Anda di halaman 1dari 9

MANEJEMEN

LABA

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
1 Pengertian Manajemen Laba

2 Pola dalam Manajemen Laba

3 Motivasi dalam Manajemen Laba

4 Motivasi lain pada Manajemen Laba

5 Sisi baik Manajemen Laba

6 Sisi buruk Manajamen Laba


Manajemen Laba

Suatu usaha atau upaya mengatur pendapatan atau keuntungan


untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang dilandasi oleh
factor-factor ekonomi tertentu
Pola Manajemen Laba
Taking a bath
Penghapusan aktiva karena diperiode berjalan mengalami kerugian dan diharapkan pada
saat reorganisasi dan pemilihan CEO diperiode berikutnya laba yang didapatkan akan
meningkat..
Income Minimization
Bentuk ini mirip dengan "taking a bath", tetapi lebih sedikit ekstrim, yakni dilakukan
sebagai alasan politis pada periode laba yang tinggi dengan mempercepat penghapusan
aktiva tetap dan aktiva tak berwujud dan mengakui pengeluaran-pengeluaran sebagai
biaya.
Income Maximization
Tindakan ini bertujuan untuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus
yang lebih besar.
Income Smoothing
Meratakan laba yang dilaporkan untuk tujuan pelaporan eksternal, terutama bagi investor
karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif stabil.
Your Picture Here
Capital Market Motivations

Motivasi dalam Manajemen Laba


Tersebar luasnya penggunaan informasi akuntansi di
kalangan investor dan analis keuangan untuk menilai
saham dapat menciptakan dorongan bagi manajer
melakukan manipulasi laba sebagai usaha untuk
mempengaruhi harga saham jangka pendek.

Your Picture Here


Contracting Motivations
Healy dan Wahlen (1998) membagi contracting motivations menjadi
dua, yaitu lending contracts dan management compensation contracts.
Lending contracts dibuat untuk meyakinkan bahwa manajer tidak
melakukan tindakan yang menguntungkan pemegang saham perusahaan
tetapi merugikan kreditor, sedangkan management compensation
contracts digunakan untuk mensejajarkan atau menyelaraskan
kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham eksternal.

Your Picture Here


Regulatory Motivations
1. Industry Regulation Motivations
2. Anti-trust and Other Regulations
3. Tax Planning Purposes
Motivasi Lain Pada Manajemen Laba
Memenuhi Motivasi Ekspektasi Laba Investor dan
Motivasi Kontrak Mempertahankan Reputasi
Motivasi kontrak atas terjadinya manajemen laba Skinner dan Sloan (2002), mendokumentasikan negative share returns
dikaitkan dengan penggunaan data akuntansi dalam untuk perusahaan – perusahaan yang mengalami kegagalan memenuhi
memonitor dan meregulasi kontrak atas perusahaan perkiraan laba mereka.  Nilai ini secara signifikan adalah lebih besar
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan jika dibandingkan dengan return positif dari perusahaan yang mampu
(stakeholders). Secara eksplisit maupun implisit, melebihi perkiraan laba mereka.  Hal ini menunjukkan bahwa pasar
kontrak-kontrak yang berjenis kompensasi akan memberikan penalti kepada perusahaan yang mengalami
manajemen banyak dikaitkan dengan kinerja kegagalan untuk memenuhi pengharapan dibandingkan dengan reward
keuangan perusahaan. yang mereka terima ketika melebihi ekspektasi.

Initial Public Offerings


Initial Public Offering (IPO) adalah penawaran
perdana saham oleh perusahaan yang hendak go
public kepada investor yang berminat, dengan
melakukan IPO perusahaan yang awalnya berbentuk
privat maka menjadi perusahaan yang go public.
Sisi baik Manajemen Laba
Membuka Komunikasi yang Diblok/Terham
Konsep komunikasi yang terhambat/diblokir berasal dari Demski dan Sappington (1987a) (DSa).   Ada beberapa
cara untuk mengurangi blockade. Gu dan Li (2007) melaporkan sebuah reaksi peningkatan pasar yang positif
terhadap pengungkapan strategi bisnis oleh perusahaan yang berteknologi tinggi ketika pengungkapan didahului
oleh isyarat kepercayaan dalam manajemen perusahaan, yaitu pembelian saham. Pengungkapan barisan item
mengurangi kemampuan manajer untuk menggunakan earnings management untuk mencapai perkiraan, dengan
demikian kecurigaan investor bahwa perkiraan mungkin dinaikkan.

Bukti Empiris Sisi Baik Earnings


Subramanyam Management
Pada Tahun 1996 menyediakan beberapa bukti
pada isu ini. Dia membagi akrual kedalam
komponen diskresioner dan komponen non-
diskresione,menggunakan model Jones.
Subramanyam menemukan, setelah
pengendalian terhadap efek arus kas operasi dan
akrual non-diskresioner pada pengembalian
saham, konsisten dengan para manajer, rata-
rata, menggunakan earnings management secara
bertanggungjawab untuk mengungkapkan
informasi bagian dalam tentang laba masa
depan.
Sisi buruk Manajamen Laba

Manajemen Laba Oportunistik

Akrual diskresioner dapat digunakan untuk meningkatkan laba


bersih yang dilaporkan dalam jangka waktu pendek, seperti
mempercepat pengakuan pendapatan, memperpanjang masa Implikasi bagi Akuntan
manfaat aset modal, menyediakan untuk biaya lingkungan dan
Implikasi bagi akuntan yang ingin mengurangi manajemen
pemulihan Selama manajemen laba digunakan untuk menaikkan
laba yang buruk, bagaimanapun tidak menolak efisiensi
harga yang tak terduga, pemilik yang sekarang dapat
pasar, tetapi untuk meningkatkan keterbukaan.
memanfaatkannya sampai ada yang terbaru. Perusahaan yang
Pengungkapan penuh membantu para investor untuk
melakukan manajemen laba memiliki rata-rata leverage yang lebih
mengevaluasi laporan keuangan, sehingga mengurangi
besar dan secara signifikan memiliki lebih banyak pelanggaran
kerentanan mereka terhadap bias perilaku dan mengurangi
kontrak hutang daripada pengendalian.
kemampuan manajer untuk mengeksploitasi tata kelola
perusahaan yang buruk dan inefisiensi pasar.
Apakah Manajer Menerima Pasar Sekuritas Efisien?
ketika laporan laba-rugi yang didasarkan oleh GAAP tersedia, pasar
yang efisien akan menyesuaikan secara cepat untuk item yang
dihilangkan dari pengumuman laba proforma. Konsekuensinya,
tekanan manajer atas laba proforma menyarankan mereka untuk
tidak menerima efisiensi. Kebijakan manajemen laba tidak
masuk akal jika pasar sekuritas efisien. Konsekuensinya, manajer
yang terikat pada hal tersebut, mereka seharusnya tidak
menerima secara penuh tentang efisiensi.
Thank you