Anda di halaman 1dari 30

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

PERAWAT - KLIEN

Oleh : Peni Cahyati


Pengertian Komunikasi
 Sesuatu yang personal, sistem interaktif; serial
saling bertukar, transaksi yang terus menerus
di dalam lingkungan.
 Pengiriman pesan dari sender ke receiver.
Pengertian Komunikasi Terapeutik
 Hubungan yang sangat bermakna antara pasien
dan penolong profesional.
 Pendekatan berpusat pada pasien
 Dipengaruhi dan diarahkan oleh profesional
Komponen Komunikasi
 Sender atau encoder; org yg mengirim pesan.
 Receiver atau decoder; mendapatkan pesan
 Pesan; unit informasi yg diterima
 Variabel pesan; verbal dan non verbal
 Noise; suara yg mengganggu
 Keterampilan komunikasi
 Setting; di mana komunikasi berlangsung
 Media; saluran sensori yg membawa pesan
 Umpan balik; interpretasi respon sender dan receiver
 Lingkungan; internal dan eksternal
Gaya Komunikasi Interpersonal
1. Tdk asertif atau pasif: membiarkan orang lain
mengontrol pembicaraan.
2. Agresif: mengancam, menyalahkan org lain,
bermusuhan.
3. Asertif: Ekspresi terbuka, spontan, penuh
perhatian pada orang lain
Variabel yg Mempengaruhi
Komunikasi
 Kebudayaan  Kejadian-kejadian di luar
 Nilai individu
 Status sosial  Sosialisasi keluarga ttg
komunikasi
 Keadaan emosi
 Orientasi spiritual
 Bentuk hubungan
 Konteks hub saat ini
 Pengalaman internal
 Isi pesan
Penghambat Komunikasi Terapeutik
 Kurangnya perencanaan perawat
 Sedikitnya data yang dikumpulkan ttg klien
 Dx keperawatan dan kriteria hasil yg tdk sesuai
 Kurangnya penghargaan terhadap klien
Cara Komunikasi
 Komunikasi verbal: komunikasi melalui media
kata-kata (words)
 Komunikasi non verbal: komunikasi melalui
media bukan kata-kata
Komunikasi Verbal
 Disadari; pemilihan kata-kata.
 Agar komunikasi verbal efektif:
 Simplicity: menggunakan kata-kata yg umum,
singkat, dan lengkap.
 Clarity; kejelasan : maknanya lugas.
 Timing and relevance; waktu sesuai dan relefan.
 Adaptability: sesuaikan dengan konteks situasi
 Credibility, bisa dipercaya
Komunikasi Non Verbal
 Posture and gait
 Ekspresi wajah
 Pergerakan tangan dan isyarat
 Isyarat vokal
 Isyarat Obyek
 Jarak komunikasi
 Sentuhan
Jarak Komunikasi
 Jarak intim: s.d. 18 inchi.
 Jarak personal: 18 inchi s.d. 4 feet
 Jarak sosial-konsultatif: 9-12 feet
 Jarak publik: 12 feet atau lebih
PRA INTERAKSI
 Eksplorasi perasaan diri, fantasi, ketakutan.
 Analisa kekuatan dan kelemahan profesional
 Mengumpulkan data yang mungkin.
 Merencanakan pertemuan pertama dengan
klien
PERKENALAN ATAU ORIENTASI
 Menentukan alasan masuk
 Membina hub slg percaya, penerimaan, dan
komunikasi terbuka.
 Membuat kontrak
 Eksplorasi perasaan, pikiran dan tindakan klien
 Identifikasi masalah klien
 Menetapkan tujuan dg klien
Komponen Kontrak
 Nama masing-masing
 Peran perawat dan klien
 Tanggung jawab perawat dan klien
 Harapan perawat dan klien
 Tujuan hubungan
 Tempat dan waktu pertemuan
 Kondisi terminasi
 Confidentiality
Fase Kerja
 Eksplorasi stresor yg relefan
 Meningkatkan kemampuan insight dan
menggunakan mekanisme koping konstruktif
klien.
 Mengatasi perilaku resisten
Fase Terminasi
 Membantu klien menghadapi realita perpisahan
 Mengulas kembali proses terapi dan pencapaian
tujuan
 Eksplorasi perasaan penolakan, kehilangan,
kesedihan, marah, dan perilaku yang
menyertainya.
TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK
 Mendengar  Focusing
 Broad openning  Membagi persepsi
 Restating  Identifikasi Tema
 Klarifikasi  Silence
 Refleksi  Memberi sugesti
 Humor
MENDENGAR
 Proses aktif menerima informasi dan mengkaji
reaksi terhadap pesan yang diterima.
 Cara: mempertahankan kontak mata dan
respon non verbal “menerima.”
 Tujuan: menunjukkan minat dan perhatian.
BROAD OPENING
 Menganjurkan klien memilih topik pembicaraan.
 Contoh: “Apa yang sedang Anda pikirkan?”
 Tujuan: menunjukkan penerimaan terhadap
inisiatif klien.
RESTATING
 Mengulang pikiran utama klien.
 Contoh: “Anda mengatakan bahwa ibu Anda
meninggalkan Anda sejak Anda berumur lima
tahun?”
 Tujuan: menunjukkan perawat mendengar,
memvalidasi, menguatkan, dan
memperhatiakan ungkapan klien.
KLARIFIKASI
 Upaya memperjelas pembicaraan klien atau meminta
klien untuk memperjelas maksud ucapannya.
 Contoh: “Saya tidak tahu maksud Anda. Tolong
jelaskan lagi!”
 Tujuan: membantu mengklarifikasi perasaan, ide,
persepsi klien dan menemukan korelasi hal tersebut
dengan tindakan klien.
REFLEKSI
 Memantulkan kembali ide, perasaan, pertanyaan pada
klien lagi.
 Contoh: “Anda kelihatan tegang. Apakah ada
hubungannya dengan kedatangan suami Anda
kemarin?”
 Tujuan: memvalidasi pemahaman perawat terhadap
apa yang diungkapkan klien. Menunjukkan empati,
penghargaan, dan perhatian pada klien
HUMOR
 Mengembalikan energi melalui hal yang
menyenangkan.
 Tujuan: meningkatkan insight, klien menyadari
lagi hal-hal yang selama ini direpresikan,
menyelesaikan paradoks, watak agresi dan
sublimasi.
FOCUSING
 Memberikan pertanyaan atau pernyataan yang
membantu mengembangkan topik yang
penting.
 Tujuan: membantu isi percakapan pada tujuan
yang ditetapkan.
 Contoh: “Saya rasa kita perlu bahas lebih lanjut
tentang hubungan Anda dengan ayah Anda.”
MEMBAGI PERSEPSI
 Meminta klien memverifikasi pemahaman
perawat tentang pikiran, ide, dan perasaan
klien.
 Tujuan: perawat menyampaikan pemahaman
tentang klien untuk menghindari kebingungan
komunikasi.
 Contoh: “Anda tersenyum tapi saya rasa Anda
marah dengan saya.”
IDENTIFIKASI TEMA
 Menggarisbawahi isu atau masalah yang dialami oleh
klien yang timbul secara berulang selama hubungan
perawat-klien.
 Perawat menyokong eksplorasi klien dan memahami
masalah yang penting.
 Contoh: “Saya perhatikan Anda banyak dikecewakan
laki-laki. Apakah ini yang sebenarnya ingin Anda
bicarakan?”
SILENCE
 Teknik diam dengan alasan terapeutik
 Contoh: duduk dekat klien, menunjukkan secara
nonverbal perhatian dan ikut merasakan apa yang
dirasakan oleh klien.
 Tujuan: memberi waktu klien untuk berpikir dan
meningkatkan insight, melambatkan interaksi dan
memberi kesempatan klien berinisiatif untuk bercakap-
cakap, sementara memberi dukungan, pengertian dan
penerimaan.
MEMBERI SUGESTI
 Menghadirkan ide-ide alternatif dalam pemecahan
masalah.
 Meningkatkan kemampuan klien untuk memilih
 Contoh: “Apakah Anda sudah memikirkan cara
menanggapi Bos secara berbeda ketika ia
membicarakan masalah tentang Anda? Misalnya
dengan menanyakan masalah spesifik yang
sebenarnya terjadi!”
MERANCANG KOMUNIKASI
TERAPEUTIK
 Perawat perlu membiasakan berkomunikasi
sistematis yang memenuhi tahapan komunikasi
terapeutik.
 Perlu rancangan (skenario komunikasi)
 Bentuknya adalah Strategi Pelaksanaan
Tindakan Keperawatan (SP)
FORMAT SP
A. Proses Keperawatan
 Kondisi Klien
 Dx Kep
 Tujuan
 Tindakan keperawatan
B. Strategi Komunikasi
 Orientasi: Salam terapeutik, Evaluasi / validasi,
Kontrak
 Kerja
 Terminasi: Evaluasi, Tindak lanjut, Kontrak yad