Anda di halaman 1dari 16

NAMA :

KONSEP ALMANDA MAGHFIRA


RAHMAN
ARITMIA NPM :
17.156.01.11.002
DEFINISI

■ Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan komplikasi yang


sering terjadi pada infark miokardium.Aritmia atau disritmia adalah
perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh
konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges, 1999).
■ Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel miokardium.
Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan
bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price,
1994).  
■ Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas
denyut jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan
konduksi (Hanafi, 1996).
JENIS-JENIS ARITMIA

Aritmia adalah kondisi yang menggambarkan detak jantung yang tidak teratur, antara
terlalu cepat, terlalu lambat, ataupun terlalu dini, intinya adalah irama ataupun detak
jantung yang tidak teratur. Aritmia terjadi ketika sinyal listrik ke jantung yang
mengkoordinasi detak jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga membuat
detak jantung tidak teratur.
Berikut adalah jenis-jenis aritmia yang perlu diketahui:
1. Takikardia adalah jenis gangguan irama jantung yang berdetak lebih cepat ketimbang
biasanya saat istirahat.
2. Atrial Flutter Pada atrial flutter, atria jantung berdetak sangat cepat, tetapi dengan
laju yang teratur.
3. Takikardia supraventrikular kondisi detak jantung cepat yang abnormal yang berasal
dari suatu tempat di atas ventrikel. Ini disebabkan oleh sirkuit abnormal di jantung yang
biasanya hadir saat lahir dan menciptakan tumpang tindih sinyal listrik.
LANJUTAN..

4. Takikardia ventrikel denyut jantung cepat yang berasal dari sinyal listrik abnormal
di ruang bawah jantung (ventrikel). Denyut jantung yang cepat tidak memungkinkan
ventrikel untuk mengisi dan berkontraksi secara efisien untuk memompa cukup
darah ke tubuh.
5. Fibrilasi ventrikel terjadi ketika impuls listrik yang kacau dan cepat menyebabkan
ventrikel bergetar tidak efektif daripada memompa darah yang diperlukan ke tubuh.
6. Bradikardia denyut jantung yang melambat melebihi normal ketika beristirahat.
Biasanya jantung berdenyut 60–100 kali per menit setiap kamu beristirahat. Namun
kalau kamu mengidap bradikardia denyut jantung akan kurang dari 60 kali per menit.
7. Fibrilasi atrium denyut jantung yang tidak teratur dan sering cepat yang dapat
meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi yang berhubungan dengan
jantung lainnya.
KLASIFIKASI ARITMIA

1. Aritmia Nodus Sinus


2. Aritmia Atrium
3. Aritmia Ventrikel
PENATALAKSANAAN MEDIS

Terapi medis Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu :


1. Anti aritmia
– Kelas 1 : sodium channel blocker
– Kelas 1 A, Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi
pemeliharaan untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter.
Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang
menyertai anestesi. Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang
– Kelas 1 B, Lidocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard, ventrikel
takikardia. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT, Dan Pheniton.
– Kelas 1 C, Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi, Aprindine,
Moricizine, Propafenone.
LANJUTAN..

2. Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) Atenolol, Metoprolol,


Bisoprolol, Nadolol dan Propanolol : indikasi aritmi jantung, angina
pektoris dan hipertensi
3. Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) Amiodarone, indikasi VT,
SVT berulang, Sotalol, Bretilium, Dofatilide dan Ibutilide.
4. Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) Verapamil, indikasi
supraventrikular aritmia, Nipedifin, Amlodipine, dan Diltiazem
LANJUTAN..

TERAPI MEKANIS
1. Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan
disritmia yang memiliki kompleks GRS, biasanya merupakan prosedur
elektif.
2. Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat
darurat.
3. Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi dan
mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada
pasien yang resiko mengalami fibrilasi ventrikel.
4. Terapi pacemaker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimuluslistrik
berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekuensi jantung
LANJUTANN..

■ Terapi non farmakologi


1. Kurangi merokok
2. Kurangi stress
3. Kurangi minuman beralkohol
4. Diet
5. Olahraga
MANIFESTASI KLINIS

1. Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ); nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi;
bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit pucat, sianosis,
berkeringat; edema; haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat.
2. Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
3. Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina,
gelisah
4. Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas
tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan
seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal;
hemoptisis.
5. demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis
siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. EKG : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan


tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung.
2. Monitor Holter : Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan
dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). Juga
dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia.
3. Foto dada : Dapat menunjukkan pembesaran bayangan jantung sehubungan dengan
disfungsi ventrikel atau katup
4. Skan pencitraan miokardia : dapat menunjukkan aea iskemik/kerusakan miokard yang
dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan
kemampuan pompa.
5. Tes stres latihan : dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang
menyebabkan disritmia.
LANJUTANN..

6. Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium dan


magnesium dapat mnenyebabkan disritmia.
7. Pemeriksaan obat : Dapat menyatakan toksisitas obat jantung, adanya
obat jalanan atau dugaan interaksi obat contoh digitalis, quinidin.
8. Pemeriksaan tiroid : peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum
dapat menyebabkan.meningkatkan disritmia.
9. Laju sedimentasi : Penignggian dapat menunukkan proses inflamasi
akut contoh endokarditis sebagai faktor pencetus disritmia.
10. GDA/nadi oksimetri : Hipoksemia dapat
menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia.
ALAT PACU JANTUNG

■ Sebelum menggunakan alat pacu jantung, Anda mungkin harus melalui


beberapa pemeriksaan untuk memastikan perlunya penggunaan alat ini.
Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain pemeriksaan
fisik umum, ekokardiogram, elektrokardiografi, stress test, dan suatu tes
yang bernama holter monitoring. Tes-tes ini berguna untuk mengevaluasi
fungsi jantung, memantau kerja listrik jantung Anda, irama jantung, dan
kondisi jantung ketika Anda beraktivitas.
■ Alat ini umumnya dipasang dengan cara diletakkan atau ditanamkan di
balik kulit di area dada, tepatnya di bawah tulang selangka. Setelah
memberikan obat bius dan membuat sayatan kecil di bagian dada kiri,
dokter akan memasang kabel-kabel kecil yang menghubungkan jantung
dengan alat pacu jantung tersebut.
BERBAGAI JENIS ALAT PACU
JANTUNG
Ada tiga jenis alat pacu jantung. Dokter akan menentukan jenis alat pacu
jantung yang Anda gunakan berdasarkan kondisi jantung Anda.
■ Single chamber pacemaker Alat ini menggunakan satu kabel timah
dan dipasang pada serambi atau bilik jantung Anda.
■ Dual chamber pacemaker Alat ini menggunakan dua kabel timah
yang dipasang pada serambi dan bilik jantung Anda.
■ Biventricular pacemaker Alat ini menggunakan tiga kabel yang
dipasang pada serambi kanan, bilik kanan, dan di dekat bilik kiri dari
jantung Anda.
LANJUTANN..

Alat pacu jantung juga digunakan jika ada hambatan pada jalur listrik jantung
Anda. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang memerlukan penggunaan alat
pacu jantung:
■ Bradikardia, yaitu kelainan yang menyebabkan jantung berdetak terlalu pelan.
■ Takikardia, yaitu kelainan yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat.
■ Hambatan listrik jantung, yaitu kelainan di mana gelombang listrik yang
mengatur detak jantung tidak mengalir dengan baik.
■ Gagal jantung, yaitu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah
yang mencukupi kebutuhan tubuh.
■ Henti jantung, yaitu kondisi di mana jantung berhenti berdetak.