2 yg berhubungan dg
peran tertentu dari perawat
– Cont : pd saat memberikan obat prw bertanggung
jawab utk mengkaji kebutuhan klien, dalam
memberikannya dg dg aman dan benar dan,
mengevaluasi respon klien terhadap obat tsb.
• Perawat yg bertanggung jawab 
mendapatkan kepercayaan dari klien ,
kompeten dalam pengetahuan dan
keterampilan , menunjukan keinginan
bekerjasama berdasarkan kode etik profsi
b. Akuntabilitas : merupakan konsep yg sangat
penting dalam praktik keperawatan
• Akuntabilitas : dapat mempertanggung
jawabkan suatu tindakan yg dilakukan dan
dapat menerima konsekuensinya dari tindakan
tsb (Kozier,1991)
• Akuntabilitas mengandung 2 komponen
utama yaitu tanggung jawab dan tanggung
gugat (Fry,1990)  tindakan yg dilakukan olh
perawat dilihat dari praktik keperawatan, kode
etik dan UU dapat dibenarkan atau absah
b. Akuntabilitas / tanggung gugat : dapat
menjawab segala hal yg berhubungan dg
tindakan seseorang, bertangung jawab
terhadap dirinya , klien, profesi ,dam
masyarakat
– Cont : jika memberi dosis obat yg salah , dapat
digugat oleh klien, dr, masyarakat  segera
melaporkan dan melakukan perawatan utk
mencegah cedera lebih lanjut
• Agar dapat bertanggung gugat perawat hrs
bertindak profesional serta berdasarkan kode
etik profesinya
• Akuntabilitas dilakukan utk mengevaluasi
efektivitas perawat dalam melakukan praktik
keperawatan
• Akuntabilitas dapat dipandang dalam suatu
kerangkan sistem hirarkhi, dimulai dari tk
individu, tk institusi, dan tk sosial(Sulivan
Decker,1988.
– Pt tk individu/klien  direflesikan dlm proses
pembuatan keputusan, etika perawat, kompetensi,
komitmen dan integritas
– Pd tk institusi  direflesikan dalam pernyataan
falsafah, dan tujuan bidang/audit keperawatan
– Pd tk profesional  direflesikan dalam standar
prakti keperawatan
– Pd tk sosial  direflesikan dlm UU yg mengatur
praktik keperawatan
3. Loyalitas
• Loyalitas merupakan suatu konsep yg meliputi :
simpati, peduli,dan hubungan timbal balik terhadap
pihak yg secara profesional berhubungan dg perawat
• Argumentasi (Cresia,1991)
– Masalah klien tdk boleh didiskusikan dg klien lain dan
perawat hrs bijaksana bila informasi dari klien hrs
didiskusikan secara profesional
– Perawat hrs menghindari pembicaraan yg tdk bermanfaat
dan berbagai persoalan yg berkaitan dg klien, RS atau
pekerjaan RS, hrs didiskusikan dg umum(terbuka dg
masyarakat)
• Perawat hrs menggargai dan memberi
bantuan kpd teman sejawat, kegagalan dlm
melakukan hal ini dpt
menurunkanpenghargaan dan kepercayaan
masyarakat kpd tenaga kesehatan
• Pandangan masyarakat terhadap profesi
keperawatan ditentukan oleh kelakuan
anggota anggota profesi, perawat hrs
menunjukan loyalitasnya kepada profesi dg
berperilaku secara tepat pada saat bertugas