Anda di halaman 1dari 52

Wirausaha

Oleh:
Hendra Wibiksana, ST., M.Kom

1
Pengertian Wirausaha

2
1. Pengertian Wirausaha
• Sebelum kita mulai, apa perbedaam di antara
2 kata berikut ini:
• Wirausaha
• Wiraswasta

3
1. Pengertian Wirausaha
• Secara etimologi, kata wirausaha terdiri dari
dua suku kata, “wira” dan “usaha”.
• Wira secara sederhana dapat diartikan sebagai
“orang”, sementara kata “usaha” artinya yakni
melakukan sesuatu seperti halnya yang
terdapat dalam kata “berusaha” atau
“mengusahakan”.

4
Kesimpulan
• Kata “usaha” merupakan kata kerja yang bisa
diubah menjadi kata benda sebagai
“Pengusaha”, “Perusahaan”, dan “wirausaha”
itu sendiri.
• Jika kata wira berarti orang dan kata usaha
berarti melakukan sesuatu, maka wirausaha
adalah orang yang melakukan sesuatu
• Lalu, apa bedanya dengan wiraswasta?

5
2. Pengertian Wirausaha menurut para Ahli
Ahli Definisi
D. Joseph Schumpeter Bagi Schumpeter, kebaruan merupakan hal yang mendasar
yang ada pada dunia wirausaha karena Schumpeter
berpendapat bahwa berwirausaha sama dengan melakukan
terobosan baru dalam bidang ekonomi.

Dengan kata lain, seorang wirausahawan merupakan kreator


dalam bidang ekonomi.
Fillion Bagi Fillion, imajinasi dan inovasi menjadi syarat mutlak bagi
wirausahawan karena melalui dua hal tersebut, seorang
wirausahawan bisa melihat dan membaca peluang serta
mengisi kekosongan yang ada dalam pasar.

Imajinasi dan inovasi ini memungkinkan seorang


wirausahawan untuk menciptakan kebaruan serta peluang
baru bagi dirinya sendiri dan orang lain.

6
2. Pengertian Wirausaha menurut para Ahli
Ahli Definisi
John J. Kao Bagi Kao, seorang wirausahawan adalah seseorang yang bisa
mengerahkan kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu
yang bisa mengundang hasrat konsumen untuk memiliki
produk yang ia ciptakan.

Dalam hal ini, seorang wirausahawan haruslah kreatif dan


inovatif.
Jose Carlos Jarilo Mossi berpendapat bahwa hal utama yang harus dimiliki
Mossi seorang wirausahawan yang pertama adalah kemampuan
untuk membaca peluang pasar, mengenali dan
menganalisanya untuk kemudian dijadikan metode dalam
penciptaan suatu produk yang akan berdaya saing di pasar.

7
2. Pengertian Wirausaha menurut para Ahli
Ahli Definisi
David Mc. Clelland Clelland masih sependapat dengan Schumpeter yang
menekankan bahwa kebaruan merupakan hal utama yang
harus dimiliki sebagai semangat dan landasan berpikir
seorang wirausahawan

• Oleh karenanya, dalam hal ini seorang


wirausahawan haruslah memiliki gagasan
kreatif, inovasi, imajinasi, kecerdasan serta
kemampuan analisa yang baik untuk
memulai usahanya.

8
3. Perbedaan Wirausaha dan
Wiraswasta
• Jika Anda mencari kata ‘wirausaha’ di Kamus Besar
Bahasa Indonesia, maka kata ini tidak akan ditemukan,
namun disandingkan dengan kata wiraswasta.
• Sementara kata wiraswasta itu sendiri menurut KBBI
adalah:
• “Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi
untuk mengadakan produk baru, memasarkannya, serta
mengatur permodalan operasinya.”

• Tapi akan berbeda artinya jika Anda mencari artinya di


kamus Oxford (Kamus bahasa Inggris).

9
3. Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta

• Dalam bahasa inggris, kata wirausaha setara


dengan kata entrepreneurship, sementara
kata wiraswasta setara dengan kata
entrepreneur.

10
Entrepreneurship
• Kata entrepreneurship itu sendiri menurut
kamus oxford adalah the activity of setting up
a business or businesses, taking financial risks
in the hope of profit
• Yang artinya kurang lebih adalah suatu
aktivitas untuk merancang bisnis dengan
modal untuk mendapatkan keuntungan

11
Entrepreneur
• Kata entrepreneur itu sendiri menurut kamus
oxford adalah, a person who sets up a business
or businesses, taking financial risks in the hope
of profit
• Yang artinya kurang lebih adalah seseorang
yang merancang suatu bisnis dengan modal
untuk mendapatkan keuntungan.

12
Kesimpulan
• Dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship
merupakan suatu aktivitas (proses dalam
menjalankan bisnis)
• Sedangkan entrepreneur adalah orang yang
menjalankan bisnis
• Dan keduanya berbeda, meskipun sangat
dekat dan saling berhubungan.

13
4. Tujuan Wirausaha
• Secara umum, tujuan utama dari wirausaha adalah
mendapatkan laba atau keuntungan yang sebesar-besarnya dari
modal yang telah dikeluarkan.
• Namun, ada beberapa hal yang menjadi tujuan dari wirausaha:
1. Tidak menggantungkan nasib sebagai karyawan
2. Menciptakan suatu produk dan memasarkannya
3. Menciptakan lapangan kerja
4. Menyalurkan ide
5. Memiliki keluarga baru
6. Membangun nama baik
7. Keluar dari zona nyaman

14
4.1 Tidak menggantungkan nasib sebagai
karyawan
• Menciptakan suatu usaha mandiri dan kreatif
di mana pengusaha tersebut tak
menggantungkan nasibnya kepada orang lain,
perusahaan lain, instansi tertentu sebagai
karyawan sehingga ia adalah bos dalam
usahanya sendiri.
• Sekecil apapun usaha yang ia mulai, ia adalah
seorang bos.

15
4.2 Menciptakan suatu produk dan
memasarkannya
• Menciptakan suatu strategi yang terkait dalam
penciptaan suatu produk dan pemasaran dari
produk tersebut
• Keberhasilan dalam hal ini, menjadi kepuasan
tersendiri yang barangkali jauh lebih berharga
daripada uang bagi sang pengusaha itu
sendiri.

16
4.3 Menciptakan lapangan kerja
• Tak jarang seorang pengusaha dalam proses
perkembangan usahanya, mampu menyedot
banyak tenaga kerja.
• Dalam hal ini, salah satu tujuan wirausaha
adalah menciptakan lapangan kerja dan turut
serta dalam menyejahterakan ekonomi
masyarakat.
• Hal ini juga mampu menjadi kepuasan tersendiri

17
4.4 Menyalurkan ide
• Menyalurkan ide kreatif dalam merancang
suatu produk
• Apabila produk tersebut ternyata bermanfaat
dan dibutuhkan oleh konsumen, tentu hal
tersebut juga membanggakan.
• Apalagi jika produk tersebut merupakan
produk baru yang belum pernah ada
sebelumnya

18
4.5 Memiliki keluarga baru
• Ada juga seorang pengusaha menciptakan suatu
perusahaan hanya demi ingin merasakan memiliki
sebuah keluarga besar, di mana ia adalah seorang
bos atau sang ayah dalam perusahaan yang
menghidupi orang-orang yang bekerja di dalamnya.
• Kita bisa menemukan banyak perusahaan yang
menanamkan konsep keluarga dalam hubungan
antar pekerja dengan perusahaan, sehingga
kehidupan kerja dalam perusahaan tersebut berjalan
harmonis dan menyenangkan.
19
4.6 Membangun nama baik
• Ada juga seorang wirausaha mewujudkan
usahanya demi nama baik
• Ia menjadi seseorang yang dipandang sebagai
panutan dalam masyarakat atas keberhasilan
usahanya

20
4.7 Keluar dari zona nyaman
• Selain itu, salah satu tujuan wirausaha lainnya adalah untuk
melampaui batasan dirinya atau biasa orang sebut dengan
keluar dari zona nyaman.
• Berwirausaha tak hanya bertujuan untuk mencari uang
dengan cara memperbesar lingkup dan jenis usahanya,
namun semata-mata demi kepuasan atas pencapaian
prestasinya, di mana ia bekerja siang dan malam untuk
mengurus semua perusahaannya.
• Tentu ini sangat unik karena ia sudah sangat kaya raya,
namun masih saja memutarkan uangnya untuk
memperlebar jangkauan usahanya.

21
5. Ciri-ciri Wirausaha
Terdapat lima ciri-ciri yang biasa ditemukan
pada seorang wirausahawan sukses, yaitu:
1. Berani mengambil risiko
2. Kreativitas
3. Rajin, tekun dan ulet
4. Pencipta metode baru
5. Pintar membaca peluang

22
5.1 Berani mengambil risiko
• Seorang wirausahawan sejati, sebagaimana
wiro sableng, ia adalah seorang pendekar
dalam dunia bisnis yang memiliki keberanian
tinggi untuk menanggung risiko bangkrut
total.
• Keberanian menjadi hal utama yang menjadi
ciri seorang wirausahawan sejati

23
5.2 Kreativitas
• Selain keberanian, kreativitas menjadi salah
satu ciri utama dari seorang wirausahawan.
• Di mana melalui kreativitasnya, ia bisa
melakukan inovasi atau terobosan baru dalam
dunia bisnis, baik dari segi penciptaan produk
ataupun cara memasarkannya.

24
5.3 Rajin, tekun dan ulet
• Hal yang tak kalah penting yang harus dimiliki seorang
wirausahawan adalah rajin, tekun, sabar dan ulet.
• Bagaimanapun juga, menciptakan suatu usaha baru
bukan hal yang mudah dan instan.
• Butuh waktu lama untuk mengembangkan usaha
tersebut mulai dari nol hingga berhasil menjadi
sebuah perusahaan yang besar.
• Tanpa semangat untuk rajin, tekun, sabar dan ulet,
mustahil usaha tersebut akan berjalan dengan baik.

25
5.4 Pencipta metode baru
• Seorang wirausahawan berbeda dengan seorang pedagang.
• Hal penting dalam wirausaha adalah penciptaan metode
baru dalam berbisnis yang diturunkan dalam bentuk
produk baru, sistem kerja, atau metode pemasaran.
• Sementara seorang pedagang, boleh dibilang hanya
memutarkan uang dengan membeli produk dan menjual
produk tersebut dengan harga lebih.
• Penjual makanan pun bisa disebut sebagai wirausaha,
sejauh kemudian penjual tersebut melakukan proses
produksi penciptaan makanan dan memasarkannya.

26
5.5 Pintar membaca peluang
• Seorang wirausahawan adalah pembaca peluang
• Ia mengisi kekosongan dalam pasar.
• Oleh karenanya wirausaha identik dengan
kebaruan
• Setidaknya, ia memulai hal baru di suatu wilayah
tertentu.
• Dan bisa jadi hal baru tersebut menjadi inspirasi
bagi orang lain untuk mencari rezeki.

27
6. Sifat Wirausaha
Lima sifat ini harus kamu miliki jika kamu
bercita-cita menjadi wirausaha yang sukses:
1. Jujur
2. Mempunyai komitmen tinggi
3. Pantang menyerah
4. Disiplin
5. Future oriented

28
6.1 Jujur
• Jujur adalah sifat wirausahawan sejati, karena
kejujuran inilah yang menjadikannya seorang
pengusaha sukses.
• Bukankah banyak pembohong yang sukses?
Benarkah?
• Kebohongan hanya akan membawa keuntungan yang
sifatnya sementara.
• Berperilaku tidak jujur dalam berwirausaha ibarat bom
waktu yang akan menghancurkan dirinya sendiri suatu
hari nanti.
29
6.2 Mempunyai komitmen tinggi
• Berkomitmen tinggi menjadi sifat seorang
wirausahawan sukses.
• Tanpa komitmen, maka ia akan menyerah ketika mulai
berhadapan dengan rintangan bisnis yang akan selalu
ada dalam proses perjalanannya.
• Komitmen ini nantinya akan bergandengan dengan
tujuannya dalam menciptakan suatu usaha
• Komitmen ini ibarat energi yang selalu menyala dan
membuat wirausahawan tersebut selalu bersemangat
untuk mewujudkan tujuan dan cita-citanya
30
6.3 Pantang menyerah
• Pantang menyerah, sejalan dengan komitmen,
menjadi suatu perisai bagi wirausahawan
untuk menghadapi masa-masa sulit dalam
proses usaha yang ia lakukan.
• Seorang wirausahawan sukses bukanlah orang
yang lembek dan cengeng, melainkan orang
yang terus-menerus berupaya mewujudkan
mimpinya.

31
6.4 Disiplin
• Disiplin merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki
oleh seorang wirausahawan.
• Disiplin ini terkadang menjadi hal yang disepelekan, mengingat
wirausahawan adalah bos dalam usahanya sendiri sehingga ia
terlena, merasa sebagai bos sehingga ia bisa berbuat sesuka hati.
• Jika demikian, maka usahanya tak akan berumur panjang.
• Justru seorang wirausahawan sejati harus memiliki kedisiplinan
yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan karyawannya (apabila
ia punya)
• Dan dengan demikian, ia menjadi contoh sekaligus menjadi
penyemangat dalam perusahaan.

32
6.5 Future oriented
• Seorang wirausahawan selalu bersifat future oriented
atau berorientasi ke depan.
• Apa yang ia lakukan hari ini adalah tahap-tahap untuk
mempersiapkan masa depan
• Jika ia hanya memikirkan apa yang ia lakukan untuk
hari ini saja, maka usahanya tak akan pernah maju dan
stagnan di satu titik.
• Sebaliknya, jika ia selalu memandang ke depan,
melihat peluang dan mencurahkan segala daya
kreatifnya, maka usahanya akan semakin besar.
33
7. Konsep Wirausaha
• Dari semua uraian 4-6 di atas, maka Anda sebenarnya
sudah mengenali sebagian dari konsep dasar wirausaha.
• Berikut ini merupakan catatan dan langkah-langkah
untuk memulai berwirausaha:
1. Lakukan observasi lapangan
2. Cari ide usaha
3. Mulailah berhitung
4. Carilah modal
5. Buatlah agenda kerja

34
7.1 Lakukan observasi lapangan
• Sebagaimana telah disebutkan di bagian sebelumnya, berwirausaha membutuhkan
kejelian untuk melihat peluang, melakukan analisis pasar, dan selanjutnya adalah
menyusun ide.
• Observasi lapangan ini sangat diperlukan sebelum memulai berwirausaha.
• Apa saja yang dilakukan dalam observasi lapangan?
1. Untuk mendapatkan data pasar
2. Barang apa saja yang beredar di pasar?
3. Jenis produk apakah yang dibutuhkan oleh konsumen?
4. Jenis produk apakah yang laris manis?
5. Bagaimana situasi pasar di wilayah yang akan kamu jadikan ladang?
6. Bagaimanakah kecenderungan konsumsi masyarakat di wilayah yang akan kamu
jadikan target usaha?
7. Apa saja yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat, namun belum ada di pasaran?
8. Dan lain sebagainya

35
7.2 Cari ide usaha
• Dari proses observasi lapangan, tentu kamu
punya banyak sekali ide.
• Atau barangkali ide tersebut sudah ada terlebih
dahulu sebelum observasi lapangan dimulai
• Maka pada tahapan ini, Anda tinggal
mematangkan idemu saja dengan berpedoman
pada data-data lapangan serta analisis yang
kamu lakukan.

36
7.3 Mulailah berhitung
• Dari ide tersebut, saatnya kemudian mulai berhitung, terutama
pada persiapan buat modal usaha, modal produksi, modal
pemasaran, sekaligus keuntungan (dibayangkan) dari penjualan.
• Meski barangkali usaha yang akan dijalankan berskala kecil,
namun bisa jadi rencana tersebut membutuhkan pekerja yang juga
harus digaji.
• Selalu buatlah catatan/pembukuan untuk menghitung sekecil
apapun pengeluaran dalam proses usaha. Hal ini tak boleh
diabaikan karena akan menjadi kebiasaan buruk.
• Bagaimanapun juga, justru pengeluaran kecil-kecil tersebut akan
sering muncul dan apabila dikumpulkan, tentunya akan muncul
angka yang lumayan besar.

37
7.4 Carilah modal
• Modal bisa didapat dari dana pribadi (apabila cukup)
dan dari dana pinjaman
• Apabila kita mendapatkan dana dari pinjaman, maka
sebaiknya kita harus bijaksana dalam mengatur
pengeluaran.
• Biasakan untuk hemat dan mengoptimalkan yang
sudah ada.
• Belanjalah apa yang benar-benar dibutuhkan dan yang
tidak kalah penting, kita harus pandai-pandai
berhitung dalam hal ini.
38
7.5 Buatlah agenda kerja
• Pada bagian ini, wirausahawan memasuki 4 sub tahapan:
1. Tahap memulai proses
2. Melaksanakan proses
3. Mempertahankan usaha; dan
4. Mengembangkan usaha
• Pada tiap-tiap tahap tersebut, ada baiknya dibuat suatu agenda kerja di
mana dalam satu bulan misalnya, tiap hari ada hal yang dikerjakan dan
hal tersebut telah dijadwalkan jauh-jauh hari.
• Meski demikian, agenda ini haruslah fleksibel mengingat kondisi lapangan
tidak menentu.
• Dengan adanya agenda kerja ini, maka diharapkan target akan terpenuhi
tepat waktu sekaligus cara ini merupakan salah satu cara untuk melatih
disiplin.

39
7.5.1 Tahap memulai proses
• Pada tahap memulai proses, umumnya kita akan berbelanja dan barangkali akan menyewa
orang untuk mengerjakan sesuatu, seperti misalnya mendirikan bangunan usaha dan lain
sebagainya.
• Meski hal ini bisa dipasrahkan sepenuhnya pada orang yang kita sewa, ada baiknya kita selalu
mengawasi dan menjadi mandor lapangan untuk meminimalisir kesalahan kerja yang
berakibat pada pembengkakan biaya.
• Pada tahap tersebut, kita juga akan mulai untuk belanja.
• Dan sebelumnya surveilah berbagai jenis toko yang menjual barang yang kita butuhkan, guna
menemukan toko yang menjual barang dengan harga yang paling murah untuk barang yang
sama.
• Bilamana membutuhkan iklan, maka pada tahap ini iklan sudah harus dibuat atau setidaknya
direncanakan dengan matang dan akan tersebar luas sebelum kita memasarkan produk kita.
• Iklan bisa berupa macam-macam dari yang murah hingga yang mahal
• Tentu kita harus mempelajari juga jenis-jenis iklan yang efektif untuk usaha kita masing-
masing.
• Hal-hal semacam ini sebaiknya juga dimasukkan dalam agenda kerja

40
7.5.2 Melaksanakan proses
• Selanjutnya, tahap menjalankan usaha
barangkali merupakan tahap yang
menentukan.
• Pada titik ini kita akan tahu kenyataan yang
sebenarnya dari yang sebelumnya hanya ada
dalam imajinasi kita

41
7.5.3 Mempertahankan usaha
• Sejalan dengan jenis usaha pada umumnya, tahap
awal merupakan ujian untuk mengetahui sejauh mana
kita bisa bertahan dan bagaimana cara mengatasi
saat-saat sulit, mengingat hal baru belum tentu selalu
diminati oleh konsumen.
• Namun apabila kita telah matang rencananya di awal
terkait dengan produk yang akan kita pasarkan, tentu
masalah ini hanya masalah waktu.
• Kuncinya adalah buatlah produk yang sekiranya
dibutuhkan oleh masyarakat
42
7.5.4 Mengembangkan usaha
• Tahap selanjutnya, yakni mengembangkan usaha, adalah
satu-satunya cara agar kita tak berhenti di satu titik.
• Tahap ini tentu bila kita telah berhasil dengan usaha
yang kita jalankan.
• Godaan dari keberhasilan menjalankan usaha adalah
untuk segera menikmati hasilnya.
• Sebaiknya kita tunda dahulu, gunakan keuntungan usaha
sebagai modal untuk mengembangkan usaha tersebut.
• Dengan demikian, keuntungan yang akan kita peroleh
akan berlipat ganda.

43
8. Keuntungan dan Kerugian Wirausaha

• Dalam berwirausaha tentu ada keuntungan


dan kerugian

No 1. Keuntungan 2. Kerugian
a Menjadi Bos Risiko bangkrut
b Memiliki kebebasan Kerja keras
c Kepuasan Penghasilan hanya dari laba
d Laba bersih usaha

44
8.1.a Menjadi Bos
• Meskipun kita hanya menjalankan bisnis
kerupuk singkong, misalnya, dan hal tersebut
terlihat sepele dan tak bergengsi.
• Namun dalam berwirausaha, sebetulnya kita
adalah Bos yang tak tunduk kepada atasan
atau instansi kerja sebagaimana menjadi
karyawan swasta atau pegawai negeri.
• Seharusnya kita bangga dengan hasil kreasi
sendiri, sekecil apapun usahanya.

45
8.1.b Memiliki kebebasan
• Berwirausaha, kita tak perlu tunduk pada waktu
sebagaimana pegawai kantoran, misalnya, yang harus
bangun pagi untuk berangkat kerja dan selalu was-was
bilamana ia kena PHK.
• Kebebasan dalam wirausaha tidak hanya dalam hal
waktu, namun juga perilaku dan bahkan kebebasan
untuk mengelola laba usaha.
• Namun demikian, kebebasan ini juga bisa menjadi
bumerang apabila kita tak memanfaatkannya secara
bijaksana.
46
8.1.c Kepuasan
• Berhasil dalam menjalankan usaha sendiri,
memiliki nilai kepuasan yang tak bisa
disandingkan dengan menerima upah atau gaji
kerja.
• Kepuasan ini lahir dari keberhasilan proses dan
pencapaian kita menembus rasa takut untuk
memulai sesuatu
• Karena bagaimanapun juga, berwirausaha
sangat dekat dengan risiko bangkrut.
47
8.1.d Laba bersih usaha
• Tidak seperti karyawan atau pegawai yang
memiliki gaji pasti
• Dalam berwirausaha, laba kita tak menentu,
kadangkala di bawah target dan kadang jauh
di atas melebihi target.
• Yang jelas, laba bersih ini adalah milik kita
sendiri.

48
8.2.a Risiko bangkrut
• Bangkrut merupakan risiko yang tak bisa
dihindarkan, apabila kita teledor dalam
menyusun dan merencanakan suatu usaha.
• Sekalinya kita bangkrut, hal ini kadang menjadi
momok yang membuat kita trauma untuk
memulainya kembali.
• Namun demikian, setiap wirausahawan
sukses, selalu berangkat dari kegagalan.

49
8.2.b Kerja keras
• Bukan berarti ketika kita menjadi Bos, maka
kita bisa bersantai.
• Kita harus terus menerus kerja keras dan tidak
lengah agar usaha kita tetap berjalan dan bisa
berkembang.

50
8.2.c Penghasilan hanya dari laba
• Sekalinya kita tak bijak dalam mengelola laba,
maka petaka akan mengintai.
• Adakalanya laba kita sedikit dan adakalanya
banyak.
• Jangan boros dan jangan berlebihan.
• Selalu buatlah tabungan untuk berjaga-jaga
pada masa-masa sulit untuk mempertahankan
usaha yang kita jalankan.

51
Penutup
• Sebagai penutup, menjadi seorang wirausahawan
merupakan tantangan untuk merubah mental kita.
• Tak bisa kita memungkiri, kita semua cenderung
akan memilih hidup aman dengan bergantung pada
suatu perusahaan atau institusi untuk bekerja.
• Berwirausaha ibarat berpetualang dalam mencari
rezeki dan bertahan hidup, selalu ada hal baru asal
kita selalu bergerak untuk menuangkan kreativitas
kita dalam bentuk usaha.

52