Anda di halaman 1dari 5

PENGGUNAAN OBAT

DIARE PADA
METRONEDAZOLE DAN
LOPERAMID PADA IBU
HAMIL DAN MENYUSUI
NAMA KELOMPOK 4 :
1. ISNA ASMUT BAROROH (175010115)
2. RIRIN NUR ARIFAH (175010188)
3. M. FAHAD AGUNG P. (175010127)
4. WICAKSANING DYAH P. (175010135)
5. SEPTI PUSPITA SARI (175010143)
6. SITI NADHIROH (175010151)
7. NUR ATIQOTUL AINI (175010181)
PADA IBU HAMIL DAN
MENYUSUI

NO NAMA GOLON SIFAT OBAT KATEGO PENGGA KATEGO


OBAT GAN RI NTIAN RI
OBAT OBAT
1. METRON antibioti - BM = B CEFTRI B
EDAZOLE k 171,15 AXONE
gr/mol
- Ikatan
protein
<20%
- lipofilik

2 LOPERA Opiod - BM =477 C - -


MIDE agonis gr/mol
- Ikatan
protein
97%
- sangat
lipofilik
KEJADIAN PADA IBU HAMIL

Metronedazole
Sebuah penelitian pada wanita hamil di minggu ke 5 dan 7
menunjukkan amebiasis selama masa kehamilan dan melahirkan bayi
dengan kecacatan pada garis tengah wajah
Sebuah penelitian pada wanita hamil minggu ke 12 dan 13 dengan
dosis 500 mg/hari secara intravagina selama 10 hari menunjukkan
tanda-tanda normal pada bayi namun 15 hari kemudian bayi
terdiagnosa dengan adrenal neuroblastoma dengan metastatis
hepatik
Loperamid
pada tahun 1999, sejumlah 89 wanita hamil pada trimester 1
diberikan loperamide dan dibandingkan dengan perlakuan kontrol
dimana menunjukkan malformasi kecil pada janin, keguguran secara
spontan dan masalah berat badan saat melahirkan
KEJADIAN PADA IBU
MENYUSUI

Metronidazole
Sebuah penelitian pada 35 wanita menyusui menunjukkan
tidak ada peningkatan efek merugikan pada bayi mereka
Sebuah penelitian menunjukkan efek samping diare dan
intoleransi laktosa pada bayi yang ibunya menerima
metronidazole
Loperamide
Loperamide dianggap cukup aman pada ibu menyusui
karena tidak diketahui secara pasti apakah loperamide
diekskresikan si ASI atau tidak, jadi penggunaannya harus
mempertimbangkan resiko manfaat
CEFTRIAXONE

Ceftriaxone adalah pemberian parenteral, antibiotik


cephalosporin semisintetik. Studi reproduksi pada tikus
tidak menemukan bukti dari gangguan kesuburan atau
kinerja reproduksi pada dosis sekitar 20 kali dosis yang
direkomendasikan manusia atau, pada tikus, tikus, dan
primata bukan, embriotoksisitas, fetotoxicity, atau
teratogenicity pada dosis sekitar 20, 20, dan 3 kali, masing-
masing, dosis yang dianjurkan manusia (1). Sebuah laporan
1993 menggambarkan farmakokinetik ceftriaxone, 2 g IV
sekali sehari selama sekitar 10 hari, dalam sembilan
perempuan pada usia 28 hingga 40 minggu yang sedang
dirawat untuk chorioamnionitis atau Pielonefritis (2). Tidak
ada akumulasi dari antibiotik dicatat dan profil
farmakokinetik mirip dengan sehat, orang dewasa tidak
hamil. Tidak ada efek samping pada janin atau bayi yang