Anda di halaman 1dari 16

Anggaran Biaya

Overhead Pabrik
Prabu Jaka Triadi (C1C18028) Mila Novriani (C1C18065)
Mey Sundari (C1C18078)Sari Puspita Dewi (C1C18042)
Sarah Sinadela (C1C018038) Jordhi Arfito (C1C18027)
PENGERTIAN BIAYA OVERHEAD
PABRIK
Biaya overhead pabrik atau BOP merupakan salah satu
bagian dari keseluruhan biaya produksi yang tidak dapat
ditelusuri secara langsung pada produk atau kegiatan
tertentu. Dengan kata lain, biaya overhead pabrik dapat
dikatakan sebagai biaya – biaya yang dikeluarkan dalam
suatu proses produksi selain dari biaya produksi langsung
(direct material cost) dan biaya tenaga kerja
langsung (direct labor cost).
 
Contoh beberapa biaya overhead pabrik yaitu biaya
bahan pembantu, biaya tenaga kerja tidak langsung seperti
mandor dan supervisor atau lainnya, pajak bumi dan
bangunan, premi asuransi, penyusutan, pemeliharaan, dan
lain sebagainya.
Anggaran biaya overhead pabrik adalah suatu
perencanaan secara rinci mengenai biaya produksi tidak
langsung atau BOP selama periode tertentu yang akan
datang. Perencanaan ini mencakup rencana jenis – jenis
biaya overhead pabrik, jumlah biaya overhead pabrik, dan
waktu pembebanan biaya overhead pabrik tersebut yang
disesuaikan dengan masing – masing departemen di mana
biaya overhead pabrik tersebut terjadi.

Umumnya, seoarang manajer keuangan yang dibantu


oleh akuntan keuangan yang bertanggungjawab
merencanakan dan menyusun anggaran perusahaan, salah
satunya anggaran biaya overhead pabrik, tentunya dengan
berkoordinasi dengan departemen terkait, dalam
pembahasan ini biasanya yaitu departemen produksi
beserta pejabat terkait.
MANFAAT ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (Lanjutan)

Dengan demikian anggaran biaya overhead pabrik berguna


sebagai dasar untuk penyusunan anggaran HP Produksi (cost of goods
manufactured budget), anggaran HPP (cost of good sold budget) dan
anggaran kas (cash budget).
Untuk lebih memahami poin ke-4 dari manfaat anggaran BOP
terkait sebagai alat pengawasan, maka perlu diketahui tujuan
pengawasan biaya overhead pabrik:
1. Untuk mengetahui sesuai tidaknya realisasi dengan yang
direncanakan.
2. Untuk mengetahui besar kecilnya biaya overhead.
3. Untuk menentukan bagian-bagian yang bertanggung jawab
01 Biaya Tetap
Adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah (tetap)
Sifat Biaya pada berbagai tingkat produksi. Termasuk dalam biaya ini
misalnya biaya depresiasi gedung, mesin, kendaraan, gaji

Overhead Pabrik pegawai bagian produksi. 

02 Biaya Variabel
Adalah biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan
jumlah produksi pada satu periode. Termasuk ke dalam
biaya ini misalnya biaya bahan penolong..

03 Biaya Semivariabel
Adalah biaya yang jumlahnya berubah tetapi tidak
proporsional dengan perubahan jumlah produksi.Termasuk
dalam biaya ini adalah biaya pemeliharaan, biaya tenaga
kerja tidak langsung.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam menyusun anggaran BOP adalah : Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi
1. Anggaran unit yang akan diproduksi,
terutama yang berkaitan dengan kualitas Penyusunan Anggaran
dan kuantitasnya dari waktu ke waktu Biaya Overhead Pabrik
selama periode yang akan datang.
2. Berbagai standar yang telah ditetapkan
perusahaan (misalnya standar pemakaian
bahan pembantu, pemakaian listrik dan
sebagainya) .
3. Sistem pembayaran upah yang dipakai oleh
perusahaan. 
4. Metode depresiasi, khususnya terhadap
aktiva tetap .
5. Metode alokasi biaya yang dipakai oleh
perusahan untuk membagi biaya-biaya yang
semula merupakan satu kesatuan, menjadi
Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik

Karena biaya overhead pabrik terdiri dari tiga macam sifat biaya maka
penentuan anggaran BOP adalah sebagai berikut :

1. Biaya yang sifatnya tetap maka pada periode yang akan datang
ditentukan sama dengan periode sebelumnya. Biaya tetap adalah biaya
yang besarnya ditentukan oleh pihak manajemen, baik bagian pabrik atau
produksi maupun manajemen puncak. Kemungkinan yang lain, biaya
tetap ditentukan oleh pihak luar, misalnya ditentukan oleh pemerintah. 
2. Biaya yang bersifat variable ditentukan berdasarkan tarif tertentu yang
disesuaikan dengan kondisi yang akan datang. 
3. Biaya yang bersifat semivariabel akan ditentukan dengan menganalisis
biaya pada beberapa periode yang lalu, kemudian mengelompokannya ke
dalam biaya tetap dan biaya variable.
ALOKASI BIAYA OVERHEAD
PABRIK
Distribusi biaya overhead pabrik adalah pembagian
biaya overhead pabrik tak langsung departemen kepada
departemen-departemen yang menikmatinya.
Alokasi biaya overhead pabrik adalah pembagian biaya
overhead pabrik departemen pembantu ke departemen
produksi, atau dari departemen pembantu yang lain dan
departemen produksi. 
Pembebanan biaya overhead pabrik adalah pembagian
biaya overhead pabrik kepada produk.
Satuan kegiatan atau satuan penghitung adalah satuan
yang dipakai untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah
dilakukan oleh bagian produksi dan bagian jasa, dalam
rangka proses produksi. 
Satuan-satuan kegiatan yang umum dipakai pada
bagian produksi dan bagian jasa/pembantu adalah :

1. Bagian produksi:
• Unit barang yang dihasilkan
• Jam buruh langsung
• Jam mesin langsung
• Biaya bahan baku
• Biaya tenaga kerja langsung

2. Bagian jasa/pembantu:
• Jam reparasi langsung
• Kilowatt hours, untuk bagian pembangkit tenaga
listrik
• Nilai pembelian bahan baku, untuk bagian
pembelian
• Jam buruh langsung dan jam tenaga kerja, untuk
bagian umum dan administrasi pabrik.
Ditinjau dari bagian yang bertanggung jawab, biaya
overhead pabrik dikelompokkan sebagai: 
• Biaya langsung, yakni biaya yang semata-mata menjadi
tanggung jawab bagian yang bersangkutan dan tidak
dibebankan ke bagian lain. 
• Biaya tidak langsung, yakni biaya yang menjadi tanggung
jawab beberapa bagian pada pabrik. 

Kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar penyusunan


anggaran biaya overhead pabrik, antara lain adalah: 
• Kapasitas praktis, adalah teoritis (yakni kapasitas pabrik
untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh, tanpa
berhenti selama jangka waktu tertentu) dikurangi dengan
kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan
intern perusahaan. 
• Kapasitas normal, adalah kemampuan perusahaan
berproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang. 
• Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan, adalah kapasitas
sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam
periode yang akan datang.
Contoh Perhitungan
Data tahunan yang tersedia dari PT Setia adalah:
a. Biaya Overhead Pabrik

Departemen Sifat Jumlah biaya Tingkat kegiatan

Perakitan Produksi Rp 4.000.000 10.000 DMH

Penyelesaian Produksi Rp 2.000.000 5.000 DLH

Bengkel Jasa Rp 1.000.000 1.000 DRH

Diesel Jasa Rp 1.000.000 1.000 KWH


b. Penggunaan hasil kegiatan departemen jasa
Pemberian Jasa Perakitan Penyelesaian Bengkel Diesel

Dep. Bengkel 40% 40% - 20%

Dep. Diesel 50% 40% 10% -

Dengan data tersebut maka dapat menghitung:


1. BOP netto masing-masing departemen jasa:
Persamaan aljabar untuk BOP masing-masing
departemen jasa setelah saling menerima jasa adalah:
X= a1+b1Y
Y=A2+b2Y
Dimana:

X= BOP departemen jasa bengkel setelah menerima alokasi BOP dari


departemen jasa diesel

Y= BOP departemen jasa diesel setelah menerima alokasi BOP dari


departemen jasa bengkel

a1= BOP departemen jasa bengkel sebelum menerima alokasi BOP dari
departemen jasa diesel

a2= BOP departemen jasa diesel setelah menerima alokasi BOP dari
departemen jasa bengkel

b1= persentase penggunaan jasa departemen jasa diesel oleh departemen


Dep.
Sehingga:  
Bengkel
Dep. Diesel
X0.1Y
Budget BOP Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
000.000 + 0.1Y
Y= 1.000.000 + 0.2X Menerima BOP dari:    
Maka: Dep. Diesel= 0.1 ×
122.449  
X= 1.000.000 + 0.1 ( 1.000.000 + 0.2X ) Rp 1.224.490
X= 1.000.000 + 100.000 + 0.02X
Dep. Bengkel= 0.2
X - 0.02X= 1.100.000 × Rp 1.122.449
224.490
0.98X= 1.100.000
X= 1.122.448.979 = 1.122.449 Memberi BOP
   
kepada:

X= 1.000.000 + 0.1Y Dep. Diesel 224.490  

1.122.449= 1.000.000 + 0.1Y Dep. Bengkel   122.449


122.449= 0.1Y
BOP netto masing-
Y= 1.224.489,79 = 1.224.490 Rp 897.959 Rp 1.102.041
masing
2. Jumlah BOP keseluruhan
masing-masing departemen
produksi 3. Tarif BOP masing-masing
departemen produksi untuk
  Perakitan Penyelesaian
Budget BOP Rp 4.000.000 Rp 2.000.000
setiap satuan kegiatan
Alokasi BOP
dari:
    Taris BOP departemen perakitan
  per satuan DMH:
Dep. Bengkel:    
Rp 5.061.224,5 ÷ 10.000 =
40/80 × Rp 506,10
448.979,5
897.959
40//80 × Rp Tarif BOP departemen
448.979,5
897.959 penyelesaian per satuan DLH:
Dep. Diesel:  
50/90 × Rp 2.938.775,5 ÷ 5.000 =
612.245
1.102.041 567,76
 
40/90 ×
 
1.102.041
489.796
Jumlah BOP
Rp 5.061.224,5 Rp 2.938.775,5
keseluruhan
Thank You