Anda di halaman 1dari 16

Etika Umum

“Etika Moral Dan Nilai Dalam Praktik Kebidanan ”

Dosen Pengampuh: Suriyati, S.ST,


M.Keb.

 Disusun Oleh kelompok 9 :


 Kelas A
 Gita Pitrianti F0G018061
 Meli Yulistia F0G018039
 Evy Cucu Cahaya F0G018067
A. Etika moral dan nilai dalam praktik
kebidanan
 Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
segala bidang berpengaruh terhadap
meningkatnnya kritis masyarakat terhadap mutu
pelayanan kesehatan terutama pelayanan
kebidanan. Menjadi tantangan bagi bidan untuk 
mengembangkan kompetensi dan profesionalisme
dalam memberikan pelayanan berkualitas.
 Ada tiga fase dalam klarifikasi nilai yang perlu
dipahami oleh bidan
1. Pilihan
2. Penghargaan
3. Tindakan

1) Pilihan
a. Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai
keunikan setiap individu
b. Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada, asuhan
yang diberikan bukan hanya karena martabat
seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan
mempertimbangkan sebagaimana kita diperlakukan
c. Keyakinan bahwa penghormatan akan martabat
seseorang merupakan konsekuensi terbaik bagi semua
masyarakat
 2. Penghargaan
◦ Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya
sendiri (apabila mengetahui asuhan yang anda
berikan dihaargai pasien serta klien sejawat atau
superior memberi pujian atas keterampilan
hubungan interpersonal yang terjadi)
◦ Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada
seseorang yang tidak memperhatikan martabat
manusia sebagaimana mestinya.
 3. Tindakan
◦ Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau
pekerjaan sehari-hari
◦ Upayakan selalu konsisten untuk mempertahankan
martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan profesional
sehingga timbl rasa sensitif atau tindakan yang dilakukan.
Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin
timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu
konsisten untuk mempertahankannya.
B. Pengertian Bidan Profesional

◦ Secara lebih rinci, ciri-ciri jabatan profesional tersebut adalah


sebagai berikut termasuk bidan :
1. Bagi pelakunya secara nyata (de facto) dituntut
berkecakapan kerja (keahlian) sesuai dengan tugas-tugas
khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung ke
spesialis)
2. Kecakapan atau keahlian seseorang pekerja profesional
bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yang
terkondisi, tetapi perlu didasari oleh keilmuan yang mantap.
3. Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas
sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari kerangka
kerja tertentu, bersikap positif terhadap jabatan dan
perannya, dan bermotivasi serta berusaha untuk berkarya
sebaik-baiknya.
◦ Jabatan profesional bidan
◦ Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas
sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari
kerangka kerja tertentu, bersikap positif terhadap
jabatan dan perannya, dan bermotivasi serta berusaha
untuk berkarya sebaik-baiknya.
 Bidan adalah jabatan profesional
◦ Disiapkan melalui pendidikan agar lulusannya dapat mengerjakan
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, dan kemampuannya
diperoleh melalui jenjang pendidikan.
◦ Dalam menjalankan tugasnya bidan memiliki alat yang dinamakan
kode etik dan etika bidan
◦ Bidan memiliki kelompok yang jelas dalam menjlankan profesinya
◦ Memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya
C. Ciri – ciri Profesional

◦ Bagi pelakunya secara nyata (de facto) dituntut berkecakapan


kerja (keahlian) sesuai dengan tugas-tugas khusus serta
tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung ke spesialis)
◦ Kecakapan atau keahlian seseorang pekerja profesional bukan
sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi,
tetapi perlu didasari oleh keilmuan yang mantap.
◦ Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas
sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari kerangka kerja
tertentu, bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, dan
bermotivasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya.
◦ Jabatan profesional  perlu mendapat pengesahan dari
masyarakat dan atau negaranya.
D. Perilaku profesional bidan

1. Dalam melaksanakan tugas berpegang teguh apada


filosofi, etika profesi dan aspek legal
2. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan
keputusan klinis yang dibuat
3. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan
keterampilan mutakhir secara berkala
4. Menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah
penularan penyakit dan strategi pengendalian infeksi
5. Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama
memberikan asuhan kaebidnan
6. Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktek
kesehatan ,kehamilan, kelahiran, periode pasca persalinan
bayi baru lahir, dan anak
E. Hak dan Kewajiban Bidan dan pasien

◦ Hak dan kewajiban merupakan hubungan timbal


balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pasien
memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang
diterima, sedangkan bidan memiliki kewajiban
untuk pasien. Jadi hak adalah sesuatu yang diterima
oleh pasien, sedangkan kewajiban adalah sesuatu
yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak
yang harus diterima oleh bidan dan ada kewajiban
yang harus diberikan oleh pasien.
 Hak Bidan
◦ Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya
◦ Bidan berhak bekerja sesuai standar profesi pada setiap
jenjang/tingkat pelayanan kesehatan
◦ Bidan berhak menolak keingianan pasien/klien dan
keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangn,
dan kode etik profesi
◦ Bidan berhak atas privasi/kedirian dan menuntut apabila
nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien, keluarga atau
profesi lainnya
 Kewajiban Bidan
1. Kewajiban bidan mematuhi peraturan rumah sakit sesuai
dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah
sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja.
2. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai
dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien.
3. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter
yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan
kebutuhan pasien.
4. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk
didampingi suami atau keluarga.
 Hak pasien
 Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki
manusia sebagai pasien/klien:
1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan
peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan
kesehatan.
2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan
profesi bidan tanpa diskriminasi.
4. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai
dengan keinginannya.
5. Pasien berhak mendapatkan ;nformasi yang meliputi
kehamilan, persalinan, nifas dan bayinya yang baru dilahirkan.
◦ Kewajiban pasien
1. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala
peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan
kesehatan.
2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter,
bidan, perawat yang merawatnya.
3. Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi
semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi
pelayanan kesehatan, dokter, bidan dan perawat.
4. Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi
hal-hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah
dibuatnya.
KESIMPULAN
 Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam segala bidang
berpengaruh terhadap meningkatnnya kritis masyarakat terhadap
mutu pelayanan kesehatan terutama pelayanan kebidanan. Menjadi
tantangan bagi bidan untuk  mengembangkan kompetensi dan
profesionalisme dalam memberikan pelayanan berkualitas.
 Sikap profesional dalam pelayanan sangat penting untuk
menjaminnya keamanan dan kenyamanan klien. Jabataan
profesional bidan berbeda pekerjaan yang menuntut dan dapat
dipenuhi melalui pembiasaan melakukan keterampilan tertentu.
Menguasai visi yang mendasari keterampilannya yang menyangkut
wawasan filosofi, pertimbangan rasional dan memiliki sikap yang
positif dalam melaksanakan serta mengembangkan mutu kerja.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT