Anda di halaman 1dari 30

PERSALINAN dengan VAKUM EKSTRAKSI

HENY FITRIANY
Pengertian

Ekstraksi vakum merupakan tindakan obstetrik yang


bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan
sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi.Oleh
karena itu kerjasama dan kemampuan ibu untuk
mengekspresikan bayinya,merupakan faktor yang sangat
penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan
dengan tarikan ke arah yang sama.
Ekstraksi Vakum digunakan untuk membantu ibu
melahirkan bayi yang cukup bulan (aterm) dan dalam
posisi belakang kepala per vaginam.
Hampa udara (vakum) di dalam ekstrator vakum akan
menarik kulit kepala bayi sehingga alat ini menempel
pada kepala bayi
Indikasi dan Syarat Penggunaan
Ekstraktor Vakum
1.Kepala tidak teraba (0/5) atau teraba 1/5 pada palpasi
abdominal. Pada pemeriksaan vaginal, diameter
terbesar kepala berada lebih rendah dari spinal isiadika
sedangkan pembukaan sudah lengkap. Kepala bayi
meregangkan perineum. Ibu sudah kelelahan dan rasa
ingin mengedan berkurang atau hilang sama sekali.
2.Keterlambatan pada Kala II (lebih dari 60 menit pada
primigravida dan 30 menit pada multigravida). Bahu
depan dapat dipalpasi sedikit di atas simfisis pubis
pada perabaan abdomen. Pada pemeriksaan dalam,
kepala bayi telah melewati spina isiadika dan
meregang perineum. Kepala bayi macet pada ubun-
ubun kecil melintang, posisi ubun-ubun kecil di
belakang yang menetap, atau bayi dalam keadaan
gawat.
Indikasi dan Syarat Penggunaan
Ekstraktor Vakum

3.Ibu yang menderita kelainan atau penyakit,


yang melarang untuk mengedan, misalnya
untuk penyakit jantung, hipertensi, asma,
tuberculosis berat. Pada keadaan tersebut
sebaiknya persalinan sudah direncanakan
jauh sebelumnya agar berlangsung di RS
oleh dokter.
4.Jika janin mengalami gawat janin, atau baru
saja meninggal yg belum mengalami
maserasi.
kontraIndikasi Ekstraksi Vakum

Malpresentasi
(dahi,puncak
muka,bokong)

Panggul Sempit
(disproporsi
kepala panggul)
Kontraindikasi Penggunaan
Ekstraktor Vakum
Jangan melakukan ekstraksi vakum jika terdapat
keadaan berikut :
1. Disproporsi sefalopelvik/fetopelvik (bayi berukuran
besar)
2. Semua presentasi yang bukan belakang kepala
3. Persalinan yang membutuhkan tarikan yang berlebihan
atau memerlukan pemutaran dengan forceps
4. Pembukaan belum lengkap
5. Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
6. Bagian terendah belum turun/melewati pintu atas
panggul (pada pemeriksaan luar kepala teraba 1/5 atau
0/5)
Kontraindikasi Penggunaan
Ekstraktor Vakum
Ekstraksi vakum harus dihentikan
bila :

1.Ekstraktor vakum (mangkuk)


terlepas sebanyak tiga kali
2.Anak belum lahir setelah 30 menit
atau 15 kali his
3.Pada tekanan vakum maksimal,
kap/ mangkuk ekstraktor telah
terpasang sampai 10 menit.
Kelebihan penggunaan
Ekstraksi Vakum
Dapat di pergunakan pada :
a. Pembukaaan serviks uteri yang belum
lengkap,dengan menggunakan vakum
ekstraktor maka pembukaan serviks dapat
di percepat secara mekanis. Sebaiknya
ekstraksi vakum baru di lakukan pada
pembukaan serviks uteri sekurang –
kurangnya 7 cm.
b. Tidak memerlukan anestesi umum
c. Komplikasi pada ibu maupun janin lebih
sedikit
Kekurangan penggunaan
Ekstraksi Vakum

a. Waktu untuk melahirkan janin lebih


lama dari ekstraksi forcep ( lebih dari
6 menit )
b. Ekstraksi Vakum tidak dapat di
pergunakan pada :
 Letak muka
 Kaput
 Gawat janin yang berat
 CPD
Vacuum Extraction With Fetal Head
Injury
Condition After Delivery
Jenis
Ekstraksi Vakum
1. Ekstraktor Vakum Bermangkuk Logam
(Malmstrom)
Memiliki pipa karet (B) yang di dalamnya ada rantai logam
yang dihubungkan dengan pemegang.
Pipa karet (A) menembus pegangan tersebut dan menuju
botol yang dilengkapi dengan alat pengukur tekanan.
Pompa tangan yang menyedot udara ke luar dan
menciptakan keadaan hampa udara dihubungkan dengan
pipa karet yang pendek (C)
Sebuah keranjang kawat akan menyangga dan melindungi
botol vakum
Pompa (tangan atau listrik) menyedot udara dari botol kaca
dan menciptakan keadaan hampa udara
Kendorkan kran (D) utk mengurangi tekanan vakum
Gunakan tangkai pegangan untuk menarik bersa-maan
dengan adanya kontraksi uterus
Jenis
Ekstraksi Vakum
2. Ekstraktor Bermangkuk Lunak (Mityvac, Silastic,
CMI)
Vakum
Mityvac
Memiliki pipa vakum terbuat dari karet (B)
yang menghubungkan mangkuk dengan
wadah lendir
Pipa vakum karet (A) tersebut
menghubungkan wadah lendir dengan pompa
Tekan tangkai pompa untuk menghasilkan
hampa udara
Untuk mengurangi tekanan hampa udara,
tarik pipa pelepas vakum (D) ke arah tubuh
dan tahan sampai tercapai tekanan yang
diperlukan
Gunakan tangkai traksi untuk menarik kepala
Jenis
Ekstraksi Vakum

 Ekstraktor Bermangkuk Lunak (Mityvac,


Silastic, CMI)
2. Vakum Silastyc
Dapat digunakan dengan
berbagai macam pompa.
Sedikit lebih panjang dan lebih
lebar dibandingkan dengan
mangkuk ekstraktor Mityvac.
Mangkok Vakum Regulator Tabung
Regulator

Vakum Ekstraksi

Regulator

Tabung

Mangkok
Vakum
Persiapan Ekstraksi Vakum
Pasien
1. Cairan dan slang Infus sudah terpasang.
Perut bawah dan lipat paha sudah di bersihkan
dengan air sabun.
2. Uji Fungsi dan perlengkapan peralatan
ekstraksi vakum
3. Siapkan alas bokong,sarung kaki dan penutup
perut bawah
4. Medikamentosa
a. Oksitosin
b. Ergomentrin
c. lidokain
Persiapan Ekstraksi Vakum

5. Larutan antiseptik ( Povidon Iodine)


6. Oksigen dan regulator
7. Instrument:
a.Set Partus= 1 set
b.Vakum ekstraktor= 1 set, klem ovum:
2 buah
c.Cunam Tampon= 1 buah
d.Tabung 5ml dan jarum suntik no 23
(sekali pakai)
e.Spekulum sim’s atau L dan kateter
karet= 2 dan 1
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum

Untuk mendapatkan keterampilan


menggunakan ekstraktor Vakum
biasanya digunakan 5-8 kali persalinan.

1. Peralatan
- Peralatan persalinan
- Ekstraktor Vakum
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum
2. Prosedur
a. Periksa kembali ibu (pemeriksaan luar
dan vaginal), utk memastikan
terpenuhinya syarat-syarat untuk
melakukan
Kehamilanekstraksi vakum
cukup bulan :
(aterm).
Pembukaan lengkap.
Presentasi belakang kepala yang bagian
terbesar kepala sudah masuk pintu atas
panggul .
Ketuban sudah pecah.
Tidak ada disproporsi sevalopelvik.
Bayi masih hidup atau baru mati.
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum

b. Jelaskan kepada ibu apa yang akan dilakukan


c. Siapkan peralatan, yaitu peralatan persalinan
rutin dan ekstraktor vakum. Hubungkan pompa,
pipa/ selang, wadah lendir dan mangkuk (kap)
ekstraktor. Coba kap vacuum, sedotan akan
terasa pada telapak tangan. Lepaskan tekanan,
d. Baringkan ibu terlentang dengan kedua
tungkainya ditekuk. Jika meja persalinan yang
berkaki tidak tersedia, bantu ibu untuk
mendorong bokongnya kepinggir ranjang atau
meja. Kedua kaki harus disangga, misalnya
dengan menggunakan bagian belakang kursi
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum

e. Jika klien tidak bisa BAK, lakukan katerisasi


untuk memastikan bahwa kandung kencing
yang penuh tidak menghambat Kala II
f. Pemeriksaan vaginal harus dilakukan
untuk memastikan posisi dan letak bayi.
Cari ubun-ubun kecil. Pasangkan mangkuk
pada kepala yang telah fleksi dengan arah
tarikan yang benar, kepal bayi akan
mengalami fleksi
g. Usap kulit kepala janin dengan kain kasa
yang kering
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum
i. Naikkan tekanan :
Tekan tangkai pompa untuk meningkatkan
tekanan sampai 100 mmHg.
Periksa kembali untuk memastikan tidak ada
jaringan ibu yang terjepit mangkuk, karena
hal ini akan menyebabkan lepasnya mangkuk
dan akan merusak jaringan ibu.
Tunggu kontraksi berikutnya.
Ketika kontraksi berikutnya dimulai,
tinglkatkan tekanan vakum sampai 400
mmHg (skala 400). Tekanan tidak boleh
melebihi tekanan maksimum sebesar 600
mmHg (skala 600).
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum
j. Tarik pemegang kepala janin:
Pada Saat His :
Anjurkan ibu untuk mengejan agak lama dan
terus-menerus (saat His).
Pada waktu bersamaan, tarik tangklai pompa
secara mantap dengan arah lurus. Jangan
memutar-mutar mangkuk atau tangkai
pompa, karena akan menyebabkan mangkuk
terlepas. Kulit kepala bayi akan terluka (lecet,
berdarah, bengkak) jika mangkuk terlepas.
Kepala bayi akan berputar dengan kecepatan
dan arah yang sama seperti persalinan biasa.
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum

Ketika his berhenti :


Jangan menarik
Mintalah ibu menarik nafas dalam-dalam dan
mengurangi tegangan
Usahakan untuk menghitung DJJ dan mengukur
tekanan darah ibu di antara dua kontraksi
k. Ulangi langkah tarikan sampai kepala menampakkan
ubun-ubunnya. Biasanya 2-3 kali sudah cukup.
Dengan setiap his, kepala akan mulai muncul melalui
perineum. Jangan biarkan tekanan bertahan pada
tingkat maksimum (600 mmHg) selama lebih dari 10
menit (total). Tekanan yang berlebihan akan
menyebabkan perdarahan pada tengkorak bayi atau
menimbulkan kerusakan serius pada kulit kepala
Cara Penggunaan Ekstraktor
Vakum

l. Lahirkan bayi :
 Pada primipara, mungkin perlu dilakukan
episiotomi untuk mengurangi hambatan
perineum sebelum kepala bayi mulai muncul.
 Setelah ubun-ubun kecil di bawah simfisis, pada
saat his berikutnya, tarik ekstraktor ke atas
dengan tekanan 600 mmHg.
 Setelah kepala keluar, turunkan tegangan dan
lanjutkan dengan melahirkan badan bayi.
Catatan :

Ekstraktor vakum yang digunakan oleh


orang yang terampil lebih aman bagi ibu
dan bayinya daripada membiarkan Kala
II yang lama dan/atau perjalan jauh ke
RS.

Pelajari seluruh langkah-langkah


Ekstraksi Vakum sebelum
melakukannya.