Anda di halaman 1dari 5

Domisili, Catatan Sipil,

dan Keadaan Tidak Hadir

Surini A. Sjarief
Endah Hartati
Domisili
Pengertian  tempat dimana seseorang beradal dlm
Kaitan dengan pelaksanaan hak dan penentuaan
Kewajiban (dianggap oleh hukum selalu hadir)

Domisili Ditentukan  demi kepastian hukum

Sukarela
Domisili Ps. 17. 18, 19
sesungguhnya
Wajib
Ps. 20, 21, 22
Macam Ditentukan UU
Ps. 11 (1b)
Domisili yg UUHT
dipilih Dipilih secara
bebas
Pencatatan status sesorang  berkaitan
dengan kelahiran, perkawinan, perceraian,
kematian, pergantian nama, pengakuan anak,
dll.

Peristiwa Dicatat Status Hk

CATATAN SIPIL misalkan

Lahir Kawin

Anak sah Suami

Anak Luar Kawin Istri

Status KCS  Dept. Dalam Negeri  Bertempat pd


Setiap Kabupaten/Kotamadya
Stb. 1920-751 jo. Stb.1927-564 mengenai
pendaftaran kelahiran dan kematian bagi
semua WNI dan WNA di Indonesia

Stb. 1933-75 jo. St. 1936-607 Mengenai


DASAR HUKUM pendaftaran perkawinan dan perceraian
CATATAN SIPIL bagi semua WNI dan WNA yang bukan
beragama Islam di Indonesia

UU No. 32 Tahun 1954 tentang Pencatatan


Nikah, Talak, dan Rujuk bagi WNI yang
beragama Islam
Pengertian  Ps 463 & 467 KUHPerdata

Tahapan  3 Tahapan menurut


KUHPerdata :
1. Tindakan sementara (Ps. 463
KUHPerdata)
2. Diduga meninggal (Ps. 467 dan 470
KEADAAN TAK HADIR
KUHPerdata)
(AFWEZIJHEID)
3. Tahap pewarisan secara definitif
ditentukan Ps. 485 KUHPerdata, yiatu :
• 30 th sejak diduga meninggal
dunia
• Usianya telah mencapai 100 th.

Bagi Suami & Istri  lihat Ps. 39 UU No.


1/74 Jo Ps. 19 PP No. 9/1975.