Anda di halaman 1dari 26

RADANG TELINGA TENGAH

( Otitis Media )
Definisi : radang mukoperiost (mukosa & periostium)
dari rongga telinga tengah
Klasifikasi atas dasar faktor2 :
- m.timpani : utuh – perforasi
- waktu : akut – subakut – kronis
- adanya cairan atau tidak
Klasifikasi :
a. Otitis Media Akut ( O.M.A )
b. Otitis Media Kronik ( O.M.K )
c. Otitis Media Dengan Efusi ( O.M.E )
A. OTITIS MEDIA AKUT ( O.M.A )

DEFINISI
O.M.A adalah radang mukopreiost dari rongga telinga
tengah yang disebabkan oleh kuman.

KAUSA
- Komplikasi I.S.P.A ( 90% sebagian besar )
- Kuman masuk telinga tengah karena :
- tersedak
- tumpah-tumpah
- bayi minum sambil tiduran
- menyelam
- melalui lubang perforasi
GEJALA
- Otalgia : nyeri telinga
- Panas terutama daerah kepala leher
- Gangguan pendengaran ( C.H.L ) & tinitus
- Otofoni
- Kadang2 kejang oleh karena rangsang meningen
- Mastoidism : - sakit daerah retroaurikuler
- agak hiperemis
PERJALANAN PENYAKIT
Stadium I : Salpingitis ( Radang Tuba Eustakhii)
- Telinga terasa tersumbat ( penuh )
- Gemrebeg, kurang dengar, otofoni
- Kadang-kadang otalgia
- Otoskopi : m.timpani masih normal
Stadium II ( Stadium Presupurasi )
- Gejala sama dengan Stadium I tapi lebih hebat
- Pada Otoskopi : m.timpani merah diffus/hiperemis
atau tampak vaskularisasi yang jelas dari manubrium
malei ke perifer.

Sradium III ( Stadium Supurasi )


- Gejala lebih hebat lagi
- Pada anak2 : - tambah rewel
- sering disertai kejang akibat demam
- Retroaurikula udem
- M.Timpani :
- merah membara/ sangat hiperemis
- bulging/tonjolan --->ada titik ischemik warna
kuning ( oleh karena nekrose ) ---> pecah ---
Stadium IV : Stadium Resolusi
Ada beberapa kemungkinan pada stadium ini
1. M.Timpani utuh :
a. Sembuh --- kembali seperti sediakala
b. Tidak sembuh --- proses berlanjut --- glue ear
2.M.Timpani Perforasi :
a. Sembuh --- menutup ---- sicatrik
b. Sembuh --- tidak menutup --- dry ear
c. Tidak sembuh --- otitis media kronik/congek

TERAPI
- antibiotik
- analgetik/antipiretik
- jangan lupa terapi I.S.P.A atau causa nya
- parasentese
PARASENTESE ( MIRINGOTOMI )

- Dilakukan pada stadium II, III di kwadran


anteroinferior
- Mencegah perforasi spontan --- per primam
- Mencegah komplikasi : - antritis
- otitis media adesiva
- Untuk drainase : - menurunkan panas
- mengurangi rasa sakit
- Untuk pengobatan lokal
PERFORASI M.TIMPANI

Bila ada perforasi m.timpani ada beberapa hal yang


perlu diperhatikan
1. Letak perforasi :- sentral
- attik
- marginal/perifer
2. Luas perforasi : - kecil
- besar
- subtotal
- total
3. Tepi perforasi : - licin, tebal
- tidak rata, tipis
4. Jumlah perforasi : - single
- multiple
B. OTITIS MEDIA KRONIK
KLASIFIKASI
Klasifikasi mengacu pada pembagian fisiologik dari telinga tengah. Telinga
tengah dibagi atas dua bagian oleh diafragma timpani, menjadi :
1. Timpani anterior yang terdiri atas :
- mesotimpani
- hipotimpani
- tuba eustakhii

2. Timpani posterior
- epitimpani
- retrotimpani

3. Diafragma timpani terdiri atas :


- rangkaian tulang pendengaran
- mesenterium timpani
KLASIFIKASI

1. TIPE TUBOTIMPANAL (SAFE EAR)


jarang menimbulkan komplikasi/benigna
a. Permanen perforation syndrom
b. Persistent mocosal disease

2. TIPE ATIKOANTRAL (UNSAFE EAR)


Lokasi perforasi di flacid atau total
a. Timpano mastoid disease
b. Kholesteatoma
1. TUBO TIMPANAL DISEASE
lokasi perforasi di sentral : tipe aman
- peradangannya dibag. timpani anterior
- sering dijumpai pada anak
- perforasi m.timpani sentral
- kronisitas, karena disfungsi tuba
- jarang menimbulkan komplikasi
- discharge : serus, mukus, mukopurulen

Bentuknya :
a. Permanen Perforation Syndrom
- m.timp. tetap berlobang,--> dry ear
- dapat kambuh lagi bila :
- ada I.S.P.A
- kemasukan air
b. Persistent Mucosal Disease
Mukosa tidak dapat pulih kembali seperti semula,
telah berubah menjadi :
- jar.fibrous
- jar.granulasi
- polip
Discharge : - serus
- mukous
- purulen
- dan kombinasinya
Biasanya terdapat pada penderita yang keadaan
umum kurang, anemis, penyakit sistemis
2. ATTICO ANTHRAL DISEASE
- peradangan ditimpani posterior
- sering menimbulkan komplikasi karena drainase
yang kurang baik dikarenakan adanya diafragma
timpani.

a. Tipe Timpanomastoid
- perforasi m.timpani : - marginal
- atik
- discharge purulen, kuning kental berbau
- terdapat pada semua umur
- komplikasi mastoiditis
b. Kolesteatoma
Timbulnya pertumbuhan jaringan epitel squamus
kompleks yg berlebihan ditempat yg tidak
semestinya
Klasifikasi :
1). Kholesteatoma Kongenital
2). Kholesteaoma Aquisita :
- Primer
- Sekunder

Yang termasuk Otitis Media hanya :


Kholesteatoma Aquisita Sekunder
1) KOLESTEATOMA KONGENITAL

- Asal sisa2 embrional ektoderm


- Terdapat : - ditelinga : - apex os petrosus
- kavum timpani
- diluar telinga : - ginjal
- sinus para nasal
- Sinonim : Primary Epidermoid Tumor
- Diagnosis : biasanya terdeteksi lewat CT scan
- tidak ada riwayat infeksi ( Otitis Media )
- tidak ada riwayat oklusi tube
- m.timpani utuh
- lokasi pada umumnya di os petrosus, sehingga
sering menimbulkan parese n.VII
2) KOLESTEATOMA AQUISITA
a) PRIMER

- Etiologi : obstruksi tuba kronik, terjadi retraksi membr.


Shrapnell ---> membentuk kantong di epitim.
-Sinonim : - retraksi kholesteatoma
- invaginasi kholesteatoma
-Diagnosis :
- tidak ada riwayat O.M
- ada riwayat oklusi tubae
- perforasi m.timp. di pars flasida/etik
- invaginasi teori ---> tekanan dalam kavum timp.
turun ---> retraksi membr.Shrapnell ---> Kholes.
b) SEKUNDER

- Kausa : Otitis Media Kronik


- Teori :
a. Metaplasia teori
Karena peradangan yang terus menerus, epitel
kavum timpani mengalami metaplasi sel kolum-
ner ---> kuboid ---> gepeng ( squamous ) --->
kholesteatoma
b. Imigrasi teori
Perforasi marginal ---> epitel kulit c.a.e masuk
kedalam kavum timpani ---> kholesteatoma
-Gejala :
- histologis sama dengan kholes. aquisita primer
- jalannya lebih progresif
- discharge : - mukopurulen
- kental
- berbau
- cepat menimbulkan komplikasi, seperti :
- paralise N.VII
- ketulian mula2 C.H.L kemudian S.N.H.L
- labirintitis
- mastoiditis
- meningitis
DIAGNOSA BANDING KOLESTEATOMA
TANDA KONGENITAL AQUISITA AQUISITA
2 PRIMER SEKUNDER
Obstruks (-) ( ++ ) (±)
i
Tuba

Riwayat (-) (± ) (+)


O.M
M.Timpa Utuh -Retraksi Perforasi
ni -Perf.Atik -Sentral

- Marginal

Lokasi Os Petrosus Epitimpani Meso/hipo


Asal Embrional Retraksi Metaplasi
Kholes teori
Invaginasi Imigrasi teori
MASTOIDITIS
Radang mukoperiost selule mastoid atau tulang
mastoid
Gejala : - otoroe yang profus
- discharge kuning, kental, berbau
- rasa sakit belakang telinga
spontan atau pada penekanan
- C.H.L
PATOGENESE

Rad.mukoperiost selule ---> edema mukosa --->


Kongesti ---> trombus tromboplebitis

Besar perdarahan mast.tromboplebitis

nekrose
Mukosa & selule mast.tipe hemorargik

squesterisasi

Mast.tipe koalesen (tersering)


Seluruh rongga mastoid terdistruksi jd satu
O.M.K DICURIGAI MASTOIDITIS, BILA :

@ Discharge profus, kental, kuning, berbau


@ Asheron sign / reservoir sign +
@ Perforasi m.Timp. attic / marginal (atas/flacida)
@ Bengkak di posterosuperior C.A.E ( Gelle absces )
@ Absces/fistel retroaurikuler
@ Granulasi, polip di. C.A.E BAHAYA
@ Bezold absces, Maurette absces

Komplikasi :
A.Intrakranial B.Ekstrakranial
- meningitis - paralisa N.VII
- absces otak - labirintitis
- Subdural absces - fistel retroaurikuler
C. O.M.E (OTITIS MEDIA dengan EFUSI)
Definisi :
O.M.E adalah radang mukoperiostium rongga telinga
tengah yang ditandai adanya cairan dan m.timp tetap
utuh

Macamnya tergantung efusinya :


EKSUDAT ---> O.M Eksudativa
nama lain :
- hidrotimpanum
- airo otitis
- baro otitis
SEROUS ---> O.M Serosa :
- S.O.M
- O.M Kataralis
MUKOID ---> O.M Mukoid :
- M.O.M
- O.M Sekretoria
- Glue ear

PENYEBAB O.M.E
- obstruksi tuba kronis
- alergi (hidung shg menimbulkan sumbatan)
- barotrauma : adanya perubahan yang mendadak
dalam kavum timpani
- O.M.A dimana m.timp utuh ---> cairan purulen di
resorbsi ---> sekret kental ---> glue ear
PATOGENESE O.M.E

Oleh karena obstruksi tuba kronis sedang proses per-


tukaran gas di kav.timp tetap berjalan --->
- di kav.timp O2 kurang, CO2 bertambah
- di kapiler PO2 turun, PCO2 tetap ---> terjadi peru-
bahan ratio PO2 : PCO2 kapiler ---> permeabilitas
kapiler naik --- > keluar cairan darah/serus --->
udem interseluler ---> cairan melalui antar sel masuk
ke kavum timp. ---> terjadi efusi (OME) fase pasif
- lama kelamaan ---> oleh karena rangsangan pada
mukosa ---> sel sekretorik & sel goblet akan bertam-
bah ---> menghasilkan sekresi mukus ---> O.M.E
fase aktif
GEJALA

- telinga seperti tertutup/rasa penuh


- tinnitus yang pulsasi, freq. rendah
- tuli hantaran, lama2 SNHL
- displakusis/mendengar dobel
- m.timp bisa normal, retraksi, cembung (tonjolan
gendang telinga airbone cairan disertai udara di
rongga telinga tengah)

TERAPI
- Mengeluarkan cairan ---> PC/Miringotomi
- Medikamen : dekongestan, antihistamin, steroid
- Cari penyebabnya
KOMPLIKASI

- m.timpani : - retraksi
- atrofi
- kholesteatoma
- kavum timpani : - O.M.K
- kholesteatoma
- Telinga dalam : S.N.H.L