Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM SEDIAAN

SEMI SOLID

PERCOBAAN 3 (SEDIAAN PASTA)


KELOMPOK 5
• NURULITA PUSPA NIRMALA
• PERA RAHMAWATI
• PUTRI AZ-ZAHRA SALSABILA
• RIZAL FEBRIAN
TUJUAN
1. Mahasiswa dapat merancang formula pasta seng (Zinc Pasta).

2. Mahasiswa dapat membuat sediaan pasta seng (Zinc Pasta).

3. Mahasiswa dapat mengevaluasi sediaan pasta seng (Zinc Pasta).

4. Mahasiswa dapat menganalisa pengaruh berbagai jenis basis pasta


terhadap stabilitas pasta seng (Zinc Pasta).
TEORI
 Menurut Fl Edisi III, pasta adalah sediaan berupa masa lembek yang
dimaksudkan untuk pemakaian luar. Biasanya dibuat dengan
mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk dalam jumlah
besar dengan vaselin dan parafin cair atau dengan bahan dasar tidak
berlemak yang dibuat dengan gliserol, mucilago atau sabun.
Digunakan sebagai antiseptik atau pelindung.
 Pasta sama dengan salep digunakan untuk pemakaian luar kulit,
namun perbedaannya dengan salep adalah kandungannya, secara
umum persentase bahan padat pada pasta lebih besar dibandingkan
salep. Oleh karena itu pasta lebih kental dan kaku, daya absorbsinya
lebih besar dan kurang berlemak daripada salep yang dibuat dengan
komponen yang sama.
 Karakteristik Pasta
a. Daya absorbsi pasta lebih besar
b. Sering digunakan untuk mengabsorbsi sekresi cairan serosal pada tempat
pemakaian.
c. Tidak sesuai dengan bagian tubuh yang berbulu.
d. Mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian
luar/topikal.
e. Konsistensi lebih kenyal dari unguentum.
f. Tidak memberikan rasa berminyak seperti unguentum.
g. Memiliki persentase bahan padat lebih besar daripada salep yaitu mengandung
bahan serbuk (padat) antara 40%-50%.
 Macam-Macam Pasta
1. Pasta Berlemak
Pasta berlemak adalah suatu salep yang mengandung lebih dari 50% zat
padat (serbuk). Contoh pasta berlemak adalah Acidi Salicylici Zinci Oxydi
Pasta, Zinci Pasta  dan Resorcinoli Sulfurici Pasta.
2. Pasta Kering
Pasta kering adalah suatu pasta bebas lemak mengandung ± 60% zat padat
(serbuk).
3. Pasta Pendingin
Pasta pendingin adalah campuran serbuk minyak lemak dan cairan berair,
dikenal dengan Salep Tiga Dara. Contohnya pada penggunaan zat aktif berupa
zink oxide.
4. Pasta Dentifriciae (Pasta Gigi)
Pasta Dentifriciae (pasta gigi) adalah suatu campuran kental terdiri dari
serbuk dan Glycerinum yang digunakan untuk pembersih gigi. Pasta gigi
digunakan untuk pelekatan pada selaput lendir untuk memperoleh efek lokal.
KEUNTUNGAN KERUGIAN
 Pasta dapat mengikat cairan lebih  Karena sifat pasta yang kaku dan
baik dari pada unguentum (salep). tidak dapat ditembus, pasta pada
 Pasta lebih melekat pada kulit. umumnya tidak sesuai untuk
pemakaian pada bagian tubuh yang
 Pasta dapat membentuk lapisan berbulu.
pelindung untuk menutupi luka pada
kulit,serta mencegah luka yang lebih
 Dapat mengeringkan kulit dan
parah dari kulit yang tergores. merusak lapisan kulit epidermis

 Pasta memiliki kemampuan


 Dapat menyebabkan iritasi kulit.
menyerap eksudat oleh sifat alami
serbuk /komponen penyerap lain
ketika dioleskan.
 Pasta dapat membentuk lapisan
kedap air yang buram sehingga dapat
digunakan sebagai sunblock.
 Konsistensi lebih kenyal dari
unguentum.
 Tidak memberikan rasa berminyak
seperti unguentum (salep).
BASIS PASTA
 Basis Hidrokarbon
Karakteristik: Tidak diabsorbsi oleh kulit, inert, tidak bercampur dengan air, daya adsorbsi
air rendah, menghambat kehilangan air pada kulit dengan membentuk lapisan tahan air
dan meningkatkan absorbsi obat melalui kulit.
Dibagi menjadi 5, yaitu : Soft paraffin, Hard paraffin, Liquid paraffin, Paraffin substitute,
paraffin ointment Contoh: vaselin, White Petrolatum/paraffin, White Ointment
 Basis Absorbsi
Karakteristik: bersifat hidrofil dan dapat menyerap sejumlah tertentu air dan larutan cair.
Terbagi: Non emulsi co, basis ini menyerap air untuk memproduksi emulsi air dalam
minyak.
Terdiri atas: Wool fat, wool alcohols, beeswax and cholesterol.
Emulsi A/M co, terdiri atas : Hydrous wool fat (lanolin), Oily cream.
 Larut Air
Misalnya PEG (polyethylene Glycol) yang mampu melarutkan zat aktif yang tak larut dalam
air dan meningkatkan penyebaran obat. Bersifat stabil, tersebar merata, dapat mengikat
pygmen dan higroskopis (mudah menguap), sehingga dapat memberikan kenyamanan pada
pemakaian sediaan pasta.
RENCANA FORMULASI
PASTA SENG
R/ pasta zinci oxy 100

Fornas edisi kedua 1978, hal.304


Resep standar
Tiap 10 g mengandung :
Zincoxydum 2,5 g
Amiylum tritici 2,5 g
Vaselinum flavum ad 10 g
MONOGRAFI BAHAN
 Zincoxydum (FI ed. III, hal. 636)
 Pemerian : serbuk amorf, sangat halus; putih atau putih kekuningan; tidak berbau; tidak berasa.
Lambat laun menyerap karbondioksida dari udara.
 Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95 %) p;larut dalam asam mineral encer
dan dalam larutan alkali hidroksida.
 Khasiat dan penggunaan : antiseptikum lokal.
 Amiylum tritici (FI ed. IV, hal.109)
• Pemerian : serbuk halus kadang-kadang berupa gumpalan kecil, putih tidak berbau dan tidak berasa.
• Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol (95%) p.
• Khasiat : zat pemadat dan zat tambahan.
 Vaselinum flavum (FI ed. III, hal. 633)
• Pemerian : massa lunak, lengket, bening, kuning muda sampai kuning; sifat ini tetap setelah zat
dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk. Berfluorensi lemah, juga jika dicairkan; tidak
berbau; hampir tidak berasa.
• Kelarutan : memenuhi syarat yang tertera pada vaselinum album.
• Khasiat dan penggunaan : zat tambahan.
PERHITUNGAN BAHAN
 Zincoxydum = 2,5/10 x 100 g = 25 g

 Amylum tricit = 2,5/10 x 100 g = 25 g

 Vaselinum flavum= 100 – (25 + 25) g = 50 g


ALAT DAN BAHAN
ALAT BAHAN
 Timbangan dan anak timbangan  Zincoxydum 25 g
 Mortir dan stamper  Amylum tricit 25 g
 Ayakan 100 mesh  Vaselinum flavum50 g
 Cawan uap
 Kompor listrik
 pH meter universal
 Viskometer
 Beaker glass
 Kaca berskala
 Object glass
 Stpowatch
PROSEDUR KERJA

Masukkan vaselin flavum


Ayak zincoxydum Masukan ke dalam
yang sudah ditimbang
menggunakan ayakan mortir, gerus ad
kedalam cawan uap lalu
100 mesh. halus.
leburkan hingga mencair.

Tambahkan leburan vaselin


Masukkan amylum tritici
flavum ke dalam mortir
ke dalam mortir gerus ad
sedikit demi sedikit aduk ad
halus dan homogen.
halus dan homogen.
PROSEDUR EVALUASI
1. ORGANOLEPTIK

Lalu amati baunya, dan


Lalu diuji
Ambil 0,5 gram sample konsistensinya hingga
menggunakan alat
pasta. tidak ada butiran atau
indra.
gumpalan

Standar : tergantung zat aktif dan basis yang digunakan.


2. UJI PH

Kemudian dibersihkan lalu


Ambil 0,5 gr pasta Oleskan pasta ac zinc dicocokan warnanya dengan
sample. pada strip pH meter. tingkat warna pH meter
universal.

Standar : Nilai standar pH yang cocok untuk kulit yaitu


sekitar 4,5-6 (Tranggono dan Latifa, 2007).
3. VISKOSITAS

Ambil 50 gr pasta ke Arahkan spindel yang


Siapkan viskometer ,
dalam beaker glass telah terpasang ke
lalu pasangkan spindel yang telah arah cup tegak lurus
pada viskometer. disediakan. sampai tanda batas.

Lalu nyalakan
Catat angka yang
viskometernya dan
dituju oleh jarum.
amati jarum penunjuk.

Standar : uji viskositas ialah uji untuk menghitung kekentalan , makin


tinggi viskositasnya maka makin tinggi tahanannya.
4. UJI DAYA SEBAR

Kemudian bagian atasnya


diberi kaca yang sama, dan
Ambil 0,5 gr pasta Letakkan di atas ditingkatkan bebannya, dan
sample. kaca yang berskala. diberi rentang waktu 1-2
menit.

Kemudian diameter penyebaran


diukur pada setiap penambahan
beban, saat sediaan berhenti
menyebar (dengan waktu
tertentu secara teratur).

Standar : Persyaratan daya sebar sediaan topikal sekitar 5-7 cm. Daya
sebar yang baik menyebabkan kontak antara obat dengan kulit
menjadi luas, sehingga absorbsi obat ke kulit berlangsung cepat.
5. HOMOGENITAS

Letakan 0,5 gram Lalu ratakan dan


sediaan pada obyek amati homogenitas bahan
glass. aktif dalam basis.

Standar : Pasta yang homogen ditandai dengan tidak terdapatnya


gumpalan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1978. Formularium Nasional Edisi Kedua, Jakarta : Departemen
Kesehatan RI.

Bakhtiar, Akmal.Sediaan Pasta(Uraian Teori dan Penjelasan Lengkap).


(https://biofar.id/pasta/)

Citra.2015.Pasta Zinci.Jakarta

Depkes RI.1979.Farmakope Indonesia Jilid III.Jakarta : Depkes RI.

Tranggono, R.I. Dan Latifah, F.2007.Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan


Kosmetik.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Anda mungkin juga menyukai