Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PD

KLIEN LEUKEMIA

BY. Ns. EMULYANI S.Kep


Defenisi

Leukemia adalah poliferasi sel leukosit


yang abnormal, ganas, sering disertai
bentuk leukosit yang lain, dari pada
normal, jumlahnya berlebihan dan dapat
menyebabkan anemia, trombositopeni
dan diakhiri dengan kematian.
Anatomi dan Fisiologi
a. Kakakteristik Darah
Darah memiliki karakteristik khusus:
1)  Jumlah
2)  Warna
3)   pH
4)   Viskositas
b. Plasma
Plasma adalah  bagian cair darah, dan sekitar 91%
merupakan air. Kemampuan melarutkan air
memungkinkan plasma rnengangkut berbagai
substansi. Nutrien yang diserap dari saluran
pencernaan disirkulasi ke berbagai jaringan tubuh.
Dan produk sisa dari jaringan diangkut ke ginjal
dan diekskresikan melalui urine. Hormon yang
diproduksi oleh kelenjar endokrin diangkut oleh
plasma menuju organ sasarannya, dan antibodi
juga diangkut oleh plasma. Sebagian besar karbon
dioksida yang dihasilkan sel  diangkut oleh plasma
dalam bentuk ion bikarbonat (HCO 3).
c. Sel Darah
Ada tiga macam sel darah: sel darah merah,
sel darah putih, dan trombosit. Sel-sel darah
diproduksi oleh jaringan hemopoietik, yang
ada dua, yaitu: sumsum tulang merah yang
terdapat pada tulang pipih dan tulang tak
beraturan, dan jaringan limfatik, seperti
limpa, kelenjar getah bening, dan kelenjar
timus. 
Patofisiologi
a. Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang maligna,
imaturnya sel blast. Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit
dan platelet terganggu sehingga akan menimbulkan anemia dan
trombositipenia.
b. Sistem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan
gangguan sistem pertahanan tubuh dan mudah mengalami infeksi.
c. Manifestasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow
daninfiltran organ, sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi dan
metabolisme. Depresi sumsum tulang yang akan berdampak pada
penurunan leukosit, eritrosit, faktor pembekuan dan peningkatan
tekanan jaringan.
d.  Adanya infiltrasi pada ekstra medular akan berakibat terjadinya
pembesaran hati, limfe, nodus limfe, dan nyeri persendihan.
(Suriadi & Rita Yuliani, 2006: 160)
Etiologi
• Belum diketahui secara pasti
• Di duga faktor genetik, lingkungan (radiasi
kontak dengan zat kimia:
benzen,arsen,kloromfenikol dll),patogenesis
virus
Manifestasi klinis

Kelelahan, kelemahan, anoreksia, pucat,  BB,


nyeri abdomen, tulang & sendi, demam,
kecenderungan perdarahan, epistaksis,
hepatosplenomegali, kecendrungan terjadi
memar, purpura, HB , takipnoe, takikardi,
limpadenopati
Komplikasi
 Perdarahan
 Infeksi
 Anemia
 Masalahgastrointestinal
 Pembentukan batu ginjal
Pemeriksaan Penunjang
1. Darah Tepi : Adanya pensitonia, lompositosis yang kadang-kadang
menyebabkan gambaran darah tepi monoton terdapat sel blast, yang
merupakan gejala patogonomik untuk leukemia.
2. Sumsum tulang : dari pemeriksaan sumsum tulang akan ditemukan
gambaran yang monoton yaitu hanya terdiri dari sel limfofoetik
patologis sedangkan sistem lain terdesak (apabila sekunder).
3. Pemeriksaan lain
 Biobsi limpa
 Kimia darah
 Cairan serebrospinal
 Sitogenik
Penatalaksanaan
1. Kemoterapi
2. Transplantasi sumsum tulang
3. Pemberian produk darah
4. Penanganan infeksi
5. Pemberian obat2 spt fludarabine
monofosfat, 2-CDA, pentostatin
6. Penangan IV dgn imonoglobulin
Konsep Dasar Asuhan
keperawatan
1. Pengkajian
 Identitas
 Riwayat Kesehatan
 Pemeriksaan fisik : Kelemahan, kecenderungan
perdarahan, petekia, ekimosis, nyeri, sakit kepala,
muntah, demam, infeksi
 Pemeriksaan darah :
anemia, trombositofeni, perubahan sel darah putih.
 Biopsi/sumsum tulang
2. Diagnosa Keperawatan
  Nyeri b.d proses penyakit
 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari
kebutuhan
tubuh b.d perubahan proliperatif GI & efek
toksik obat kemoterapi
 Intoleransi aktifitas
 Berduka b.d kehilangan yg mungkin terjadi &
perubahan fungsi peran
 Gangguan integritas kulit
 Resiko perdarahan b.d trombositopeni
3. Intervensi Keperawatan
Dx. Resiko tjd perdarahan b.d trombositopeni
1. Inspeksi kulit a membran mukosa untuk
ptechie, echimosis, perdarahan gusi,
darah dalam feses dan urin, perdarahan dari
tindakan invasif
2. Cegah cidera pada jaringan mis : mengunakan
sikat
gigi yg halus,alat cukur elektrik, usapan
yg halus menggunakan spon,dll
3. Batasi perawatan mulut yg sering
4. Monitor hasil lab mis trombosit, HT, Ct Bt
Dx. Intoleransi aktivitas

1. Evaluasi adanya kelemahan dan ktdk


mampuan untuk beraktivitas sehari-hari
2. Berikan lingkungan yang tenang dan periode
istirahat, anjurkan istirahat sebelum makan
3. Lakukan teknik untuk menghemat energi
4. Jadwalkan makan sebelum kemoterapi
Dx. Nyeri b.d proses penyakit

1. Kaji tingkat nyeri


2. Monitor vital sign dan ekspresi wajah
3. Berikan lingkungan yang tenang
4. Atur posisi yang menyenangkan
5. Demonstrasikan tehnik relaksasi
6. Kolaborasi dalam pemberian analgetik
4. Evaluasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan


diharapkan pasien dapat:
1. Nyeri hilang/ menurun
2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi
3. Dapat beraktivitas secara bertahap
4. Berduka hilang
5. Kulit utuh
6. Tidak terjadi perdarahan