Anda di halaman 1dari 9

AKAD SALAM DAN

SALAM PARALLEL
Pengertian Akad Salam dan Salam
Parallel
Ba’i as-salam (infront payment sale) berarti pembelian barang yang
diserahkan di kemudian hari, sedangkan pembayarannya dilakukan di
muka. Ba’i as-salam atau yang biasa disebut dengan as-salam merupakan
kegiatan jual beli yang proses pembayarannya telah dilunasi dimuka. Akad
salam ini digunakan untuk memfasilitasi pembelian suatu barang (biasanya
barang hasil pertanian) yang memerlukan waktu untuk memproduksinya.

Salam pararel merupakan jual beli barang yang melibatkan dua transaksi
salam. Transaksi salam yang pertama dilakukan antara nasabah dan bank,
sedangkan transaksi salam kedua dilakukan antara bank dengan petani atau
pemasok
Landasan Hukum Akad Salam
 Hadist
‫الرْهن يِف‬َّ ‫يم‬ ِ ‫ال تَ َذا َكرنَا ِعْند أِبر‬
‫اه‬ َ ‫ق‬
َ ‫ش‬ ‫م‬ ‫ع‬ ‫أْل‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ن‬‫ث‬َ َّ
‫د‬ ‫ح‬ ِ ‫اح‬
‫د‬ ِ ‫ح َّدثَنَا معلَّى بن أَس ٍدح َّدثَنَاعب ُدالْو‬
َ َ َْ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َْ َ َ ُ ْ ُ َ
‫صلَىاللَّهُ َعلَ ِيه َو َسلَّ َم ا ْشَتَرى‬ ِ ِ‫ال ح َّدثَيِن اأْل َسود عن عاأ‬
َ َّ ‫يِب‬َّ
‫ن‬ ‫ال‬ َّ
‫َن‬ ‫أ‬ ‫ها‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ه‬ َّ
‫ل‬ ‫ال‬ ‫ي‬ ‫ض‬ ‫ر‬
َْ ُ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ ‫ة‬ ‫ش‬ َ َ ‫السلَ ِم َف َق‬
َّ
ِ ‫ي أِىَل أَج ٍل ورهنه ِدرعا ِمن ح ِد‬
.‫يد‬ ٍّ ِ ‫طَعا ما ِمن يه‬
‫ود‬
َ ْ ً ْ ُ ََََ َ َُ ْ ً َ
Artinya:
“ Kami saling menceritakan dihadapan Ibrahim tentang gadai dalam jual beli
as Salam, maka dia berkata, telah menceritakan kepadaku ِ Al Aswad dari
‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam pernah
membeli makanan dari orang Yahudi (yang pembayarannya) di masa yang
akan datang lalu Beliau menggadaikan baju besi Beliau (sebagai jaminan).”
(HR. Bukhari no. 2211.)
 Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/2000
Disebutkan jual beli salam merupakan jual beli barang dengan cara
pemesanan dan pembayaran harga lebih dahulu dengan syarat-syarat
tertentu.

.‫َج ٍل َمعلُ ٍوم‬


َ ‫أ‬ ‫ىل‬ِ‫يئ فَ ِفي َكْي ٍل م ْعلُوٍم ووْزٍن م ْعلُوٍم إ‬
ْ َ ََ ْ َ ْ ٍ ‫ش‬
َ ‫يِف‬
ْ ‫ف‬ َ َ‫َسل‬
ْ ‫َم ْن أ‬
Artinya:
“ Barang siapa melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan
dengan takaran yang jelas dan timbangan jelas, untuk jangka waktu
yang diketahui” 
Ketentuan syar’i transaksi salam diatur dalam fatwa DSN No.
05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Salam. Fatwa tersebut
mengatur tentang ketentuan pembayaran, barang, salam paralel, waktu
penyerahan, dan syarat pembatalan kontrak.
Syarat dan Ketentuan Akad Salam
 Rukun :  Syarat :
Harus spesifik dan dapat diakui sebagai
1. Pembeli (muslam) 1.
utang
2. Penjual (muslamilaih) 2. Harus bisa diidentifikasikan secara jelas
3. Modal (ra’sul maal) untuk mengurangi kesalahan akibat
kurangnya pengetahuan tentang macam
4. Barang (muslamfih) barang tersebut.
5. Sighat (ijab dan qabul) 3. Penyerahan barang dilakukan dikemudian
hari.
4. Kebanyakan ulama mensyaratkan
penyerahan barang harus ditunda pada suatu
waktu kemudian, tetapi madzab Syafi’i
membolehkan penyerahan segera.
5. Boleh menentukan tanggal waktu dimasa
yang akan datang untuk penyerahan barang.
Rukun transaksi salam parallel

Akad salam kedua (antara bank sebagai pembeli


dengan petani sebagai penjual) harus dilakukan
terpisah dengan akad pertama. Adapun akad
kedua baru dilakukan setelah akad pertama sah.
Rukun – rukun yang dilakukan pada akad salam
yang pertama juga berlaku pada akad salam
kedua.
Alur Transaksi Salam
Alur Transaksi Salam
Parallel
TERIMAKASIH