Anda di halaman 1dari 25

TEXTBOOK READING

DBD
DEMAM BERDARAH DENGUE

A.ANAN QAYYUM MUDZ


111 2018 1018
definisi
• Demam dengue (DF) dan demam berdarah dengue (DBD)
dengue haemorrhagic fever (DHF) adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis
demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai
leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis
hemoragik.

• Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan


hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan
cairan di rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue
shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang
ditandai oleh renjatan/‘ syok.
ETIOLOGI
• DD dan DBD disebabkan oleh virus dengue, yang
termasuk kedalam genus Flavivirus, keluarga
Flaviviridae. Flavivirus merupakan virus dengan diameter
30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan
berat molekul 4x106.
• Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3
dan DEN-4 yang semuanya dapat menyebabkan demam
dengue dan demam berdarah dengue. Keempat serotipe
ditemukan di Indonesia dengan serotipe terbanyak adalah
DEN-3.
Penularan
Penularan infeksi virus dengue
terjadi melalui vektor nyamuk
genus Aedes (terutama A. aegypti
dan A. albopictus). Peningkatan
kasus setiap tahunnya berkaitan
dengan danitasi lingkungan
dengan tersedianya tempat
perindukan bagi nyamuk betina
yaitu bejana yang berisi air jernih
(bak mandi, kaleng bekas dan
tempat penampungan air lainnya)
epidemiologi
Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia.
• Jumlah penderita DBD di Indonesia sebanyak 90 245 kasus
dengan jumlah kematian 816 orang
• Jumlah kasus penyakit DBD terbanyak terdapat di Provinsi Jawa
Barat yaitu 19.663 kasus diikuti oleh Jawa Timur (8.177 kasus),
Jawa Tengah (7.088 kasus) dan DKI Jakarta (6669 kasus)

Riset Kesehatan dasar 2007.


• prevalensi tertingi diperoleh pada kelompok umur dewasa muda
yaitu 25-34 tahun sebanyak 0,7% dan terendah pada bayi 0,2%.
• Diperkirakan 3,6 miliar orang kini tinggal di daerah tropis
dan subtropis di mana virus dengue berpotensi untuk
ditularkan.
• Perkiraan global bervariasi, tetapi memperkirakan 50 juta
hingga 200 juta infeksi dengue,

- 500 000 episode berat dengue (DHF / DSS)

- > 20 000 kematian terkait dengue terjadi setiap


tahun.
Manifestasi klinis

1. Fase Febris
• Demam tinggi muncul tiba-tiba

• Gejala penyerta berupa kemerahan, eritem pada kulit,


nyeri pada sendi dan otot, nyeri retro-orbita, fotofobia,
dan nyeri kepala
• Tes Turniket (+)
2. Fase Kritis
• Demam turun (suhu sekitar 37,5-38 °C)

• Gejala awal kebocoran plasma

• Leukopenia disertai penurunan platelet

• Berlangsung 24-48 jam


3. Fase Penyembuhan
• Berlansgung cepat

• Reabsorpsi cairan ekstraseluler

• Pemulihan kondisi pasien

• Recovery rash
diagnosis
Berdasarkan kriteria 1997 diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di
bawah ini dipenuhi:

Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik.

Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut:

- Uji bendung positif.

- Petekie, ekimosis, atau purpura.

- Perdarahan mukosa (tersering epistaksis atau perdarahan gusi), atau


perdarahan dari tempat lain.

- Hematemesis atau melena.


• Trombositopenia (jumlah trombosit < 100.000/ul)

• Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran


plasma) sebagai berikut:
• Peningkatan hematokrit 20% dibandingkan standar sesuai
dengan umur dan jenis kelamin.
• Penurunan 20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya.
• Tanda kebocoran plasma seperti: efusi pleura, asites, atau
hipoproteinemia.
KLASIFIKASI (WHO 2011)
DD/ Derajat Tanda & Gejala Laboratorium
DBD
Demam disertai minimal dengan 2 Leukopenia (jumlah leukosit
DD  
gejala ≤4000 sel/mm3)
 Nyeri kepala  Trombositopenia (jumlah
 Nyeri retro-orbital trombosit <100.000
 Nyeri otot sel/mm3)
 Nyeri sendi/ tulang  Peningkatan hematokrit
 Ruam kulit makulopapular (5%-10%)
 Manifestasi perdarahan  Tidak ada bukti
 Tidak ada tanda perembesan perembesan plasma
plasma
Demam dan manifestasi perdarahan
DBD I
(uji bendung positif) dan tanda
perembesan plasma
Seperti derajat I ditambah
DBD II
perdarahan spontan Trombositopenia <100.000
Seperti derajat I atau II ditambah sel/mm3; peningkatan
DBD III
kegagalan sirkulasi (nadi lemah, hematokrit ≥20%
tekanan nadi ≤ 20 mmHg, hipotensi,
gelisah, diuresis menurun
Syok hebat dengan tekanan darah
DBD IV
dan nadi yang tidak terdeteksi
TATALAKSANA
TANDA KEGAWATAN
• Tidak ada perbaikan klinis/perburukan saat sebelum atau selama masa
transisi ke fase bebas demam / sejalan dengan proses penyakit
• Muntah yg menetap, tidak mau minum

• Nyeri perut hebat

• Letargi dan/atau gelisah, perubahan tingkah laku mendadak

• Perdarahan: epistaksis, buang air besar hitam, hematemesis, menstruasi


yang hebat, warna urin gelap (hemoglobinuria)/hematuria
• Giddiness (pusing/perasaan ingin terjatuh)

• Pucat, tangan - kaki dingin dan lembab

• Diuresis kurang/tidak ada dalam 4-6 jam


KRITERIA MERUJUK PASIEN KE RS/ICU

- Takikardi

- Capillary refill time [< 2 detik)

- Kulit dingin, lembab dan pucat

- Nadi perifer lemah atau hilang

- Perubahan status mental

- Oliguria

- Peningkatan mendadak Ht atau peningkatan kontinyu Ht setelah terapi cairan


diberikan

- Tekanan nadi sempit [< 20 mmHg)

- Hipotensi
MONITOR PERJALANAN PENYAKIT

• Keadaan umum, nafsu makan, muntah, perdarahan, dan tanda dan


gejala lain
• Perfusi perifer sesering mungkin karena sebagai indikator awal tanda
syok, serta mudah dan cepat utk dilakukan
• Tanda vital: suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah, diperiksa minimal
setiap 2-4 jam pada pasien non syok & 1-2 jam pada pasien syok.
• Pemeriksaan hematokrit serial setiap 4-6 jam pada kasus stabil dan
lebih sering pada pasien tidak stabil/ tersangka perdarahan.
• Diuresis setiap 8-12 jam pada kasus tidak berat dan setiap jam pada
pasien dengan syok berkepanjangan / cairan yg berlebihan.
INDIKASI UNTUK PULANG
• Bebas demam minimal 24 jam tanpa menggunakan antipiretik.

• Nafsu makan telah kembali.

• Perbaikan klinis, tidak ada demam, tidak ada distres pernafasan, dan nadi
teratur.
• Diuresis baik.

• Minimum 2-3 hari setelah sembuh dari syok.

• Tidak ada kegawatan napas karena efusi pleura, tidak ada asites.

• Trombosit >50.000 /mm3. Pada kasus DBD tanpa komplikasi, pada


umumnya jumlah trombosit akan meningkat ke nilai normal dalam 3-5 hari.
DIAGNOSIS BANDING

• Cikungunya
• Malaria
• Demam Tifoid
Manajemen lingkungan
• Mengurangi habitat vektor

Pengendalian biologis
• Predator
• Larvadisasi dengan bakteri
Pengendalian kimiawi
• Insektisida

Partisipasi masyarakat & Individu


• 3M plus
• Losion antinyamuk
• Menghindari gigitan nyamuk
• Kelambu