Anda di halaman 1dari 21

KAJIAN RENCANAAN PENGEMBANGAN

LAPANGAN (POD) PADA LAPANGAN X SUMUR Y

OLEH

JOANITO DA SILVA SOARES


14.04.08.065
UNIVERSITAS ORIENTAL TIMOR LOROSA’E
(UNITAL)
1. Pendahuluan
 Pendahuluan
 Latar Belakan
 Maksud dan Tujuan
 Tinjauan Umun lapangan

2. Dasar teoria
 Klasifikasi Reservoar Gas
 Ultimate Recovery
 Aliran Gas Dalam Media Berpori
 Karakteristik Regim Aliran
 Dasar Aliran Gas dalam Pipa
 Analisa Nodal
 Titik-titik Utama dalam Analisa Nodal

3. Metodologia
 Metodologia Penelitian
1. PENDAHULUAN

Lapangan Gas ”X” merupakan suatu lapangan gas yang telah memiliki dua sumur
dan akan diproduksikan pada Juni 2020. Sumur tersebut berada dalam reservoir gas dan
ditemukan pada formasi Y. Dari hasil tes DST, PVT analisis, Log, dan Data Core
diketahui bahwa sumur ini adalah sumur gas.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong para ahli untuk membuat
perangkat lunak komputer yang digunakan sebagai alat simulasi, diantaranya adalah
Pipesim2000 (Baker Jardine) yang telah menjadi bagian dari Schlumberger
I. LATAR BELAKAN

Didalam perencanaan pengembangan Lapangan Gas “X” berdasarkan sisi


produksi, perlu dilakukan beberapa analisa yaitu dimulai dari analisa sumur,
analisa jaringan, pembuatan skenario pengembangan dan analisanya, juga
dilakukan dengan simulasi produksi, sehingga dapat dilakukan persiapan-
persiapan operasi yang akan dilakukan untuk memenuhi kontrak dari
konsumen tersebut.

• Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong para ahli untuk


membuat perangkat lunak komputer yang digunakan sebagai alat simulasi,
diantaranya adalah Pipesim2000
TUJUAN

• Mengetahui potensi dan perilaku produksi reservoir masa depan Lapangan Gas ”X”.
• Memberi masukan strategi produksi yang dapat dipilih sebagai dasar optimasi sistem
jaringan pada Lapangan Gas ”X”, agar didapatkan laju alir produksi gas dan tekanan
minimum di Sales Point sesuai dengan kontrak yang di sepakati.
• Maksud :
• Mengevaluasi sumur-sumur pada Lapangan Gas “X” dengan menggunakan simulator
produksi Pipesim2000.
• Tujuan :
• Agar didapatkan laju alir produksi gas sesuai dengan kontrak yang di sepakati.
TINJAUAN UMUN LAPANGAN

• Sejarah Singkat perusahaan


• Geologia Regional Lapangan
• Stratigrafia Lapangan
1. KLASIFIKASI RESERVOAR GAS

• Menurut fasanya, reservoar gas dibedakan secara garis besarnya menjadi tiga
kategori, yaitu reservoar gas kering (dry gas reservoir), reservoar gas basah (wet gas
reservoir) dan reservoar gas kondensat, dimana klasifikasinya berdasarkan pada
kondisi tekanan dan temperatur reservoar.
1.1. Reservoar Gas kering (Dry Gas Reservoir)
Reservoar gas kering, dimana baik pada kondisi reservoar maupun pada kondisi permukaan fasa
tetap dalam keadaan gas. Gas alam jenis ini umumnya terdiri dari methana dengan sejumlah kecil ethana
dan kemungkinan propana. Istilah “Kering” menunjukkan bahwa fluida tidak mengandung molekul-
molekul hidrokarbon berat yang cukup untuk membentuk cairan di kondisi permukaan.
RESERVOAR GAS KERING

Gambar 1. Diagram Fasa Reservoar Gas Kering 3)


1.2. RESERVOAR GAS BASAH (WET GAS RESERVOIR )

• Fluida pada kondisi reservoar adalah berupa fasa gas dan tetap dalam fasa gas pada
penurunan tekanan pada temperatur reservoar, sehingga selama proses produksi di
permukaan, temperatur mengalami penurunan yang menyebabkan kondensasi di
sistem pemipaan dan separator permukaan menghasilkan campuran dua fasa, yang
mengandung molekul-molekul hidrokarbon tingkat menengah.

Gambar 2. Diagram Fasa Reservoar Gas Basah 3)


1.3. RESERVOAR GAS KONDENSAT

• Produksi dari reservoar jenis ini didominasi oleh gas dan sedikit liquid yang terkondisi di
separator permukaan, berwarna bening, memiliki API gravity hingga 60o dan GOR
berkisar antara 5 hingga 70 mscft/stb.

Gambar 3. Diagram Fasa Reservoar Kondensat 3)


3.Ultimate Recovery
Ultimate Recovery adalah perkiraan tertinggi dari jumlah gas yang mungkin dapat diproduksikan ke
permukaan sampai batas ekonominya. Persamaan ultimate recovery didapat dari perkalian antara initial gas in
place dengan recovery factor.

4.Aliran Gas Dalam Media Berpori


Dengan membuka sumur yang menghubungkan permukaan reservoar gas akan menimbulkan
ketidakseimbangan tekanan dalam reservoar. Gradien tekanan yang ditimbulkan akan menyebabkan
fluida (dalam hal ini gas) dalam media berpori tersebut mengalir kearah sumur.

 Karakteristik Regim Aliran


Ketika sumur dibuka, yang sebelumnya berada dalam lingkungan yang stabil, maka ia akan
menimbulkan impuls perubahan tekanan didekatnya. Impuls ini akan merambat menjauhi sumur
sebagai fungsi dari waktu.
a. Aliran Mantap (Steady State Flow)
Terjadi jika kondisi aliran (laju fraksi massa gas) tidak berubah terhadap waktu. Dengan
kata lain, aliran fluksi massa gas dari waktu ke waktu, dari setiap jarak tempuhnya selalu tetap,
b. Aliran Tidak Mantap (Unsteady State Flow)
Terjadi jika kondisi aliran gas berubah terhadap waktu. Jadi aliran massa gas berubah-ubah
pada setiap jarak tempuhnya.

c. Aliran Semi Mantap (Pseudo Steady State Flow)


Sebenarnya merupakan transisi antara kedua aliran sebelumnya. Konsep ini dikembangkan
untuk test-test sumur dengan cara menjaga laju alir atau tekanan yang konstan dipermukaan.
Dalam hal hubungannya dengan konsep semi mantap ini, berkaitan erat satu konsep lagi, yaitu
konsep aliran stabil (stabilized flow) untuk test sumur,
5. DELIVERABILITY GAS

• Hubungan antara penurunan laju produksi dengan tekanan reservoar, sebagai akibat berlangsungnya
proses “depletion” dari suatu reservoar gas diperlukan dalam 20

• perencanaan pengembangan lapangan. Deliverability dapat didefinisikan sebagai kapasitas aliran dalam
keadaan stabil atau perolehan jumlah gas dalam keadaan stabil. Kapasitas aliran harus ditentukan untuk
perbedaan tekanan balik atau tekanan alir dasar sumur pada setiap saat dalam sepanjang umur dari
reservoar tersebut. Hubungan ini (deliverability) bersifat relatif konstan selama masa produksi dari sumur.

• 3 macam tes yang dapat digunakan untuk memperoleh deliverability, yaitu :


• - Flow Afer Flow Test.
• - Isochronal Test.
• - Modified Isochronal Test.
DELIVERABILITY GAS

5.1 Flow Afer Flow Test


Pierce dan Rawlins (1929) merupakan orang pertama yang mengusulkan suatu metode tes sumur gas
untuk mengetahui kemampuan sumur berproduksi dengan memberikan tekanan balik (back pressure) yang
berbeda-beda. Pelaksanaan

5.2 Isochronal Test


Cullender (1955) Penyelesaian tes back pressure akan membutuhkan waktu yang lama, bila untuk
masing-masing harga laju produksi yang direncanakan membutuhkan waktu stabilisasi yang lama.

5.3 Modified Isochronal Test


Pada reservoar yang ketat penggunaan tes isochronal belum tentu menguntungkan bila diinginkan
penutupan sumur sampai mencapai keadaan stabil. Katz dkk (1959) telah mengusulkan suatu metode untuk
memperoleh hasil yang mendekati hasil tes isochronal. Perbedaan metode ini dengan metode terletak pada
persyaratan bahwa penutupan sumur tidak perlu mencapai stabil, selain dari pada itu selang waktu
penutupan dan pembukaan sumur dibuat sama besar,
6. Dasar Aliran Gas dalam Pipa
Dasar dari Persamaan aliran adalah Persamaan kesetimbangan energi antara dua titik dalam sistem.
Kemudian dengan menggunakan prinsip thermodinamika, persamaan tersebut dapat dituliskan didalam bentuk
persamaan gradien tekanan.
7. Analisa Nodal
Analisa nodal merupakan suatu sistem pendekatan untuk mengevaluasi dan mengoptimisasikan sistem
produksi minyak dan gas secara keseluruhan. Dalam analisa ini sistem produksi dibagi menjadi beberapa bagian
(titik), mulai dari tekanan reservoar hingga tekanan separator. Titik penyelesaian dapat diambil pada titik (node)
manapun dalam sistem produksi.
7.1 Titik-titik Utama dalam Analisa Nodal
Dalam melaksanakan analisa ini berbagai posisi untuk titik penyelesaian (node) dapat diambil pada beberapa
posisi yaitu: titik pada dasar sumur, titik pada kepala sumur, titik pada separator, titik pada tekanan reservoar dan
titik kombinasi dari berbagai titik tersebut. Penentuan letak titik penyelesaian dipertimbangkan berdasarkan
faktor yang paling berpengaruh terhadap sistem produksi.
ANALISA NODAL

Gambar 4. Lokasi Dari Berbagai Titik Nodal


TITIK ANALISA NODAL

Gambar 5. Kemungkinan Kehilangan Tekanan Pada Sistem Produksi 4)


 
METODE PENELITIAN

a) Stady Literature
b) Pengumpulan data
c) Perhitungan dan Analisis
ANALISA NODAL

Penyelesaian analisa ini didasarkan dengan membagi


sistem tersebut menjadi dua sub sistem yaitu sistem
inflow dan outflow. Pemilihan titik penyelesaian atau
nodal tergantung dari tujuan analisa. Ilustrasi titik titik
yang sering menjadi tempat untuk penyelesaian
digambarkan pada gambar berikut :
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kehilangan
Tekanan pada Produksi Sumur Gas
KEMUNGKINAN LOKASI PENEMPATAN TITIK NODAL