Anda di halaman 1dari 54

EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN:

Hubungan Ekonomi Input-Output


4.1. Hubungan Ekonomi Input-Output
4.2. Hubungan Ekonomi Input-Input
4.3. Hubungan Ekonomi Output-Output

Kuliah IV

1
Pengantar
 Dalam pendekatan neo klasik, tujuan
pengusaha diasumsikan maksimisasi laba.
Dalam kenyataaan, produsen mungkin
memiliki tujuan lain atau beberapa tujuan.
• Untuk bab ini, pendekatan neo klasik diikuti.
• Diasumsikan, bahwa individu produser adalah
harga-taker, artinya produsen tidak dapat
mempengaruhi harga dengan cara apapun.

2
Pengantar
 Hubungan fisik produksi belum membantu petani
dalam memutuskan berapa input yang digunakan
dan output yang dihasilkan, bagaimana kombinasi
input, dan bagaimana kombinasi output yang
dihasilkan.
 Kita perlu memasukkan harga output yang
diproduksi, dan biaya input untuk menghasilkan
output.

3
Pengantar
 Pada sesi kuliah ini, kita memfokuskan pada
hubungan ekonomi input-output.
1. Pendekatan Input, artinya berapa input
yang digunakan petani agar laba
maksimum.
2. Pendekatan Output , artinya berapa
output yang digunakan petani agar laba
maksimum.

4
4.1 Hubungan Ekonomi Input-Output-Pendekatan
Imput
Dimensi Kita perlu memperhitungkan

Ekonomi
(i) MPPX
(ii) Harga Output (PY)
per unit
(iii) Harga variabel input
per unit (pX).

5
4.1.1 Produk Fisik Total versus Nilai Produk
Total
 Sebagaimana telah dijelaskan pada kuliah III, output (Y) dari suatu
fungsi produksi dapat juga disebut fungsi produksi fisik (TPP) .
 Di bawah asumsi persaingan sempurna, harga pasar p dianggap
konstan (p0).
 Jika TPP=y ………………………(4.1.)
p=p0, maka
p0TPP=p0y …………........…..(4.2.)
p0y merupakan nilai produk total (TVP, total value of
product).
p0y = TVP …………........…..(4.3.)
4.1.2 VMP (Value of the Marginal Product)

 VMP (Value of the Marginal Product) dapat didefinisikan


sebagai hilai unit tambahan input terhadap produser
adalah tambahan revenue yang akan diterima sebagai
hasil penggunaan input yang lebih besar.
 VMP adalah nilai lain dari slope fungsi TVP di bawah
kondisi persaingan sempurna.
 VMP = ∆TVP/ ∆ x.
Karena TVP=p0TPP dan VMP = p0 ∆ TPP/∆ x, dan
karena ∆ TPP/ ∆ x=MPP, maka
VMP = p0MPP ………………...(4.4)
4.1.3 MFC (marginal resource cost )
 MFC (marginal resource cost ) adalah
peningkatan biaya yang disebabkan karena
penambahan pembelian satu unit input.
 Selama harga input diasumsikan konstan,
pada v0 maka
MFC=v0 ……………………..…...(4.5)
4.1.5 Menyamakan VMP dan MFC
 Titik-titik di mana slope TVC sama dengan slope TFC
berhubungan dengan titik-titik minimalisasi dan atau
maksimalisasi profit. Titik-titik tersebut diformulasikan
sebagai:
p° MPP = VMP = MFC = v° …………………………..(4.6)
• Gambar 4.1. juga mengilustrasikan hubungan ini.
MFC = v0, dan digambarkan sebagai garis lurus.
• Cermati bahwa APP dapat dikalikan dengan harga
produk p0, dan menjadi AVP (Average Value Product)
= p0APP atau p0y/x.
9
Fungsi laba mudah ditarik,
 Fungsi laba mudah ditarik, karena merupakan grafik
yang mewakili perbedaan
• karena merupakan grafik vertikal antara TVP dan
TFC
• yang mewakili perbedaan  Keuntungan adalah nol
ketika TVP = TFC.
• vertikal antara TVP dan TFC.  Laba maksimum ketika
kemiringan kurva TVP =
kemiringan kurva TFC.

Gambar 4.1. Hubungan TVP, TFC, VMP, MFC,


10
dan Profit
4.1.5 Menyamakan VMP dan MFC
 Data Tabel 4.1 dapat digunakan untuk menentukan
berapa banyak pupuk nitrogen yang harus diterapkan
ke jagung.
 Asumsikan harga jagung adalah $ 4,00 per bushel
dan biaya nitrogen $ 0,15 per pon.
 Tabel 4.1 menunjukkan pertama, pada tingkat aplikasi
nitrogen 180 pon per acre, MPP = 0,0264.
 Jumlahnya sangat dekat dengan nol dan
menunjukkan bahwa hasil maksimum sangat dekat
ke tingkat aplikasi 180 pound per are.
11
4.1.5 Menyamakan VMP dan MFC
 Ada beberapa cara menyusun persamaan maksimalisasi profit
 p0MPP=v0.
MPP = v0/p0 …………………………………..…..(4.7)
= rasio harga input/output.
 Alternatif lainnya membagi kedua
sisi persamaan VMPx = MFC dengan APP atau y/x.
 p0MPP=v0.
P0MPP/ APP = v0/APP
MPP/ APP = (v0/APP)/ P0
MPP/APP =(v0x)/(p0y) …………………………… .(4.8)
MPP/APP adalah elastisitas produksi untuk x

12
Menyamakan VMP dan MFC
 MPP dapat dihitung dengan persamaan fungsi:
y = 0,75x + 0,0042x2 – 0,000023x3 …………………………… .(4.9)
y = jagung; x = pupuk nitrogen
MPP = dy/dx = 0,75 + 0,0084x - 0.000069x2
MPP pada x = 180
MPP = 0,75 + 0,0084(180) - 0.000069(180)2 = 0.0264
 Pada titik di mana x=180, MPP masih positip, nilai y
maksimum akan tercapai pada aplikasi pupuk x sedikit
lebih besar dari 180 pound/acre sehingga dy/dx=MPP=0

13
Menyamakan VMP dan MFC
 Keuntungan maksimum dicapai pada level aplikasi pupuk
nitrogen = 180 pound per acre.
 VMP x = 0,1056 (unit moneter) dengan alokasi biaya per unit
sebesar 0,15.
• Jika jagung dijual seharga 4 unit per bu (bushel), maka
tambahan produk jagung yang diperoleh dari tambahan
penggunaan pupuk
MPP = V O/P0 = 0,15/ 4= 0,035 bu. ……………..…..(4.10)
• Selisih antara level nitrogen yang diperlukan untuk memaksimalkan
keuntungan dibandingkan dengan jumlah pupuk N yang diperlukan
untuk memaksimalkan output dan pendapatan total tidaklah besar.
Jika pupuk disubsidi penuh, selisih ini sama dengan nol.

14
Table 4.1 Keuntungan Maksimum Aplikasi Nitrogen pada Output Jagung

VMP MFC = v0
p0
Produksi (p0 MPP) Profit
Kuantitas MPP (Harga
Jagung (unit
Pupuk N nitrogen Output/Unit) (Harga TCx =
(bu/acre) TVPy = V0.. harga)
  Input/Unit) 0. .
P Output Output
   
0 0 0.75 4.00 30,000 0.15 0.00 0 0.00
20 16,496 824.8 4.00 35,616 0.15 65,984.00 3 65,981.00
40 35,248 881.2 4.00 39,024 0.15 140,992.00 6 140,986.00
60 55,152 919.2 4.00 40,224 0.15 220,608.00 9 220,599.00
80 75,104 938.8 4.00 39,216 0.15 300,416.00 12 300,404.00
10 94,000 9400 4.00 36,000 0.15 376,000.00 1.5 375,998.50
120 110,736 922.8 4.00 3.0576 0.15 442,944.00 18 442,926.00
14 124,208 8872 4.00 2.2944 0.15 496,832.00 2.1 496,829.90
160 133,312 833.2 4.00 1.3104 0.15 533,248.00 24 533,224.00
180 136,944 760.8 4.00 0.1056 0.15 547,776.00 27 547,749.00
200 134,376 671.88 4.00 -13,200 0.15 537,504.00 30 537,474.00
220 123,376 560.8 4.00 -29,664 0.15 493,504.00 33 493,471.00
240 103,968 433.2 4.00 -48,336 0.15 415,872.00 36 415,836.00

MPP at x = 180 is MPP = 0.75 + 0.0084(180) - 0.000069(180)2 = 0.0264


Menghitung Tingkatan Penggunaan Input yang Tepat
untuk Memaksimalkan Output
dan Keuntungan

 Pada maksimalisasi output, fungsi MPP harus sama


dengan nol. Artinya, unit input terakhir yang
diaplikasikan tidak memberikan output tambahan atau
dengan kata lain tidak mengubah level output.
MPP=dy/dx=0 pada titik maksimalisasi output.
• Misal fungsi produksi: y=2x ………………………..…..(4.11)
• MPP=dy/dx=2 (tidak sama dengan nol)
• Karena 2 tidak sama dengan nol maka fungsi
produksi tidak memiliki nilai maksimum atau
minimum.
16
Menghitung Tingkatan Penggunaan Input Input Tepat
yang Memaksimalkan Output
dan Keuntungan

 Bila fungsi diubah menjadi y=x 0,5 ………..…..(4.12)


• MPP=dy/dx=0,5x-0,5
• Secara umum, bentuk fungsi y =axb , di mana a
dan b adalah angka positip, tidak memiliki titik
maksimum.
 Jenis fungsi lain adalah y=10+8x-2x2 ……….(4.13)
dy/dx=8-4x= 0
4x=8
titik maksimum pada x=2.
17
Menghitung Tingkatan Penggunaan Input Input Tepat
yang Memaksimalkan Output
dan Keuntungan

 Bentuk fungsi produksi 4.13 merupakan


bentuk fungsi produksi polinomial. Bentuk
umumnya adalah :
y=ax2+bx-c, ……………………....…..(4.14)
dimana a ≥ 0; b > 0; c < 0
 Memiliki maksimum pada beberapa level
positif x

18
Menghitung Tingkatan Penggunaan Input Input Tepat
yang Memaksimalkan Output
dan Keuntungan

 Misalkan
y = 0,75x + 0,0042x2 -0.000023x3
 Syarat output maksimum:
MPP = dy/dx = 0
= 0,75 + 0,0084x -0.000069x2 = 0
X dapat dicari dengan rumus:

............................(4.15)

a= -0,000069; b = 0, 0084; c = 0,75


Hasil akhirnya adalah x= 181,595 yang merupakan level maksimalisasi
output dalam penggunaan nitrogen
 Dibanding Tabel 4.1 nilai yang sedikit lebih besar dari 180, di mana
MPP adalah 0,0264.
19
Kondisi Umum Maksimalisasi Keuntungan
 Nilai total fungsi produksi adalah:
revenue :
r=b(x) atau r=TVP
• Fungsi biaya adalah : c=g(x) atau c=TFC
• Profit didefinisikan sebagai ∏ = r-c atau
∏ = b(x) - g(x)
• ............................(4.16)

20
Kondisi Umum Maksimalisasi Keuntungan

...................(4.17)

21
Kondisi Umum Maksimalisasi Keuntungan

...................(4.18)

22
Kondisi Umum Maksimalisasi Keuntungan
 Pengujian derivasi kedua fungsi keuntungan sering digunakan
untuk membuktikan bahwa profit pada titik tertentu
maksimum, dan tidak minimum. Formulasi turunan kedua
adalah sebagai berikut
...................(4.19)

o Slope VMP/dx harus lebih kecil dari slope MFC.


Kondisi ini terpenuhi jika slope VMP berslope
negatif sedangkan MFC konstan.
23
B. Hubungan Ekonomi Input-Output-Pendekatan Output

 Bentuk fungsi biaya variabel berkaitan erat


dengan bentuk fungsi produksi sebab fungsi
biaya diturunkan dari fungsi produksi.
 Apabila harga input- input konstan informasi
fungsi biaya variabel dapat diketahui dari
persamaan fungsi produksi.

24
Beberapa Pengertian Dasar
 TFC = v°x ...................(4.20)

• Total biaya untuk input adalah harga konstan input


(v °) dikalikan dengan jumlah x yang digunakan.
 Namun, biaya produksi juga dapat didefinisikan
bukan dalam hal penggunaan input, tetapi dalam
hal output. Untuk melakukan ini, beberapa istilah
dasar perlu dijelaskan.

25
Tipe Biaya
• Total Fixed costs (TFC): Besarnya cost tidak tergantung besarnya
output.
• Total Variable Costs (TVC): Besarnya cost tergantung besarnya
output
TVC = f(y) = v.x
• Total costs (TC) : TFC + TVC ...................(4.21)
• Sunk Cost: Suatu biaya yang hilang selamanya setelah dibayar. Jadi
tidak dimasukkan ke dalam perhitungan ekonomi.

26
Total and Variable Costs
TC = TFC + TVC $
TC = TFC + TVC

TVC : Cost yang TVC)


besarnya tergantung
output
TFC: Cost yang besarnya TFC
tidak tergantung output

0 y

27
Biaya Per Unit

• Average Total Cost


ATC = AVC + AFC
ATC = TC(y)/y
ATC = AC ...................(4.22)
• Average Variable Cost
AVC = TVC(y)/y .........(4.23)
• Average Fixed Cost
AFC = TFC/y ....... ......(4.24)
• Marginal Cost
MC =∆TC/∆y ........ ....(4.25)
y

Gambar 4.2. Biaya Per Unit Output


28
Total Fixed costs dan Average Fixed Cost

y0 (ATC-AVC)
= y0 AFC
MC
$ ATC
= y0 (TFC/ y0)
AVC
= TFC

ATC
AFC Fixed Cost
AVC

y0 y

Gambar 4.3. TFC dan AFC


29
Total Variable Cost dan Average Variable Cost

y0 AVC MC
$
ATC
= y0 [TVC/ y0]
AVC
= TVC

AVC
Variable Cost

y0 y

Gambar 4.4. TFC dan AFC


30
Total Cost
y0 ATC
MC
$
= y0 [TC/ y0] ATC

= TC AVC

ATC

Total Cost

Q0 Q

Gambar 4.5. TC
31
Hubungan antar Cost

32
Gambar 4. 6. Fungsi Biaya pada Sisi Output
Biaya Jangka Panjang
(Long-run Cost)

 Perbedaan antara biaya tetap dan variabel dibuat berdasarkan periode waktu.
Semakin lamanya waktu biaya tetap semakin menjadi biaya variabel .
 Beberapa ekonom mendefinisikan jangka panjang sebagai periode waktu yang
cukup panjang sehingga ukuran usaha dapat diubah.
 Produksi terjadi pada kurva average cost jangka panjang
yang berbentuk U, dengan manajer menyamakan marginal
revenue (MR) dengan short-run marginal cost (SRMC).
 Ada serangkaian kurva marginal dan biaya rata-rata jangka pendek yang sesuai
dengan ukuran skala tertentu. Dengan waktu yang cukup, skala usaha dapat
diubah. Misalnya. petani dapat membeli dan menjual tanah, mesin, dan
peralatan.
 Long-run average cost LRAC) dapat diperoleh dengan menggambar kurva
amplop yang bersinggungan dengan setiap Long- run average cost
(Gambar 4.7).

33
Biaya Jangka Panjang
(Long-run Cost)

Gambar 4. 7. AC dan MC dalam Short Run dan Long


Run dengan Amplop ( Envelope ) AC LongRun
34
Revenue pada Sisi Output

 Revenue
• Total Revenue (TR) = p.y ...................(4.26)
• Marginal Revenue (MR)
MR = dTR/dy (bilangan kontinyu)
= ΔTR /Δy (bilangan diskrit) .................(4.27)
• Average Revenue (AR) = TR/y)
 Pada pasar persaingan sempurna
• AR = TR/y = (p y) /y = p
Total Revenue (TR) = p.y
MR = dTR/dy = dp/dy y + dy/dy p
MR = p .......................................................(4.28)

35
Revenue pada Sisi Output

$ TR

p AR =
MR

y
Gambar 4.8. Revenue pada Sisi Output
Perusahaan Invidual di Pasar
Persaingan Sempurna
36
Syarat Profit Mencapai Maksimum
• Sesuai aturan optmisasi tanpa kendala, sebuah fungsi akan mencapai nilai
maksimum bila turunan pertamanya=0 atau ∂π /∂y = 0. Dalam hal ini:
dπ (y)/dy = dTR(y)/∂y − dTC(y)/dy = MR − MC = 0
MR = MC .......................................................(4.29)
• MR = MC hanya kondisi yang diperlukan (necessary
condition) untuk profit maksimum.
• Untuk kecukupan (sufficiency) diperlukan syarat:
∂2π (y)/∂y2 <0
∂ MR/ ∂y − ∂ MC/ ∂y < 0
∂ MR/ ∂y < ∂ MC/ ∂y ...........(4.30)
• Standar matematika, pada derivasi kedua harus negatif.

37
Kuliah VI-Maksimisasi Profit
Profit Maximization
Profit maksimum pada saat slope fungsi revenue = slope fungsi
revenues & costs cost

TC
TR

Orde kedua menghindari


y0 sebagai suatu maksimum

Output y
y0 y*
Gambar 4.9. TR dan TC pada Persaingan Sempurna 38
Biaya, Penerimaan, dan Keuntungan
• Tabel 4.1 mengilustrasikan beberapa data hipotetis TC
untuk produksi jagung dan cost per unit, dan
diilustrasikan pada Gambar 4.4.
• Jagung diasumsikan dijual seharga $ 4,00 per bushel.
• MC = MR pada output antara 110 dan 120 bushel, dan
keuntungan maksimu jagung. Keuntungan maksimum
di antara level output itu.
• Tidak mungkin untuk menentukan tingkat output yang
tepat tanpa mengetahui fungsi matematika yang tepat
yang mendasari data yang terkandung dalam Tabel 4.
39
Biaya, Penerimaan, dan Keuntungan
Table 4.2, Cost, Revenue, dan Profit

Outpu
Cost Output Revenue
t Price
Profit
y TVC FC TC AVC AFC AC MC p TR AR MR
40 89 75 164 2.23 1.88 4.10  4 160 4  -4
              2.10       4  
50 110 75 185 2.2 1.5 3.70  4 200 4  15
              2.00       4  
60 130 75 205 2.17 1.25 3.42  4 240 4  35
              1.00       4  
70 140 75 215 2 1.07 3.07  4 280 4  65
              1.50       4  
80 155 75 230 1.94 0.94 2.88  4 320 4  90
              2.00       4  
90 175 75 250 1.94 0.83 2.78  4 360 4  110
              2.50       4  
100 200 75 275 2 0.75 2.75  4 400 4  125
              3.00       4  
110 230 75 305 2.09 0.68 2.77  4 440 4  135
              4.00       4  
120 270 75 345 2.25 0.63 2.88  4 480 4  135
              5.00       4  
130 320 75 395 2.46 0.58 3.04  4 520 4  125
              6.00       4  
140 380 75 455 2.71 0.54 3.25  4 560 4  105

40
Gambar 4. 10. Profit-Maximizing Output Level Berdasar
Data Tabel 4.2
Biaya, Penerimaan, dan Keuntungan

 Profit berbentuk parabola atau dikenal


sebagai huruf U terbalik, karena setiap
penambahan jumlah produk yang dihasilkan
tidak selalu memperbesar  , melainkan mula-
mula makin besar sampai pada titik
maksimum, kemudian setelah mencapai titik
maksimum  terus menurun sampai titik nol
dan jika jumlah produk terus ditambah maka 
menjadi negatif.
42
Keuntungan pada Harga $18?
Revenue = $18  8.6 = $154.80
$ Total cost = $28  8.6 = $240.80
MC Profit = $154.80 – $240.80 = –$86
45

Karena P = MR = AR
ATC
Average profit = $18 – $28 = –$10
28
Profit = –$10  8.6 = –$86 (Loss)
AVC
P=18

Gambar 4. 11. Profit-Maximizing pada Harga


Output $18 per unit
8.6 10.3 11.2 y

43
43
Keuntungan pada Harga $10?
Revenue = $10  7.0 = $70.00
$
Total cost = $30  7.0 = $210.00
Profit = $70.00 – $210.00 = – $140.00
MC
45
Karena P = MR = AR
30 ATC Average profit = $10 – $30 = –$20
28 Profit = –$20  7.0 = –$140
AVC
19
Average variable cost = $19
P=10 Variable costs = $19  7.0 = $133.00
Revenue – variable costs = –$63
7.0 8.6 10.3 11.2 Q Not covering variable costs!!!!!!

Gambar 4. 12. Profit-Maximizing pada Harga


44 Output $10 per unit 44
Kurva Penawaran Perusahaan

Bagian kurva MC yang


$ dimulai pada saat
MC tingkat output
menghasilkan AVC
45 minimum disebut
ATC sebagai kurva
penawaran perusahaan
AVC
28

18
10

Q
7.0 8.6 10.3 11.2

Gambar 4. 13. Kurva Penawaran Perushaan


45
45
Kurva Penawaran Perusahaan
• Kita tahu bahwa selama P (= MR)> AVC,
beberapa Fixed Cost dapat ditanggung posisi
ekonomi yang lebih baik daripada ditutup sama
sekali, MENGAPA?
• Kita tahu bahwa ketika P (= MR) = MC,
perusahaan memaksimalkan laba
• Bagian kurva MC yang ditentukan oleh tingkat
output yang menghasilkan AVC minimum
disebut sebagai kurva penawaran perusahaan
46
The General Rules

 Kendalikan produksi sampai MC =MR


 Jika tidak dapat menutupi biaya variabel,
perusahaan segera tutup.

47
Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Kurva Penawaran

1. Producer Technology
2. Costs of production.
3. Number of Producers
4. Producer Expectations
5. Prices  of  Related  Goods

48
Pergeseran Kurva Penawaran Individu Perusahaan

y1 y2

Gambar 4. 14. Pergeseran Kurva Penawaran Individu Perusahaan 49


Kurva Penawaran Industri (Pasar)
• Penjumlahan Penawaran Individu

Gambar 4. 15. Kurva Penawaran Industri


50
Pergeseran Kurva Penawaran Pasar

y0 y1

Gambar 4. 16. Pergeseran Kurva Penawaran Industri


51
Profit Meningkat di Jangka Panjang

y1 y2 y3

Gambar 4. 17. Profit Meningkat di Jangka Panjang


52
Normal Profit di Jangka Panjang

y1 y1 y2

Gambar 4. 18. Normal di Jangka Panjang


53
Sumber Pustaka
• Colman, David and Trevor Young.1997. Principles of Agricultural Economics.
Cambridge, University Press.
• Debertin, D.L. 2012. Applied Microeconomics.Macmillan Publishing Company, New
York
• Pindyck, Robert and Daniel Rubinfeld . 1997. Microeconomics. The Pearson
Series in Economics.

54