Anda di halaman 1dari 26

PROFESI KEGURUAN

PROFESI KEGURUAN
Pengertian: Profesi adalah jabatan,
1. Yang mempunyai fungsi & signifikan sosial
yang menentukan (crusial)
2. Yang mempunyai ketrampilan/keahlian
3. Ketrampilan/keahlian dituntut pemecahan
masalah dengan menggunakan teori &
metode ilmiah
4. Berdasarkan disiplin ilmu yang jelas,
sistematik, eksplisit, bukan pendapat
khalayak umum
5. Memerlukan pelatihan yang lama
PROFESI KEGURUAN
Pengertian: Profesi adalah jabatan,
6. Proses pendidikan merupakan aplikasi & sosialisasi
nilai-nilai profesional itu sendiri
7. Dalam memberikan layanan pada masyarakat
berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh
organisasi profesi
8. Setiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam
memberikan judgement terhadap permasalahan profesi
yang dihadapi
9. Dalam praktek melayani masyarakat, anggota profesi
otonom & bebas dari campur tangan orang luar
10. Mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat,
oleh karena itu memperoleh imbalan yang tinggi.
SYARAT-SYARAT PROFESI KEGURUAN

• Yaitu Jabatan Yang:


1. Melibatkan kegiatan Intelektual
2. Menggeluti bidang ilmu khusus
3. Memerlukan persiapan profesional yang lama
4. Memerlukan latihan dalam jabatan yang
berkesinam
bungan
5. Menjanjikan karier hidup dan keanggotaan
yang permanen
6. Menentukan baku (standarnya) sendiri
7. Mementingkan layanan di atas kepentingan
pribadi
8. Mempunyai organisasi profesional yang kuat
dan terjalin kuat
Apakah Semua Syarat-syarat
tersebut dapat dipenuhi oleh
JABATAN atau GURU ?
APA GURU ITU ?
Guru ...................................................................................
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,
konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan
sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi
dalam menyelenggarakan pendidikan.

BELAJAR ?
Belajar :
adalah proses orang memperoleh berbagai
kecakapan, keterampilan, dan sikap.

Belajar mulai dalam masa bayi ketika


memperoleh keterampilan yang sederhana,
seperti memegang botol susu dan mengenal
ibunya dan seterusnya hingga ia di jemput
maut. (Margaret E Bell Gredler)
KOMPETENSI
?
 Seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dikuasai oleh guru
atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan
Bagaimana Profesionalisme GURU ?

Laurence D.Hazkew & Jonathan C. Mc Lendon


(This is Teaching, h.10)
“ Teacher is professional pearson who conducts classes”
(Guru adalah seorang yang mempunyai kemampuan dlm menata & mengelola
kelas)

Jean D.Grambs & C.Morris Mc Clare


(Foundation of Teaching, In Introduction to Modern Education,h. 141)
“ Teacher are those person who consciosly diresct the experience and behavior of
an individual so thet education takes places”
(Guru adalah mereka yang secara sadar mengarahkan pengalaman & tingkahlaku
dari seorang individu hingga dapat terjadi pendidikan)
10
KOMPETENSI
• Menguasai bahan
• Mengelola program pembelajaran
• Mengelola kelas
• Menggunakan media
• Menguasai landasan kependidikan
10
KOMPETENSI
• Mengelola interaksi belajar mengajar
• Menilai prestasi siswa untuk pengajaran
• Mengelola bimbingan dan penyuluhan
• Mengenal dan mampu menyelenggarakan
administrasi sekolah
• Menguasai prinsip-prinsip penelitian untuk
pengajaran
Kompetensi Yang Bagaimana ?
• Guru dapat menerapkan “ pembelajaran dengan melakukan “
untuk menggantikan pembelajaran yang konvensional.

• Peserta didik secara aktif dilibatkan dalam memecahkan


masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi, serta
menyajikan dan mempertahankan pandangan & hasil kerja
mereka dengan teman sejawat dan lainnya.

• Sedangkan Guru bekerja secara intensif dengan guru lain


dalam merencanakan pembelajaran (Individual atau tim),
membuat keputusan tentang disain sekolah, kolaborasi
tentang pengembangan kurikulum, dan partisipasi dalam
proses penilaian.
Kompetensi Kepribadian

• Menguasai pengetahuan yang akan diajarkan


• Memiliki pengetahuan penunjang tentang
kondisi fisiologis, psikologis, & paedagogis para
peserta didika yang dihadapinya.
• Mengetahui perkembangan peserta didik serta
kemampuan untuk memperlakukan mereka
secara individual
Kompetensi Sosial
• Memperlakukan peserta & bertujuan didik secara wajar
dan tercapainya optimalisasi potensi pada diri peserta
didik
• Memahami & menerapkan prinsip belajar humanistik
yang beranggapan bahwa keberhasilan belajar
ditentukan oleh kemampuan peserta didik itu sendiri
• Instruktur hanya melayani sesuai kebutuhan peserta
didik
• Kompetensi sosial guru menyangkut kemampuan
berkomuniasi dengan peserta didik & lingkungan
mereka (orang tua, tetangga & sesama teman)
Kompetansi Profesional

1. Merencanakan sistem pembelajaran


2. Melaksanakan sistem pembelajaran
3. Mengevaluasi sistem pembelajaran
4. Mengembangkan sistem pembelajaran
Peran Guru Dalam Tatap Muka

1. Designer of Intruction(Perancang Pembelajaran)


2. Manager of Instruction (Pengelola Pembelajaran)
3. Pengarah Pembelajaran
4. Evaluator of Student Learning (Evaluator)
5. Conselor
6. Pelaksana Kurikulum
7. Menerapkan Kurikulum Berbasis Lingkungan
8. Tugas & Tanggung Jawab Guru
9. Syarat Guru yang Baik & Berhasil
Perkembangan Profesi
Keguruan
Guru diangkat dari orang yang
tidak terdidik secara khusus.
Berangsur guru dari lulusan sekolah
guru (Kweekschool), yang didirikan di
Solo pertama kali tahun 1852.
Karena kebutuhan mendesak
Hindia Belanda mengangkat 5
macam guru
1. Guru lulusan guru yang dianggap sebagai
guru yang berwenang penuh.
2. Lulusan guru yang bukan lulusan sekolah
guru, tetapi lulus ujian untuk menjadi
guru.
3. Guru bantu yang lulus ujian guru bantu
4. Guru yang dimagangkan pada guru senior
yang merupakan calon guru.
5. Guru yang diangkat karena keadaan
mendesak yang berasal dari warga yang
pernah mengecap pendidikan
Kode Etik Guru
1. Berbakti membimbing peserta didik untuk
membentukmanusia Indonesia seutuhnya yang
berjiwa Pancasila
2. Memikiki & melaksanakan kejujuran profesional
3. Berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik
sebagai bahan melakukan bimbingan & pembinaan
4. Menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya
yang menunjang berhasilnya PBM
5. Memelihara hubungan baik dengan orang tua
KODE ETIK GURU
murid & masyarakat sekitanya untuk membina
peran serta & rasa tanggung jawab bersama
terhadap pendidikan.
Kode Etik Guru

1. Secara probadi dan bersama-sama


mengembangkan & meningkatkan mutu & martabat
profesinya.
2. Memelihara hubungan seprofesi, semangat
kekeluargaan & Kesetiakawanan sosial
3. Secara bersama-sama memelihara & meningkatkan
mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan
& pengabdian
4.
KODE ETIK GURU
Melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah
dalam bidang pendidikan
Sikap Profesional Keguruan
Bagaimana Sikap & Perbuatan Guru Sehari-sehari ?
Sikap yang berhubungan dengan keprofesionalismenya
yaitu:
Bagaimana pola Tingkah Laku Guru dalam memahami,
menghayati serta mengamalkan sikap kemampuan &
sikap profesionalnya.

1. Terhadap perundang-undangan
2. Organisasi Profesi
3. Teman Sejawat
4. Anak Didik
5. Tempat Kerja
6. Pemimpin
7. Pekerjaan
Bagaimana Mutu
Lulusan ?
• Banyaknya lembaga industri menuntut persyarat
an tertentu untuk bekerja.
1. Penguasaan Bahasa Inggris
2. Ketrampilan Komputer
3. Pengalaman Kerja dll.
• Ijasah yang diperoleh selama 20 – 25 tahun t
erabaikan

Kenyataannya: Lulusan yang masih belum siap pakai

Berarti:
Adanya Kesenjangan Antara Tujuan Yang akan
Dicapai Dalam Menghasilkan Output Pendidikan
dengan Pengelolaan Pendidikan
Komponen2 Yang
Mempengaruhi
LINGKUNGAN
Kebudayaan,Hankam,Ekonomi,Politik,Etos Kerja Masyarakat

OUPUT
PROSES 1. Hsl Langsung Pendidikan
RAW INPUT
PENDIDIKAN (Dampak Pengajaran)
Input Mentah 2. Hsl Akhir Pendidikan
Proses
Pembelajaran (Dampak Pengiring)

LINGKUNGAN INSTRUKSIONAL
• Sarana dan Prasarana
• Sumber Daya Alam
• Sumber Daya Manusia Yang Mengelola
• Mekanisme Kerja (Program)
• Kurikulum Lainnya.
Bagaimana memberdayakan lembaga
pendidikan agar menjadi lembaga Human
Investment ?

Hal-hal apakah yang perlu dilakukan


agar otonomisasi penyelenggaraan
pendidikan dapat dilakukan dengan
baik ?
10 PERUBAHAN PENDIDIKAN
UNTUK PENINGKATAN SDM
1. Pendidikan sebagai proses pembelengguan
atau pembebasan
2. Pendidikan sebagai proses pembodohan
atau pencerdasan
3. Pendidikan sebagai proses perampasan
hak anak2 atau menjunjung tinggi hak anak2
4. Pendidikan menghasilkan tindak kekerasan
atau pendamaian
5. Pendidikan sebagai proses pengebirian
atau pemberdayaan potensi
10 PERUBAHAN PENDIDIKAN
UNTUK PENINGKATAN SDM
6. Pendidikan untuk memecahkan atau menyatukan wawasan
manusia
7. Pendidikan sebagai wahana disintegrasi
atau mempersatukan bangsa
8. Pendidikan menghasilkan manusia otoriter
atau
demokratis
9. Pendidikan menghasilkan manusia apatis
terhadap lingkungan atau responsif & peduli thdp
lingkungan
10. Pendidikan hanya terjadi di sekolah atau bisa
terjadi