Anda di halaman 1dari 31

DEGRADASI PADA

MATERIAL KAYU
Kelompok 4 :
1. Nella Elfaziarni 10111910015009
2. Muhammad Yanuar Ishaq 10111910015010
3. Mochammad Trimanda R. 10111910015011
4. Ariq Rosodela Kurniawan 10111910015012
5. Rosela Ardila 10111910015013
6. Purnomo Riyanto 10111910015014
KAYU
- Merupakan bahan alam
BAGIAN KAYU
yang banyak memiliki
kelemahan dalam pekerjaan
struktural, sehingga
penggunaan kayu sebagai
bahan struktur perlu
-memperhatikan
Struktur Kayu sifat-sifat
kurang
tertentu
popular dibandingkan
dengan beton dan baja.
Akibatnya saat ini terdapat
kecenderungan beralihnya
peran kayu dari bahan
struktur menjadi bahan
pemerindah (dekoratif)

R a n g k a i a n
2
Contoso
DEGRADASI
KAYU

R a n g k a i a n
3
Contoso
Faktor-Faktor Perusak
Non – Faktor Makhluk
Dalam Pengawetan Kayu Makhluk Penyebab
Hidup
Hidup Kerusakan
Note : Keawetan kayu rendah bila dalam
pemakaian tidak tercapai umur yang diharapkan

R a n g k a i a n
4
Contoso
Faktor
Fisik

Penyebab Non-Makhluk
Hidup Non-
Ialah pengaruh yang disebabkan oleh unsur
pengaruh alam dan keadaan alam itu sendiri
Makhluk
Faktor
Hidup Faktor
Mekanik Kimia

R a n g k a i a n
5
Contoso
PENYEBAB NON-MAKHLUK HIDUP
Cacat Mata kayu

Pecah/Belah

Faktor Fisik Pecah Busur dan Pecah Gelang


keadaan atau sifat alam yang
mampu merusak komponen kayu
sehingga umur pakainya menjadi Pecah Busur dan Pecah Gelang
pendek

Hati Kayu Rapuh

Kerusakan Akibat Suhu dan


Kelembaban Udara, Panas, dll

R a n g k a i a n
Contoso
PENYEBAB NON-MAKHLUK HIDUP
Kerusakan akibat pukulan

Kerusakan akibat gesekan

Faktor Mekanik
Faktor mekanik terdiri atas Kerusakan akibat tekanan
proses kerja alam atau akibat
tindakan manusia.
Kerusakan akibat tarikan

dan lain-lainnya

R a n g k a i a n
Contoso
PENYEBAB NON-MAKHLUK HIDUP

Kerusakan akibat Pengaruh Garam

Faktor Kimia Kerusakan akibat Pengaruh Asam


Diakibatkan karena unsur kimia

Kerusakan akibat Pengaruh Basa

R a n g k a i a n
Contoso
Jamur

Penyebab Makhluk Hidup


Makhluk
Ialah Serangan perusak sangat cepat Menurunkan
Nilai Keawetan dan Umur Pakai Kayu. Ada jenis
yang langsung memakan komponen kayu,
Hidup
melapukkan kayu, Mengubah Susunan Kimia Binatang
Kayu, dan Merusak Kayu dengan Mengubah Serangga
Susunan Kimia Kayu Laut

R a n g k a i a n
9
Contoso
PENYEBAB MAKHLUK HIDUP
Kerusakan Akibat Rayap

Kerusakan Akibat Kumbang Pengebor


Serangga
Merubah fisik kayu sehingga
mengakibatkan penurunan mutu Kerusakan Akibat Teter Teter
kayu
Kerusakan Akibat Lebah

Kerusakan Akibat serangga lainnya

R a n g k a i a n
Contoso
Kerusakan Akibat Rayap Kerusakan Akibat Kumbang Pengebor Kerusakan Akibat Teter Teter

Kerusakan Akibat Lebah

R a n g k a i a n
Contoso
PENYEBAB MAKHLUK HIDUP

Jamur Wood Destroying Fungi


(Fungi/Cendawan)
Sifat utama kerusakan oleh
jamur ialah pelapukan dan Blue Stain
pembusukan kayu, tapi ada juga
kayu yang hanya berubah
Suface Mold
warnanya menjadi kotor

R a n g k a i a n
Contoso
Akibat Wood Destroying Fungi Akibat Blue Stain Akibat Suface Mold

R a n g k a i a n
Contoso
PENYEBAB MAKHLUK HIDUP

Cacing Kapal
Binatang laut (Marine
Borer) Kerang
Pada umumnya perusak kayu
termasuk ke dalam kelas
Mollusca dan Crustacea Dan lain - lain

R a n g k a i a n
Contoso
Kerusakan Akibat Cacing Kapal Kerusakan Akibat Kerang

R a n g k a i a n
Contoso
Solusi dan Ide
Penanganan
Degradasi Kayu
Note: Pengawetan Kayu.

R a n g k a i a n
16
Contoso
Keawetan Kayu ialah daya tahan
suatu jenis kayu terhadap faktor-
faktor perusak yang datang dari
luar tubuh kayu itu sendiri Pengawetan Kayu
Kayu diselidiki keawetannya Note : Pemakaian kayu menentukan
pada bagian kayu terasnya, umur keawetannya dan tiap-tiap
jenis kayu mempunyai keawetan
sedangkan kayu gubalnya kurang yang berbeda pula.

diperhatikan

R a n g k a i a n
17
Contoso
Kayu memiliki kelas keawetan alami tinggi sangat
sedikit, dan sulit didapatkan dalam jumlah banyak,
dan harganya cukup mahal

Kayu berkelas keawetan III s/d V cukup banyak dan


mudah didapat dalam jumlah banyak dan cara Alasan Manusia
pengerjaannya lebih mudah. Selain itu segi
keindahannya cukup tinggi, hanya keawetannya saja
yang kurang Melakukan
Di lain pihak berusaha mendapatkan keuntungan
Pengawetan Kayu
financial
Terdapat 3 Alasan:

R a n g k a i a n
18
Contoso
Untuk memperbesar keawetan kayu, sehingga kayu
yang mulanya tidak memiliki umur panjang jadi
berumur panjang

Memanfaatkan pemakaian jenis – jenis kayu yang


berkelas keawetan rendah dan sebelumnya belum
pernah digunakan dalam pemakaian, mengingat
Tujuan Pengawetan
sumber kayu di Indonesia memiliki potensi hutan
yang cukup luas dan banyak dengan aneka jenis
kayunya
Kayu
Adanya industri pengawetan kayu akan memberi
lapangan pekerjaan, sehingga pengangguran dapat
diatasi Terdapat 3 Alasan:

R a n g k a i a n
19
Contoso
Penetrasi dan retensi bahan pengawet diusakan masuk sedalam dan sebanyak
Prinsip – Prinsip
Merata
Bahan pengawet pada
Faktor
harusseluruh
waktu
tahan
yang
mungkin bidang
terhadapkayu
digunakan
pelunturan
Memperhatikan
Metode
faktor-faktor
pengawetan pengaruh
yang digunakan
kayu sebelum diawetkan
Faktor peralatan yang dipakai serta manusia yang melaksanakannya
Dalam Pengawetan
Kayu
Terdapat 7 Yang perlu diperhatikan:

R a n g k a i a n
20
Contoso
Pengawet Remanen atau Sementara
(Prophylactis Treatment) bertujuan untuk
menghindari serangan perusak kayu, pada
kayu basah (baru ditebang) antara lain Jenis Pengawetan
blue stain, bubuk kayu basah dan
serangga lainnya
Kayu
Pengawet Permanen bertujuan menahan
semua faktor perusak kayu dalam waktu
selama mungkin. Kayu tidak boleh
diproses lagi (diketam ataupun digergaji, Terdapat 2 Jenis:
dibor, dan lain-lain)

R a n g k a i a n
21
Contoso
Metode
Sederhana/
Tanpa
Tekanan

Ada 2 Macam
Macam Metode
Metode
Pengawetan
yang Pokok:
Pengawetan Yang
Metode
Pokok
Khusus/
Dengan Terdapat 2 Macam:
Tekanan

R a n g k a i a n
22
Contoso
1. Metode
Rendaman

5. Metode
Pembaluta
2. Metode
Pencelupan
Macam Metode
n
Macam Metode
Sederhana: Sederhana/ Tanpa
4. Metode
Penyempro 3. Metode
Tekanan
tan Pemolesan
Terdapat 5 Macam:

R a n g k a i a n
23
Contoso
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
METODE SEDERHANA/TANPA TEKANAN
Metode Keuntungan Kerugian
a. Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih a. Waktu agak lama, terlebih dengan rendaman
banyak dingin
b. Kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan b. Peralatan mudah terkena karat
Metode Rendaman
bersamaan c. Pada proses panas, bila tidak hati-hati kayu
c. Larutan dapat digunakan berulang kali (dengan dapat terbakar
menambah konsentrasi bila berkurang) d. Kayu basah agak sulit diawetkan
a. Proses sangat cepat a. Penetrasi dan retensi kecil sekali, lebih-lebih
b. Bahan pengawet dapat dipakai berulang kali pada kayu basah
Metode Pencelupan
(hemat) b. Mudah luntur, karena bahan pengawet melapisi
c. Peralatan cukup sederhana permukaan kayu sangat tipis
Metode Pemolesan dan a. Alat sederhana, mudah penggunaannya a. Penetrasi dan retensi bahan pengawet kecil
Penyemprotan b. Biaya relatif murah b. Mudah luntur
a. Pemakaian bahan pengawet boros
a. Peralatan sederhana
b. Jumlah kayu yang diawetkan terbatas,
b. Penetrasi lebih baik
Metode Pembalutan waktu membalut lama
c. Digunakan untuk tiang-tiang kering ataupun
c. Membahayakan makhluk hidup sekitarnya
basah
(hewan dan tanaman)

R a n g k a i a n
Contoso
Terjadi proses
pengisapan udara
(vakum) dalam
tangki bersamaan
dengan proses
memasukkan Metode
Proses Sel
bahan pengawet Penuh
hingga penuh,
baru dilakukan
proses tekan
Macam Metode
Apa Macam Metode
Khusus: Khusus/Dengan
Bedanya?
Kayu langsung
diberikan tekanan Metode
Tekanan
dalam tangki, baru Proses Sel Terdapat 2 Macam:
Kosong
setelah itu proses
memasukkan
bahan pengawet
hingga penuh,
dilanjut kembali
proses tekan
R a n g k a i a n
25
Contoso
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
METODE KHUSUS/DENGAN TEKANAN

Metode Keuntungan Kerugian


a. Penetrasi dan retensi tinggi sekali a. Modal yang diperlukan besar
(memuaskan) b. Perlu ketelitian pada
Metode Vakum
b. Waktunya relatif singkat pengerjaan yang tinggi
dan Tekanan
c. Dapat mengawetkan kayu basah c. Cara ini hanya sesuai untuk
dan kering perusahaan yang komersial

R a n g k a i a n
Contoso
• Bersifat Racun terhadap makhluk perusak kayu

• Mudah Masuk dan Tetap tinggal didalam Kayu


• Bersifat Permanent tidak mudah luntur dan
menguap
• Bersifat Toleran terhadap bahan-bahan lain,
misalnya logam, perekat, dan cat/finishing.
Sifat-Sifat Bahan
• Tidak mempengaruhi kembang susut Kayu
• Tidak merusak sifat-sifat kayu: sifat fisik, Pengawet
mekanik, dan kimia Note : Terdapat 9 poin yang harus
diperhatikan dalam pengawetan
• Tidak Mudah terbakar maupun mempertinggi kayu
bahaya kebakaran
• Tidak berbahaya bagi manusia dan hewan
peliharaan
• Mudah dikerjakan, diangkut, mudah didapat, dan
murah
R a n g k a i a n
27
Contoso
Video
https://www.youtube.com/watc
h?
time_continue=3&v=64terTE1B https://www.youtube.com/watch
YQ ?v=2P9Br1DoL_A#action=share

R a n g k a i a n
28
Contoso
Apa Yang Mau Dipertanyakan?

Lorem ipsum dolor sit amet,


consectetur adipiscing elit.

R a n g k a i a n
29
Contoso
Terima Kasih
NAMA ANGGOTA & PEMBAGIAN TUGAS
Nella Elfaziarni – 10111910015009 Ariq Rosodela Kurniawan – 10111910015012
 Penggerak massa  Menyusun draf isi PPT
 Menyusun draf isi PPT  Mencari penyebab kerusakan pada kayu
 Finishing PPT  Mencari Video Kerusakan pada kayu

Muhammad Yanuar Ishaq – 10111910015010 Rosela Ardila – 10111910015013


 Mengkonsep template PPT  Menyusun draf isi PPT
 Menyusun draf isi PPT  Mengoreksi isi PPT
 Mencari Solusi dan ide penanganan degradasi kayu  Memperluas isi metode pengawetan kayu
(menambahkan gambar dan narasi lebih detail)
Mochammad Trimanda Ramadhan - 10111910015011
 Menyusun draf isi PPT Purnomo Riyanto – 10111910015014
 Menyusun draf isi PPT
 Menjelaskan struktur kayu
 Memperluas isi penyebab kerusakan pada kayu
(menambahkan gambar dan narasi lebih detail)

R a n g k a i a n
Contoso