Anda di halaman 1dari 27

PEMBANGKIT LISTRIK

TENAGA MIKRO HIDRO

Nada Syadza Azizah _I0718025


Definisi PLTMH
Mikro hidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang
menggunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya
(resources) penghasil listrik adalah yang memiliki kapasitas aliran dan ketinggian
tertentu serta instalasi.
Pembangkit listrik kecil yang dapat menggunakan tenaga air pada saluran irigasi
dan sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head,
dalam m) dan jumlah debit airnya (m3/detik) (Riadi, 2016).
Prinsip Kerja PLTMH
Prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah debit air per detik yang
ada pada aliran air saluran irigasi, sungai atau air terjun. Aliran air ini akan
memutar poros turbin sehingga menghasilkan energi mekanik. Energi ini
selanjutnya menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.
Pembangkit listrik tenaga mikro hidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air
(head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang
dapat diubah menjadi energi listrik.
Prinsip Kerja PLTMH
Komponen – Komponen PLTMH
1. Bendungan (Weir) 
Untuk membelokkan arah aliran air. Konstruksinya bertujuan untuk menaikkan dan mengontrol
tinggi air dalam sungai secara signifikan sehingga elevasi muka air cukup untuk dialihkan ke
dalam intake pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
2. Saluran Penyadap (Intake) 
Saluran penyadap adalah bagian dari konstruksi sipil yang digunakan untuk masuknya air dari
sungai menuju saluran pembawa dengan dilengkapi penghalang sampah.
3. Saluran Pembawa (Headrace) 
Saluran pembawa berfungsi untuk mengalirkan air dari intake sampai ke kolam penenang.
4. Saluran Pelimpah (Spillway) 
Saluran pelimpah berfungsi untuk mengurangi kelebihan air pada saluran pembawa.
5. Kolam Penenang (Forebay) 
Kolam penenang berfungsi untuk mengendapkan dan menyaring
kembali air agar kotoran tidak masuk dan merusak turbin. Selain itu,
kolam penenang ini juga berfungsi untuk menenangkan aliran air yang
akan masuk ke dalam pipa pesat.
6. Pipa Pesat (Penstock) 
Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk
mengalirkan air dari kolam penenang (forebay) menuju turbin air.
7. Rumah Pembangkit (Power House) 
Pada rumah pembangkit ini terdapat turbin, generator dan peralatan
lainnya. Bangunan ini menyerupai rumah dan diberi atap untuk
melindungi peralatan dari hujan dan gangguan-gangguan lainnya.
8. Saluran Pembuang (Tailrace) 
Saluran pembuang berfungsi untuk mengalirkan air keluar setelah
memutar turbin.
9. Turbin 
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi
mekanik. Air akan memukul sudu-sudu dari turbin sehingga turbin
berputar. Perputaran turbin ini dihubungkan ke generator.
10. Generator 
Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox,
memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet di
dalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang
membangkitkan arus AC.
13. Jaringan Distribusi 
Jaringan distribusi terdiri dari kawat penghantar, tiang, isolator, dan
transformator. Isolator digunakan untuk memisahkan bagian-bagian yang
aktif atau bertegangan jika penghantar yang digunakan merupakan
konduktor tanpa isolasi.
Gambaran komponen PLTMH
Sistem Pada PLTMH
– Sistem pengendalian governor dan electronic load controller (ELC). Sistem
pengendalian governor merupakan sistem pengendalian aliran air yang masuk
kedalam turbin sedemikian rupa sehingga kecepatan putaran turbin terjaga
konstan saat terjadi fluktuasi perubahan beban generator, sehingga tegangan
dan frekuensi tetap stabil.
– Dilakukan dengan cara mengatur posisi injector agar jumlah aliran air yang
masuk ke turbin dapat diatur sesuai dengan perubahan beban pada generator,
sehingga kecepatan turbin dan generator tetap terjaga konstansi tetap terjaga
stabil.
Sistem pengendalian electronic load controller pada PLTMH
Pemanfaatan PLTMH
– Menjadi solusi terhadap keterbatasan suplai listrik di Pulau Papua, termasuk
Papua Barat, baik untuk masa sekarang bahkan masa mendatang.
– PLTMH dapat dimanfaatkan untuk daerah-daerah terpencil yang sama sekali
belum mendapat pasokan listrik. Sehingga dengan mengembangkan PLTMH
pemerataan kesempatan untuk mendapatkan kue pembangunan dan Informasi
lebih cepat tercapai.
– Memasok wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik maupun wilayah yang
tidak mempunyai sumber bahan bakar lain.
Kelebihan PLTMH
– Biaya operasional relatif murah karena berasal dari energi terbarukan sehingga
penggunaan turbin sangat menguntungkan untuk penggunaan dalam waktu yang lama
– Turbin–turbin pada PLTMH dapat dioperasikan atau dihentikan pengoperasiannya setiap
saat
– Dengan perawatan yang baik, turbin dapat beroperasi dalam waktu yang cukup lama
– Sumber energi yang digunakan adalah energi air sehingga tidak mengakibatkan
pencemaran udara dan air
– Meningkatkan kegiatan perekonomian sehingga diharapkan dapat menambah
penghasilan masyarakat.
– PLTMH yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber PADes (Pendapatan Asli Desa).
Kekurangan PLTMH
– Tidak semua aliran air dapat digunakan untuk pembangunan PLTMH.
– Masa persiapan suatu proyek PLTMH pada umumnya memakan waktu yang cukup
lama sehingga untuk pembuatan memerlukan biaya yang cukup besar.
– Sumber energi yang digunakan (air) sangat dipengaruhi oleh iklim atau curah hujan.
– Faktor debit aliran sangat menentukan.
– Beberapa jenis turbin air sangat sensitif terhadap fluktuasi debit air.
– Perlu konservasi daerah tangkapan air, terutama di daerah hulu sungai
– Biaya investasi pembangunan masih relatif mahal
Pengolahan Limbah
– Pada PLTMH mengeluarkan suara bising yang dapat mengganggu warga di
sekitar PLTMH. Hal ini dikarenakan pada turbin yang berputar terus-menerus
sehingga mengakibatkan adanya energi losses berupa gesekan.
– Pada pembuangan limbah berupa lumpur pekat atau pasir-pasir yang
mengendap dari saluran penyadap yang dibuang ke sungai/ dasar sungai
mengakibatkan banyak budidaya ikan yang terkena imbas karena kematian
sejumlah ikan karena airnya tercemari oleh lumpur pekat.
Pembangkit Listrik Tenaga Fuel Cell
– Klik Lanjut

LANJUT
PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA FUEL CELL

Nad Syadza Azizzah (I0718025)


Definisi Pembangkit
Pembangkit tenga Fuel Cell adalah pembangkit yang dimana menggunakan fuel
cell sebagai sumber tenaga. Fuel cell ini adalah sel elektrokimia yang mengubah
energi kimia dari bahan bakar biasanya hidrogen dan zat pengoksidasi seperti
oksigen menjadi listrik melalui sepasang reaksi redoks/ elektrokimia.
Proses dan Prinsip Kerja Pembangkit
Bahan utama akar disuplai ke tumpukan Fuel Cell tempat metana (CH4) dari
bahan bakar direformasi secara internal untuk menghasilkan hidrogen (H2) dan
karbon dioksida (CO2). Bahan bakar bekas (CO2) keluar dari anoda dan
dikonsumsi untuk memasok oksigen (O2) dan CO2 ke katoda. Panas dan uap air
(H2O) akan keluar dari katoda. Reaksi elektrokimia yang dihasilkan dalam anoda
dan katoda Fuel Cell akan menghasilkan daya arus searah (DC).
Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Fuel Cell
Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Fuel Cell
Ada tiga sub komponen pembangkit tenaga fuel cell:
– Fuel cell processor berguna untuk tempat masuknya natural gas dan oksigen.
– Fuel cell Power Section, tempat dimana terjadi perubahan energi kimia menjadi
energi listrik
– Power conditioner berfungsi sebagai pengubah listrik DC menjadi AC
Sistem pada Pembangkit
Sistem pada Pembangkit
– Fuel processor akan menerima natural gas dan oksigen dari lingkungan dan
akan memberikannya kepada fuel cell power section. Fuel processor juga akan
menerima uap air dan panas hasil proses eketrokimia.
– Fuel cell power section akan mengkonversi hydrogen dan oksigen menjadi listrik
dan uap air. Listrik yang dihasilkan adalah berupa listrik searah atau DC
– Power conditioner akan mengubah energi listrik DC menjadi AC, lalu akan
menghubungkannya ke grid.
Pemanfaatan Pembangkit
Fuel Cell Power plant dapat digunakan seperti power plant pada umumnya
yakni untuk komersial, industry, perumahan dan pembangkit listrik cadangan.
Fuel Cell sangat berguna sebagai sumber daya di lokasi terpencil, seperti
pesawat ruang angkasa, stasiun cuaca yang lokasinya terpencil, proyek besar,
pusat komunikasi, lokasi pedesaan, stasiun penelitian, dan dalam aplikasi
militer tertentu.
Kelebihan Pembangkit
– Fuel Cell tidak memiliki bagian yang bergerak dan tidak melibatkan
pembakaran, dalam kondisi ideal mereka dapat mencapai efisiensi hingga
99.9999%
– Dapat menyimpanan energi dalam skala besar
– Dapat menghemat energi antara 40% sampai dengan 60%, jika dibandingkan
dengan pembangkit konvensional yang hanya 20%
– Mengeluarkan sedikit polusi (selain CO2) sebanyak 28.34 gr per 1MWh, jika
dibandingkan dengan pembangkit konvensional 11400 gr per 1MWh
Kekurangan Pembangkit
– Sistem pembangkit listrik tenaga fuel cell menggunakan salah unsur katalis
(platinum) untuk memperlancar proses elektrokimia, namun unsur katalis ini
cenderung mahal.
– Kurangnya infrastruktur pendistribusian hydrogen sebagai bahan utama.
– Hidrogen masih mahal untuk diproduksi dan tidak tersebar secara luas
– Sampai saat ini banyak teknologi fuel cell yang tersedia, namun masih dalam
tahap prototipe dan belum divalidasi
Pengolahan Limbah
– Fuel Cell dapat menggunakan dengan gas berkualitas rendah, baik itu dari
tempat pembuangan sampah sekalipun atau dari pabrik pengolahan air
limbah untuk menghasilkan daya dan menurunkan emisi metana.
– Pada proses elektrolisis juga tidak mengeluarkan banyak polusi, kebayakan
hanya berupa uap air saja.
Thank you.

@syadzanad