Anda di halaman 1dari 10

DEMAN DAN NYERI

Nofit Zupramono 1285


Reka Sari 1292
Sela Safitri 1295
Vita Hani Islami 1306

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan


Samarinda
2020
Informasi yang
SWAMEDIKASI diberikan kepada
pasien sekurang-
Upaya seseorang kurangnya
dalam mengobati meliputi:
gejala sakit atau
penyakit tanpa  Cara pemakaian
berkonsultasi obat
dengan dokter  Cara penyimpanan
terlebih dahulu. obat
Swamedikasi boleh  Jangka waktu
dilakukan untuk pengobatan
kondisi penyakit  Makanan/minuma
yang ringan, dan n /aktifitas yang
umum. hendaknya
dihindari selama
terapi dan
DEFINISI
Demam merupakan gejala dari beragam kondisi
Demam adalah suatu keadaan dan penyakit. Biasanya, demam akan disertai
saat suhu badan melebihi 37 °C gejala lain akibat kondisi yang mendasarinya.
yang disebabkan oleh penyakit Beberapa di antaranya adalah:
atau peradangan. Demam juga  Sakit kepala
merupakan pertanda bahwa sel  Berkeringat
antibodi manusia (sel darah putih)  Menggigil
sedang melawan suatu virus atau  Lemas
bakteri.  Nyeri otot
 Kehilangan nafsu makan
mam dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:
nyakit infeksi, seperti infeksi virus, bakteri, jamur, parasit.
Penyakit yang menyebabkan peradangan kronis, seperti reumathoid arthritis.
Menerima beberapa jenis imunisasi, seperti difteri dan tetanus.
Menerima obat.
Kanker.
DEFINISI

Nyeri merupakan suatu gejala yang menunjukkan


adanya gangguan-gangguan di tubuh seperti
peradangan, infeksi, dan kejang otot. Nyeri juga
dapat dikatakan sebagai pengalaman sensorik serta
emosional yang tidak menyenangkan karena
kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial
(Depkes RI, 2006; Bahrudin, 2017).

Penyebab timbulnya rasa nyeri adalah adanya


rangsangan pada ujung syaraf akibat kerusakan
jaringan tubuh yang terjadi karena (Depkes RI,
2006):
• trauma, misalnya akibat benda tajam, benda
tumpul, bahan kimia, dan lain-lain
• Proses infeksi atau peradangan
PENGOBATAN Kondisi: Demam dan nyeri
ringan hingga sedang
(Obat rektal)
Anak-anak (Diberikan
FARNAKOLOGI setiap 4-6 jam sekali, atau
4 kali sehari sesuai
kondisi)
Merek dagang  Paracetamol 3 bulan - <1 tahun: 60-
Paracetamol: Kondisi: Demam dan nyeri ringan hingga 125 mg.
Biogesic, Eterfix, sedang 1-<5 tahun: 125-250 mg.
Fevrin, Kamolas, Dewasa: 500-1000 mg, 3-4 kali sehari. Dosis 5-12 tahun: 250-500 mg
Naprex, Ottopan, maksimal adalah 4000 mg per hari. Kondisi: Demam pasca 
Panadol, Pehamol, Anak-anak (dosis maksimal adalah 4 kali imunisasi (obat oral atau
Pyrexin, Sanmol, sehari)
rektal)
Tamoliv, Cetapain, 3-<6 bulan: 60 mg.
6 bulan-<2 tahun: 120 mg.
Anak-anak (2-3
Farmadol, bulan): 60 mg sekali
2-<4 tahun: 180 mg.
Ikacetamol, Moretic, 4-<6 tahun: 240 mg. sehari. Jika diperlukan,
Nofebril, Pamol, 6-<8 tahun: 240-250 mg. dosis kedua dapat
Praxion, Pyridol, 8-<10 tahun: 360-375 mg. diberikan setelah 4-6 jam
Sumagesic, Tempra. 10-<12 tahun: 480-500 mg. berikutnya
Efek Samping
mual, sakit perut bagian
01 atas, gatal-gatal,
kehilangan nafsu makan

02 urine berwarna
gelap, feses
berwarna pucat
03kuning pada kulit dan mata

04 reaksi alergi, yang dapat


menyebabkan ruam dan
bengkak
Merek dagang Ibuprofen: Arfen, Efek samping yang umum terjadi dan bersifat
Brufen, Farsifen, Iprox, Proris, ringan dari ibuprofen adalah:
Prosinal, Spedifen, Arthrifen, Bufect, sakit perut, maag, diare, sembelit
Farsifen, Ostarin, Prosic, Rhelafen, kembung
Yariven
pusing, sakit kepala, gugup
gatal atau ruam kulit
Kondisi: Demam
telinga berdenging
Dewasa: 200-400 mg, 3-4 kali sehari. Dosis
maksimal adalah 1200 mg per hari, atau 2400
mg per hari dalam pengawasan dokter.
Anak-anak (6 bulan-12 tahun): 10 mg/kgBB
per kali pemberian, 2-3 kali sehari. Dosis
maksimal adalah 40 mg/kgBB per hari.
Kondisi: Nyeri ringan hingga sedang
Dewasa: 200-400 mg, 3-4 kali sehari. Dosis
maksimal adalah 1200 mg per hari, atau 2400
mg per hari dalam pengawasan dokter.
Anak-anak: 4-10 mg/kgBB per hari, dibagi
menjadi 2-3 kali sehari.
TERAPI NON FARMAKOLOGI

Prinsip utama adalah menurunkan demam secepat mungkin untuk


menghindari timbulnya efek samping demam seperti kejang atau
penurunan kesadaran. Upaya yang telah dilaksanakan sejak jaman
dahulu untuk menurunkan panas adalah kompres memakai air pada
dahi, belakang kepala, kedua ketiak, dan kedua lipat paha. Hingga kini
masih merupakan perdebatan antara para ahli apakah memakai air
dingin/air es/alkohol 70% atau memakai air hangat. Pemakaian air
dingin/air es/alkohol akan lebih cepat menurunkan panas dengan resiko
penderita sering menggigil, dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Pemakaian kompres air hangat lebih dianjurkan karena menurunkan
suhu tubuh secara bertahap dan menyebabkab timbulnya keringat
sehingga pada akhirnya menurunkan panas. Selain itu tidak dianjurkan
memakai pakaian yang tebal karena dapat meningkatkan suhu tubuh
dan menyebabkan timbulnya kejang. Bila dalam dua hari panas tidak
turun dan tetap tinggi, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter
untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut.
Thank You