Anda di halaman 1dari 69

Penyajian Data dan Distribusi

Frekuensi
OUTLINE

BAGIAN I Statistik Deskriptif


Pengertian Statistika Pengertian dan Penggunaan
Statistika
Penyajian Data
Jenis-jenis Statistika
Ukuran Pemusatan Jenis-jenis Variabel

Ukuran Penyebaran Sumber Data Statistika

Skala Pengukuran
Angka Indeks
Beberapa Alat Bantu Belajar
Deret Berkala dan
Peramalan Alat Bantu Program Statistika
dengan Komputer
Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan
dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang
telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis
sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Data yang disajikan harus sederhana, jelas agar
mudah dibaca. Penyajian data juga dimaksudkan
agar para pengamat dapat dengan mudah
memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya
dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain-
lain.
Penyajian data(1)
1. Tekstular
Penyajian data dalam bentuk teks. Hampir
semua bentuk laporan dari pengumpulan data
diberikan tertulis, mulai dari bagaimana proses
pengambilan sampel, pelaksanaan pengumpulan
data sampai hasil analisis yang berupa info. dari
pengumpulan data tersebut
Tekstular
• Contoh : Seorang direktur sebuah rumah
sakit memberikan informasi tentang kondisi
rumah sakit yang dipimpinnya . “ jumlah
rawat inap meningkat dari tahun ke tahun
sehingga ruangan yang disediakan tak
tertampung lagi “ sehingga masyarakat
mempunyai kepercayaan terhadap pelayanan
tersebut. Yang harus diperhatikan adalah
penambahan gedung dan sarananya serta
kualitas pelayanan terus ditingkatkan.
Penyajian data(3)
3. Grafik
adalah penyajian data dalam bentuk gambar
Manfaat:
1. Membandikan beberapa variabel, beberapa
kategori dalam variabel. atau satu variab. Pada
waktu & tempat yang berbeda
2. Meramalkan perubahan yg terjadi dengan
berjalannya waktu(time series)
3. Mengetahui. adanya hub. 2 variab atau lebih
4. Memberikan penerangan pada masyarakat
Jenis-jenis grafik
a) Grafik batang (bar diagram)
b) Grafik lingkaran (pie diagram)
c) Grafik garis (line diagram)
d) Grafik titik-titik (scatter diagram)
e) Grafik model (pictogram)
f) Grafik peta (map diagram)
Grafik 1.1 Angka kelahiran di desa A dan desa B

40

30

20

10

A B
Grafik 1.2 Distribusi Penyakit Hepar di RS X

Frekuensi

Hepatitis Akut

Hepatitis kronik

Sirosis Hepatis
Grafik 1.3 Distribusi Penderita yang dirawat
selama satu tahun di RS X
freq

1500
1400 1300
1300 1200
1200
1100
1000

200
100

A B
Grafik 1.4 Status Gizi Balita di desa A (n=100)
= gizi baik

%
= gizi sedang

40 = gizi kurang
60

30 50
40
20
30
10 20

Tahun 10

2000-2003
Histogram
• Grafik batang yang disusun secara teratur &
berimpitan satu dengan lainnya tanpa ruang
antara
Tabel 1.3 Distribusi frekuensi golongan umur

Umur Frekuensi
15-19 14,5 – 19,5 2
20-24 19,5 – 24,5 5
25-29 24,5 – 29,5 11
30-34 29,5 – 34,5 6
35-39 34,5 – 39,5 3
40-44 39,5 – 44,5 3
Jumlah 30
Grafik 1.6 Histogram distribusi frekuensi menurut golongan umur

frekuensi
y
12

10
Poligon
8

0 x
14,5 19,5 24,5 29,5 34,5 39,5 44,5
Grafik Lingkaran (Pie Diagram)
• Adalah grafik yang disajikan dalam bentuk
lingkaran

60-64
65-69
70-74
75-79
80-84
85-89
90-94
Grafik Garis
Penyajian data dalam bentuk garis
a.l. - grafik garis proporsional (line diagram)
- grafik frekuensi kumulatif (ogive)
- grafik garis patah-patah
- grafik garis lengkung
Ex. Grafik garis proporsional
Grafik 1.7 Prosentase Kematian Ibu dan Anak di Indonesia
tahun tahun 1990 -1994

%
120

100

80
Kematian bayi
60
Kematian ibu
40

20

0
1990 1991 1992 1993 1994 Tahun
Tabel 1.4 Distribusi Frekuensi Kumulatif
Tekanan Darah Sistolik ( n=50)

Tek. darah Frekuensi Frekuensi kumulatif


Sistolik < batas atas
130-139 2 0
140-149 10 2
150-159 15 12
160-169 10 27
170-179 7 37
180-189 6 44
190-199 0 50
Jumlah 50
Contoh Ogive
Grafik 1.7 Distribusi Frekuensi Kumulatif
Tekanan Darah Sistolik
Frek.
60

50
Tek drh
40 sistolik

30

20

10

0
129.5 139.5 149.5 159.5 169.5 179.5 189.5 199.5
Contoh : grafik garis patah-patah
Grafik 1.7 Distribusi Kasus Gastroenteristis di daerah X
perbulan Selama Satu Tahun
Frek.
35
30
25
20
GE
15
10
5
0
bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Grafik Model (Pictogram)
• Jumlah Penduduk Desa Suka Manis
Wanita Laki-laki

5000 6000

=1.000
Grafik Peta (Map Diagram)
• Gbr 1 Peta wilayah kerja Puskesmas Suka Manis

+ = Puskesmas

= Sawah
= kantor desa
= daerah pemukiman
= Batas desa

= Jalan desa
Gambarlah diagram batang dari data tentang nilai-nilai yang diperoleh
40 siswa dalam suatu ulangan dari tabel
berikut:                                                                                          
                                                                                                    
                                

Berikut adalah harga saham dari 5 perusahaan di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2007:
Skala pengukuran apa yang digunakan untuk menggambarkan harga saham di BEJ,
mengapa?

Nama Perusahaan Harga Saham (Rp)


Mayora Indah Tbk 1.950
Sari Husada Tbk 4.000
Bank Swadesi Tbk. 900
Distribusi Frekuensi
• Distribusi frekuensi
▫ Pengelompokan data ke dalam beberapa kategori
yang menunjukan banyaknya data dalam setiap
kategori dan setiap data tidak dapat dimasukan ke
dalam dua atau lebih kategori
• Tujuan
▫ Data menjadi informatif dan mudah dipahami
Langkah – langkah
Distribusi Frekuensi
• Mengurutkan data
• Membuat ketegori atau kelas data
• Melakukan penturusan atau tabulasi,
memasukan nilai ke dalam interval kelas
Langkah Pertama
• Mengurutkan data : dari yang terkecil ke yang
terbesar atau sebaliknya
• Tujuan :
▫ Untuk memudahkan dalam melakukan
pernghitungan pada langkah ketiga
Langkah Pertama
No Perusahaan Harga saham
1 Jababeka 215
Data diurut dari 2 Indofarma 290
terkecil ke terbesar 3 Budi Acid 310
4 Kimia farma 365

Nilai terkecil 215 5 Sentul City 530


6 Tunas Baru 580
Nilai terbesar 9750 7 proteinprima 650
8 total 750
9 Mandiri 840
10 Panin 1200
11 Indofood 1280
12 Bakrie 1580
13 Berlian 2050
14 Niaga 2075
15 Bumi resources 2175
16 BNI 3150
17 Energi mega 3600
18 BCA 5350
19 Bukit Asam 6600
20 Telkom 9750
Langkah Kedua
• Membuat kategori atau kelas data
▫ Tidak ada aturan pasti, berapa banyaknya kelas !
• Langkah :
▫ Banyaknya kelas sesuai dengan kebutuhan
▫ Tentukan interval kelas
Langkah 1
• Gunakan pedoman bilangan bulat terkecil k,
dengan demikian sehingga 2k  n atau aturan
Sturges
Jumlah kategori (k) = 1 + 3,322 Log n
• Contoh n = 20
(k) = 1 + 3,322 Log 20
(k) = 1 + 3,322 (1,301)
i m a l
(k) = 1 + 4,322 h m in
u ml a it u5
(k) = 5,322 J r i y a
t eg o
Ke
Langkah 2
• Tentukan interval kelas
• Interval kelas adalah batas bawah dan batas atas
dari suatu kategori
Rumus :
Nilai terbesar - terkecil
Interval kelas =
Jumlah kelas
Contoh
• Berdasarkan data
▫ Nilai tertinggi = 9750
▫ Nilai terendah = 215
• Interval kelas :
▫ = [ 9750 – 215 ] / 5
▫ = 1907
• Jadi interval kelas 1907 yaitu jarak nilai
terendah dan nilai tertinggi dalam suatu kelas
atau kategori
Interval kelas
Nilai tertinggi :
Kelas Interval = 215 + 1907
= 2122
1 215 2122
2 2123 4030 Nilai terendah
Kelas ke 2
3 4031 5938 = 2122 + 1
= 2123
4 5939 7846
5 7847 9754
Langkah Ketiga
• Lakukan penturusan atau tabulasi data

Kelas Interval Frekuensi Jumlah Frekuensi (F)


1 215 2122 IIIII IIIII IIII 14
2 2123 4030 III 3
3 4031 5938 I 1
4 5939 7846 I 1
5 7847 9754 I 1
Distribusi Frekuensi Relatif
• Frekuensi setiap kelas dibandingkan dengan
frekuensi total
• Tujuan ; Untuk memudahkan membaca data
secara tepat dan tidak kehilangan makna dari
kandungan data
Contoh
Distribusi Frekuensi Relatif

Kelas Interval Jumlah Frekuensi (F) Frekuensi relatif (%)

1 215 2122 14 70

2 2123 4030 3 15

3 4031 5938 1 5

4 5939 7846 1 5

5 7847 9754 1 5

Frekuensi relatif (%)


= [ 14 / 20 ] x 100 %
= 70 %
Penyajian Data
• Batas kelas
▫ Nilai terendah dan tertinggi
• Batas kelas dalam suatu interval kelas terdiri
dari dua macam :
▫ Batas kelas bawah – lower class limit
 Nilai teredah dalam suatu interval kelas
▫ Batas kelas atas – upper class limit
 Nilai teringgi dalam suatu interval kelas
Contoh Batas Kelas
Kelas Interval Jumlah Frekuensi (F)
1 215 2122 14
2 2123 4030 4
3 4031 5938 1
4 5939 7846 1
5 7847 9754 1

Batas kelas atas

Batas kelas bawah


Nilai Tengah
• Tanda atau perinci dari suatu interval kelas dan
merupakan suatu angka yang dapat dianggap
mewakili suatu interval kelas
• Nilai tengah kelas kelasnya berada di tengah-
tengah pada setiap interval kelas
Contoh Nilai Tengah
Kelas Interval Nilai tengah
1 215 2122 1168.5
2 2123 4030 3076.5
3 4031 5938 4984.5
4 5939 7846 6892.5
5 7847 9754 8800.5

Nilai tengah Kelas ke 1


= [ 215 + 2122] / 2
= 1168.5
Nilai Tepi Kelas –
Class Boundaries
• Nilai batas antara kelas yang memisahkan nilai
antara kelas satu dengan kelas lainnya
• Penjumlahan nilai atas kelas dengan nilai bawah
kelas diantaranya dan di bagi dua
Contoh Nilai Tepi Kelas
Jumlah Frekuensi
Kelas Interval (F) Nilai Tepi Kelas
1 215 2122 14 214.5
2 2123 4030 3 2122.5
3 4031 5938 1 4030.5
4 5939 7846 1 5938.5
5 7847 9754 1 7846.5
        9754.5

Nilai tepi kelas ke 2


= [ 2122 +2123 ] / 2
= 2122,5
Frekuensi Kumulatif
• Menunjukan seberapa besar jumlah frekuensi
pada tingkat kelas tertentu
• Diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pada
kelas tertentu dengan frekuensi kelas
selanjutnya
• Frekuensi kumulatif terdiri dari ;
▫ Frekuensi kumulatif kurang dari
▫ Frekuensi kumulatif lebih dari
DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF DAN KUMULATIF

• Distribusi frekuensi relatif


Membandingkan frekuensi masing-masing kelas dengan
jumlah frekuensi total dikalikan 100 %
• Distribusi frekuensi kumulatif ada 2, yaitu distribusi
frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari
Frekuensi kumulatif kurang dari
• Merupakan penjumlahan dari mulai
frekuensi terendah sanpai kelas tertinggi dan
jumlah akhirnya merupakan jumlah data (n)

Kelas Interval Nilai Tepi Kelas Frekuensi kumulatif


        Kurang dari 0+0=0
1 215 2122 214.5 0
0 + 14 = 14
2 2123 4030 2122.5 14

3 4031 5938 4030.5 17

4 5939 7846 5938.5 18

5 7847 9754 7846.5 19


      9754.5 20
Frekuensi kumulatif lebih dari
• Merupakan pengurangan dari jumlah data (n)
dengan frekuensi setiap kelas dimulai dari
kelas terendah dan jumlah akhirnya adalah
nol
Kelas Interval Nilai Tepi Kelas Frekuensi kumulatif
        Lebih dari 20 – 0 = 20
1 215 2122 214.5 20

2 2123 4030 2122.5 6


20 – 14 = 6
3 4031 5938 4030.5 3

4 5939 7846 5938.5 2

5 7847 9754 7846.5 1


      9754.5 0
Jadi Frekuensi Kumulatif
Kelas Interval Nilai Tepi Kelas Frekuensi kumulatif
        Kurang dari Lebih dari

1 215 2122 214.5 0 20

2 2123 4030 2122.5 14 6

3 4031 5938 4030.5 17 3

4 5939 7846 5938.5 18 2


5 7847 7846.5 19 1
9754
      9754.5 20 0
DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF

Distribusi Frekuensi Relatif Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika


Frekuensi
Interval Kelas Batas Kelas Nilai Tengah Frekuensi
Relatif (%)
9-21 8,5-21,5 15 3 5
22-34 21,5-34,5 28 4 6,67
35-47 34,5-47,5 41 4 6,67
48-60 47,5-60,5 54 8 13,33
61-73 60,5-73,5 67 12 20
74-86 73,5-86,5 80 23 38,33
87-99 86,5-99,5 93 6 10

Jumlah 60 100
DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF KURANG
DARI

Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Untuk Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika

Interval Batas Kelas Frekuensi Kumulatif Persen


Kelas Kurang Dari Kumulatif
kurang dari 8,5 0 0
9-21 kurang dari 21,5 3 5
22-34 kurang dari 34,5 7 11,67
35-47 kurang dari 47,5 11 18,34
48-60 kurang dari 60,5 19 31,67
61-73 kurang dari 73,5 31 51,67
74-86 kurang dari 86,5 54 90
87-99 kurang dari 99,5 60 100
DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF LEBIH DARI

Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Untuk Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah
Statistika
Interval Batas Kelas Frekuensi Kumulatif Persen
Kelas Lebih Dari Kumulatif
9-21 lebih dari 8,5 60 100
22-34 lebih dari 21,5 57 95
35-47 lebih dari 34,5 53 88,33
48-60 lebih dari 47,5 49 81,66
61-73 lebih dari 60,5 41 68,33
74-86 lebih dari 73,5 29 48,33
87-99 lebih dari 86,5 6 10
lebih dari 99,5 0 0
Grafik Histogram
• Histogram merupakan diagram balok
• Histogram menghubungkan antara tepi kelas
interval dengan pada sumbu horizontal (X)
dan frekuensi setiap kelas pada sumbu
vertikal (Y)

Kelas Interval Jumlah Frekuensi (F)


1 215 2122 14
2 2123 4030 3
3 4031 5938 1
4 5939 7846 1
5 7847 9754 1
Histogram
Harga saham
14
12
10
8
6
4
2

0
Tepi Kelas
Grafik Polygon
• Menggunakan garis yang mengubungkan titik
– titik yang merupakan koordinat antara
nilai tengah kelas dengan jumlah frekuensi
pada kelas tersebut

Kelas Nilai Jumlah


  Tengah Frekuensi (F)
1 1168.5 14
2 3076.5 3
3 4984.5 1
4 6892.5 1
5 8800.5 1
Polygon
Jumlah Frekuensi (F)

16
14
12
10
Jumlah
8
Frekuensi (F)
6
4
2
0
1 2 3 4 5
Kurva Ogif
• Merupkan diagram garis yang menunjukan
kombinasi antara interval kelas dengan
frekuensi kumulatif
Kelas Interval Nilai Tepi Kelas Frekuensi kumulatif
        Kurang dari Lebih dari

1 215 2122 214.5 0 20

2 2123 4030 2122.5 14 6

3 4031 5938 4030.5 17 3

4 5939 7846 5938.5 18 2

5 7847 9754 7846.5 19 1


      9754.5 20 0
Contoh Kurva Ogif

25
20
Frekuansi Kumulatif

15 Kurang dari
10 Lebih dari
5
0
1 2 3 4 5 6
Interval kelas
Diketahui nilai ujian 40 siswa di SMA Jaya Selalu. Tentukan histogram
daftar distribusi frekuensi dan frekuensi relatifnya.

Buatlah grafik histogramnya


Soal
19 40 38 31 42
23 16 26 30 41
18 27 33 31 27
43 56 45 41 26
30 17 50 62 19
20 27 22 37 42
37 26 28 51 63
42 27 38 42 16
30 37 31 25 18
26 28 39 42 55
TUGAS
1. Berikut ini data mengenai jumlah modal (dalam
jutaan rupiah) dari 50 orang pada Perusahaan “Y”
80 18 69 51 71 92 35 28 60 45
63 59 64 98 47 49 48 64 58 74
85 56 72 38 89 55 28 67 84 78
37 73 65 66 86 96 57 76 57 19
54 76 49 53 83 55 83 47 64 39
Buatlah distribusi frekuensi dari data tersebut !
TUGAS
2. Berikut ini data 50 mahasiswa yang memperoleh nilai
statistik pada progdi IEP semester II tahun 2011
70 91 93 82 78 70 71 92 38 56
79 49 48 74 81 95 87 80 80 84
35 83 73 97 95 80 53 71 77 63
74 73 68 72 85 57 65 93 83 86
a. Berapa orang ayang mendapat nilai antara 44 – 52 dan
80 – 88 ?
b. Berapa % orang yang mendapat nilai antara 53 – 61 dan
89 – 97 ?
c. Berapa banyak orang yang nilainya kurang dari 44 ?
Berapa banyak orang yang nilainya kurang dari 71 ?