Anda di halaman 1dari 66

COMMUNITY APPROACH

PKM SUDIANG RAYA


KELOMPOK 10
dr. Hasta Handayani Idrus
Kelompok 13
Try Adi As’ad 11020140122
Mutawaffika Mahir 11020140124
Nanchita Dwitawira W. 11020140125
Achmad Raihan M. 11020140126
Ahmad Rivai 11020140127
Fadhillah 11020140128
Angga Nugraha H. 11020140129
Muhammad Yusuf 11020140130
Arni Pahlawani Amir 11020140132
Evi Sriwahyuni 11020140133
Sitti Muthmainnah 11020140134
A.Nadya Risalina I. 11020140135
A. Chaerunnisa 11020140136
Pada Community Approach pd tanggal 15 dan 22
November 2016 di PKM Sudiang Raya, Makassar

Ditemukan 5 Kasus:
22-11-16: 3 kasus MH
15-11-16: 1 Malaria
1 Faringitis
KASUS I
MORBUS HANSEN
I. IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. R
• Umur : 34 tahun
• Jenis kelamin : wanita
• TTL : Palopo, 11-06-1982
• Agama : Islam
• Suku : Palopo
• Alamat : Jln. Pajjariang
• Tanggal Pemeriksa : 19-4-2016
II. ANAMNESIS
• Autoanamnesis, selasa 22 november 2016,pkl 08.00
Keluhan Utama:
• Adanya lesi putih yang menebal yang awalnya muncul bersamaan pada siku
tangan kiri dan kanan sejak 12 bulan yang lalu.
Riwayat perjalanan penyakit:
• Kemudian lesinya menyebar pada wajah, turun ke leher dan muncul pula di
kedua tungkai kaki depan. Pasien mengatakan tidak merasakan nyeri
maupun gatal pada lesi di tubuhnya.
• demam, flu,mata berair disertai penglihatan menurun dan ada rasa nyeri
kepala (+). Batuk (-), nyeri tulang (+) . Nyeri tulang hilang ketika
mengonsumsi jamu. Menggigil (+), BAB tidak lancar ada riwayat Hemoroid
namun disangkal sedangkan BAK normal. Ny. R juga mempunyai bayi dan
mengeluh air ASInya kurang. Adanya kekakuan dan tremor pada ibu jarinya.
Lokasi Lesi
• Pasien sempat mencari pengobatan ke Puskesmas Sudiang dan akhirnya
dirujuk ke dokter spesialis kulit di RS Tajjuddin dan melakukan
pemeriksaan BTA dengan hasil positif.
• Dan sampai saat ini masih mengonsumsi obat sejak 4 bulan yang lalu yaitu
obat Novartis.
Riwayat gangguan/penyakit sebelumnya
• Penderita belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
Riwayat penyakit sistemik disangkal oleh pasien.
Riwayat gangguan/penyakit pada keluarga

Pasien mengaku tidak mengetahui


apa di keluarganya ada yang menderita
hal yang sama dengan pasien.
Riwayat

kondisi lingkungan sosial
Pasien merupakan Ibu rumah tangga, pasien mengaku kurang tahu apabila
ada tetangga yang menderita hal yang sama.
Kebiasaan sehari-hari
• Sebagai Ibu rumah tangga
III. PEMERIKSAAN
•Status Generalisata
 Keadaan umum : baik
 Kesadaran : pasien dalam kondisi sadar
 Gizi
BB: -
TB: -
IMT : -
 Tanda Vital
Nadi : -
Respirasi : -
TD: -
(Tidak dilakukan pemeriksaan tanda vital dikarenakan adanya keterbatasan
pada pemeriksaan)
 Keadaan spesifik
• Kepala : keadaan kepala pasien baik, kondisi mata dalam batas normal tidak ada
tanda-tanda anemis ataupun hiperemis pada konjugtiva, kondisi telinga dalam
batas normal hanya saja terdapat lesi pada wajah dengan hipopigmentasi.
• Leher: Tampak lesi berukuran 3 cm bentuk bulat dengan hipopigmentasi
• Thorax: keadaan thorak dalam batas normal, tidak tampak adanya kelainan pada
thorak, kondisi paru simetris dan pasien juga menuturkan tidak pernah mengalami
sesak nafas. Namun pada punggung kami tidak melakukan pemeriksaan karena
adanya keterbatasan pada pemeriksaan dan juga pada pasien.
• Abdomen: pada bagian abdomen tidak tampak ditemukan kelainan berupa lesi
ataupun untuk kodisi abdomen dalam batas normal.
• Genitalia: kami tidak melakukan pemeriksaan generalisata karena keterbatasan
pada pemeriksaan dan juga pada pasien.
• Ekstremitas: pada ektremitas atas yaitu bagian siku kiri dan kanan terdapat lesi
bersisik berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bervariasi dengan diameter 3-
5cm bentuk bulat berbatas tegas disertai eritema dan tidak bernanah. Sedangkan
pada bagian ektermitas bawah kedua tungkai tanpa bersisik namun lesi tidak
terlalu banyak muncul.
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG/USULAN
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Kami tidak melakukan pemeriksaan penunjang


ataupun untuk pasien dan berdasarkan
keterangan pada dokter puskesmas, pasien
telah dirujuk untuk melakukan pemeriksaan
lengap dan biopsi di laboratorium
histopatologi di RS Tajjuddin.
V . RINGKASAN DAN DAFTAR MASALAH
1. Bagaimana kondisi asal pasien apakah penyakit ini berasal dari lokasi yang
memang endemik Lepra atau memang dari diri pasien yang kurang menjaga diri?

2. Bagaimana dengan suami dan bayinya jika pasien tetap dalam


kondisi satu rumah dan tidak menutup kemungkinan akan tetap
melakukan hubungan suami istri, apakah suami akan tertular
atau bagaimana? Sedangkan bayi dari Ny. R masih diberikan ASI
, apakah bayi yang mengonsumsi ASI dari ibu yang Lepra dapa
t tertular atau bagaimana?

3.Bagaiamana keadaan orang tua pasien yang sebenarnya?


Apakah ada salah satu keluarga yang pernah terkena
penyakit Lepra ini?
VI. DIAGNOSIS
• Pasien terdiagnosis dengan diagnosis kerja
yaitu Morbus Hansen (MH) tipe Multi Bassiler
(MB) berdasarkan hasil pemeriksaan
penunjang yang merupakan pemeriksaan Gold
standart.
VII. PENATALAKSANAAN

• Pasien telah diberikan obat yaitu MDT Combi


Norvatis yang diminum secara oral 1 kali 1 hari.
(Rifampicin 600 mg, DDS 300 mg, Lampren 100 mg,
2. Harian : DDS 50 mg, Lampren 100 mg)
VIII. PROGNOSIS
• Berdasarkan hasil diskusi
dengan dokter puskesmas,
prognosis pasien adalah
dubia ad malam, yaitu
cenderung memburuk karena
penyakit kusta ini merupakan
penyakit kulit yang cukup sulit
dalam penyembuhan
meskipun telah dilakukan
pengobatan, apalagi tipe
kusta yang multibasiler.
• Obat MDT Combi Norvatis yang diminum secara oral 1 kali 1 yang
dikonsumsi Ny. R
KASUS II

Morbus Hansen
Identitas Pasien

• Nama : Pak R
Umur : 68 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
a I.u/Bangsa : Makassar
Agama : Islam
Status : Menikah
Pekerjaan : Penjual ikan
Bahasa yang digunakan : Indonesia
Alamat : Perumnas Jln
Anamnesis
Jenis Anamnesis :Autoanamnesis
Keluhan Utama : Bercak merah berukuran plakat disertai mati rasa
pada tangan kanan dan pinggang kanan sejak
setahun yang lalu.
Perjalanan Penyakit : plakat eritem muncul tiba-tiba pada ekremitas atas
kanan dan pinggang kanan, langsung disertai mati
rasa pada lesi tersebut.
Keluhan Penyerta : Nyeri pada tungkai kanan sejak 2 bulan yang lalu
setelah diberikan terapi sistemik untuk keluhan
utama. Disertai batuk sejak 2 bulan yang lalu serta nafsu makan
berkurang
Lingkungan : Tidak pernah kontak langsung dengan penderita
Riwayat keluarga : Tidak ada riwayat keluarga maupun orang
terdekat
Riwayat penyakit : Post operasi katarak
Keluhan Penyerta
Nyeri pada tungkai kanan
sejak 2 bulan yang lalu
setelah diberikan terapi
sistemik untuk keluhan
utama. Disertai batuk
sejak 2 bulan yang lalu
serta nafsu makan
berkurang
Riwayat kondisi lingkungan sosial/keluarga

Tidak pernah kontak langsung dengan


penderita
Tidak ada riwayat keluarga maupun orang
terdekat
Riwayat Penyakit

Post-op Katarak
Lokasi Lesi
Keadaan Umum

 
• Keadaan Umum : sakit sedang
• Tanda vital hari pertama:
• Tensi: mmHg
• Nadi : kali/ menit
• Pernapasan : kali/ menit
• Suhu :
• Tanda vital hari kedua:
• Tensi: mmHg
• Nadi : kali/ menit
• Pernapasan : kali/ menit
• Suhu :
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG/USULAN
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Kami tidak melakukan pemeriksaan penunjang


ataupun untuk pasien dan berdasarkan
keterangan pada dokter puskesmas, pasien
telah dirujuk untuk melakukan pemeriksaan
lengap dan biopsi di laboratorium
histopatologi.
Pemeriksaan Fisis

• Kepala : ukuran normochepali, rambut warna hitam, mata normal tidak anemis, hidung
tampak saddle nose, sekret tidak ada, ukuran telinga dalam batas normal, otore tidak ada,
bibir normal, lidah normal, sekret normal, pembesaran kelenjar getah bening tidak ada
• Thorax : I = simetris kanan dan kiri mengikuti gerak napas
P = nyeri tekan (-), massa (-), krepitasi (-)
P = terdengar bunyi sonor, batas paru dan jantung normal
A = bronkovesikular
• Jantung : I = lectus cordis tidak nampak
P = lectus cordis tidak teraba
P = BJ atas dextra : ICS 2 parastrenalis dextra, BJ atas sinistra : ICS 3 midclavicula sinistra, BJ
bawah dextra : ICS 5 parasternalis dextra, BJ bawah sinistra : ICS 6 midclavicula sinistra
A = Bunyi jantung 1 dan 2 murni regular, bising (-)
• Abdomen : I = datar, ikut gerak napas
A = peristaltic kesan meningkat
P = nyeri tekan (-)
P = tympani (+), ascites (-)
• Ekstremitas : edema (-), deformitas (-)
Diagnosis

• Suspect Morbus Hansen


PENATALAKSANAAN
• Pasien telah diberikan
obat yaitu MDT Combi
Norvatis yang diminum
secara oral 1 kali 1 hari.
(Rifampicin 600 mg,
DDS 300 mg, Lampren
100 mg, 2. Harian : DDS
50 mg, Lampren 100
mg)
VIII. PROGNOSIS
• erdasarkan hasil diskusi
dengan dokter puskesmas,
prognosis pasien adalah
dubia ad malam, yaitu
cenderung memburuk karena
penyakit kusta ini merupakan
penyakit kulit yang cukup sulit
dalam penyembuhan
meskipun telah dilakukan
pengobatan, apalagi tipe
kusta yang multibasiler.
Resume
Seorang laki-laki berusia 68 tahun
datang ke puskesmas dengan keluhan
plakat eritem pada tangan dan piggang
sebelah kanan, dirasakan sejak 1 tahun
yang lalu, disertai hipoanastesi dan
anastesi pada area lesi. Bercak tidak
disertai gatal dan tidak nyeri. Keluhan
lain kurang napsu makan disertai
batuk sejak mendapat terapi sistemik
untuk keluhan utamanya. Pasien
tampak mengalami saddle nose dan
kulit hiperpigmentasi.
KASUS III

MORBUS HANSEN
IDENTITAS
• Nama : Mr.S
• Umur : 27 tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Alamat : Perumnas
• Pekerjaan : Karyawan Swasta
• Agama : Islam
• Status : blm menikah
• Bahasa yang digunakan : Indonesia
Anamnesis
• Keluhan Utama : Bercak warna merah pada wajah dan tidak
gatal
• Riwayat perjalanan penyakit : Keluhan dirasakan pertama
kali pada wajah semenjak 5 bulan yang lalu. Pada awalnya,
kemerahan di wajah tidak disertai gatal dan nyeri. Pasien
juga mengeluh mati rasa dilengan bawah, lengan atas, paha,
dan kaki. Tidak ada demam, batuk (-), BAB & BAK lancar.
Pasien mengaku telah mengolesi dengan madu. Pasien
sebelumnya mendapatkan pengobatan sebelumnya.
• Riwayat gangguan penyakit sebelumnya : Tidak ada
• Riwayat alergi : Ada alergi makanan (Telur dan mie)
• Kondisi lingkungan sosial : Tidak ada penyakit
serupa
• Riwayat kebiasaan : Tidak ada kebiasaan merokok
• Riwayat pengobatan : Pernah berobat ke PKM
Pemeriksaan Fisis :
A. Status generalisata :
Keadaan umum : baik
Kesadaran : Compos mentis GCS 15 (E4M6V5)
Gizi :
BB : -
TB: -
IMT : -
Tanda vital : Tidak dilakukan pemeriksaan tanda vital
dikarenakan adanya keterbatasan pemeriksaan.
Keadaan spesifik :
Kepala : Keadaan kepala pasien baik tapi terdapat
lesi pada wajah berwarna merah
kehitaman.
Leher :-
Thoraks : -
Abdomen : -
Ekstremitas : Mati rasa pada bagian lengan atas, paha
dan kaki
B. Status dermatologis :
Lokasi : Regio Facial
Effloresensi : Makula hipopigmentasi pada wajah,
berbatas tegas, skuama (-), erosi (-).
Lokasi Lesi
Pemeriksaan penunjang :
Tidak dilakukan
pemeriksaan penunjang
untuk pasien karena dari
keterangan dokter
puskesmas, pasien telah
dirujuk melakukan
pemeriksaan lengkap di
lab balai kesehatan kulit
kelamin dan kosmetika.
Diagnosis :
Pasien terdiagnosis dengan diagnosis kerja yaitu
Morbus Hansens tipe Multi basiler (MB) berdasarkan
hasil pemeriksaan penunjang yang merupakan gold
standar.
Penatalaksanaan
Pasien telah di berikan
obat yaitu 1 bulanan :
Rifampicin 600 mg, DDS
300 mg, Lampren 100
mg, 2 harian : DDS 50
mg, Lampren 100 mg
Prognosis :
Prognosis pasien Dubia et bonam
KASUS IV

MALARIA
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.S
Umur : 32 tahun
JenisKelamin : Laki-laki
Suku/Bangsa : Makassar
Agama : Islam
Status : Menikah
Pekerjaan : Wiraswasta
Bahasa yang digunakan : Indonesia
Alamat : jl.sudiang
ananmnesis
• Keluhan utama: demam tinggi
malam hari
• Riwayat perjalanan penyakit:
Demam sejak 4 hari yang lalu
disertai menggigil dan keringat
dingin setiap malam hari. Pasien
juga mengeluh sakit kepala,
kembung, mual, malas makan
urtika, sulit buang air besar. Pasien
beli sendiri obat paracetamol dan
amoxicilin
• Riwayat gangguan penyakit sebelumnya:
keluhan yang sama pada tahun 2014
• Riwayat alergi: tidak ada
• Kondisi ligkungan sosial: kerja di mamuju sejak
bulan 8
• Riwayat pengobatan: amoxicilin dan
paracetamol
Pemeriksaan fisis

ukuran normochepali, rambut


warna hitam, mudah dicabut, mata
anemis, hidung normal, sekret
tidak ada, ukuran telinga dalam
batas normal, otore tidak ada,
bibir kering, lidah kotor, sekret
normal, tonsil tidak membesar,
faring normal dan sekret ada,
pembesaran kelenjar getah bening
tidak ada.
Pemeriksaan Penunjang
Dilakukan tes darah rutin dengan hasil :
• Trombosit = 169.000/ mm3 (Normal)
• Leukosit = 14.600/mm3 (meningkat)
 
Tes Widal :
• S. typhi = negatif
• S. paratyphi A = negatif
• S.paratyphi B = nagatif
• S. paratyphi C= 1/ 80
Diagnosis
• Suspect Demam Tifoid
Resume
Seorang pasien laki-laki 32 tahun, wiraswasta datang
ke puskesmas dengan keluhan demam pada malam
hari yang dialami ± 4 hari yang lalu, disertai menggigil
diseluruh tubuh, dan keringat dingin pada malam hari.
Keluhan disertai sakit kepala, pusing, nyeri tulang,
kembung, sesak, dan sulit buang air besar. Pasien
kerja di mamuju sejak 8 bulan yang lalu. Riwayat
mengkonsumsi obat paracetamol dan amoxicillin.
Riwayat berobat di awalbross tahun 2014 dengan
keluhan yang sama. Tidak ada riwayat keluarga
penatalaksanaan
• Istirahat yang cukup
• Perbanyak minum
• Makan lunak

R/ Paracetamol 3x1
Ranitidin 2x1
Amoxicilin 3x1
metocloparamid 3x1
KASUS V

FARINGITIS
Identitas Pasien
• Nama : Tn. Sd
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Umur : 25 tahun
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Cleaning Service di RS. Tadjuddin
Khalik Makassar
• Alamat : Jl. Bone Raya
Keluhan Utama : Demam
Anamnesis Terpimpin
• Demam 4 hari yang lalu sebelum ke puskesmas.
• Demam dialami terus menerus selama 4 hari. Tidak ada
peningkatan ataupun penurunan suhu diwaktu-waktu tertentu.
• Demam disertai pusing dan sakit kepala sejak 4 hari yang lalu,
membaik saat istirahat dan memburuk saat bekerja.
• Disertai flu dan batuk berdahak selama 4 hari seiring dengan
demam, dahak kental dan berwarna kuning. Demam kadang-
kadang disertai dengan rasa menggigil.
• Keluhan lain berupa nyeri menelan sejak 3 hari yang lalu, ada
mual dan muntah setelah makan. Muntah berisi sisa makanan,
berwarna kuning. Sesak tidak ada, nyeri dada tidak ada..
Riwayat Penyakit Sebelumnya
• Pernah menderita penyakit yang sama 1 bulan
sebelumnya, namun sembuh dengan obat penurun
panas dan obat flu yang dibeli sendiri (tanpa resep
dokter).
• Pernah menderita kejang saat kecil dan sering
berulang sampai sekarang. Kejang muncul disaat
pasien kelelahan. Durasi dalam sekali kejang kurang
lebih selama 5 menit. Membaik sendiri tanpa
pengobatan.
Data Objektif
• Status Generalis : Sakit Ringan/Gizi Kurang/Compos
Mentis
• Berat Badan : 44 kg
• TB: 160 cm
• Status vitalis :
• Tekanan darah : 80/60 mmHg
• Nadi : 80kali/menit, teraba di A. Radialis dextra,
kuat angkat, reguler
• Pernapasan : 20 kali/menit, tipe thoracal
• Suhu : 37,50C, axilla dextra
PEMFIS
Kepala :
• Mulut bibir pucat (+)
Leher :
• Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak
terdapat massa tumor, tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening, tidak ada deviasi trakea.
Thorax : NORMAL
Jantung : NORMAL
Abdomen : NORMAL
Ekstremitas: NORMAL
Diagnosis
• ISPA + Faringitis
Diagnosis Banding
• Demam berdarah
• Status epileptikus
• Tonsilitis
Prognosis
• Qua ad vitam : bonam
Pemeriksaan Anjuran/Pemeriksaan Penunjang
• Darah rutin
• Rumpeleed Test
• Widal
• CT Scan kepala

Penatalaksaan/Terapi
• Paracetamol 3x1
• Metoclopramide 3x1
• Amoxicillin 3x1
Thankyou
Wassalam