Anda di halaman 1dari 75

PERUMUSAN DIAGNOSA

PERUMUSAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN BERDASAR
KEPERAWATAN BERDASAR
NANDA
NANDA
Diagnosis
Keperawatan
 Penilaian klinis tentang respon individu,
keluarga, atau komunitas terhadap proses
kehidupan/masalah kesehatan baik aktual
maupun potensial (NANDA, 1990)
 Diagnosis keperawatan memberikan dasar
untuk pemilihan intervensi keperawatan
untuk mencapai tujuan/hasil yang
diinginkan, dimana perawat mempunyai
tanggung gugat
 Diagnosa keperawatan
menggambarkan peran mandiri
keperawatan (Carpenito, 1991)
 Merupakan tahap kedua dari proses
keperawatan
Diagnosis Keperawatan

Bukan Merupakan:
• Diagnosis Medis atau
treatmentnya
• Test Diagnostik
• Kebutuhan Perawat
Diagnosis
Keperawatan
• Memerlukan Intervensi
Perawat:
– Mandiri
– Kolaborasi
• Intervensi perawat dapat
menyelesaikan masalah (Dx.
Keperawatan)
Misunderstood:
Diagnosis Keperawatan
Sebagai formalitas dalam melakukan
asuhan keperawatan
Menentukan diagnosis keperawatan pada
klien berdasarkan patofisiologi
Menentukan diagnosis keperawatan pada
klien berdasarkan terapi yang diberikan
Statemen diagnosis “sesuka hati”
Mengangkat masalah medis (masalah
kolaborasi) menjadi diagnosis keperawatan
Dan lain-lain
NANDA (North American Nursing
Diagnosis Association)

 Tahun 1973, National conference group on the


classification of nursing diagnoses
 Focused on diagnostic labels for individuals, families and
communities
 Tahun 1982: NANDA
 Tahun 1987: Taksonomi I
 Tahun 1992: Taksomi I direvisi
 Pada konggres 14 th 2000: Taksonomi II
Lanjutan :
• Tahun 2001: Nursing diagnoses: definition and
classification 2001-2002
– 155 Nursing Dx
• Classification is updated every 2 years
• Tahun 2003: Nursing diagnoses: definition and
classification 2003-2004
– 167 Nursing Dx
• Tahun 2005: Nursing diagnoses: definition and
classification 2005-2006
– 167 Nursing Dx
– 5 New Diagnoses
– 3 Revised
• Tahun 1997 Link NOC, NIC
DOMAIN, CLASSES, DIAGNOSTIC
CONCEPTS AND DIAGNOSTIC,
2007/2008

• 13 Domain
• 44 kelas
• 93 Konsep diagnosa
• 188 Diagnosa
DOMAIN, CLASSES, DIAGNOSTIC
CONCEPTS AND DIAGNOSTIC,
2009/2011
• 13 Domain
• 44 kelas
• 93 Konsep diagnosa
• 202 Diagnosa (coding 00214)
– 7 dx dihilangkan
– 22 dx baru
DOMAIN, CLASSES, DIAGNOSTIC
CONCEPTS AND DIAGNOSTIC
Structure of NANDA DX

• Diagnostic Label (coded)


• Definition
• Defining Characteristics
• Related Factors
• Uses multi-axial approach
KOMPONEN DIAGNOSIS
1. LABEL
2. DEFINISI
3. BATASAN KARAKTERISTIK
4. FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
5. FAKTOR – FAKTOR RISIKO
LABEL :

• Memberikan nama untuk diagnosis


• Berupa istilah singkat atau frase yang mengungkapkan pola isyarat atau
berupa pemberian sifat
• Contoh :
 Akut
 Kronis
 Penurunan
 Ketidakseimbangan
 Kerusakan
 Kekurangan
 Kelebihan
 Tak efektif
 Efektif
 Disfungsi
 Risiko
 Sindroma
DEFINISI ::
DEFINISI
• Memberikan gambaran jelas dan teliti,
menggambarkan maknanya dan membantu
membedakan dengan diagnosis yang serupa
BATASAN
BATASAN
KARAKTERISTIK
KARAKTERISTIK::
• Isyarat / pengaruh yang dapat diobservasi yang
dikelompokkan sebagai manifestasi doagnosa.
• Digambarkan sebagai “mayor”bila pasti harus ada
dan “minor” bila memberikan bukti untuk
menyusun diagnosa tetapi mungkin tidak ada.
FAKTOR
FAKTOR –– FAKTOR
FAKTOR YANG
YANG BERHUBUNGAN
BERHUBUNGAN ::

• Situasi / kondisi yang menunjang / sebagai


penyebab munculnya diagnosa

FAKTOR
FAKTOR –– FAKTOR
FAKTOR RISIKO
RISIKO ::

• Faktor yang meningkatkan


kerentanan individu, keluarga atau
komunitas pada kejadian tidak sehat
Types Of Diagnosis
Statements
• One Part Statement
– Diagnosis Kesejahteraan
– Diagnosis Syndroma
– Diagnosis Health promotion

• Two Part Statement


– Diagnosis Risiko
– Diagnosis Aktual

• Three Part Statement


– Diagnosis Aktual
– PES (Problem, Etiology, Symptom)
aktual

Bersihkan jalan nafas tidak efektif b/d


obstruksi/edema jalan nafas ditandai RR =32
x/mnt,Weezing (+)
Risiko

• Risiko infeksi F/R prosedur


invasif
Health Promotion

• Kesiapan untuk meningkatkan


pengetahuan
Syndrome

• Sindrom trauma perkosaan


• Risk for disuse syndrome
13 DOMAIN NANDA
1. HEALTH PROMOTION
2. NUTRITION
3. ELIMINATION/EXCHANGE
4. ACTIVITY/REST
5. PERCEPTION/COGNITION
6. SELF PERCEPTION
7. ROLE RELATIONSHIP
8. SEXUALITY
9. COPING/STRESS TOLERANCE
10. LIFE PRINCIPLES
11. SAFETY/PROTECTION
12. COMFORT
13. GROWTH/DEVELOPMENT
1. HEALTH PROMOTION
TERDAPAT 2 CLASS :
• HEALTH AWARENESS
• HEALTH MANAGEMENT
1. INGESTION

2. DIGESTION
DOMAIN 3. ABSORPTION
2 4. METABOLISM

5. HYDRATION
2. NUTRITION,Class 1:Ingestion
00216 ASI tidak mencukupi
00104 Menyusui tidak efektif
00105 Menyusui terputus (NANDA Terbaru 2015-2017)
00106 Kesiapan untuk meningkatkan menyusui (NANDA2015-2017)
00107 Pola Makan Bayi Tidak Efektif
00002 Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
00163 Kesiapan untuk Meningkatkan Nutrisi
00232 Obesitas (NANDA Terbaru 2015-2017)
00233 Overweight (NANDA Terbaru 2015-2017)
00234 Resiko Overweight (NANDA Terbaru 2015-2017)
00103 Kerusakan Menelan
CLASS 4 : METABOLISM

1. 00179. Risiko ketidakstabilan kadar gula


darah
2. 00194. Neonatal Joundice
3. 00230. Resiko Neonatal Joundaice
4. 00178. Resiko Gangguan Fungsi Hati
CLASS 5 : HYDRATION
1. 00027. Kurang volume cairan
2. 00028. Risiko untuk kurang volume cairan
3. 00026. Kelebihan volume cairan
4. 00025. Risiko untuk ketidakseimbangan
volume cairan
5. 00160. Kesiapan utk meningkatkan
keseimbangan cairan
6. 00195. Risiko ketidakseimbangan elektrolit
3. ELIMINATION/EXCHANGE
TERDAPAT 4 CLASS :
1. URINARY SYSTEM
2. GASTROINTESTINAL SYSTEM
3. INTEGUMENTARY SYSTEM
4. PULMONARY SYSTEM
• CLASS 3 : INTEGUMENTARY SYSTEM :-
• CLASS 4 : REPIRATORY FUNGTION
1.00030. Kerusakan pertukaran gas
4. ACTIVITY/REST
TERDAPAT 5 CLASS :
1. SLEEP/REST
2. ACTIVITY/EXERCISE
3. ENERGY BALANCE
4. CARDIOVASCULAR-PULMONARY RESPONSES
5. SELF-CARE
CLASS 1 : SLEEP/REST
• 00096. Deprivasi tidur
• 00095. Insomnia
• 00165. Kesiapan untuk meningkatkan tidur
• 00198. Gangguan pola tidur
CLASS 2 : ACTIVITY/EXERCISE
• 00040. Risiko Sindrom disuse
• 00085. Kerusakan mobilitas fisik
• 00091. Kerusakan mobilitas di tempat tidur
• 00089. Kerusakan mobilitas berkursi roda
• 00090. Kerusakan kemampuan berpindah
• 00088. Kerusakan berjalan
CLASS 3 : ENERGY BALANCE
• 00050. Gangguan medan energy
• 00093. Keletihan
• 00154. Keluyuran
CLASS 4 : CARDIOVASCULAR/PULMONARY RESPONSES
00029. Penurunan Curah Jantung
00033. Kerusakan Ventilasi Spontan
00032. Pola Nafas Takefektif
00092. Intoleransi Aktifitas
00094. Risiko Intoleransi aktifitas
00034. Disfungsi respon penyapihan ventilator
00204. Perfusi jaringan perifer tidak efektif
00200.Risiko penurunan perfusi jaringan cardial
00201. Risiko inefektif perfusi jaringan cerebral
00202. Risiko inefektif perfusi jaringan cardial
00203. Risiko inefektif perfusi ginjal
00228. Risikoketidakefektifan perfusi jaringan perifer
CLASS 5 : SELF CARE
00098. Hambatan pemeliharaan rumah
00109. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias
00108. Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene
00102. Kurang perawatan diri : Makan
00110. Kurang perawatan diri : Eleminasi
00182. Kesiapan untuk peningkatan perawatan diri.
00193. Pengabaian diri
5. PERCEPTION/COGNITION
TERDAPAT 5 CLASS :
• ATTENTION
• ORIENTATION
• SENSATION/PERCEPTION
• COGNITION
• COMUNICATION
6. SELF PERCEPTION
TERDAPAT 3 CLASS :
1. SELF-CONCEPT
2. SEFL-ESTEEM
3. BODY IMAGE
7. ROLE RELATIONSHIP
TERDAPAT 3 CLASS :
• CAREGIVING ROLE
• FAMILY RELATIONSHIPS
• ROLE PERFORMANCE
8. SEXUALITY

CLASS 1 : SEXUAL IDENTITY : -


CLASS 2 :SEXUAL FUNGTION
00059. Disfungsi seksual
00065. Pola seksualitas tidak efektif
CLASS 3 : REPRODUCTION
00208. Kesiapan untuk meningkatkan poses kelahiran anak
00209. Risiko gangguan kehidupan ibu/janin
00221. Ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan
00227. Kesiapan meningkatkan proses kehamilan- melahirkan
9. COPING/STRESS TOLERANCE
TERDAPAT 3 CLASS :
• POST – TRAUMA RESPONSES
• COPING RESPONSES
• NEURO-BEHAVIORAL STRESS
11. SAFETY/PROTECTION
TERDAPAT 6 CLASS :
• INFECTION
• PHISICALINJURY
• VOILENCE
• ENVIRONMENTAL HAZARDS
• DEFENSIVE PROCESSES
• THERMOREGULATION
12. COMFORT
CLASS 1 : PHYSICAL COMFORT
00132. Nyeri Akut
00133. Nyeri Kronis
00134. Nousea
00183. Kesiapan meningkatkan Rasa Nyaman
00214. Gangguan Rasa Nyaman
CLASS 2 : ENVIRONMENTAL COMFORT
00183.Kesiapan untuk meningkatkan kenyamanan
CLASS 3 : SOCIAL COMFORT
00053. Isolasi sosial
13. GROWTH/DEVELOPMENT

CLASS 1 : GROWT
00111. Pertumbuhan dan perkembangan terlambat
00113.Risiko pertumbuhan tidak proporsional
CLASS 2 : DEVELOPMENT
00112. Risiko perkembangan terhambat
Menggunakan
NANDA
dalam merumuskan diagnosa
keperawatan
Langkah 1

• Lakukan pengkajian secara seksama


untuk menentukan diagnosa
keperawatan yang sesuai dg kondisi klien.
• Gunakan “ Functional Health Patterns”
untuk membantu pemilihan diagnosa
keperawatan yg sesuai
Langkah 2

• Tentukan Domain yang sesuai dengan kondisi klien (BAB II


Gambar 2.1)
• Carilah Kelas yang sesuai dengan kondisi pasien, dibawah
domain
• Lihat daftar diagnosa dalam 1 kelas (Tabel 2.1)
• Tentukan diagnosa keperawatan yang sesuai dengan kondisi
pasien
• Yakinkan diagnosa keperawatan klien sesuai dengan melihat
definisi diagnosa dan batasan karakteristik keperawatan yg
anda pilih (BAB I, sesuai dengan urutan abjad)
• Tentukan etiologi/faktor risiko yg sesuai dgn
karakteristik/kondisi klien
Langkah 3
•• Susun
Susun diagnosa
diagnosa keperawatan
keperawatan sesuai
sesuai SNL’s
SNL’s
–– Definisi
DefinisiDiagnosis
DiagnosisKeperawatan
Keperawatan(P)
(P)
–– Batasan
BatasanKarakteristik
Karakteristik (S)
(S)
•• Aktual:
Aktual:tanda
tandadan
dangejala
gejala
•• Risiko
Risiko:: mempunyai
mempunyaifaktor
faktorrisiko
risiko
–– Faktor
FaktorYang
YangBerhubungan
Berhubungan(E)
(E)
Case Study 1
• Seorang anak umur 5 tahun masuk ke RS
dengan keluhan mual dan mutah setiap kali
minum, bibir tampak kering, mata cekung,
urine berwarna kuning tua dan oliguria. Suhu
tubuh pasien 38 derajad celcius, mengalami
takikardi dan takipneu
Case Study 2
• A 73-year-old man has been admitted to the unit
with a diagnosis of chronic obstructive pulmonary
disease (COPD). He state that he has “difficulty
breathing when walking short distances”. He also
state that his “heart feels like it is racing; “tire all
the time: continually wringing his hands and
looking out the windows
Case Study 3
• A 45-year-old women comes to clinic and asks
for medications to help her sleep. She state she
is worrying about too much and state, “It take
me about an hour to get to sleep, and it is very
hard to fall asleep. I feel like can’t do anything
because I am so tired. My husband passed away
recently”
Case Studi 4
• Seorang pasien dekompensasi kordis datang
ke RS dengan keluhan bengkak seluruh tubuh,
sehingga sulit untuk berjalan,sesak nafas,
kencing sedikit
Case Study 5
• Seorang laki – laki 45 tahun mengalami
kecelakaan lalu lintas dan mengalami
fraktur cruris sinestra telah dilakukan
operasi segera setelah kejadian dirawat di
RS. Hari Pertama Post Op ditemukan data
Angka Leukosit 14 ribu, S/b : 37.5
• Situasi pada saat ini adalah post orif hari ke
III dengan luka post operasi kondisi baik.
Case study 6
• Pasien masuk ruang ICU dengan kesadaran
coma. Seluruh aktivitas dibantu orang lain

Case study 7
• Pasien masuk ruang perawatan dengan
Dekubitus derajad 3
DISKUSI KASUS:
• Ny. B, seorang berusia 75 tahun, masuk di
unit bedah dari ruang pemulihan setelah hip
pinning. Riwayatnya mengindikasikan bahwa
Ny. B hidup sendirian pada sebuah
apartemen. Suaminya meninggal 10 tahun
yang lalu. Ny. B mempunyai banyak teman
dan terlibat dalam kegiatan komunitas di the
local senior center. Dia suka jalan-jalan dan
naik sepeda. Kali ini dia masuk rumah sakit
karena jatuh dari sepeda.
Order post operasi untuk Ny. B
adalah sebagai berikut:
• Foley kateter untuk drainase urine
• D5% dengan KCl 20 mEq untuk diinfuskan
selam 8 jam
• Morfin sulfat 1-2 mg, IV push, tiap 15 menit
sampai nyaman, maksimum 10 mg dalam 1
jam
• Morfin sulfat 6-8 mg, IM tiap 3-4 jam, bila
nyeri
• Phenergan 25 mg IM q4-6 jam, bila mual
• Balikkan pasien ke sisi tubuh yang tidak
terkena tiap 1-2 jam
• Matras pengurang tekanan diletakkan di atas
tempat tidur untuk mengurangi penekanan
pada daerah tulang yang menonjol (bony
prominences)
• Ambulasikan pasien dengan bantuan pada
pagi hari
• Pengkajian
  4:00 sore – pengkajian awal yang dilakukan
perawat setelah pasien kembali dari ruang
pemulihan mengindikasikan bahwa pasien
tidur dengan nyaman, tanda vital dalam
batas normal, dan balutan operasi kering.
Foley kateter mengeluarkan urine bersih dan
berwarna kuning. Tetesan infus sesuai
dengan rata-rata yang diorderkan, kulit
hangat dan kering.
• Jam 5:00 sore – perawat memasuki kamar Ny.
B untuk mengukur tanda vital dan
menemukan bahwa Ny. B berusaha untuk
turun dari tempat tidur “karena saya ingin
pergi ke kamar mandi”. Perawat
mengingatkan Ny. B bahwa dia ada di rumah
sakit dan pada Ny. B terpasang foley kateter.
Respon Ny. B mengindikasikan bahwa dia
disorientasi pada tempat dan waktu.
 

• Apa diagnisos keperawatannya???


• Perawat kemudian mempertimbangkan
alternatif diagnosis yang disarankan
untuk melihat apakah dapat ditemukan
diagnosis keperawatan yang lebih
baik/paling baik.
• Kemudian perawat melihat definisi dan
batasan karakteristik untuk
– Perubahan sensori/persepsi
– Perubahan perfusi jaringan perifer
– Resiko trauma
– Risiko cedera
– Risiko jatuh
– Resiko kerusakan integritas kulit.
DIAGNOSA YG DIHILANGKAN 2015
1. Kegagalan berkembangan untuk dewasa (00101)
2. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh (00001)
3. Risiko Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh (00003)
4. Gangguan Bidang energi (00050)
5. Kesiapan untuk meningkatkan status imunisasi (00186)
6. Sindrom gangguan interpretasi lingkungan (00127)
7. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan (00111)
DIAGNOSA BARU 2015:
1. Sindrome lansia lemah
2. Risiko sindrome lansia lemah
3. Risiko berat badan berlebih
4. Berat badan berlebih
5. Obesitas
6. Konstipasi fungsional kronis
7. Hambatan duduk
8. Hambatan berdiri
9. Risiko penurunan curah jantung (00240)
DIAGNOSA BARU 2015 :
10. Risiko gangguan fungsi kardiovaskular (00239)
11. Kontrol emosi labil (00251)
12. Gangguan pengelolaan mood (00241)
13. Hengambilan keputusan emansipasi (00242)
14. Kesambatan piapan meningkatkan pengambilan keputusan
emansipasi (00243)
15. Risiko hambatan pengambilan keputusan emansipasi
(00244)
16. Risiko cedera kornea (00245)
17. Risiko kerusakan membran mukosa oral
DIAGNOSA BARU 2015 :
18.Risiko dekubitus/luka tekan
19.Risiko pelambatan pemulihan pasca bedah
20.Risiko kerusakan integritas jaringan
21.Risiko cedera saluran kemih
22.Risiko hipotermia
23.Risiko hipotermia perioperative
24.Sindrom nyeri kronis
25.Nyeri persalinan
Batasan Karakeristik
Faktor yang Berhubungan
Penurunan Risiko shock Ketidakefektifan perfusi
jaringan perifer
Curah Jantung

Ketidakadekuatan Beresiko terhadap Penurunan


darah yang ketidak cukupan sirkulasi darah ke
dipompa oleh aliran darah ke perifer yang dapat
jantung untuk jaringan tubuh, yg mengganggu
memenuhi dapat kesehatan
kebutuhan mengakibatkan
metabolik tubuh disfungsi seluler
yg mengancam
jiwa
Penurunan Curah Risiko shock Ketidakefektifan
Jantung perfusi jaringan perifer

•Tidak ada nadi


Perbhn frek/irama jantung
Aritmia,Bradikardi,Perubah
•Hipotensi •Perubahan fungsi motorik
an EKG,Palpitasi, takikardi •Hipovolemia •Perub karakteristk kulit
Perubahan preload
Edema,Penurunan CVP,
•Hipoksemia ( warna, elestisitas, rambut,
kuku, sensasi, suhu )
Penurunan PAWP,Keletihan •Hipoksia •Perubahan tekanan darah
Peningkatan CVP, Peningktn di ekstrimitas
PAWP, Distensi vena jugular •Infeksi •Klaudikasi
Murmur, Kenaikan BB •Sepsis •Warna tidak kembali ke
Perubahan afterload tungkai saat tungkai di
Kulit lembap •Sirs turunkan
Dispnea •Kelambatan penyembuhan
Penurunan nadi perifer luka di perifer
Penurunan (PVR)SVR •Penurunan nadi
Peningkatan PVR SVR •Edema
Oliguria, WPK memanjang •Nyeri ekstrimitas
Perubahan warna kulit •Parestesia
Variasi pada pembacaan •Warna kulit pucat saat
tekanan darah elevasi
Penurunan Curah Jantung Risiko shock Ketidakefektifan
perfusi jaringan perifer

Perubahan kontraktilitas
Crackle
Batuk
Penurunan fraksi ejeksi
Penurunan indeks kerja
sekuncup ventrikel kiri (LVSWI)
Penurunan indeks stroke volume
Penurunan indeks jantung
Ortopnea
PND
Bunyi S3
Bunyi S4
Perilaku/emosi
Ansietas
Gelisah
Penurunan Curah Risiko shock Ketidakefektifan perfusi jaringan
Jantung perifer

Faktor yang Faktor resiko •Faktor yg berhubungan :


Berhubungan : •Hipotensi •Defisiensi pengetahuan tentang
•Hipovolemia
Perubahan frekuensi faktor pemberat ( merokok, gaya
•Hipoksemia
jantung •Hipoksia hidup kurang gerak, trauma,
Perubahan irama •Infeksi obesitas, asupan garam,
jantung •Sepsis imobilitas
Perubahan volume •Sirs •Defisiensi pengetahuan tentang
sekuncup proses penyakit ( diabetes,
Perubahan afterload hiperlepidemia )
Perubahan •DM
kontraktilitas •Hipertensi
Perubahan preload •Gaya hidup kurang gerak
•Merokok
Pola Nafas Takefektif Kerusakan Ventilasi
Spontan

Inspirasi dan/atau Penurunan cadangan


ekspirasi yang tidak energi yg mengakibatkan
menghasilkan ventilasi ketidak mampuan individu
yang adekuat untk mempertahankan
pernafasan yg adekuat
untuk menyokong
kehidupan
Pola Nafas Takefektif Kerusakan Ventilasi
Spontan
Batasan Karakteristik •Ketakutan
•Faktor kedalaman pernafasan •Penurunan kerja sama
•Perub ekskresi dada •Penurunan PO2
•Melakukan posisi tiga titik •Penurunan SaO2
•Bradipnea •Penurunan VT
•Penurunan tek. Inspirasi, ekspirasi •Dispnea
•Penurunan MV, VC •Peningkatan frekuensi jantung
•Dispnea •Peningkatan laju metabolisme
•Peningkatan diameter anterior •Peningkatan PCO2
posttror •Peningkatan kegelisaan
•Pernafasan cuping hidung •Peningkatan penggunaan otot aksesoris
•Takipnea
•Penggunaan otot aksesoris untk
bernafas
Pola Nafas Takefektif Kerusakan Ventilasi
Spontan
•Ansietas Faktor Yg berhub :
•Posisi tubuh •Foktor metabolik
•Deformitas tulang •Keletihan otot pernafasn
•Deformitas dinding dada
•Gangguan kognitif
•Keletihan
•Hiperventilasi
•Sindrom hipoventilasi
•Gangguan muskuloskeletal
•Imaturitas neurologis
•Disfungsi neuromuskuler
•Obesitas
•Nyeri
•Gangguan persepsi
•Keletihan otot pernafasan
•Cidera medula spinalis
Pengumpulan Analisis data
data klinis --> Dx
Lab, Transfer Terminal
Gene Asesmen Implementasi Rujuk
ral Rad
Asesmen Rencana ulang asuhan
cons
Registrasi awal asuhan
ent

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI

Asesmen Risiko
Skrining nyeri jatuh Implementasi Rencana Rencana
asuhan asuhan pulang
Risiko
malnutrisi Risiko Ringkas
tinggi
Restraint an
pulang
PPK SKP HPK MKI PPI
DIAGNOSIS
PEMBELAJARA
N
ORANG
DEWASA

TERIMAKASIH