Anda di halaman 1dari 10

SIKLUS

FOSFOR
Siklus Fosfor

• Siklus Fosfor didefinisikan


sebagai siklus biogeokimia
yang menggambarkan
pergerakan fosfor melalui
bidang ekosistem yaitu
melalui litosfer, hidrosfer
PEMBAGIAN FOSFOR

• Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk,


yaitu senyawa fosfat organik (pada
tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat
anorganik (pada air dan tanah). Fosfat
organik dari hewan dan tumbuhan yang
mati diuraikan oleh decomposer (pengurai)
menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik
yang terlarut di air tanah atau air laut akan
PROSES FOSFOR:

• 1. Sebagian besar ketersediaan fosfor dalam tanah berasal dari


pelapukan batuan fosfat. Batuan tersebut lapuk oleh perubahan
cuaca. Fosfat dari pelapukan batuan fosfat meresap ke dalam
tanah dan menyuburkan tanaman sekitarnya.
• 2. Fosfat anorganik yang tersedia di dalam tanah diserap
tumbuhan. Hewan tidak dapat menyerap fosfat anorganik.
Hewan hanya mampu menyerap fosfat organik. Kebutuhan
fosfor organik ini terpenuhi dengan cara memakan tumbuhan
melalui proses rantai makanan.
• 3. Tumbuhan dan hewan yang mati, feses, dan
urinnya akan terurai menjadi fosfat organik.
Bakteri menguraikan fosfat organik ini menjadi
fosfat anorganik. Fosfat ini akan tersimpan ke
dalam tanah kembali dan diserap oleh tumbuhan.
• 4. Di dalam ekosistem air, juga terjadi daur fosfor.
Fosfat yang terlarut di dalam air diserap oleh
ganggang dan tumbuhan air. Ikan-ikan
mendapatkan fosfat melalui rantai makanan.
Dekomposer menguraikan organisme air yang
mati serta hasil ekskresinya menjadi fosfat
anorganik.
• 5. Selain hasil urai dekomposer, sumber fosfat dalam air berasal
dari pelapukan batuan mineral (endapan batuan fosfat, fosil
tulang) yang hanyut di perairan. Fosfat yang terlarut dilautan
dalam akan membentuk endapan fosfor. Endapan ini tidak dapat
dimanfaatkan lagi karena tidak ada arus air di perairan dalam.
Fosfat yang terlarut di perairan dangkal teraduk oleh arus air
sehingga menyuburkan ekosistem. Ekosistem yang subur
menjadi tempat hidup bagi banyak biota air.
• 6. Di tempat tertentu, terjadi penimbunan fosfor karena
penumpukan kotoran burung guano. Burung guano adalah
spesies burung laut yang memangsa ikan-ikan laut. Gerombolan
burung ini membawa kembali fosfat dari laut menuju darat
melalui feses.
Siklus Alami Fosfat

• Banyak sumber fosfat yang di pakai oleh hewan, tumbuhan, bakteri, ataupun
makhluk hidup lain yang hidup di dalam laut. Misalnya saja fosfat yang berasal
dari feses hewan (aves). Sisa tulang, batuan, yang bersifat fosfatik, fosfat bebas
yang berasal dari proses pelapukan dan erosi, fosfat yang bebas di atmosfer,
jaringan tumbuhan dan hewan yang sudah mati. Di dalam siklus fosfor banyak
terdapat interaksi antara tumbuhan dan hewan, senyawa organik dan inorganik,
dan antara kolom perairan, permukaan, dan substrat. Contohnya beberapa
hewan melepaskan sejumlah fosfor padat di dalam kotoran mereka.
• Dalam perairan laut yang normal, rasio N/P adalah sebesar 15:1. Ratio N/P yang
meningkat potensial menimbulkan blooming atau eutrofikasiperairan, dimana
terjadi pertumbuhan fitoplankton yang tidak terkendali
• Peranan Siklus Fosfat
• 1.Tanaman dan hewan memerlukan fosfor sebagai nutrisi penting, tetapi
merupakan nutrisi pembatas bagi organisme akuatik.
• 2.Beberapa molekul kehidupan terdiri dari fosfor penting mempertahankannya.
• 3.Sebagian besar fosfor yang ditambang digunakan untuk membuat pupuk.
• 4. Pelapukan batuan dan mineral melepaskan fosfor ke lingkungan yang
diambil oleh tanaman dan diolah menjadi senyawa organik.
• 5. Fosfat secara biologis penting karena merupakan komponen nukleotida dan
asam nukleat seperti DNA dan RNA.
• 6. Molekul penyimpanan energi seperti ATP, ADP, GDP, dll
• 7. Bentuk heliks ganda DNA hanya mungkin karena molekul fosfat
membentuk ester fosfat sebagai jembatan yang mengikat double
heliks.
• 8. Fosfor ditemukan dalam tulang dalam bentuk kalsium fosfat.
• 9. Hal ini juga hadir dalam enamel gigi mamalia, dalam
eksoskeleton serangga.
• 10. Hal ini juga hadir dalam bentuk fosfolipid yang ditemukan
dalam semua membran biologis.
• 11. Fosfor juga berfungsi dalam menjaga homeostasis asam
basa dalam tubuh manusia bertindak sebagai agen penyangga.
• 12. Hal ini juga penting untuk reaksi metabolisme untuk
melepaskan energi.
• 13. Hal ini juga diperlukan untuk mengkodekan informasi gen.