Anda di halaman 1dari 8

BETON KUAT TEKAN FC’ 50 MPA

OLEH KELOMPOK 6

REVINA AZZAHRA 4218210043


WULAN HANIFAH 4218210041
RAFIF FAUZAN 4218210033
RAYVALDY 4218210031
LEON IVANDER 4218210100
GILANG ADITYA 4218210016
DIMAS YODA 4218210027
 Beton adalah suatu campuran yang berisi pasir, krikil/ batu pecah/ agregat lain yang
dicampurkan menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air yang
membentuk suatu masa yang sangat mirip seperti batu. dapat digunakan untuk membuat
pondasi, balok, plat cangkang, plat lantai, dan lain-lain.
 Klasifikasi beton berdasarkan kuat tekan

1. Beton mutu rendah fc’ < 20 MPa


2. Beton mutu sedang fc’ = 21 – 40 Mpa
3. Beton mutu tinggi fc’ ≥ 41 MPa
 Parameter kekuatan beton

1. Kualitas semen (PC)


2. Proporsi semen dalam campuran beton
3. Kekuatan dan kebersihan agregat
4. Ikatan antara pasta, semen, dan agregat
5. Pemadatan dan perawatan beton
BETON MUTU TINGGI FC’ 50 MPA

 High strength concrete (beton mutu tinggi) merupakan sebuah tipe beton performa tinggi
yang secara umum memiliki kuat tekan 6000 psi (40 MPa) atau lebih. Ukuran kuat
tekannya diperoleh dari silinder beton 150 mm – 300 mm atau silinder 100 mm – 200 mm
pada umur 56 ataupun 90 hari, ataupun umur yang telah ditentukan tergantung pada
aplikasi yang diinginkan.
 Saat ini, disebut mutu tinggi untuk kuat tekan diatas 50 MPa, dan 80 MPa sebagai beton
mutu sangat tinggi, sedangkan 120 MPa bisa dikategorikan sebagai beton bermutu ultra
tinggi.
PERENCANAAN MIX DESIGN BETON FC’ 50

 Kuat tekan yang direncanakan adalah fc = 50 Mpa pada 28 hari.


 Deviasi standar diketahui dari besarnya jumlah (volume) campuran beton yang akan dibuat, dalam hal ini
dianggap untuk pembuatan 1000 m3 beton sehingga nilai S = 7 N/mm2 = 7 MPa (Tabel 4.5.1. PBI 1971)
 Nilai tambah kuat tekan = 1,64  7 = 11,48 MPa
 fcr = 50 + 11,48 = 61,48 MPa = 62 Mpa
 Jenis agregat diketahui :

Agregat halus berupa pasir alami


Agregat kasar berupa batu pecah alami
 Factor air semen bebas grafik dicari menggunakan :

Benda uji yang digunakan berbentuk silinder


Kekuatan rata-rata 62 N/m2 pada 28 hari
Factor air semen yang didapatkan adalah 0,25.
 Semen yang dipakai semen tipe 1
 Factor air semen maksimum yang dipakai adalah 0,60. Nilai tersebut didapatkan dari persyaratan
jumlah semen maksimum untuk beton di luar bangunan, khususnya beton yang tidak terlindung dari
hujan dan terik matahari.
 Slump ditetapkan setinggi : 30-60 mm
 Ukuran agregat maksimum ditetapkan menggunakan ukuran 20 mm.
 s

 Kadar semen = 190/0,31 = 612,9 kg/m3 = 613 kg/m3


 Kadar semen maksimum : tidak ditentukan, jadi dapat diabaikan.
 Kadar semen minimum sebesar 325 kg/m3
 Faktor air semen yang disesuaikan (dalam hal ini dapat diabaikan, karena syarat minimum kadar
semen sudah dipenuhi).
 Susunan besar butir agregat halus
 Susunan besar butir agregat halus dapat dicari dengan menggunakan :

1. Ukuran butir maksimum 20 mm, tertera slump 30-60 mm dengan factor air semen sebesar 0,31.
2. Selanjutnya akan mendapatkan hasil sebesar 33 % yang merupakan hasil persen dari agregat halus
yang dipakai, 67% merupakan hasil persen dari agregat kasar yang di pakai.
 Berat jenis relatif agregat adalah berat jenis agregat gabungan, artinya gabungan agregat
halus dan agregat kasar.
BJ agregat halus = 2,6
BJ agregat kasar = 2,58
agregat gabungan halus dan kasar = (33% 2,58) + (67%  2,6) = 2,587 kg/m3
 Berat jenis beton, diperoleh dari Grafik dengan jalan membuat grafik linier baru yang
sesuai dengan nilai berat jenis agregat gabungan yaitu 2,587. Titik potong grafik baru ini
sesuai dengan garis tegak lurus yang menunjukkan kadar air bebas (dalam kasus ini 190
kg/m3 ) akan menghasilkan nilai berat jenis beton yang direncanakan (diperoleh nilai BJ
beton = 2358 kg/m3 ).
 Kadar agregat gabungan.
 
= berat jenis beton – (jumlah semen + kadar
air bebas) Kesimpulan :
= 2358 – (613 + 190)  Volume benda uji (silinder)
= 1555 kg/m3
V = r3 x t
 Kadar agregat halus

= (persen agregat halus) x (kadar agregat


= 3,14 x 0,0752 x 0,3
gabungan) = 0,0199 m3
= 33 % x 1555 kg/m3
Proporsi campuran beton
= 513 kg/m3
 Kadar agregat kasar  Semen = 613 kg
= (kadar agregat gabungan) – (kadar agregat  Air = 190 kg
halus)
= 1555 – 513
 Agregat halus = 513 kg
= 1042 kg/m3  Agregat kasar 1042kg