Anda di halaman 1dari 8

Nama : Havif Feby Excel

NPM : 18.156.01.11.014
Kanker Vulva

– Kanker vulva adalah kanker yang menyerang permukaan luar daerah kemaluan
wanita.
Vulva adalah bagian organ seksual eksternal wanita yang merupakan area yang
mengelilingi lubang kencing (urethra opening) dan vagina. Organ seksual eksternal
wanita lainnya meliputi labia minora dan majora (“bibir” dalam dan luar yang
menutupi vagina), klitoris, dan kelenjar Bartholin yang ada di kedua sisi vagina.
Kanker vulva muncul dalam bentuk benjolan atau luka di area vulva. Kanker ini
lebih sering menyerang wanita yang lebih tua, umumnya yang telah mengalami
menopause.
Penyebab Kanker Vulva

Penyebab kanker secara umum masih belum diketahui dengan jelas, demikian juga dengan kanker vulva. Para ahli masih mencari tahu
pemicu sel-sel bermutasi menjadi sel kanker dan berkembang dengan begitu cepat. Sel yang membelah diri akan terus bertambah
dengan melipat-gandakan jumlah hingga membentuk tumor, kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Sel kanker dan tumor
akan terus tumbuh dan membelah diri sementara sel yang sehat akan mati.
Walau belum diketahui penyebabnya, beberapa faktor berikut adalah kondisi yang dapat meningkatkan timbulnya kanker vulva, yaitu:
– Merokok.
– Pertambahan usia. Risiko kanker vulva umumnya meningkat pada usia 65 tahun ke atas dan mereka yang berada pada masa
menopause. Kasus ini jarang ditemui pada wanita berusia di bawah 50 tahun yang belum mengalami menopause.
– Terpapar infeksi HPV (human papillomavirus), salah satu penyakit menular seksual yang banyak ditemui pada wanita yang aktif
secara seksual. Umumnya infeksi HPV dapat mereda dengan sendirinya. Pada sebagian kasus lainnya penyakit ini, sel yang terinfeksi
dapat bermutasi dan berkembang menjadi sel kanker.
– Terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus) yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menjadikan penderita rentan
terhadap infeksi HPV.
– Menderita gangguan pada kulit di area vulva, misalnya penyakit Lichen Sclerosus.
– Pernah berada dalam kondisi prakanker vulva, atau vulvar intraepithelial neoplasia (VIN), yang bisa berkembang menjadi kanker
vulva. VIN adalah kondisi ketika sel mengalami perubahan yang tidak menjurus kepada kanker. Meski pada kebanyakan kasus yang
pernah terjadi, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya, namun pada kenyataannya dapat juga
– berkembang menjadi sel kanker
Gejala Kanker Vulva

Kanker vulva bisa menyebabkan gatal-gatal yang sangat mengganggu di area vulva.
Berikut ini adalah gejala-gejala lain dari kanker vulva.
– Perdarahan yang bukan berasal dari menstruasi.
– Perubahan pada kondisi kulit, seperti warna dan ketebalan kulit. Kulit dapat
berwarna merah, putih, atau menggelap.
– Terdapat tahi lalat di area vulva yang berubah bentuk atau warna.
– Benjolan yang menyerupai jerawat, bisul, atau luka terbuka.
– Nyeri atau sensitif terhadap rasa sakit di area panggul, terutama ketika
berhubungan seksual.
– Terasa perih, khususnya ketika sedang kencing.
Diagnosis Kanker Vulva

Selain untuk memastikan keberadaan sel kanker pada vulva, diagnosis kanker vulva
juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sel kanker telah berkembang atau
menyebar. Setelah informasi berupa gejala, riwayat medis pribadi dan keluarga
dikumpulkan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik penderita. Hal ini
dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan di area vulva.
Lanjutan

Beberapa tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis kanker vulva, antara lain:
– Pemeriksaan lebih mendetail pada vulva menggunakan alat kaca pembesar untuk mencari
tanda-tanda kanker vulva pada area ini. Pemeriksaan ini disebut kolposkopi.
– Pemeriksaan sistoskopi yang dilakukan menggunakan sebuah tabung kecil disertai kamera dan
lampu yang dimasukkan ke kandung kemih.
– Melakukan biopsi kemudian memeriksa sampel yang telah diambil dari vulva, atau kelenjar
getah bening, untuk mencari tanda-tanda kanker. Penderita biasanya diberikan bius lokal di
daerah yang akan dibiopsi. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan atau tanpa jahitan, tergantung
dari ukuran sampel yang diambil.
– Pemeriksaan pada area panggul, untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke area ini.
– Pemeriksaan dengan menggunakan X-ray, CT scan, MRI scan, dan PET scan, pada area dada,
paru-paru, kelenjar getah bening, perut atau organ lain, untuk mengetahui penyebaran kanker
di area ini
Mengapa penyakit tersebut dinyatakan Kanker?
– Karena sudah melakukan beberapa test dan prosedur untuk mendiagnosis dan
ternyata hasil nya menyatakan bahwa itu adalah penyakit kanker
TERIMA KASIH