Anda di halaman 1dari 20

KLIRENS

Deni Anggraini, M.Farm, Apt


KLIRENS????

Kemampuan organ mengeliminasi obat dalam


tubuh tanpa memperhatikan mekanismenya

Volume cairan tubuh yang megandung obat


yang dibersihkan dari kandungan obat
persatuan waktu.
EX : KLIREN OBAT 25 ML/MENIT PADA
PENDERITA DENGAN VD 15 LITER.

ARTINYA , 25 ML DARI 15 LITER DARAH


DIBERSIHKAN DARI OBAT SETIAP MENITNYA
MENGHITUNG KLIRENS

 
𝑘𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛𝑒𝑙𝑖𝑚𝑖𝑛𝑎𝑠𝑖 𝑚𝑔/ 𝑗𝑎𝑚¿ ¿ =𝐾𝐿𝐼𝑅𝐸𝑁𝑆
𝑚𝑔
( )
𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑙𝑎𝑠𝑚𝑎
𝐿

 
𝑑𝐷𝑏 / 𝑑𝑡
= 𝑘𝑙𝑖𝑟𝑒𝑛𝑠
𝐶𝑝

TOTAL KLIRENS = KLIREN RENAL + KLIRENS HEPAR + KLIRENS LAIN


KEADAAN TUNAK
• Pada keadaan tunak laju pemberian obat sama dengan laju
eliminasi obat
• Kadar obat dalam plasma dalam keadaan tunak sama
dengan laju pemberian (R)
 
R = (CL ) (Css rerata)

R=

Cl =
CONTOH :

JIKA LIDOKAIN IV DIINFUSKAN SECAR KONTINU


DENGAN LAJU 2 MG/MENIT DAN KONSENRASI
TUNAK ADALAH 3 MG/L, TENTUKAN KLIREN
LIDOKAIN

   
Cl =
Cl =
= 0,667 L/menit
DOSIS PEMELIHARAAN
• Jika nilai klirens diketahui dari literatur, rumus
kliren dapat disusun untuk menghitung laju
pemberian atau dosis pemeliharaan yang
menghasilkan konsentrasi plasma rerata dalam
keadaan tunak

 
Dosis pemeliharaan =
CONTOH SOAL

TENTUKAN DOSIS MUATAN THEOPHILLIN UNTUK


MENGHASILKAN KONSENTRASI TEOPILIN DALAM
PLASMA DALAM KEADAAN TUNAK 10 MG/L,
DIKETAHUI DARI LITERATUR KLIREN THEOPILLIN =
2,8 L/JAM
 
DOSIS MUATAN =

 
28 mg tiap jam =
RASIO EKSTRAKSI
• Proses eliminasi melibatkan organ eliminasi
• Darah dengan dengan kecepatan aliran darah dan kadar
tertentu masuk dalam organ eliminasi melalui pembuluh darah
averen dan akan mengalami prose eliminasi. Sisa kadar obat
kan kembali ke sirkulasi sistemik melalui vena
• Kemampuan organ mengeliminasi obat (rasio ekstraksi obat
adalah kadar obat yang masuk ke dalam organ (Cin) dikurangi
kadar obat yang kembali ke sirkulasi sistemik (Cout)

 
RASIO EKSTRAKSI =
• Rasio ekstraksi berkisai 0 sampai 1
• Organ dikatakan efisien jika harga E mendekati 1,
artinya semua obat yang melewati organ tersebut
diekstraksi 100%
• Berdasarkan harga kliren obat ada 2 yaitu kliren
tinggi (E >0,6) dan klirens rendah (E < 0,4)
• Obat dengan E tinggi perubahan aliran darah
mempengaruhi nilai klirens
• Obat dengan E rendah, perubahan aliran darah tidak
mempengaruhi nilai klirens
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KLIRENS
• Luas permukaan tubuh
• Ikatan protein plasma
• Curah jantung
• Rasio ekstraksi
• Fungsi hati
• Fungsi ginjal
KLIREN VS LUAS PERMUKAAN TUBUH
• Umumnya dalam satuan volume/Kg BB atau volume/70 kg/waktu
• Berdasarkan luas permukaan tubuh (LPT) klirens dapat dihitung
denganrumus berikut :

KLIREN PASIEN = KIIRENS LITERATUR x BERAT BADAN


PASIEN

 Pasien obesitas dan pasien kurus, berat badan maupun luas permukaan
kurang efektif untuk memprediski kliren karena tubuh pasien tidak
menggambarkan ukuran fungsi ginjal dan hati.
KLIRENS VS IKATAN PROTEIN PLASMA
• Obat yang sangat terikat dengan protein plasma, kurangnya ikatan protein
akan menurunkan konsentrasi obat dalam plasma dalam keadaan tunak

 
CL =

• Dari rumus dapat terlihat bila Css keadaan tunak menurun, maka nilai klirens
akan meningkat
CONTOH SOAL
Dua orang pasien menerima fenitoin 300 mg/hari. Pasien pertama tidak menderita
uremia, konsentrasi fenitoin dalam darah 10 mg/L dan ikatan plasma normal (Fu =
0,1). Pasien kedua menderita uremia, konsentrasi fenitoin dalam plasma 5 mg/L
ikatan plasma menurun. Hitung klirens masing-masing pasien.

PASIEN UREMIA AKAN LEBIH TINGGI NILAI KLIRENSNYA DIBANDING PASIEN


TIDAK UREMIA.
JUMLAH OBAT YANG BERSIHKAN PERHARI SAMA YAITU 300 MG.
DALAM KEADAAN TUNAK LAJU PEMBERIAN OBAT SAMA DENGAN LAJU
ELIMINASI
CURAH JANTUNG
• Curah jantung mempengaruhi metabolisme obat
• Kliren hepatik dapat turun 25% hingga 50%
pada pasien gagal jantung kongestif
RASIO EKSTRAKSI
• Rasio ekstraksi = jumlah obat yang masuk kedalam organ
eliminasi yang dibersihkan
• Rasio ekstraksi dapat diestimasi dengan membagi klirens obat
dalam darah dengan aliran plasma ke organ eliminasi.
• Jika rasio ekstraksi melebihi fraksi obat bebas (Fu) protein
plasma sebagai siste transpor dan kliren tidak akan berubah
sebanding dengan nilai Fu
• Jika rasio ekstraksi kurang dari Fu, maka klirens akan
meningkat sebanding dengan perubahan nilai Fu
NILAI KLIRENS SIROSIS HATI DAN GAGAL JANTUNG
• Klirens obat akan berkurang pada sirosis hati dan gagal
jantung, karean terjadinya perlambatan aliran darah
• Dosis harus diturunkan jika diinginkan nilai AUC tetap
• Obat obat yang memiliki sifat rasio ekstraksi hepatik
tinggi (labetalol, metoprolol, propanolol, lidikain, morfin
dan verapamil) , maka penurunan nilai klirens akan
menurunkan klirens total
• Penurunan nilai klirens akan meningkatkan kadar obat
dalam darah
PENGARUH SIROSIS HATI TERHADAP
FARMAKOKINETIKA OBAT
Obat % kenaikan BA T1/2 eliminasi Klirens (ml/menit)
labetalol 91 8,7 jam 12,8
6,6* jam 18,1*
Lidokain - 170 menit -
187 menit*
Metoprolol 65 7,2 jam 610
4,2 jam* 810*
Propanolol 42 11,2 jam 580
4 jam* 860*
Verapamil 140 840 menit 620
220 menit* 1260*
MENGHITUNG DOSIS MAINTENANCE DAN LOADING
DOSIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL

DM gg = Dosis maintenance gagal ginjal


Cl n = klirens normal
Cl gg = klirens gagal ginjal
KLIRENS KREATININ
• Lazim digunakan untuk menilai fungsi ginjal
• Kreatinin adalah hasil metabolisme kreatin didalam tubuh,
terdistribusi kedalam tubuh, tersaring sempurna oleh
glomeruli kedalam urine
• Ginjal normal kliren kreatinin 80 -120 ml/menit
• Gagal ginjal ringan kliren kreatinin 20 -50 ml/menit
• Gagal ginjal sedang kliren kreatini 10 – 20 ml/menit
• Gagal ginjal berat kliren kreatinin , 10 ml/menit