Anda di halaman 1dari 15

SYURUTHU QABULISY SYAHADATAIN

LIQO TGL 18 MEI 2013


Tujuan umum

Mengerti tentang fakta yang berhubungan


dengan aqidah yang benar serta digali dari Al
qur’an ,As sunah, dalil Naqly dan Aqly

• Tujuan Memahami bahwa


kognitif Syahadatain yang
diucapka mesti dilandasi
ilmu, keyakinan,
keikhlasan, serta sikap
membenarkan, mencintai,
menerima dan tunduk .
Tujuan Afektif dan
Psikomotor
1. Menyadari bahwa kebodohan, ragu-ragu ,syirik dusta,
benci,ingkar, dan menolak pelaksanaan syahadatain
adalah sikap2 yang menyebabkan ditolaknya
syahadatain
2. Termotivasi untuk mendalami islam,meyakini
kebenaranya,ikhlas dalam menjalankanya,mencintai
Allah SWT, dan Rasul Nya serta menerima dan
tunduk kepada segala ketentuan_Nya.
3. Mengamalkan ajaran islam sebagai konsekuensi dari
Syahadatain
4. Mampu mewuudkan sikap rela diatur Allah SWT,
Rasul_Nya, dan islam disetiap keadaan
1. Ilmu yang menapik Kebodohan

2. Keyakinan yang menap

Agar syahadatain kita


diterima dan 3. Keikhlasan yang menapik kesyirik
mendapatkan janji
Allah SWT
4. Kejujuran yang menapik keboho

5. Cinta yang menapik permusuha

6. Penerimaan yang menapik penolakan

7. Pelaksanaan yanabaian dan sikap enggan b


1. Ilmu yang menapik Kebodohan
Uraian makna dan fungsi kata
La ilaha ilallah ( ‫)آل إ له إ الهللا‬

Kata Makna Fungsi


La ( ‫)ال‬ Tiada/ Tidak Nafi ‫نفي‬
( ‫)ا ل‬: Peniadaan
Ilaha (‫)إ له‬ Tuhan (yang Manfa ‫منفى‬
( ‫)ا ل‬: yang
disembah) dinafikan/ ditiadakan.

Illa (‫)إ ال‬ Kecuali Adatul Istisna’ (‫أداة‬


‫)ا إلستثناء‬:
pengecualian.
Allah ( ‫)هللا‬ Allah SWT Al-Mustasna
(‫ )ا لمستثناء‬:yang
dikecualikan
2. Keyakinan yang menapik keraguan

ketika kita mengucapkan syahadatain, kita


harus meyakini ucapan itu sebagai sesuatu
yang kita imani dengan sepenuh hati tanpa
keraguan
Qs surah Al- Hujurat ayat 15
“ sesungguhnya orang yang beriman itu
hanyalah orang yang percaya kepada Allah dan
Rasul_Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu
dan berjuang dengan harta dan jiwa mereka
dijalan Allah, mereka itulah orang yang benar”
3.Keikhlasan yang menapik kesyirikan
Lanjutan

Kita harus mengiringi ucapan Syahadatain dengan niat


yang Ikhlas Lillahi Ta’ala. Syahadatain yang bercampur
dengan riya’atau kecendrungan pada yang lain tidak akan
diterima Allah SWT
Qs surah Al- bayyinah ayat 5
“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar
menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada_Nya dalam menjalankan
agama yang lurus dan agar mereka mendirikan
shalat dan menunaikan zakat.demikianlah
itulah agama yang lurus “
4.Kejujuran yang menapik kebohongan

Ketika kita bersyahadatain kita wajib


membenarkan secara jujur. Benar
adalah landasan iman, sedangkan
dusta adalah landasan kufur . Shidq
menumbuhkan ketaatan dan amanah
sedangkan dusta menumbuhkan
kemaksiatan dan penghianatan
5.Cinta yang menapik permusuhan dan
kebencian

Cinta adalah rasa suka yang melapangkan dada.ia merupakan ruh ibadah
yang paling utama . Dengan rasa cinta itu segala beban akan terasa
ringan sehingga tuntutan syahadatain dapat dilaksanakan dengan
mudah.
6.Penerimaan yang menapik penolakan

Semua muslim mutlak harus menerima nilai serta kandungan


syahadatain . Tidak boleh ada keberatan dan keterpaksaan sedikitpun
baginya tidak ada pilihan lain selain kitabullah dan Sunnah rasul. Ia
senantiasa siap mendengar, tunduk, patuh, dan taat pada perintah Allah
SWT dan Rasul _Nya.
7. Pelaksanaan yang menapik pengabaian dan sikap enggan beramal

Syahadatain hanya dapat dilaksanakan jika diwujudkan dalam amal yang nyata.
Oleh karena itu setiap muslim yang bersyahadatain selalu siap melaksanakan
ajaran islam yang merupakan aplikasinya
WE ARE SPECIAL

“Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya
mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka
itu kami wahai Rosulullah?” Rosulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian
mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang
berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi. “Kemudian
beliau bersabda, “Kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing.
“Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang2 yang terasing itu?” Beliau
SAW bersabda, “Mereka adalah orang2 yang shalih, yang jumlahnya
sedikit diantara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka
lebih banyak dari pada orang yang menaatinya” (HR.Al-Haitsami)
Jazkillah Khoir