Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 3

KEMISKINAN DAN KESENJANGAN


PENDAPATAN

Nama Anggota :
1. Hadyan Putra (2018335002)
2. Eka Mayasari (2018335009)
3. Humarotul Sa’diyah (2018335010)
4. Fei Lie (2018335003)
5. Ahmad Maftuhan (2017330011)
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
PENDAPATAN
Kemiskinan : Keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk
memenuhgi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat
berlindung, pendidikan & kesehatan. (Disebabkan oleh kelangkaan
alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan san pekerjaan.
Kesenjangan Ekonomi : Gejala yang timbul di dalam masyarakat
karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang
lainnya diantara masyarakat yang hidup di sebuah wilayah tertentu.
Distribusi pendapatan : Suatu konsep yang menjawab pertanyaan
apakah PDB dari suatu negara telah terdistribusi secara merata ke
seluruh penduduknya atau hanya terdistribusi ke golongan kaya saja.
KEMISKINAN

Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di


dalam distribusi pendapatan, yang biasanya dapat didefinisikan di
dalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang
dimaksud. Kemiskinan relatif di ukur sebagai suatu proporsi dari
tingkat pendapatan rata-rata per kapita.

Kemiskinan absolut adalah derajat dari kemiskinan di bawah,


dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup
tidak dapat terpenuhi
Hubungan Antara Pertumbuhan dan
Kesenjangan

Hubungan mengenai laju pertumbuhan ekonomi


dengan tingkat kesenjangan dalam distribusi
pendapatan

semakin tinggi pertumbahaan PDB atau semakin


besar pendapatan per kapita semakin besar
perbedaan antara kaum miskin dan kaum kaya
Hubungan Antara
Pertumbuhan dan Kemiskinan

korelasi antara pertumbuhan pendapatan per kapita dan


tingkat kemiskinan tidak berbeda dengan kasus
pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan dalam
distribusi pendapatan

Mengikuti hipotesis Kuznets, pada tahap awal dari proses


pembangunan, tingkat kemiskinan cenderung meningkat,
dan pada saat mendekati tahap akhir dari pembangunan
jumlah orang miskin berangsur-angsur berkurang
Beberapa Indikator Kesenjangan
Dan Kemiskinan

Yang sering digunakan dalam literatur adalah dari kelompok pendekatan


pertama dengan tiga alat ukur, yakni :
1. The Generalized Entropy (GE)
2. ukuran Atkinson
3. koefisien Gini
Beberapa Indikator Kesenjangan
Dan Kemiskinan
Ada cara pengukuran lainnya yang juga umum di gunakan terutama
oleh Bank Dunia, adalah dengan cara jumlah penduduk dikelompokan
menjadi tiga grup: 40% penduduk dengan pendapatan rendah, 40%
penduduk dengan pendapatan menengah, dan 20% penduduk dengan
pendapatan tinggi dari jumlah penduduk.

Menurut kriteria Bank Dunia, tingkat ketidakmerataan dalam


distribusi pendapatan dinyatakan tinggi, apabila 40% dari penduduk
berpendapatan rendah menerima lebih kecil dari 12% dari jumlah
pendapatan. Tingkat ketida merataan sedang, apabila kelompok
tersebut menerima 12% sampai 17% dari jumlah pendapatan;
sedangkan ketidakmerataan rendah, apabila kelompok tersebut
menerima lebih besar dari 17% dari jumlah pendapatan.
Penemuan Empiris
1. Distribusi Pendapatan
Perubahan pola distribusi pendapatan di pedesaan dapat disebabkan oleh
faktor-faktor berikut ini.
a. Akibat arus penduduk dari desa ke kota
b. Struktur pasar dan besarnya distorsi yang berbeda di pedesaan dengan di
perkotaan
c. Dampak positif dari proses pembangunan ekonomi nasional
- Semakin banyak kegiatan-kegiatan ekonomi di pedesaan di luar sektor
pertanian
- Tingkat produktivitas dan pendapatan di sektor pertanian meningkat
- Potensi SDA yang ada di pedesaan semakin baik dimanfaatkan oleh penduduk
desa.
Penemuan Empiris
2. Kemiskinan
Kemiskinan bukan hanya masalah indonesia, tetapi merupakan masalah dunia. Di
Indonesia, kemiskinan merupakan salah satu masalah besar, terutama melihat
kenyataan bahwa laju pengurangan jumlah orang miskin di tanah air berdasarkan
garis kemiskinan yang berlaku jauh lebih lambat dibandingkan laju pertumbuhan
ekonomi dalam kurun waktu sejak Pelita 1 hingga 1997.

Di wilayah ini kemiskinan disebabkan karena :


1. Iklim dan kondisi tanah yang tidak mendukung kegiatan pertanian ( kering dan
gersang),
2. Pertikaian antar suku yg tidak ada henti-hentinya,
3. Manajemen ekonomi makro yang buruk dan
4. Pemerintahan yg bobrok
Kebijakan Anti Kemiskinan

Untuk mengetahui kenapa diperlukan kebijakan


anti kemiskinan dan distribusi pendapatan, perlu
di ketahui bagaimana hubungan amaliah antara
pertumbuhan ekonomi,kebijakan, kelembagaan,
dan penurunan kemiskinan.

Kebijakan antikemiskinan dan distribusi


pendapatan mulai muncul sebagai salah satu
kebijakan penting dari lembaga  dunia seperti
Bank Dunia, ADB, UNDP, ILO dll.
Sedangkan intervensi jangka menengah dan panjang yang
penting adalah sebagai berikut:

• Pembangunan / penguatan sektor swasta


• Kerjasama regional
• Manajemen pengeluaran pemerintah ( APBN) dan
Administrasi
• Desentralisasi
• Pendidikan dan kesehatan
• Penyediaan Air bersih dan pembangunan perkotaan
• Pembagian tanah pertanian yang merata.
KELOMPOK 3