Anda di halaman 1dari 83

ILMU ALAMIAH DASAR

ILMU ALAMIAH DASAR

Ilmu pengetahuan yang


mengkaji tentang gejala-
gejala dalam alam semesta,
termasuk di muka bumi ini
sehingga terbentuk konsep
dan prinsip
KONSE
P
Konsep merupakan hasil dari
percobaan manusia yang bersifat aktif
dan dinamis yang dapat menghasilkan
suatu pengetahuan baru
Contoh: besi kalau dipanaskan akan
mengembang
PRINSI
P
Besi jika dipanaskan akan
mengembang. Alumunium jika
dipanaskan akan mengembang.
Semua logam kalau dipanaskan akan
mengembang
Kesimpulan inilah yang dimaksud
dengan prinsip
Objek dan subjek
IAD
Sebagai obyek studi dari alamiah
dasar atau ilmu alam adalah alam
semesta
Sedangkan sebagai subyeknya adalah
manusia
KEUNIKAN
MANUSIA
Organ tubuh kompleks
Mengadakan metabolisme
Memberikan tanggapan terhadap
rangsangan dari dalam dan luar
Memiliki potensi bekembang biak
Tumbuh dan bergerak
Berinteraksi dengan lingkungannya
Bila masanya datang akan mati
KURIOSIT
AS

KURIOSITAS merupakan sifat “rasa ingin


tahu” yang terus berkembang pada diri
manusia
Jika satu persoalan telah dapat
diselesaikan, maka akan muncul
persoalan lain yang ingin segera
diselesaikan
Kegiatan Untuk Mencari Pemecahan
Masalah
dapat berupa:

Penyelidikan langsung
Penggalian hasil penyelidikan
orang lain
Kerjasama dengan penyelidik-
penyelidik lain
KURIOSITAS MENYEBABKAN
ALAM PIKIRAN MANUSIA
BERKEMBANG

Perkembangan alam pikiran manusia dari


zaman purba sampai sekarang
Perkembangan alam pikiran manusia dari
lahir hingga akhir hayat
PERKEMBANGAN PIKIRAN
MANUSIA

Tahap teologi atau tahap


metafisika
Tahap filsafat
Tahap positif atau tahap
ilmu
1. TAHAP TEOLOGI /
MITOS
Mitos adalah suatu ceritera yang memberikan
pedoman atau arah tertentu kepada
sekelompok orang. Pengetahuan dalam mitos
tidak obyektif, rasio atau penalaran belum
terbentuk, yang bekerja hanya daya khayal,
intuisi atau imajinasi.

CONTOH :
 Gunung meletus akibat dewa yang
dianggap sakti sedang murka.
 Gempa bumi
akibat ............................................
 Gerhana bulan
akibat .........................................
2. TAHAP
FILSAFAT
Manusia mencoba mempergunakan
rasionya untuk memahami obyek
secara dangkal, belum secara
metodologis yang definitif.

CONTOH
Adanya gunung meletus disikapi
dengan cara memindahkan penduduk
dari sekitar gunung ke tempat yang
lebih aman.
Tidak lagi mengadakan selamatan
dengan tarian-tarian, tetapi belum
bisa menjelaskan secara rinci faktor
penyebab gunung meletus.
BERFIKIR
DEDUKTIF
 Kaum rasionalis mengembangkan faham yang disebut
dengan faham rasionalisme dan penarikan
kesimpulan secara deduktif. Cara berpikir secara
deduktif menggunakan pola berfikir silogisme (dari
umum ke khusus).

CONTOH
 Semua mahluk hidup bernafas (premis mayor)
 Amir seorang mahluk hidup (premis minor)
 Amir juga bernafas (kesimpulan)
 Semua logam akan berkembang ke arah kedewasaan
(matang). Logam yang telah dewasa adalah emas dan
perak. Dengan demikian semua logam akan mengalami
proses perkembangan menjadi emas atau perak (premis
mayor). Air raksa adalah logam (premis minor). Jadi air
raksa dapat berubah menjadi emas (kesimpulan).
KESIMPULAN SALAH
BERPIKIR
INDUKTIF
Penganut faham empirisme mengatakan
bahwa pengetahuan dapat dibangun
berdasarkan pengalaman yang
konkret.
Cara berfikir ini dari yang bersifat khusus
ke bersifat umum.
3. TAHAP
ILMU
Agar supaya kumpulan pengetahuan dapat
disebut ilmu, harus digunakan perpaduan
antara rasionalisme dan empirisme yang
dikenal dengan metode keilmuan atau
pendekatan ilmah.
Penelitian ilmiah yang dilakukan secara
sistematis, terkontrol dan berdasarkan
atas data empiris.
SIKAP
ILMIAH

1. Mempunyai kebenaran yang obyektif


dan bersikap adil
2. Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak
absolut
3. Tidak percaya pada takhayul ya
4. Ingin tahu lebih banyak ng
5. Tidak berfikir secara prasangka
6. Tidak mudah percaya, harus ada bukti
7. Optimis, teliti dan berani menyatakan
kesimpulan menurut keyakinan
ilmiahnya benar
CIRI
PENGETAHUAN

OBYEKTIF
METODIK
SISTEMATIK
BERLAKU
UMUM
OBYEKTI
F
Pengetahuan itu sesuai dengan
obyeknya
Kesesuaian dibuktikan dengan hasil
penginderaan atau empiris
METODI
K
Pengetahuan diperoleh dengan
menggunakan cara-cara tertentu
yang teratur dan terkontrol
SISTEMAT
IK
Pengetahuan ilmiah tersusun dalam suatu
sistem
Tidak berdiri sendiri, satu sama lain
saling berkaitan, saling menjelaskan
Seluruhnya merupakan satu kesatuan
utuh
BERLAKU
UMUM/UNIVERSAL
Pengetahuan tidak hanya berlaku atau
dapat diamati oleh
seseorang/beberapa orang saja
Semua orang dengan cara
eksperimen sama akan
memperoleh hasil yang sama
(konsisten)
METODE ILMIAH
SEBAGAI CIRI IPA
Metode ilmiah: gabungan antara
pendekatan rasional (deduktif) dan
pendekatan empiris (induktif)
Rasionalisme memberi kerangka
pemikiran koheren dan logis;
Empirisme memastikan kebenaran
dengan kerangka pengujian
Metode ilmiah akan menghasilkan
pengetahuan ilmiah (konsisten,
sistematik, dan dapat diandalkan
karena telah diuji secara empirik)
LANGKAH-LANGKAH
OPERASIONAL METODE
ILMIAH
1. Perumusan
masalah
2. Penyusunan
hipotesis
3. Pengujian
hipotesis
4. Penarikan
kesimpulan
1. PERUMUSAN
MASALAH
Pertanyaan “apa”, “mengapa” atau
“bagaimana” tentang obyek yang
diteliti
Masalah harus jelas batas-batasnya
dan diketahui faktor- faktor yang
mempengaruhinya
2. PENYUSUNAN
HIPOTESIS
Hipotesis: suatu pernyataan yang
menunjukkan kemungkinan jawaban
untuk memecahkan masalah yang
telah ditetapkan
Hipotesis: dugaan yang didukung oleh
pengetahuan yang ada
Hipotesis: jawaban sementara dari
permasalahan yang harus diuji
kebenarannya dalam suatu observasi
atau eksperimen
3. PENGUJIAN
HIPOTESIS
Merupakan berbagai usaha
pengumpulan fakta-fakta yang relevan
dengan hipotesis yang diajukan untuk
melihat apakah fakta-fakta tersebut
dapat mendukung hipotesis atau tidak
Fakta-fakta dapat diperoleh melalui
pengamatan langsung dengan
mata/teleskop atau melalui uji
coba/eksperimen, kemudian fakta-fakta
dikumpulkan melalui penginderaan
4.
KESIMPULAN
Penarikan kesimpulan didasarkan atas
penilaian melalui analisis dari fakta-
fakta (data) untuk melihat apakah
hipotesis yang diajukan diterima atau
tidak
Hipotesis dapat “diterima” bila fakta-
fakta yang terkumpul mendukung
pernyataan hipotesis; sebaliknya
“ditolak” bila fakta tidak mendukung
KETERBATAS
AN METODE
ILMIAH
 Pancaindera terbatas untuk menangkap fakta (data)
→ data terkumpul tidak sesuai sebenarnya →
kesimpulan yang diambil menjadi tidak benar →
“kesimpulan ilmiah ada kemungkinan keliru”
 Kesimpulan ilmiah termasuk IPA bersifat “tentatif ”,
artinya kesimpulan ilmiah dianggap benar selama
belum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak
kesimpulan ilmiah terdahulu → “kesimpulan ilmiah bisa
berubah sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan itu sendiri”
 Tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan
yang berkaitan dengan sistem nilai (baik dan buruk),
seni dan keindahan, serta menguji adanya Tuhan
(kebenaran wahyu Illahi bersifat mutlak, tidak akan
berubah sepanjang masa)
KEUNGGULA
N METODE
ILMIAH
 Mempunyai ciri khas, yaitu obyektif, metodik,
sistematik dan berlaku umum
 Dengan sifat tersebut maka orang yang
berkecimpung dengan ilmu pengetahuan akan
terbimbing pada suatu sikap yang terpuji →
disebut sikap ilmiah
SIKAP
ILMIAH

1. Mempunyai kebenaran yang obyektif


dan bersikap adil
2. Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak
absolut
3. Tidak percaya pada takhayul ya
4. Ingin tahu lebih banyak ng
5. Tidak berfikir secara prasangka
6. Tidak mudah percaya, harus ada bukti
7. Optimis, teliti dan berani menyatakan
kesimpulan menurut keyakinan
ilmiahnya benar
PENGERTIAN
IPA
IPA adalah ilmu yang sistematis dan
dirumuskan, yang berhubungan
dengan gejala-gejala kebendaan dan
didasarkan terutama atas pengamatan
dan induksi (HW Fowler et.al, 1951)
IPA adalah pengetahuan teoritis yang
diperoleh dengan metode khusus
(Nokes)
PENGERTIAN
IPA
IPA adalah suatu pengetahuan teoritis
yang diperoleh/disusun dengan cara
yang khas/khusus, yaitu melakukan
observasi, eksperimen, penyimpulan,
penyusunan teori, eksperimen,
observasi dan demikian seterusnya
kait mengkait antara cara yang satu
dengan cara yang lain (Abdullah Aly,
2010)
KARAKTERISTIK
IPA
 Obyektif, Metodik, Sistematik, Berlaku Umum
 Relativitas IPA → fakta sebenarnya
mendeskripsikan fenomena/gejala, namun
kadang fenomena yang sama dapat
dideksripsikan berbeda; tergantung
pandangan perumus fakta
 IPA bersifat dinamis → dari teori yang ada
dibuka kemungkinan untuk melakukan
eksperimen baru, kemudian dari data baru
yang diperoleh mungkin masih mendukung
teori lama, tetapi juga ada kemungkinan tidak
cocok lagi sehingga perlu disusun teori baru
 “IPA modern” lebih menekankan teori
yang mendahului eksperimen
NARKOB
A
 Jangan pernah nyoba narkoba??
 Kebanyakan pengguna adalah generasi muda
(kenyataan memprihatinkan)
 50% pengguna karena coba-coba (anak muda rasa
ingin tahu besar, penasaran, padahal tidak tahu
akibatnya)
 Narkoba punya daya rusak besar terhadap fisik dan
mental seseorang
 Pengguna narkoba sangat sulit melepaskan diri dari
ketergantungannya
 Efek luar biasa: pemakai bahkan sampai tidak takut mati
dan tidak takut berbuat kriminal
 Penyesalan datang kemudian karena waktu terbuang
sia-sia
 Masih kurang yakin bahaya narkoba? HIV
NARKOBA &
NAPZA
 Narkoba: narkotika dan obat-obat berbahaya

 Napza: narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain

{termasuk zat ilegal/drugs seperti heroin


(putauw), metamfetamin (sabu), mariyuana
(ganja), dan halusinogen (LSD), serta obat resep
yang disalahgunakan (bensodiazepin/pil BK, pil
koplo)}
NAPZ
A
bahan/zat/obat yang jika masuk dalam tubuh
manusia akan mempengaruhi tubuh terutama
otak/susunan saraf pusat sehingga menyebabkan
gangguan kesehatan “fisik”, “psikis”, dan “fungsi
sosial” karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi)
serta ketergantungan (dependensi)
PEMAKAIAN
NAPZA
1. Pemakaian coba-coba
(experimental use)
2. Pemakaian sosial/rekreasi
(social/recreational use)
3. Pemakaian situasional (situasional
use)
4. Penyalahgunaan (abuse)
5. Ketergantungan (dependence use)
PENYEBAB PENYALAHGUNAAN
NAPZA
1. Faktor individu
2. Faktor lingkungan (keluarga dan
lingkungan pergaulan)
3. Faktor napza (mudah didapat, harga
terjangkau, khasiatnya)
DAMPAK
PENYALAHGUNAAN NAPZA
1.

(1)
Perubahan fisik:
Pada saat menggunakan napza: jalan sempoyongan,
bicara cadel, apatis/acuh tak acuh, mengantuk, agresif,
curiga
 Jika overdosis: nafas sesak, denyut jantung dan nadi
lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti,
meninggal
 Pada saat ketagihan (putus zat/sakau): mata dan
hidung berair, menguap terus menerus, diare, rasa
sakit di seluruh tubuh, takut air/malas mandi, kejang,
kesadaran menurun
 Pengaruh jangka panjang: penampilan tidak sehat,
tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi
tidak terawat dan keropos, terdapat bekas suntikan
pada lengan atau bagian tubuh lain (khusus
pengguna jarum suntik)
DAMPAK
2.
PENYALAHGUNAAN NAPZA
Perubahan sikap dan perilaku:

(2)
Prestasi sekolah menurun, sering tidak mengerjakan tugas
sekolah, sering membolos,
pemalas, kurang tanggung jawab
 Pola tidur berubah, begadang, sulit bangun pagi hari,
mengantuk di kelas atau tempat kerja
 Sering bepergian sampai larut malam, kadang tidak pulang
tanpa memberi tahu terlebih dulu
 Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi,
menghindar bertemu dengan anggota keluarga lain jika di
rumah
 Sering mendapat telepon dan didatangi orang tidak dikenal
oleh keluarga, kemudian
menghilang
 Sering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai
alasan tetapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan
menjual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga,
mencuri, mengompas, terlibat tindak kekerasan atau
SEKS
BEBAS
 Manusia adalah makhluk seksual
 Seksualitas: perbedaan antara laki-laki dan
perempuan baik secara fisik, psikologis, maupun
perilaku
 Perilaku seksual: segala tingkah laku yang
didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan
jenis maupun sesama jenis
 Bentuk-bentuk tingkah laku tersebut dapat
beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik
hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan
bersenggama.
 Perilaku seks bebas: perilaku seks yang dilakukan
tanpa melalui proses pernikahan resmi menurut
hukum maupun menurut agama dan
kepercayaan masing-masing individu.
DAMPAK SEKS
BEBAS
Menurut BKKBN (2008), meliputi :
a.Masalah penyakit menular seksual,
termasuk HIV/AIDS
b.Kehamilan yang tidak diinginkan
c.Dampak sosial seperti putus sekolah
d.Kanker
e.Infertilitas/kemandulan
PENYAKIT
MENULAR
 Infeksi: masuknya, bertumbuh dan
berkembangnya agent penyakit menular
dalam tubuh manusia atau hewan
 Penyakit menular /infeksi: penyakit yang
disebabkan oleh unsur/agent penyebab menular
tertentu atau hasil racunnya; yang terjadi karena
perpindahan /penularan agent atau hasilnya dari
orang yang terinfeksi, hewan atau reservoir
lainnya (benda lain) kepada pejamu yang rentan
(potensial host), baik secara langsung maupun
tidak langsung melalui pejamu perantara hewan
(vektor) atau lingkungan yang tidak hidup
3 (TIGA) FAKTOR
PENYEBAB

1. agent (penyebab penyakit): status gizi, berat


badan lahir, status ASI eksklusif, status
imunisasi, jarak kelahiran, kepadatan hunian

2. host (induk semang): virus (influenza, trachoma,


cacar); bakteri (disentri), protozoa (malaria,
schistosoma), jamur (panu, kurap), cacing (cacing
perut)

3. route of transmission (jalannya penularan):


lingkungan

→ adanya infeksi dapat menyebabkan demam (suhu


antara 96,8-100°F atau 37-38°C), kurang gizi,
kematian
UPAYA
PENCEGAHAN
 Meningkatkan daya tahan tubuh yang meliputi
perbaikan status gizi, status kesehatan umum,
pemberian imunisasi, pemberian ASI.
 Mengatasi/memodifikasi lingkungan melalui perbaikan
lingkungan fisik seperti meningkatkan air bersih, sanitasi
lingkungan dan perumahan, perbaikan dan peningkatan
lingkungan biologis, peningkatan lingkungan sosial
seperti kepadatan rumah, hubungan antar individu dan
kehidupan sosial masyarakat.
 Mengurangi/menghindari perilaku yang dapat
meningkatkan risiko perorangan dan masyarakat.
 Mencari pengobatan yang tepat agar penularan
penyakit infeksi tidak menyebar.
 Usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat
samping dari penyembuhan penyakit, pencegahan dan
penanggulangan penyakit menular.
ALAM SEMESTA
&
TATA
SURYA
Pengertian Alam
Semesta
ruang dimana di dalamnya
terdapat kehidupan biotik maupun abiotik
serta segala macam peristiwa
alam
yang dapat diungkapkan
maupun yang belum dapat
diungkapkan
oleh manusia
Teori Terbentuknya Alam
Semesta (1)
1.Steady-state theory
• kerapatan jagad raya adalah tetap/tidak berubah
• galaksi baru yang tercipta akan membuat jagad raya
tampak sama tidak hanya dari tempat yang berbeda
tetapi juga sepanjang masa

2. Unsteady-state theory (Big Bang)


setiap galaksi bergerak saling menjauhi
sehingga kerapatan jagad raya lebih besar
Teori Terbentuknya
Alam Semesta (2)
1. Teori Dentuman
alam semesta terbentuk karena adanya ledakan
massa yang sangat hebat yang disebabkan
oleh adanya reaksi inti

2.Teori Ekspansi dan Kontraksi


galaksi dan bintang-bintang terbentuk pada saat
masa ekspansi
Bagaimana
masa depan
jagad raya?
Pertama, jagad raya terus mengembang
selamanya (jagad raya akan menggunakan
seluruh energi yang dimilikinya sampai habis
sehingga menjadi dingin dan gelap)
Kedua, pengembangan jagad raya secara
perlahan akan berhenti dan diikuti dengan
penyusunan gravitasi serta seluruh jagad raya
luluh menjadi satu titik dan akan menjadi big
bang selanjutnya
Hubungan manusia
dengan alam semesta
 Hubungan historis
 Kapankah manusia pertama hadir di dunia?
 Mahluk apakah yang menjadi nenek moyang manusia dan
bagaimana proses penurunan dan perubahan-perubahannya?
Ramapithecus (15 juta), Oreopithecus (12 juta),
Australopithecus (4 juta), Pithecanthropus Erectus (½ juta),
Neanderthal (1-1/2 juta), Homo sapiens (100 ribu), Hewan tak
bertulang belakang (600 juta), Hewan bertulang belakang
(350 juta), Hewan menyusui (180 juta), Burung (135 juta)
 Hubungan fungsional
 Kemajuan pengetahuan dan teknologi manusia terhadap alam
menempatkan posisi alam sebagai sumber kehidupan yang
tiada batasnya bagi manusia. Manusia harus tunduk pada
hukum alam, namun ia dapat mengatasi hukum alam.
Tata
Surya
terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan
jarak sekitar 2,6 x 1017 km dari pusat galaksi
mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan
kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan
waktu 225–250 juta tahun untuk sekali
mengelilingi pusat galaksi
Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6
milyar tahun, berarti tata surya kita telah
mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20–25
kali dari semenjak terbentuk
Matahari
Garis tengah: 1.392.000 km
Massa : 331.950 massa bumi
Temperatur permukaan matahari mencapai
6.000K, inti mencapai 15.000.000K, bintik-
bintik hingga 4.000K, dan tekanan mencapai
400x109 atm bumi.
Bumi (1)

Garis tengah ekuatorial : 7.923 mil,


sedangkan antarkutub 7.900 mil.
Berat jenis : 5,5 dan beratnya 6,6
x 1021 ton.
Inti dalam bumi tebalnya 815 mil,
inti luar
1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan
lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair
disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka
bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000
meter. Sedangkan lapisan yang berupa gas
disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal
10 mil.
Bumi (2)

Sesudah troposfer ialah stratosfer dengan


ketebalan mulai dari 10 - 50 mil. Pada lapisan
ini terdapat lapisan ozon yang dapat
menolak datangnya sinar ultra violet
berintensitas tinggi dari matahari yang dapat
merusak lapisan ionosfer.
Enam
lempengan
utama di bumi
 Lempengan Amerika
 Lempengan Afrika
 Lempengan Eurasia
 Lempengan India
 Lempengan Australia
 Lempengan Pasifik
Bula
n
Garis tengah : 3476 km.
Jarak antara bulan dan bumi : 354.336-
404.320 km.
Bulan tidak memiliki atmosfer sehingga langit
di bulan berwarna hitam kelam.
Temperatur di bulan pada siang hari
mencapai 100C dan pada waktu malam yang
panjang, temperaturnya turun sampai -
150C.
Perubahan Iklim di
Bumi
Dipengaruhi oleh sistem atmosfer dan
aktivitas manusia yang mampu menghasilkan
gas rumah kaca.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagai selimut
bumi sehingga radiasi panas bumi tetap
tertahan di bumi dan temperatur bumi makin
meningkat.
Tanda-Tanda Perubahan
Iklim (1)
1. kenaikan suhu lokal
kenaikan suhu sangat berpengaruh di Alaska.
Banyak jalan dan bangunan ambles karena
tanah permafros lumer. Hilangnya es di laut
saat musim panas menimbulkan erosi di
kawasan yang rendah.
2. panas ekstrem dan/atau kekeringan
pada tahun 2003 tercatat 35.000 orang tewas
akibat gelombang panas di Prancis, Italia,
Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris.
Tanda-Tanda Perubahan
Iklim (2)
3. hujan ekstrem dan/atau angin
banjir terburuk sejak 50 tahun terakhir pada 2006
di “Tanduk Afrika”. Sebanyak 600 orang tewas
dan ratusan ribu orang terkena dampaknya di
Somalia.
4. perubahan perilaku hewan dan tumbuhan
habitat kupu-kupu di Eropa berubah dari 35 jenis
kupu-kupu Eropa non-migrasi, 22 jenis
memajukan
jangkauan habitatnya 35-240 km ke utara pada
abad ke-20, hanya ada satu jenis yang mundur ke
selatan.
Tanda-Tanda Perubahan
Iklim (3)
5. naiknya permukaan laut/pulau-pulau tenggelam
negara kepulauan seperti Maladewa di Samudra
Hindia, pulau-pulau kecil di Indonesia, serta
negara-negara di Samudra Pasifik terancam
tenggelam akibat naiknya permukaan laut
TEORI PEMBENTUKAN
BUMI

1. Teori Kabut “Kant-Laplace”


2. Teori Planetesimal
“Chamberlain- Moulton”
3. Teori Pasang Surut Gas “Jeans-
Jeffreys”
Teori
Kant
Tahun 1755, filosof Jerman, Immanuel Kant
Tata surya yang terdiri atas matahari, bumi,
bulan, planet, serta asteroid pada mulanya
berbentuk nebula atau kumpulan bintang
yang menyerupai awan atau gas dengan
massa yang berat
Melalui proses pendinginan, nebula
tersebut berubah menjadi bumi, bulan,
matahari, dan planet - planet
Teori
Laplace
• Tahun 1796, ahli matematika dan
astronomi Perancis, Pierre Simon
Marquis de Laplace
• Bumi terbentuk dari gugusan gas
panas yang berputar pada
sumbunya, kemudian terbentuk
cincin-cincin.
• Sebagian cincin gas tersebut, terlempar
ke luar dan tetap terus berputar.
• Cincin gas yang berputar akan
mengalami pendinginan, sehingga
terbentuklah gumpalan - gumpalan
Teori Planetesimal
Hypothesis
• Awal abad ke-20, ahli astronomi
Amerika (Forest Ray Moulton) dan
ahli geologi Amerika (T.C
Chamberlain)
• Matahari yang terdiri dari massa
gas besar sekali, pada suatu saat
didekati oleh sebuah bintang lain
dengan kecepatan tinggi, pada
waktu jarak keduanya relatif dekat
sebagian massa gas matahari ada
yang tertarik ke luar akibat adanya
gravitasi bintang yang
melintasinya.
• Setelah bintang melintas berlalu,
massa gas yang berputar
mengelilingi matahari menjadi
dingin dan terbentuklah cincin yang
lama kelamaan menjadi padat dan
disebut “planetesimal”. Beberapa
Teori Pasang Surut
Gas
• Tahun 1918, ilmuwan Inggris, James
Jeans dan Harold Jeffreys
• Adanya bintang besar melintas di dekat
matahari, bintang tersebut memiliki gaya
tarik sangat kuat terhadap matahari,
akibatnya terjadi gelombang pasang di
permukaan matahari menyerupai lidah
raksasa berupa gas sangat panas.
• Lidah raksasa selanjutnya akan
mengalami pendinginan dan membentuk
planet - planet, termasuk bumi. Planet-
planet besar seperti yupiter dan
saturnus proses pendinginannya lambat,
beda halnya dengan planet-planet kecil
SUSUNAN LAPISAN
BUMI
Berdasarkan Kandungannya
dibedakan menjadi:
1. Kerak bumi (crust)
2. Mantel bumi (mantle)
3. Inti bumi (core)
Kerak
Bumi
• Lapisan terluar yang bersifat keras dan
padat
• Terdiri atas: batuan beku, batuan sedimen,
batuan metamorf
• Unsur utama: Oksigen & Silikon dengan
ketebalan lapisan + 80 Km
• Terbagi menjadi dua macam:
1. Kerak Benua: yang merupakan daratan,
ketebalan 20-70 Km, banyak mengandung
Silikon dan Aluminium (Lapisan Sial)
2. Kerak Samudera: yang tertutupi oleh
perairan, ketebalan 5-10 Km, banyak
Mantel
Bumi
Mempunyai 2 bagian:
1. Mantel Luar (Astenosfer)
Terdiri atas lapisan: Ultra
Basal & Mineral Ketebalan:
40 – 400 Km
Bersuhu: 1.300 oC – 1.500 oC
2. Mantel Dalam (Mesosfer)
Terdiri atas senyawa padat :
MgO, SiO2 Bersuhu: 1.500
o
C – 3.000 oC
Inti
Bumi
Mempunyai 2 bagian:
1. Inti Luar, bersifat cairan pekat ; Ketebalan:
2.900 Km, bersuhu: 3.900 oC; Diperkirakan
penyusun utama: Besi
dengan alasan:
a.Massa jenis besi hampir sama dengan
massa jenis inti
b. Besi berwujud cair pada tekanan &
suhu yang ditaksir seperti pada inti
c.Besi Banyak terdapat di alam
2. Inti Dalam:Tersusun oleh kristal besi / besi-nikel;
Bersuhu: 4.800 OC; Pada umumnya setiap 33
meter ke bawah suhunya akan naik 1oC (Angka
33 meter disebut: angka geotermis);
dipengaruhi oleh : gunung berapi & air tanah
KARAKTERISTIK
ATMOSFER, LITOSFER
DAN HIDROSFER
ATMOSFER
BUMI

BahasaYunani=> Atmos: gas atau udara


Sphaira: lapisan atau bola
Atmosfer merupakan lapisan udara yang
menyelubungi bumi secara menyeluruh
KANDUNGAN UDARA
DALAM ATMOSFER

1. Nitrogen 78,17%
2. Oksigen 20,97%
3. Argon 0,98%
4. Karbon dioksida 0,04%
5. Sisanya adalah zat lain seperti
kripton, neon, xenon, helium,
higrom dan ozon
LAPISAN ATMOSFER

1.Troposfer
2.Stratosfer
3.Mesosfer
4.Thermosfer
5.Exosfer
1. TROPOSFER

Lapisan
paling
bawah,
dekat
dengan
bumi
Ketinggian: 0 –
10 km
(dpal)
Perubahan suhu:
dari 15°C ke
LAPISAN ATMOSFER
-70°C
b.
a. Hujan
awan
c.
Angin
2. STRATOSFER

Terletak diatas
troposfer
Ketinggian: 10 –
50 km (dpal)
Perubahan suhu:
dari
-70°C ke 0°C
Terdapat
lapisan ozon
(O3)
LAPISAN ATMOSFER
3. MESOSFER
Terletak di
atas
troposfer
Ketinggian: 50 –
100 km (dpal)
Perubahan suhu:
dari O°C ke
-90°C
Meteor yang jatuh
ke bumi akan
terbakar dan LAPISAN ATMOSFER
4. TERMOSFER

Ketinggian: 100-480 km
(dpal) Suhu bergantung
pada aktivitas matahari:
±
1500°C Terjadi aurora
Terjadi refleksi
gelombang radio

LAPISAN ATMOSFER
5. EXOSFER

Lapisan terluar dari


atmosfer Ketinggian:
mencapai 10.000 km
(dpal)
Transisi atmosfer ke
ruang angkasa atau
antarplanet Tekanan
udara= 0 cmHg
LAPISAN ATMOSFER
LAPISAN ATMOSFER