Anda di halaman 1dari 28

IMUNOLOGI

FAGOSITOSIS
Adinda Putri Yani1801042
Haniyah Nabilah 1801054
Mutiara Septiani 1801062
Putri Aulia 1801065
Suci Ramahi 1801073
Yanto 1801079
Pengertian Fagositosis
Fagosit (phagocyte) adalah pengolongan dari Fagosit berarti “sel” yang dapat memakan atau
sel darah putih yang berperan dalam sistem menelan material padat. Untuk menelan
kekebalan dengan cara fagositosis/menelan partikel atau patogen, fagosit memperluas
patogen. bagian membran plasma kemudian
membungkus membran di sekeliling partikel
hingga terbungkus.

2
Proses Fagositosis

Pembentukan Pembentukan
Pengenalan
Fagosom Fagolisosom

Penangkapan
Mikroba Masuk Degradasi
Endositosis ke Dalam Sel Partikel/Mikroba
Fagosit

Perlekatan
Mikroba oleh Eksositosis
Khemotoksis Sel Fagosit

3
Proses fagositosis

4
Proses Fagositosis

1. Pengenalan
Sel makrofag mempunyai kemampuan untuk mengenali
bahan asing, mikroba atau jaringan yang rusak. Bahan
bahan yang dikenal tersebut akan berinteraksi dengan
molekul reseptor pada permukaan sel.
Proses Fagositosis

2. Endositosis
Endositosis merupakan mekanisme yang terdapat pada
permukaan sel dengan melibatkan membran sel untuk
memasukkan bahan bahan dari luar sel yang tidak dapat
melintasi membran sel.
Proses Fagositosis

3.khemotoksis
Sel makrofag setelah keluar dari peredaran darah, dan
berada dalam jaringan pengikat telah mampu berpindah
tempat secara terarah dengan mekanisme khemotoksis.
Proses Fagositosis

4. Perlekatan Mikroba oleh Sel Fagosit


Interaksi antara mikroorganisme dan sel fagosit dapat terjadi secara
langsung dan tidak langsung. Langsung dimulai dengan pengenalan
langsung reseptor pada sel fagosit terhadap molekul antigen misalnya
karbohidrat pada permukaan sel antigen, peptidoglikan atau lipoprotein.
Sedangkan tidak langsung tidak langsung, yaitu perlekatan yang dimediasi
oleh opsonin. Opsonin, berupa Immunoglobulin dan complement akan
meningkatkan efisiensi fagositosis.
Proses Fagositosis

5. Penangkapan Mikroba Masuk ke Dalam Sel Fagosit


Partikel/mikroba yang terpajan dengan reseptor pada
membran sel atau reseptor opsonin akan ‘ditelan’ masuk ke
dalam sel dengan cara endositosis.
Proses Fagositosis

6. Pembentukan Fagosom
Setelah ditelan, membran sel fagosit akan menutup, partikel
digerakkan ke sitoplasma sel dan terbentuk vesikel intraseluler
yang disebut fagosom. Partikel yang ditelan tadi berada dalam
fagosom ini.
Proses Fagositosis

7. Pembentukan Fagolisosom
Di dalam sel fagosit, ditemukan kantong-kantong yang berisi enzim
penghancur yang disebut lisosom. Lisosom berfusi dengan fagosom
membentuk fagolisosom. Terjadinya fusi ini sedemekian rupa sehingga tidak
terjadi kebocoran enzim dari lisosom yang dapat menghancurkan sel fagosit
sendiri. Pada saat bersamaan dengan proses terbentuknya fagolisosom,
reseptor di permukaan sel fagosit akan mengeluarkan sinyal untuk
mengaktivasi enzim di dalam fagolisosom.
Proses Fagositosis

▪ Keasaman Fagosom ▪ Pembentukan ▪ Penghancuran


Dijalankan oleh enzim ROS/ROI dan RNS Komponen mikroba
Vacuolar ATPase. Pembentukan
Enzim tersebut ROS/ROI diperankan
mengasamkan oleh enzim NADPH
fagosom sehingga sel yang mengkatalis
fagosit dapat perubahan oksigen
menggunakan energi menjadi anion
untuk melawan superoksida dan
gradien konsentrasi radikal bebas
dan memasukkan ion hydroxil. Sedangkan
H+. Kondisi asam juga RNS dibentuk oleh
merupakan lingkungan enzim inducible
yang merugikan untuk nitric oxide syntase.
mikroba
12
Proses Fagositosis

9. Eksositosis
Tahap akhir dari rangkaian fagositosis adalah pengeluaran
partikel yang telah dihancurkan. Hasil degradasi akan
dikeluarkan melalui proses eksositosis.
Metabolisme sel fagosit

▪ Dalam keadaan tenang, sel fagosit tidak menunjukan


aktivitas metabolisme. Metabolisme sel fagosit bertujuan
untuk menghasilkan substansi yang dapat mematikan
bakteri.
▪ Rentetan reaksi dalam proses metabolisme menghasilkan
letupan respiratori sehingga dalam peristiwa letupan
respiratori dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Kenaikan konsumsi oksigen
2. Produksi superoksida (O2-)
3. Produksi H2O2
4. Aktivasi hexose monophosphate shunt
14
Metabolisme sel fagosit

15
SENYAWA TERKAIT PROSES FAGOSITOSIS
Produk Contoh Fungsi

Lisozim berfungsi sebagai degradasi tanpa oksigen

Enzim Kolagenase kolagenaseFungsi enzim kolagenase mendegradasi ikatan


polipeptida dari kolagen saat protein belum mengalami
denaturasi
Fibronektin Sebagai wadah yang berperan sebagai substratum untuk
Protein Plasma
adhesi pada sel-sel induk semang
meningkatkan proses fagositosis melalui opsonisasi dan reaksi
Faktor Koagulasi C1, C2, C3, C4, C5 lain yang dapat memacu lisis sel

Anion superoksida, sebagai degradasi menggunakan oksigen tergantung pada


Metabolit Oksigen Oksida nitrit, H2O2 NADPH sehingga mengaktifkan sistem berhalogenasi.

PGE2 dan Leukotrin faktor kemotaksis untuk eosinofil dan makrofag,


Metabolit meningkatkan permeabilitas vaskular, dan menstimulasi
Arakidonat pelepasan lisozim dari Polimorfonuklear leukosit dan
makrofag.

Metabolit Adenosin monofosfat molekul pensinyalan intraseluler yang umum


Nucleotida siklik (cAMP)
IL-1 dan IFN-α berfungsi Sitokin ini mengaktifkan makrofag dan
Regulasi Fungsi menginduksi mekanisme imun efektor sitotoksik dari
Sel makrofag.

16
Sel Fagosit Makrofag Dan Netrofil
Beserta Fungsinya

▪ Berbagai sel dalam tubuh dapat melakukan fagositosis, tetapi sel


utama yang berperan dalam pertahanan nonspesifik adalah sel
mononuclear (monosit dan makrofag) serta sel polimorfonuklear
atau granulosit. Sel-sel ini berperan sebagai sel yang mengenal
dan menangkap antigen, mengolah dan selanjutnya
mempresentasikannya ke sel T.
17
Fagosit polimorfonuklear

18
Fagosit mononuklear

19
Fagosit
Mononuklea
r

monosit makrofag

20
MONOSIT

1. Monosit berperan sebagai APC, mengenal, menyerang


mikroba dan sel kanker dan juga memproduksi sitokin,
mengerahkan pertahanan sebagai respons terhadap
infeksi.
2. Monosit juga berperan dalam remodeling dan perbaikan
jaringan

21
Fungsi monosit :
▪ Fagositosis/bakterisidal
▪ Anti viral
▪ Anti tumor
▪ Presentasi limfosit dan aktivasi limfosit
▪ Produksi komponen komplemen
▪ Modeling dan perbaikan jaringan
▪ Aktivasi sistemik sebagai respon terhadap infeksi
▪ Aktivasi vaskulatur sel epitel

22
MAKROFAG

Makrofag diaktifkan oleh berbagai rangsangan, dapat


menangkap, memakan dan mencerna antigen eksogen, seluruh
mikroorganisme, partikel tidak larut dan bahan endogen seperti
sel pejamu yang cedera atau mati

Fagositosis dan proses antigen eksogen oleh makrofag 23


Fungsi makrofag :
▪ Makrofag memfagosit partikel asing seperti mikroba, makromolekul, jaringan atau sel
yang rusak, diikuti dengan degradasi dalam sel tersebut.
▪ Makrofag memproduksi sitokin (G-CFS, GM-CSF) yang mengumpulkan sel radang lain
terutama neutrofil.
▪ Makrofag berperan dalam biosintesa protein sistem komplemen ( C1, C2, C3, C4,C5,
Properdin, Faktor B, Faktor D, inaktivator C3b, akselerator inaktivator C3b ). 
▪ Makrofag bertindak sebagai sel penyaji antigen protein (Antigen-Presenting Cell/ APC) di
permukaannya agar dikenal oleh limfosit T.
▪ Makrofag diaktifkan oleh limfokin berperan efektor sebagai sel yang lebih efisien dalam
fungsi fagositosis, degradasi dan sitosidal.
▪ Makrofag mempermudah eliminasi antigen yang terliputi oleh antibodi spesifik dan
fagositosis.
▪ Makrofag memproduksi sitokin yang menginduksi proliferasi limfosit T dan B (IL-1).
▪ Makrofag memproduksi TNF-α yang mampu membunuh sel tumor langsung melalui
efek toksik terhadap sel tumor atau tidak langsung dengan mobilisasi respon hospes
secara in vivo. 24
Jika peran-peran sel makrofag dikelompokkan sebagai berikut:

4) Pengaturan
1) Pertahanan 2) Penyembuhan 3) Metabolisme
Penyediaan Sel
Tubuh Kerusakan jaringan Lipida
Darah
• Peran serta dalam • Pengaturan • Pemindahan sisa- • sekresi colony
radang akut dan koagulasi darah sisa khilomikron stimulating factors
khronis • Pembersihan sisa- dan lipoprotein (CSF)
• Produksi zat sisa kerusakan yang termodifikasi • mendorong
pirogen endogen jaringan • Sekresi eritropoiesis
yang • Sekresi apolipoprotein E dengan sekresi
menyebabkan koiagenase eritropoietin
peningkatan suhu • Produksi faktor
tubuh angiogensis
• Fagositosis • Pengaturan sel
• Aktivitas endotel dan
mikrobisidal dan fibroblas
sitotoksik (infeksi • Resorbsi tulang
virus dan tumor)
• Sekresi komponen
komplemen 25
26
Fagosit Polimorfonuklear

Neutrofil Eosinofil Basofil


Berfungsi untuk menghalangi Berfungsi melawan infeksi Basofil terutama bertanggung
dan infeksi bakteri yang parasit dan dapat memakan jawab untuk memberi reaksi
mencoba masuk ke dalam kompleks antigen antibodi alergi dan antigen dengan
darah melalui luka dan jalan mengeluarkan histamin
berfungsi juga dalam kimia yang menyebabkan
melepaskan superoksida. peradangan.

27
Thanks!
Any questions?

28