Anda di halaman 1dari 15

ETIKA BISNIS DALAM

LINGKUP GLOBALISASI
Anggota Kelompok : Septi Sulisia Ningrum (182210047)
Bimo Radityan (182210050)
Septy Rozelina (182210061)
Yoky Nanda Adi Sukma (182210073)
Unggul Djatmiko (182210075)
Konsep Bisnis dalam Globalisasi
Ekonomi
Proyek-proyek/ pekerjaan secara globalisasi terjadi ketika disetujuinya
pemberlakuan secara global suatu mekanisme perdagangan melalui
penciptaan kebijakan “free trade”, dalam bulan April tahun 1994. Isi
dalam perjanjian tersebut dikenal dengan nama GATT (General
Agreement on Tariff and Trade). Kesepakatan itu dibuat dengan asumsi
bahwa sistem perdagangan yang terbuka lebih menguntungkan bagi
semua pihak dibanding dengan sistem yang protektif. Artinya melalui
persaingan bebas, maka organisasi-organisasi perdagangan akan
senantiasa mengelola kegiatannya dengan prinsip efektif dan efisien.
Terdapat dua komponen penting yang boleh dikatakan telah meningkat dengan
pesat dalam era globalisasi.
• Pertama adalah impor dan ekspor. Ekspor impor makin bergairah antara lain
disebabkan karena makin berkurangnya hambatan perdagangan di antara
negara-Negara.
• Kedua adalah pasar modal. Integrasi pasar modal (uang) dapat dilihat dalam
cepatnya proses pinjam-meminjam antarnegara, ditandai dengan munculnya
IMF (International Monetary Fund).
Lingkungan Bisnis dalam ekonomi
Global
Indikator-indikator dalam lingkungan bisnis secara global sebagai
berikut:
1. Menjamurnya sejumlah pesaing baru
2. Tekanan-tekanan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas
3. Kesempatan-kesempatan baru
4. Deregulasi
5. Keragaman tenaga kerja
6. Sosial, Politik, Hukum
Dampak Globalisasi Terhadap
Organisasi dan Manajemen Lokal
Perusahaan harus lebih kompetitif telah menggiring perusahaan untuk
melakukan perubahan dalam cara pengorganisasian dan pengelolaan
perusahaan. Beberapa cara yang telah dilakukan oleh perusahaan-
perusahaan yang cukup ternama antara lain adalah:
1. Pengubahan Struktur Organisasi
2. Pemberdayaan Pegawai
3. Organisasi Yang Datar Makin Menjadi Norma Umum
4. Kerja Semakin Dirancang Dalam Bentuk “Teams”, Bukan
Terspesialisasi Dalam Satu Fungsi Saja
5. Landasan Kekuatan Perusahaan Berubah
6. Manajer Masa Kini Harus Mampu Membangun Komitmen
7. Orientasi pada “human-capital”
Norma, Moral, dan Etika dalam
Bisnis Global
Dunia etika adalah dunia filsafat, nilai, dan moral. Dunia bisnis adalah
dunia keputusan dan tindakan. Etika bersifat abstrak dan berkenaan
dengan persoalan baik dan buruk, sedangkan bisnis adalah konkret dan
harus mewujudkan apa yang telah diputuskan. Hakikat moral adalah
tidak merugikan orang lain, Artinya moral senantiasa bersifat positif
atau mencari kebaikan. Dengan demikian, sikap dan perbuatan dalam
konteks etika bisnis yang dilakukan oleh semua yang terlibat, akan
menghasilkan sesuatu yang baik atau positif, bagi yang menjalankannya
maupun bagi yang lain. Sikap atau perbuatan seperti itu tidak akan
menghasilkan situasi win-loss, tetapi akan menghasilkan situasi win-
win.
Dampak Pembangunan Sektor
Ekonomi Terhadap Lingkungan
Hidup
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, peningkatan produksi
barang dan jasa akan menuntut lebih banyak produksi sumber daya
alam yang harus digaliatau diambil dari persediaannya. Sebagai
akibatnya sumber daya alam menipis dan pencemaran lingkungan
meningkat pula. Jadi, pembangunan ekonomi yang menghasilkan
pertumbuhan ekonomi akan terjadi pula dua macam akibat, yaitu di
satu pihak memberikan dampat positif bagi kehidupan manusia berupa
semakin tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian, di sisi lain
muncul dampak negatif bagi kehidupan manusia yang berupa
pencemaran dan menipisnya persediaan sumber daya alam.
Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi pancasila adalah pedoman dan tolak ukur kehidupan
ekonomi atau hubungan-hubungan ekonomi antar pelaku-pelaku
ekonomi yang didasarkan pada etika atau moral pancasila dengan
tujuan akhir mewujudkan keadlian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Trilogi Pembangunan
Trilogi pembangunan terdiri atas stabilitas nasional yang
dinamis,pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan
dan hasil-hasilnya.
Tetapi slogan yang baik ini justru terkalahkan karena sejak 1973/74
selama 7 tahun (1974-1980) Indonesia di “manja” booming minyak yang
membuat bangsa Indonesia “lupa daratan”. Pendapatan dari sektor
minyak bumi yang membuat Indonesia kaya mendadak telah menarik
minat para investor asing untuk ikut “menjarah” kekayaan alam
Indonesia. Serbuan para investor asing ini ketika melambat karena
jatuhnya harga minyak dunia, selanjutnya dirangsang ekstra melalui
kebijakan deregulasi (liberalisasi) pada 1983-1988.
Peranan Negara Dalam Program
Ekonomi dan Sosial
Pengembangan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
pemberdayaan masyarakat lemah dan tidak mampu (ayat 2), dan
tanggung jawab Negara dalam menyediakan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yg layak, serta Pemerintah
juga di amanatkan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional
yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak
mulia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa , dan untuk itu Negara
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20% dari
nilai APBN dan APBD.
Ekonomi Rakyat, Ekonomi
Kerakyatan Dan Ekonomi Pancasila
Sejak masa revormasi, terutama sejak SI-MPR 1998 menjadi popular
istilah ekonomi kerakyatan sebagai sistem ekonomi yg harus diterapkan
di Indonesia yaitu sistem ekonomi demokratis yg melibatkan seluruh
kekuatan ekonomi rakyat. Ekonomi rakyat dianggap berkonotasi
komunis seperti di RRC (Republik Rakyat China) ,sedangkan ekonomi
pancasila telah dilaksanakan selama orde baru terbukti gagal. Sistem
ekonomi pancasila berisi pedoman atau aturan dalam kehidupan
ekonomi yang mengacu pada ideologi bangsa Indonesia yaitu pancasila.
Implikasi Globalisasi Bisnis
Menurut Stuart Hart dalam bukunya capitalism at the croosroads 2005,
Indonesia sedang berada dibeberapa simpang jalan.
Pertama, secara umum,di persimpangan jalan karena ada 6,5 milyar
manusia saat ini di bumi, meningkat secara dramatis dari hanya 2
milyar diawal 1950-an.
Kedua, bisnis pun ada di simpang jalan. Kapitalisme,ideology utama
bisnis,ternyata hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup 800 juta dari
6,5 milyar manusia. Itupun yang sudah mengonsumsi dari 80% dari
semua sumber daya bumi yang tersedia.
KEBIJAKAN DALAM PENENTUAN
HARGA
Secara konfensional, harga adalah biaya produksi dan distribusi
ditambah margin laba. Strategi baru ini persis kebalikannya harus
diketahui dulu berapa kekuatan pembeli untuk membayar,lalu kurangi
dengan margin laba dan baru hitung bagaimana produk bisa di produksi
dan di pasarkan dala budget itu. Maka, selain konsekuensi teknis
produksi dan pemasaran, pasar pun perlu dibangun dan tak bisa hanya
di penetrasi saja.
Kejahatan Korporasi Global
Ekonomi global menunjukkan keadaan resesi yang semakin dalam.
Akibatnya, impor amerika turun dan kecenderungan Negara-negara
kaya mengarah ke proteksionistis untuk memberi akses pasar yang
lebih besar pada produk dalam negerinya.
Daya beli masyarakat dalam negeri yang sudah sangat terbatas ini akan
semakin turun dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang
memang tidak terelakan. Daya beli masyarakat dalam negeri juga
terpukul karena hilangnya penghasilan tetap akibat pemutusan
hubungan kerja(PHK).