Anda di halaman 1dari 28

TERAPI CAIRAN

■TOTAL BODY WATER (TBW)


TOTAL BODY WATER (TBW)
40%

Dinding Kapiler yang terdiri


dari selapis Endotel

5%

Dinding Sel yang berifat


Semipermeabel

15%
KESEIMBANGAN CAIRAN
FISIOLOGI PERGERAKAN
CAIRAN OSMOSIS

• Perpindahan air (Zat pelarut) dari larutan konsentrasi rendah menuju larutan
konsentrasi tinggi sampai terjadi kesetimbangan/homogen

DIFUSI

Perpindahan Zat dari larutan konsentrasi tinggi menuju larutan konsentrasi rendah
sampai terjadi kesetimbangan/homogen

POMPA NA, K
suatu proses transpor yang memompa ion Natrium keluar dan ion Kalium masuk
FISIOLOGI PERGERAKAN CAIRAN
ELEKTROLIT

ZAT YANG MENGANTARKAN ARUS LISTRIK

TERDIRI DARI ION POSITIF DAN ION NEGATIF

KALIUM, MAGNESIUM, FOSFAT, NATRIUM,KLORIDA


MENGHITUNG KEBUTUHAN ELEKTROLIT

Kebutuhan Dasar NILAI NORMAL


Na = 2-4 mEq/L Na = 135-145 mEq/L
K = 1 – 3 mEq/L K = 3,5 – 5 mEq/L

DEFISIT NATRIUM
(Na yang diinginkan – Na Sekarang) X 0,6 x
BB

DEFISIT KALIUM
(K yang diinginkan – K Sekarang) X 0,25 x
BB
■ FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KESEIMBANGAN CAIRAN
DAN ELEKTROLIT TUBUH

UMUR IKLIM DIET STRESS

PENYAKIT
TRAUMA PENURUNAN TINDAKAN
GINJAL DAN
(LUKA BAKAR)
KARDIO KESADARAN MEDIS

PENGOBATAN PEMBEDAHAN
■TERAPI CAIRAN
Tindakan untuk memelihara, mengganti cairan tubuh dalam batas-batas
fisiologis dengan cairan infus kristaloid (elektrolit) atau koloid (plasma ekspander)
secara intravena
TERAPI CAIRAN

TERAPI CAIRAN RESUSITASI

TERAPI CAIRAN RUMATAN


RUMUS DALAM TERAPI CAIRAN MAINTENANCE

RUMUS CAIRAN DEWASA :


Laki-laki : 40ml/kgBB/24 jam
Perempuan : 35ml/kgBB/24 jam
30-50ml/kgBB/24 jam
RUMUS HOLLIDAY-SEGARD
10kg pertama : 10 x 100ml =
1000cc/24J
10kg kedua : 10 x 500ml =
500cc/24J
Sisa BB x 20ml : ..........
RUMUS 4-2-1
10kg pertama :
4ml/kgBB/jam
10kg kedua : 2ml/kgBB/jam
Sisa BB : 1ml/kgBB/jam
■DEHIDRASI

DEFINISI
Defisit air dalam tubuh
GEJALA DEHIDRASI GEJALA DEHIDRASI
INTERSTISIAL INTRAVASKULER
Hipotensi
Tugor kulit menurun Takikardi
Mata cekung Vena vena kolaps
Ubun ubun cekung Oligouria
Mukosa bibir dan kornea kering CTR Memanjang
Syok
■DERAJAT DEHIDRASI

DEHIDRASI RINGAN (4%) MILD

DEHIDRASI SEDANG (8%) MODERATE

DEHIDRASI BERAT (12%) SEVERE

SYOK(>12%) SYOK
■TERAPI CAIRAN PADA DEHIDRASI

HITUNG DEFISIT

REHIDRASI

MAINTANANCE
■DERAJAT KEHILANGAN DARAH
■PERKIRAAN VOLUME DARAH

EBV
• Bayi 85 cc/kgBB
• anak 80 cc/kgBB

• Dewasa
Wanita 65 cc/kgBB
Pria 70 cc/kgBB
■MENGHITUNG JUMLAH DARAH YANG HILANG

Derajat I : <15% TBV


EBV (Estimated Blood Volume)
Derajat II : 15-30% TBV
-Perempuan : 65 ml/kgBB
Derajat III : 30-40% TBV
-Laki-laki: 70 ml/kgBB
Derajat IV : 40% TBV

Contoh : Laki-laki BB 70kg, kehilangan darah 15%


EBV = 70kg x 70ml = 4900cc
Kehilangan darah 15% : 15% x 4900cc = 735cc

Rumus transfusi darah : (Hb yang diinginkan-Hb sekarang) x BB x 3


Misal Hb pasien 5 g/dl. Maka :(8-5) x 50 x 3= 450 ml , 1 bag PRC 250 ml jadi dibutuhkan 2 bag PRC.
KEBUTUHAN CAIRAN PERIOPERATIF

KEBUTUHAN PUASA
Kebutuhan puasa: berapa jam puasa x
operasi
Kebutuhan operasi:
Operasi kecil : 2-4 cc/kgBB/Jam
Operasi sedang : 4-6cc/kgBB/Jam
Operasi Besar : 6-8cc/KgBB/Jam

CONTOH
Perempuan BB 40Kg, Puasa 8 jam
Kebutuhan cairan sebelum
melakukan tindakan:
Maintenance : 35ml x 40kg =
1400cc/Hari= 58,3 cc/Jam
KEBUTUHAN CAIRAN PERIOPERATIF

KEBUTUHAN OPERASI
Kebutuhan operasi:
Operasi kecil (2-4 cc/kgBB/Jam) = 80-160
cc/jam
Operasi sedang (4-6cc/kgBB/Jam) = 160-240
cc/jam
Operasi Besar (6-8cc/KgBB/Jam) = 240- 320
cc/ jam
LUKA BAKAR
RUMUS BAXTER
4ml x BB x Luas luka bakar (rule of nine)

•8 jam pertama, kebutuhan cairan harus


terpenuhi
•16 jam kedua, sisa dari kebutuhan cairan
harus terpenuhi
•Pada hari kedua kebutuhan cairan masuk
setengah dari jumlah kebutuhan cairan hari
pertama
RULE OF NINE
KOLOID DAN KRISTALOID

KRISTALOID KOLOID
PERBANDINGAN KOLOID DAN KRISTALOID
Jenis Cairan Keuntungan Kerugian
Kristaloid • Komposisi elektrolit seimbang • Butuh volume besar
• Efek samping minimal • Menurunkan tekanan onkotik
• Tidak ada gangguan plasma
hemostatis • Mudah terjadi kelebihan
• Bebas reaksi anafilaksis cairan
• Menggantikan volume dan • Resiko edema
meningkatkan CO dan Tekanan • Resiko hipotermia
Darah
Koloid • Persistensi intravaskuler tinggi • Efek samping hemostasis
• Masa kerja lebih panjang • Akumulasi jaringan
• Oksigenasi jaringan lebih baik • Efek samping pada ginjal
• Memperbaiki aliran
mikrovaskuler
• Resiko edema kecil
• Ekspansi volume plasma tanpa
■JENIS CAIRAN
HIPOTONIK
■JENIS CAIRAN
ISOTONIK
■JENIS CAIRAN

HIPERTONIK
TERIMA
KASIH