Anda di halaman 1dari 22

VIRUS

AS SYIFA PUTRI 201904004


AZZAHRA SUBAGIYO 201904006
ECA AMELIA PUTRI 201904012
FITRI INDRIANI 201904015
MUHAMMAD FADHIEL IKHSAN 201904024
NURUL IZZAH RIANI 201904029
STEVANI HANA MARUMATA 201904037
YUNITA DWI PREHATIN 201904044
 
VIRUS
 STRUKTUR VIRUS
 MORFOLOGI VIRUS
 TAKSONOMI VIRUS
 ISOLASI VIRUS
 KULTIVASI VIRUS
 IDENTIFIKASI VIRUS
 MULTIPLIKASI VIRUS
 VIRUS DAN KANKER
 HIV
 PRION
 VIRUS TANAMAN & VIROID
VIRUS
Virus merupakan kesatuan yang mengandung asam
nukleat DNA atau RNA, mengandung protein
selubung ( coat protein ).
STRUKTUR VIRUS
 Asam nukleat virus berupa RNA atau DNA
 Beruntai tunggal / single stranded ( ss ) ataupun beruntai ganda /
double standed ( ds ). Sehingga dikenal kelompok famili virus ssRNA,
dsRNA, ssDNA, dsDNA.
 Asam nukleat virus dapat berbentuk linier ataupun sirkuler
 Kapsid adalah susunan protein yang mengelilingi asam nukleat virus
 Struktur kapsid sangat ditentukan oleh asam nukleat virus.
 Kapsid tersusun atas subunit-subunit protein yang disebut kapsomer.
 Kapsid ditutupi oleh sampul (envelope). Sampul atau selaput (envelope)
dapat ditutupi oleh struktur paku (spike)
 Spike dapat berperan pada proses perlekatan virus pada sel inang.
 Virus dengan kapsid yang tidak tertutup oleh envelope disebut virus
telanjang.
MORFOLOGI VIRUS
1. VIRUS HELIKS
 Mempunyai bentuk batang yang panjang ,
dapat bersifat kaku maupun fleksibel
 Asam nukleat virus ditemukan
didalam lekuk kapsid silinder
 Contoh : virus rabies dan
virus ebola hemorrhagoc fever
2. VIRUS POLIHEDRAL
 Punya banyak sisi
 Kapsid berbentuk ikosahedon,
polihedrol reguler dengan 20
permukaan triangular dan 20 sudut
 Kapsomer disetiap permukaan
berbentuk segitiga sama sisi
 Contoh : adenovirus, polivirus
3. VIRUS BERSAMPUL( enveloped )
 Berbentuk bulat
 Bila virus heliks dan polihedral
ditutupi oleh envelope / sampul ,
maka virus itu disebut virus heliks
bersampul ( enveloped helical virus )
atau virus polihedral bersampul
( enveloped polyhedral virus)
 Contoh : virus influenza, HIV
4. VIRUS KOMPLEKS ( complex virus )
 Memiliki struktur yang
kompleks ( complicated )
 Contoh : balteriofag, kapsid
berbentuk polihedral dengan
tail sheath berbentuk helix
 Contoh : poxvirus , kapsid
berbentuk tidak jelas ( tidak jels terlihat )
dengan protein selubung ( coat protein )
di sekeliling asam nukleat
TAKSONOMI VIRUS
Virus yang paling tua didasarkan atas symptomatology yang
menyebabkan system penyakit pada tidak banyak diterima oleh para
ilmuan pernapasan. System klasifikasi ini relative mudah, namuntidak
banyak diterima oleh para ilmuan karena ada beberapa virus yang
menyebabkan lebih dari satu macam penyakit. Tergantung dari jaringan
yang terinfeksi. Pada tahun 1966 para peneliti virus akhirnya membuat
system klasifikasi baru dengan membentuk internasioanlal committee on
the taxsonomy of virüses (ictv).
Ictv mengkelompokan virus menjadi beberapa family (suku)
berdasarkan:
1. Tipe asam nukleat dan
2. Strategi replika dan
3. Morfologi

Akhiran virus digunakan untuk genus (marga). Nama family (suku)


berakhiran dengan viridae, dan nama ordo(bangsa) berakhiran ales.
Spesies virus adalah suatu kelompok virus yang meabagi informasi
genetik dan inche ekologi yang sama.
ISOLASI VIRUS
 Pengertian Isolasi adalah cara untuk mengatasi atau memindahkan mikroba
tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan
murni.
 Kultur murni atau biakan murni sangat berguna dalam mikrobiologi, yaitu
untuk menelaah atau mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk menelaah cii
– ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis, memerlukan
suatupopulasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja.
 Prinsip Isolasi, Prinsip dari isolasi mikroba adalah pemisahan satu jenis mikroba
dengan mikroba lain yang herasal dari campuran bermacam-macam mikroba.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara menumbuhkannya dalam media padat,
karena dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel
yang tetap pada tempatnya .
 Tujuan isolasi adalah untuk memperlihatkan keanekaragaman mikroorganisme
dalam Lingkungan disekitar kita. Hasil isolasi virus tergantung dari cara
mengambil bahan pemeriksaan, cara penyimpanan dan cara pengiriman bahan
pemeriksaan ke laboratorium.
KULTIVASI VIRUS
1. Kultur bakteriofag secara in vitro Bakteriofag dapat ditumbuhkan dalam
suspensi bakteri dalam media cair atau kultur bakteri dalam media solid.
Media padat digunakan dalam metode plaque untuk deteksi dan
perhitungan virus. Pada metode plaque, bakteriofag dicampur sel bakteri
dan agar yang dicairkan lalu dituang dalam cawan steril. Setiap virus yang
menginfeksi bakteri, bermultipikaasi, dan melepaskan virus baru dan akan
menginfeksi sel disekitarnya sehingga tampak adanya daerahjemih disebut
plaque pada permukaan agar sedangkan bakteri yang non terinfeksi akan
bermultipikasi dengan latar belakang keruh.
2. Kultur virus hewan secara in vitro
Ada 3 metode yang umum digunakan untuk kultur virus hewan yaitu,
Hewan hidup
Hewan yang dapat digunsksn kultur virus yaitu mencit, kelinci dan
marmut. Hewan tersebut digunakan untk penyelidikan respon imun terhadap
infeksi virus. Beberapa virus manusia tidak dapat dikulturkan pada hewan
atau dapat tumbuh tetapi tidak menyebabkan penyakit.

Telur berembrio
Merupakan host virus yang ekonomis, namun diperlukan pemahaman
anatomi telur untuk tempat inokulasi virus. Telur berembrio sering
digunakan sebagai metode isolasi dan pertumbuhan virus.

Kultur sel Kultur sel terdiri dari sel- sel yang ditumbuhkan dalam kultur
media secara in vitro sebagai kumpulan sel yang homogenous dan dapat
dibiakkan serta dikerjakan seperti kultur bakteri, oleh karena itu kultur sel
lebih baik daripada hewan atau telur embrio.
IDENTIFIKASI VIRUS
Untuk mengidentifikasi virus biasanya identifikasi dari karakteristik
virus menggunakan metode molekuler. Contoh metode RFLPs
(Restriction Fragmen Length Polymorphisms) dan PCR (Polymerase
Chain Reaction).
MULTIPLIKASI VIRUS
Asam nukleat virion mengandung hanya beberapa gen untuk sintesis
virus baru, termasuk gen untuk komponen struktru virion seperti capsid
protein. dan gen untuk enzim yang digunakan dalam siklus hidup virus.
Enzim tersebut hanya disintesa dan berfungsi jika virus di dalam sel host.
Enzim virus berkaitan dengan replikasi atau prosesing asam nukleat.
Enzim untuk sintesa protein, ribosom, t RNA, dan produksi energi
diperoleh dari sel host serta digunakan untuk sintesa protein virus,
termasuk enzim virus. Virion nonenvelope terkecil tidak mengandung
enzim, virion terbesar mengandung satu atau beberapa enzim yang
berfungsi membantu penetrasi virus pada sel host atau replikasi asam
nukleatnya. Untuk multiplikasi, virus harus invasi sel host dan
menggunakan metabolisme host. Virion tunggal dapat menghasilkan
beberapa sampai ratusan virus yang sama dalam satu sel host dan
berakibat perubahan drastis pada sel host bahkan kematian sel host.
VIRUS DAN KANKER
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan yang tidak normal dari
sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker dalam
perkembangannya. Kanker disebabkan oleh virus . Sekitar 10% kanker
diketahui diinduksi oleh virus. Virus penyebab kanker disebut virus
onkogenik.
Alasan sulitnya mengenali virus penyebab kanker :
 Alasan pertama karena sebagian besar partikel virus menginfeksi sel
namun tidak menginduksi terjadinya kanker.
 Alasan kedua karena kanker dapat tidak segera terbentuk hingga waktu
yang cukup lama sejak terjadinya infeksi virus.
 Alasan ketiga karena kanker tidak mudah ditularkan seperti penyakit-
penyakit lain yang disebabkan oleh virus.
Kanker terbagi menjadi empat kelompok:
 Leukemia, yaitu peningkatan jumlah leukosit.
 Limfoma, yaitu peningkatan jumlah limfosit (sejenis leukosit) dihasilkan
oleh limpa dan limfoglandula.
 Sarkoma yaitu tumor dari mesoderm embrional , misalnya jaringan ikat,
tulang rawan, urat daging, lemak.
 Karsinoma yaitu tumor dari jaringan epitel(lapisan penutup tubuh
termasuk kulit, kelenjar, saraf, payudara, saluran pernapasan
gastrointestinal, urinaria, dan genitalia.

Ciri-ciri khas kanker:


 Hiperplasia : proliferasi sel yang tidak terbatas.
 Anaplasia : struktur abnormal sel dan penyimpangan fungsi sel.
 Metastasis : kemampuan sel maligna untuk menyebar.
Ciri khas seluruh virus onkogenik adalah bahwa material genetiknya
terintegrasi ke dalam DNA inang dan bereplikasi bersama kromosom sel
inang dan mengubah karakteristik sel inang.
Virus DNA onkogenik meliputi family Papovaviridae, terdapat virus
papilloma (papillomavirus) yang menyebabkan kanker serviks (kanker uterin).
Satu genus family Herpesviridae adalah genus Lymhocyptovirus yang
mencakup virus Epstein-Barr (EBV) yang menyebabkan dua jenis kanker pada
manusia yaitu limfoma Burkitt dan kanker nasofaringeal. Virus hepatitis B
menyebabkan kanker hati.
Virus RNA yang bersifat onkogenik hanya dapat pada satu family
Retroviridae. Virus leukemia sel-T pada manusia (HTLV-1 dan HTLV-2) adalah
retrovirus yang menyebabkan leukemia sel-T dan limfoma pada manusia. Sel T
adalah jenis sel darah putih yang terlibat dalam respons imun. Kemampuan
virus RNA untuk menghasilkan enzim reverse transcriptase yang
memungkinkan RNA virus direplikasi terbalik sehingga terbentuk virus
dengan material genetik berupa DNA. DNA virus selanjutnya terintegrasi ke
dalam DNA inang dan bereplikasi bersama dengan kromosom sel inang serta
mengubah karakteristik sel inang yang dapat menyebabkan kanker.
HIV
Virus imunodifisiensi manusia (bahasa Inggris: human defisiensi-
virus; HIV) adalah salah satu virus yang dapat menyebabkan penyakit
AIDS. Virus Ini menyerang manusla dan menyerang sistem kekebalan
(imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dafam melawan Infeksi.
PRION
Prion merupakan protein infeksius yang menyebabkan penyakit saraf,
Awal mula prion ditemukan pada saat ahli neurobiologi amerika (stanley
prusiner)menduga bahwa penyebab penyakit saraf scrapie pada domba yang
dinamakan Proteinaceus Infecctious Particles (prion). Penyakit ini timbul
karena infeksi pada jaringan otak domba yang terserang scrapie dapat
dureduksi dengan perlakuan menggunakan protease. Penyakit lain yang
diduga disebabkan oleh prion adalah penyakit sapi gila / mad cow disease
(disebut sebagai spongi from encephalitis karena banyaknya vakuola serupa
spons pada otak), kuru, CJD (Creutzfeldt-Jacob Disease) dan Gertsmann-
straussler-scheinker syndrome.

prion-> tidak punya asam nkleat


Bagian utama prion -> protein PrP ( Protein prion ) yang ditemukan dalam
keadaan normal pada DNA inang normal.
VIRUS TANAMAN & VIROID
 Virus tanaman serupa virus pada hewan. Beberapa virus tanaman
dapat bereplikasi didalam tubuh vector berupa insektisida.
 Virus yang menyerang tanaman umumnya menyebabkan terjadinya
perubahan warna, abnormalitas pertumbuhan, kelayuan dan
kekerdilan tanaman.
 Viroid adalah virus dengan RNA pendek dengan kisaran 300-400
nukleotida tanpa protein selubung.
TERIMAKASIH 