Anda di halaman 1dari 38

PENAPISAN, PENELUSURAN KONTAK, DAN

KARANTINA UNTUK COVID-19


2020: COVID-19
Penyebaran Lebih Cepat, Lebih
Luas dengan Efek Besar
• Mobilitas tinggi manusia dan akses yang
cepat dan mudah (pesawat terbang)
• Efek pada stabilitas ekonomi dunia
• Di tahun 2015, 1 pelaku perjalanan dari
Korea dengan membawa MERS-Cov: KLB,
186 kasus, 36 kematian, dan kerugian
diperkirakan US$ 8 milyar, hanya dalam 2
bulan.
• Di tahun 2020, Covid-19 hanya butuh 2
bulan: 98192 kasus, 3380 kematian
(sitrep 6 Maret 2020)
New Life style spread diseases
further

• Increase contact between people or • Political instability,konflik, bencana


between animals and people alam
• Increased transport and international • Deforestation, animal markets
travels • Climate change
• Trade among countries: goods, animals
Next emerging
virus ?

• Virus emerging selanjutnya sangat


sulit untuk diprediksi asal atau
sumber penularannya, atau darimana
akan mulai menyebar.
• Yang pasti akan terjadi,
a. Keterlambatan awal dalam
mengenali virus emerging
b. Pengaruh serius pada perjalanan
dan perdagangan
c. Reaksi masyarakat: cemas, bingung,
panik
d. Akan di”goreng” oleh media.
FASE EPIDEMI DAN INTERVENSI RESPON

1. Antisipasi factor risiko, pengalaman epidemi sebelumnya.


2. Deteksi dini/early detection: investigasi kasus, tren dan kluster
3. Containment: menutup pergerakan penyakit
4. Kontrol dan mitigasi: respon terhadap efek yang ditimbulkan,
respon
5. Eliminasi atau eradikasi
1. Contact tracing
2. Identifikasi Dini
3. Karantina rumah
4. Isolasi
5. Social distancing/ physical
distancing
6. PHBS
CONTAINMENT

Mitigasi Masyarakat
 Tujuan: untuk meminimalkan
penyebaran penyakit infeksi.
Restriksi, Eksklusi dan
Clearance
Implementa
si
Containme
nt Penyakit Profilaksis Massal:
obat/vaksin

Isolasi dan Karantina


DEFINISI OPERASIONAL
Orang dalam Pemantauan (ODP)
Orang yang mengalami demam (≥380C) atau riwayat demam; atau gejala
gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN
tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan DAN
pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria
berikut:
a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan
transmisi lokal*
b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di
Indonesia

*data negara terjangkit dan area transmisi local di Indonesia bisa dilihat di website
https://covid19.kemkes.go.id/
DEFINISI OPERASIONAL
Pasien dalam Pengawasan (PDP)
1. Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38oC) atau
riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/ sesak
nafas/ sakit tenggorokan/ pilek/ /pneumonia ringan hingga berat.
DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan
DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut:
a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal*;
b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia*
2. Seseorang dengan demam (≥38oC) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari
terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau
probabel COVID-19;
3. Seseorang dengan ISPA berat/ pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia* yang
membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan
gambaran klinis yang meyakinkan.

*data negara terjangkit dan area transmisi local di Indonesia bisa dilihat di website
https://covid19.kemkes.go.id/
DEFINISI OPERASIONAL
Kasus Probabel
Pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk COVID-19 tetapi
inkonklusif (tidak dapat disimpulkan).
Kasus Konfirmasi
Seseorang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan
laboratorium positif
Kontak Erat Risiko Kontak Erat Risiko
Kontak Erat Tinggi Rendah

seseorang yang melakukan kontak fisik atau Adanya kontak erat Adanya kontak erat
berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam dengan kasus probable dengan kasus pasien
radius 1 meter dengan kasus pasien dalam atau kasus konfirmasi dalam pengawasan
pengawasan, probabel atau konfirmasi) dalam 2 (positif) (suspek)
hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14
hari setelah kasus timbulOTG  Orang Tanpa Gejala
gejala.
Paparan (kontak, riwayat
SKRINING perjalanan dll)

YES NO

Tanya gejala dan Terapi sesuai


derajat keparahannya dengan gejala

Risiko Rendah
Tanyakan factor risiko:
usia, penyakit penyerta,
social support Informasi penting:
1. Bagaimana meningkatkan kekebalan
tubuh
2. Bagaimana melakukan karantina dan
Karantina atau
Rujuk isolasi mandiri
isolasi mandiri 3. Pencegahan dan pengendalian infeksi
4. Hotline/nomer yang bisa dihubungi/
fasyankes terdekat.
CONTACT TRACING
Hubungan
Kontak
Erat
• Sumber: Tagar.id
Identifikasi Kontak
• Mempunyai kontak berhadapan dengan pasien COVID-19 dalam jarak <1 meter dan selama
>15 menit
• Semua orang yang berada di lingkungan tertutup yang sama dengan kasus (rekan kerja, satu
rumah, sekolah, pertemuan)
• Semua orang yang mengunjungi rumah kasus baik saat di rumah ataupun saat berada di
fasilitas layanan kesehatan
• Semua tempat dan orang yang dikunjungi oleh kasus seperti kerabat, spa dll.
• Semua fasilitas layanan kesehatan yang dikunjungi kasus termasuk seluruh petugas kesehatan
yang berkontak dengan kasus tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang standar.
• Semua orang yang berkontak dengan jenazah dari hari kematian sampai dengan penguburan.
• Semua orang yang bepergian bersama dengan segala jenis alat angkut/kendaraan (kereta,
angkutan umum, taxi, mobil pribadi, dan sebagainya)
IDENTIFIKASI KONTAK
Tanggal 10 Feb 11 Feb 12 Feb ….Feb 26 Feb

Tempat yang Rumah A Restoran Sekolah Rumah Teman Puskesmas …. Dst


dikunjungi

Orang/kontak Nama A Nama C … … Dr.A …. Dst

  Nama B Nama D … … Petugas loket ……. Dst

   Nama C dst          dst

9 Feb 10 Feb 11 Feb 12 Feb 13 Feb dst … … … … 26 Feb

2 hari sebelum muncul gejala 14 hari setelah muncul gejala


Penelusuran Kontak
Contoh Pendataan Kontak Erat (Contact Listing)
Alamat Lengkap
Nomer Indek
Nomer Jenis Tanggal Hubungan APD
Kasus Nama Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Kategori
identifikasi Kelamin Usia No.HP kontak/ dengan yang Durasi5
Konfirmasi/ Lengkap kontak3
kontak 2 (L/P) paparan kasus dipakai4
primer1

INOCOVID #1 K1                          

  K2                          

                             

                             

                             

                             

                             

                             

1
Nomer indeks kasus konfirmasi misal INOCOVID#1
2
Nomer identifikasi kontak misalnya K1 merujuk pada kontak nomer 1
3
Kategori kontak: kontak rumah tangga, rumah sakit, puskesmas, klinik, rekan kerja, sosial (di restoran misalnya), sekolah, satu kendaraan
4
Jika menggunakan APD terutama kategori kontak fasilitas layanan kesehatan (rumah sakit, IGD, puskesmas, klinik): masker bedah, sarung
tangan, masker N95, dll
5
Perkiraan lama kontak misalnya 5 menit, 2 jam dsb
Pemantauan Harian

Gejala:
1. Demam
2. Batuk
3. Sesak nafas
4. Pilek
KONTAK ERAT ODP/PDP

Apa yang perlu dimonitor?


1. Kondisi umum
2. Gejala
3. Psikologis
4. Praktik karantina dan/atau isolasi
FORMULIR PEMANTAUAN HARIAN
(digunakan untuk orang dalam pemantauan, kontak erat, orang dalam karantina)

Tempat pemantauan (Rumah/KKP/Fasyankes/RS/lainnya) : Nama Kasus : (diisi untuk kontak erat)


Kab/Kota : No. ID Petugas :

Hasil Pemeriksaan
Tanggal dan hasil pemantauan *) Penunjang
(jika berubah status) Ket
(diisi
Tgl kontak
Jenis spesimen & upay
terakhir
No. tgl Pengambilan a
Nama JK Umur (diisi untuk
Telfon (jika berubah yang
kontak
status) Lab (darah, dilak
erat) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst.. Ro’
sputum) ukan
, dll)

                                       
                                       
                                       
                                       
                                       
                                       
                                       
                                       
*) Isikan : Tgl dan hasill pemantauan
X = sehat ; D = demam ; B = Batuk ; S =Sesak napas ; L = Gejala lain, sebutkan ;
  A = Aman (selesai dipantau) ; R = Rujuk RS
 

*Pemantauan harian dapat dilakukan via telepon tapi idealnya dilakukan kunjungan rumah
(dengan menggunakan APD yang sesuai) untuk sekaligus melakukan pengukuran suhu
Alur
Pelacakan
Kontak
ToR
No Tahap Petugas Pelaksana
1 Identifikasi kasus Staff surveilans propinsi
Staff surveilans kab/kota
Staff surveilans puskesmas
2 Pendataan kontak Staff surveilans kab/kota
Staff surveilans puskesmas
3 Pengambilan spesimen (jika Petugas laboratorium (lab/RS/puskesmas
diperlukan) yang terlatih)
4 Monitoring harian kontak Petugas puskesmas atau
Relawan (kader, PMI, pramuka dsb)
5 Monitoring dan analisis hasil Staff surveilans propinsi
contact tracing Staff surveilans kab/kota
APD yang Dibutuhkan Saat Melakukan Pelacakan dan Monitoring
Petugas/
Tempat Aktivitas Tipe APD
orang
Di Tim Wawancara kasus PDP atau Tidak memerlukan APD jika menggunakan telepon
lapangan investigasi kasus confirm atau kontak (wawancara jarak jauh)
erat
Wawancara dengan kasus Masker medis/bedah
PDP atau confirm tanpa Memberikan jarak minimal 1 meter
gejala, tanpa melakukan  
kontak langsung Wawancara sebaiknya dilakukan di ruang terbuka dan
PDP/confirm harus memakai masker medis juga

Wawancara dengan kontak Jaga jarak minimal 1 meter


erat kasus konfirm tanpa Tidak memerlukan PPE
gejala (kontak erat  
asimptomatis) Wawancara sebaiknya dilakukan di ruang terbuka dan jika
diperlukan untuk masuk ke dalam rumah maka jaga jarak
minimal 1 meter, jangan menyentuh apapun di dalam
rumah, dan cek suhu kontak erat untuk memastikan tidak
demam.
Tempat Petugas/ orang Aktivitas Tipe APD
Ambulans Petugas Mengirim pasien suspek ke rumah sakit Masker medis
atau Kesehatan rujukan Gaun
kendaraan Sarung tangan
transport Pelindung mata
pasien
Supir Hanya sebagai supir dan tidak ada kontak Jaga jarak minimal 1 meter
dengan pasien, serta ada pemisah antara Tidak memerlukan APD
ruang kemudi dengan tempat pasien
Membantu memasukkan pasien ke dalam Masker medis
ambulan Gaun
Sarung tangan
Pelindung mata
Tidak ada kontak langsung dengan pasien Masker medis
tapi tidak ada pemisah antara ruang
kemudi dan ruang pasien
Pasien dalam Pengiriman ke rumah sakit rujukan Masker medis
pengawasan
(suspek)
Karantina dan
Isolasi
DEFINISI OPERASIONAL
ISOLASI >< KARANTINA
Isolasi: Pemisahan orang-orang sakit atau terinfeksi dari
orang lain, sehingga mencegah penyebaran infeksi atau
kontaminasi  pasien terkonfirmasi, probabel, PDP, &
ODP

Karantina: pembatasan kegiatan atau pemisahan orang


yang tidak sakit. tetapi mungkin terpapar agen
infeksius atau penyakit menular untuk memantau dan
deteksi dini
REKOMENDASI WHO
1. Semua kasus terkonfirmasi secara laboratorium untuk diisolasi dan dirawat di fasilitas
pelayanan kesehatan
2. Suspek atau PDP dikaji dan ditindak berdasarkan keparahan penyakit (serta analisa risiko
seperti umur, komorbid*, dll) pada kontak pertama dengan sistem pelayanan kesehatan
 Prioritas:
 Pasien dengan sakit parah/kritis
 Pasien dengan gejala ringan namun mempunyai faktor risiko (umur >60 tahun, memiliki komorbid*)

3. Untuk kasus dengan gejala ringan tanpa faktor risiko, jika isolasi dalam fasyankes tidak
memungkinkan, dapat melakukan isolasi dalam fasilitas/bangunan lain yang
dialihfungsikan
4. Jika nomor 3 tidak tersedia, isolasi untuk kasus gejala ringan tanpa faktor risiko dapat
dilakukan di rumah masing-masing
*komorbid berisiko untuk COVID-19: penyakit jantung kronis, hipertensi, penyakit pernafasan kronis, diabetes, kanker,
penyakit ginjal. atau kondisi lain yang mengakibatkan turunnya imunitas tubah
MEMBAWA KONTAK ERAT
KE FASILITAS KESEHATAN
 Informasikan kepada fasilitas/tenaga kesehatan bahwa kontak yang memiliki gejala akan
dibawa.
 Saat bepergian untuk mencari perawatan, kontak harus memakai masker medis.
 Hindari penggunaan transportasi umum ke fasilitas kesehatan jika memungkinkan;
ambulans dapat dipanggil, atau kontak yang sakit dapat diangkut dalam kendaraan
pribadi dengan semua jendela terbuka, jika memungkinkan.
 Kontak dengan gejala harus disarankan untuk selalu melakukan higiene pernapasan dan
higiene tangan. Misal: untuk berdiri atau duduk sejauh mungkin dari orang sekitar
(setidaknya 1 meter) ketika dalam perjalanan dan ketika berada di fasilitas perawatan
kesehatan.
 Permukaan apa pun yang terpapar sekret pernapasan atau cairan tubuh lainnya selama
proses pemindahan harus dibersihkan dengan sabun atau deterjen dan kemudian
didesinfeksi dengan produk rumah tangga biasa yang mengandung larutan pemutih
encer 0,5%.
SUMBER
 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Novel Corona Virus (COVID-19) Revisi ke – 3
(https://covid19.kemkes.go.id/downloads/#.XnYKCKgzaUk)
 Home care for patients with COVID-19 presenting with mild symptoms and
management of their contacts (
https://www.who.int/publications-detail/home-care-for-patients-with-suspected-novel-coron
avirus-(ncov)-infection-presenting-with-mild-symptoms-and-management-of-contacts
)
 Global Surveillance for human infection with coronavirus disease (COVID-19) (
https://www.who.int/publications-detail/global-surveillance-for-human-infection-with-novel-c
oronavirus-(2019-ncov)
)
TERIMA KASIH
KARANTINA KONTAK ERAT
PASIEN DALAM RUMAH
 Kontak erat: orang yang melakukan kontak dengan pasien sejak 2 hari sebelum hingga 14 hari
setelah onset pertama pada pasien dan memenuhi salah satu dari kriteria di bawah
 Mempunyai kontak berhadapan dengan pasien COVID-19 dalam jarak <1 meter dan selama >15 menit;
 Memberikan perawatan langsung kepada pasien COVID-19 tanpa menggunakan APD yang sesuai
 Tinggal dalam satu lingkungan tertutup dengan pasien COVID-19 (termasuk tempat kerja, ruang kelas, rumah, atau
perkumpulan) selama waktu apapun
 Melakukan perjalanan dengan jarak <1 meter dengan pasien COVID-19 dalam transportasi apapun
 dan situasi lain, seperti yang diindikasikan pada kajian risiko lokal

 Karantina diberlakukan untuk orang yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi/probabel/PDP/ODP
dan belum sakit
 Termasuk kontak satu rumah serta petugas kesehatan yang berinteraksi dengan pasien dan memenuhi kriteria kontak erat

 Karantina diberlakukan selama 14 hari sejak orang yang dikarantina memiliki kontak dengan pasien yang
bergejala/sakit dengan memenuhi salah satu dari lima kriteria kontak erat di atas
 Selama 14 hari proses karantina, kontak harus dipantau kondisi kesehatannya dan jika kontak menunjukkan
gejala selama periode karantina, maka kontak berubah kategori menjadi PDP/ODP (berdasarkan kriteria yang
berlaku).
 Formulir pemantauan kontak merujuk pada Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Novel Corona Virus (COVID-19)
Revisi ke – 3 (https://covid19.kemkes.go.id/downloads/#.XnYKCKgzaUk)
ISOLASI PASIEN DALAM RUMAH
 Isolasi pasien dipertimbangkan pada pasien terkonfirmasi, probabel, PDP, & ODP dengan gejala
COVID-19 yang masih ringan sampai sedang dan tidak mempunyai faktor risiko.
 Keputusan untuk isolasi harus berdasarkan pertimbangan klinis yang dalam dan diikuti kajian
keamanan rumah pasien dan lingkungannya
 Petugas kesehatan harus memberikan edukasi kepada penghuni rumah yang lain tentang tatacara
pelaksanaan isolasi pasien sebelum isolasi diimplementasikan dan membuat sistem komunikasi
antara petugas kesehatan dengan pasien dan/atau keluarga satu rumah dengan pasien
 Jika saat masa isolasi pasien mengalami gejala penyakit parah/kritis, maka pasien harus
dipindahkan ke rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menerima perawatan lebih
 Kontak erat pasien (termasuk petugas kesehatan dan orang satu rumah) harus memperhatikan,
memantau kondisi kesehatan pribadi, dan melakukan tindakan karantina diri sendiri selama 14 hari
sejak terakhir kali mengalami kontak dengan pasien terkonfirmasi/probabel, PDP, & ODP yang
bergejala. Jika selama waktu tersebut kontak mengalami gejala, maka kontak berubah menjadi
PDP/ODP dan mengikuti sistem dan alur diagnosis serta perawatan/pengobatan yang berlaku
MERAWAT PASIEN DALAM KONDISI ISOLASI DI RUMAH

 Tempatkan pasien pada ruangan dengan


sirkulasi udara yang baik (jendela dan
pintu yang dapat terbuka)
 Pisahkan ruangan untuk pasien dan
anggota keluarga lainnya ATAU jika tidak
mungkin jaga jarak setidaknya satu meter  Selalu jaga kebersihan tangan setelah
dengan pasien (mis. tidur di tempat tidur kontak dengan pasien dan lingkungannya.
terpisah) Jika tangan tidak terlihat kotor, dapat
 Batasi pergerakan pasien dalam rumah dan menggunakan produk pembersih tangan
pastikan ruangan bersama (mis. dapur dan berbasis alcohol
kamar mandi) memiliki sirkulasi udara  Disarankan menggunakan tisu/handuk
(mis. jendela terbuka) sekali pakai untuk mengeringkan tangan
ATAU jika tidak memungkinkan seringlah
mengganti dan mencuci handuk yang
digunakan
MERAWAT PASIEN DALAM KONDISI ISOLASI DI RUMAH

 Gunakan sprei dan alat makan khusus untuk


pasien. Peralatan ini harus segera dicuci dengan
sabun dan air setelah dipakai atau dibuang dan
diganti dengan yang baru
 Bersihkan dan disinfeksi peralatan yang sering
 Pasien harus menggunakan masker dan diganti
dientuh pasien seperti tempat tidur, meja tempat
setiap hari ATAU jika tidak memungkinkan, selalu
tidur, dan perabot lainnya*
lakukan etika batuk/bersin dengan menutup mulut
 Bersihkan dan disinfeksi kamar mandi dan
dan hidung menggunakan tisu sekali pakai. Tisu
yang digunakan harus segera dibuang setelah permukaan toilet setidaknya sekali dalam sehari*
penggunaan  Bersihkan pakaian, sprei, serta handuk mandi
dan tangan pasien menggunakan sabun cuci
 Perawat pasien harus menggunakan masker untuk
biasa dan air atau mesin cuci pada 60–90 ° C
menutupi hidung dan mulut ketika berada di (140–194 ° F) dengan deterjen rumah tangga
ruangan yang sama dengan pasien. Jangan biasa, dan keringkan sampai bersih. Hindari
menyentuh sisi luar masker dan ganti masker bila kontak langsung kulit dengan pakaian yang
sudah terasa lembab. Lepaskan masker sesuai terkontaminasi
aturan dan buang begitu selesai dipergunakan *Gunakan deterjen rumah tangga untuk pembersihan pertama diikuti produk
disinfeksi rumah tangga yang mengandung 0,1% sodium hypochlorite
 Jangan menggunakan kembali masker sekali pakai
MERAWAT PASIEN DALAM KONDISI ISOLASI DI RUMAH
 Petugas kesehatan yang melakukan
 Sarung tangan dan pakaian pelindung (mis.
kunjungan rumah harus melakukan
jubah plastik) harus digunakan saat penilaian risiko untuk menentukan APD
membersihkan permukaan atau menangani yang sesuai
pakaian atau linen yang kotor.
 Untuk pasien konfirmasi dengan gejala
 Sarung tangan, masker, dan limbah lain yang
ringan, isolasi dapat dihentikan bila hasil
dihasilkan selama perawatan di rumah harus
ditempatkan ke tempat sampah dengan
pemeriksaan sampel dengan PCR
penutup di kamar pasien sebelum dibuang negative sebanyak dua kali dalam
sebagai limbah infeksius. Tanggung jawab jarak waktu 24 jam. Jika pemeriksaan
pembuangan limbah infeksius berada pada PCR tidak mungkin dilakukan maka isolasi
otoritas sanitasi setempat. dilanjutkan selama 2 minggu setelah gejala
menghilang
 Selalu hindari kontak pasien dengan
lingkungan sekitar (mis. penggunaan
bersama sikat gigi, peralatan makan, sprei,
handuk, dll.