Anda di halaman 1dari 12

OM SWASTYASTU

PELAKSANAAN UPACARA MELASTI PADA SAAT


HARI RAYA NYEPI DALAM SUDUT PANDANG
AGAMA, BUDAYA DAN ADAT

KELOMPOK : 1
• NILUH ARI KUSUMAWATI (1811011084)
• WAYAN GEDE PALGUNA (1811011052)
• NI WAYAN YULI LESTARI (1811011067)
• I GEDE EKA PASTIKA (1811011072)
Upacara Melasti Dalam Sudut Pandang Agama

2.1.1 Pengertian Upacara Melasti


Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari
raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali. Upacara Melasti digelar
untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.
Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan
mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan
membuangnya ke laut. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air
seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).
2.1.2 Tujuan Upacara Melasti
Melasti  adalah upacara yadnya dalam agama Hindu yang secara umum
bertujuan untuk mensucikan diri secara lahir dan batin.  Upacara Melasti
dilakasanakan setiap 1 tahun sekali, yang merupakan rangkaian dari Hari
raya Nyepi di Bali.Melasti dalam sumber Lontar Sunarigama dan Sanghyang
Aji Swamandala yang dirumuskan dalam bahasa Jawa Kuno menyebutkan
Melasti ngarania ngiring prewatek dewata angayutaken laraning jagat, papa
klesa, letuhing bhuwana
Artinya : Melasti adalah meningkatkan Sraddha dan Bhakti pada para
Dewata manifestasi Tuhan Yang Mahaesa untuk menghanyutkan penderitaan
masyarakat, menghilangkan papa klesa dan mencegah kerusakan alam.
Ngiring
prewatek
dewata

Ngamet Anganyuta
sarining ken
amerta ring laraning
telenging jagat
segara
Melasti dari
beberapa
lontar

Letuhing Papa
Bhuwana kelesa
Pelaksanaan Upacara Melasti Dalam Sudut Pandang Budaya

Nyepi Memiliki Filosofi Dimana Umat Hindu


Memohon Kepada Tuhan, Ida Sang Hyang
Widhi Wasa, Untuk Melakukan Penyucian
Buana Alit (Manusia) Dan Buana Agung
(Alam Dan Seluruh Isinya). Sebelum Hari
Raya Nyepi, Dilaksanakan Serangkaian
Upacara Dan Upakara Yang Bermaksud Agar
Penyucian Buana Alit Dan Buana Agung
Berjalan Dengan Lancar. Rangkaian Upacara
Tersebut Berbeda-beda, Tergantung Dari
Genius Local Wisdom Dan Urun Rembug
Masing-masing Daerah Serta Kebijaksanaan
Yang Ditetapkan Bersama. Salah Satu
Rangkaian Upacara Tersebut Adalah Melasti,
Atau Disebut Juga Dengan Mekiyis, Atau
Melis. Melasti Atau Pemurnian Pratima (Dewa
Simbol) Dan Simbol Agama Hindu Di Pantai,
Segara, Atau Sungai.
Upacara Melasti ini dilakukan setahun
sekali, pada umumnya dilakukan tiga hari
sebelum hari Nyepi atau tergantung pada
aturan desa adat setempat. Pada perayaan
Melasti, umat Hindu di Indonesia
khususnya di Bali membawa  simbol suci
agama Hindu ke berbagai pantai dan
sungai yang ada di Bali. Setelah Melasti,
berbagai simbol suci, seperti tombak,
pretima, akan disthanakan bersama-sama
di Pura Desa hingga sehari / dua hari
setelah Nyepi. Terkadang, terdapat
kejadian yang unik, di mana ada umat
Hindu mengalami kesurupan (terjadinya
alam luar kesadarannya), menari dan
menangis.
Pada saat Melasti, berbagai pretima atau
benda yang disakralkan atau dikeramatkan
akan disucikan dengan cara dibawa ke laut,
sungai atau segara. Pada jaman dahulu,
berbagai benda ini diarak dengan diusung di
atas kepala. Namun kemudian, seiring
dengan perkembangan jaman, kearifan akal
budi manusia melakukan modifikasi dengan
membuat Jempana.

Jempana adalah sebuah tempat dimana berbagai


benda yang disakralkan umat Hindu dan akan
disucikan diletakkan disana. Pada perkembangan
berikutnya, Jempana diletakkan disebuah tempat yang
diberi roda agar mudah diarak menuju laut. Setelah
pretima disucikan, kemudian akan disemayamkan di
Pura Desa hingga sehari setelah hari raya Nyepi
berlalu, untuk kemudian berbagai pretima ini kembali
ditempatkan pada pura masing-masing.
Dan,
Dan, inilah
inilah sebagian
sebagian foto
foto yang
yang
memperlihatkan pelaksanaan
memperlihatkan pelaksanaan Melasti
Melasti se
se Desa
Desa
Adat Kerobokan,
Adat Kerobokan, yang
yang dilaksanakan
dilaksanakan pada,
pada,
Selasa, 20
Selasa, 20 Maret
Maret 2012,
2012, semenjak
semenjak pagi
pagi hari,
hari,  Para Pecalang, Atau Petugas Keamanan Yang
dibawah siraman
dibawah siraman hujan.
hujan. Berasal Dari Masyarakat Itu Sendiri Untuk
Menjaga Ketertiban Dan Keamanan Di Wilayah
Mereka Beserta Seluruh Anggotanya.
Seorang Pemangku dalam keadaan trance, atau tidak sadarkan diri, menari
dan melakukan gerakan tertentu, berbicara dengan bahasa yang kadang
tidak dimengerti.
Upacara Melasti Dalam Sudut Pandang Adat

Di Desa Pakraman Kerobokan melasti dilaksanakan


sebelum hari raya Nyepi yaitu 2 hari sebelum nyepi.
Biasanya upacara melasti mengambil start di pura
Desa/Puseh, dimana seluruh krama akan berkumpul di
pura desa guna menyiapkan sarana upakara untuk
dibawa saat melasti. Selain itu juga para
pendeta/pemangku mempersiapkan linggih/stana Ida
Bhatara yang dikemas dalam bentuk daksina dan
pralina akan diletakkan di pengogongan (terbuat dari
kayu). Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13.00
maka seluruh krama akan bersiap-siap untuk berjalan
ke pantai, diawali dengan pidato oleh bendesa adat
yang mengarahkan agar semua krama bersiap-siap
untuk memargi/berjalan.