Anda di halaman 1dari 18

Merancang Dan Menguji Audit Atas

Siklus Kas Dan Siklus Uang Di Bank


HILDA YULIANA
43217210006
RIKA MARTINA
43217210007
JOHANNA AGNES SERENA
43217210032
RAIHAN MAHDY AVIANTO
43217210034
MELANISA JULIARTA
43217210046
AUDIT PLANNING :
• melihat dari siklus pertanggung jawaban atas transaksi yang terjadi di
Siklus Kas Dan Siklus Uang Di Bank
• lama audit di siklus Siklus Kas Dan Siklus Uang Di Bank
• melihat siklus yang terkait Siklus Kas Dan Siklus Uang Di Bank
Audit Program
Resiko Audit
1. Resiko bawaan: Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit, tetapi
transaksi kas yang memengaruhi saldo ini sifatnya hampir selalu sangat
material. Oleh karena itu, sering muncul potensi salah saji material dalam kas.
2. Resiko pengendalian: Pembagian internal terhadap saldo kas akhir tahun
dalam akun umum dapat dibagi dalam dua kategori:
• Pengendalian terhadap siklus transaksi yang mempengaruhi pencatatan
penerimaan dan pengeluaran kas.
• Rekonsiliasi bank independen.
3. Resiko deteksi: Human error, salah posting, salah dalam pengambilan sample
Pengujian Substantif
• Karena saldo kas dipengaruhi oleh semua siklus lain kecuali
persediaan dan pergudangan, ada banyak sekali transaksi yang
mempengaruhi kas.
Pengujian Analitik
• Rekonsiliasi bank akhir tahun diaudit secara ekstensif. Karena itu,
penggunaan prosedur analitis untuk menguji kewajaran saldo kas
menjadi kurang penting dibandingkan untuk sebagian besar audit
lainnya.
Pengujian atas Rincian Saldo Kas
Untuk mengaudit kas di bank, auditor memverifikasi apakah
rekonsiliasi bank yang diterima dari klien tersebut sudah benar. Tujuan
audit yang berhubungan dengan saldo dan pengujian atas rincian saldo
adalah pengujian atas eksistensi, kelengkapan, dan keakuratan.
Berikut adalah tiga prosedur yang layak dibahas lebih lanjut karena
arti penting dan kompleksitasnya, yaitu:
• Penerimaan konfirmasi bank
• Penerimaan Laporan Pisah Batas Bank
• Pengujian Rekonsiliasi Bank
Pengertian Kas dan Saldo Kas
Kas merupakan aktiva/asset perusahaan yang paling likuid dan paling rentan terjadi
penyelewangan , penipuan, dan pencurian

• Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam beberapa jenis siklus. Kas merupakan
bagian dari siklus siklus kecuali persediaan dan pergudangan. Kas sangat penting karena
potensi terjadinya kecurangan dan juga karena kemungkinan terdapat kesalahan.
• Saldo kas mencakup penerimaan yang belum disetor, kas di bank dalam rekening giro dan
tabungan, dana imprest seperti kas kecil dan giro gaji. Hal ini merepresentasikan kas
diperlukan
• Audit saldo kas merupakan bidang audit yang terakhir dipelajari karena bukti yang di
akumulasikan untuk saldo kas sangat tergantung pada hasil pengujian di dalam siklus lain.
Saldo kas meliputi penerimaan ditangan yang belum disetor, kas di bank, pada rekening
giro umum dan rekening tabungan, serta akun impres seperti kas kecil dan rekening di
bank untuk gaji.
Tujuan Audit Kas
Tujuan menyeluruh dari audit kas adalah menentukan apakah kas
sudah disajikan secara layak sesuai dengan prinsip akuntansi yang
diterima umum. Dalam kebanyakan audit, asersi – asersi utama yang
menghasilkan resiko audit.
Tujuan Audit Spesifik untuk Kas ( Menurut Boyton )
Kategori Asersi Tujuan Audit Saldo Kas
Keberadaan atau keterjadian Saldo Kas yang dicatat pada tanggal Neraca
Kelengkapan Saldo Kas yang dicatat mencakup pengaruh semua transaksi
kas yang telah terjadi
Transfer kas akhir tahun di antara bank telah dicatat pada
periode periode yang tepat
Hak dan kewajiban Entitas mempunyai hak legal atas semua saldo kas yang
diperlihatkan pada tanggal neraca
Penilaian atau alokasi Saldo Kas yang dicatat dapat direalisasi pada jumlah yang
dinyatakan di neraca dan sesuai dengan skedul pendukung
Penyajian dan perlengkapan Saldo Kas telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat
dalam neraca
Lini Kredit, jaminan pinjaman, perjanjian saldo kompensasi,
dan pembatasan lain padanya atas kas telah diungkapkan
dengan tepat
Jenis – Jenis Akun Kas
• Akun kas umum (general cash account) 
• Akun Impres
• Akun Bank Cabang (branch bank accounts) 
• Dana kas kecil imprest (imprest petty cash fund) 
• Setara Kas (cash equivalent)
Tujuan Audit Saldo Kas
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan
setara kas setara transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas dan bank.
2. Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca per tanggal
neraca benar-benar ada dan dimiliki oleh perusahaan.
3. Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara
kas arti dari tujuan pemeriksaan kas dan setara kas yang ketiga ini adalah untuk
memeriksa jika ada pembatasan dalam penggunaan data.
4. Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing,
apakah saldo tersebut dikonversikan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs
tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan
atau di kreditkan ke laba rugi komprehensif tahun berjalan.
5. Untuk memeriksa apakah penyajian di neraca sesuai dengan standar akuntansi
keuangan Indonesia
Prosedur yang Berorientasi Kecurangan
Auditor harus memperluas prosedur dalam audit kas akhir tahun untuk mentukan
kemungkinan adanya kecurangan yang material apabila pengendalian internaltidak
memadai, terutama pemisahan tugas yang tidak tepat antara penanganan kas dan
pencatatan transaksi kas dalam catatan akuntansi serta tidak adanya rekonsiliasi
bank bulanan yang disiapkan secara independen.
Prosedur yang dapat mengungkapkan kecurangan dalam bidang penerimaan kas:
1. Konfirmasi piutang usaha.
2. Pengujian yang dilaksanakan untuk mendeteksi lapping.
3. Mereview ayat jurnal buku besar umum dalam akun kas untuk pos-pos tidak biasa.
4. Membandingkan pesanan pelanggan dengan penjualan dan penerimaan kas
selanjutnya.
5. Memeriksa persetujuan dan dokumen pendukung piutang tak tertagih dan retur
penjualan serta pengurangan.
CONTOH KASUS PERHITUNGAN FISIK
Misal Laporan Keuangan Yang diaudit untuk tahun buku 2008, penugasan
mulai dilakukan tgl 1Pebruari 2009. Jadwal Pemeriksaan Fisik Kas Di
Bendahara dilakukan tgl 6 Pebruari 2009(biasanya dilakukan setelah
Bendahara tutup buku pada hari itu). Langkah-langkah pemeriksaan:
1. Hitung kas yang ada pada tanggal tersebut dan jumlah uang dikelompokkan
berdasarkan pecahan dan satuan logam atau kertas. Bandingkan dengan
catatan kas (buku besa kas) pada tanggal tersebut.
2. Jumlahkan kas perhitungan fisik dengan mutasi pengeluaran kas dikurangi
penerimaankas 1 Jan sd 6 Pebruari 2009. Hasilnya harus sama dengan kas
yang ada di Neraca.
3. Jika terdapat perbedaan, lakukan pemeriksaan bukti penerimaan dan
pengeluaran kas daritanggal 1 Januari sd 6 Pebruari 2009 untuk mencari
tahu penyebabnya.
Misal : Perhitungan fisik tanggal 6 Pebruari 2009 Rp. 2,5juta (sama dengan di
buku besar padatanggal tsb).
Penerimaan Kas : 1 Jan sd 6 Pebruari 2009 sebesar Rp. 6juta.
Pengeluaran Kas : 1 Jan sd 6 Pebruari 2009 sebesar Rp.8juta
Berarti Kas Per 31 Desember 2008 seharusnya adalah sebesar Rp. 2,5juta
+8juta – 6juta =Rp.4,5juta, jika terdapat perbedaan dengan kas per tanggal
neraca lakukan pemeriksaan bukti atas penerimaan dan pengeluaran sd
tanggal pemeriksan fisik untuk mencari penyebab :
1. Salah catat (kurang/lebih catat)
2. Belum catat
3. Hilang. Bagaimana jika ditemukan uang palsu? makafisik kas dihitung
sebesar uang aslinya saja.
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai