Anda di halaman 1dari 14

WRIST JOINT

Syailendra Ihsan (1903003)


Wrist Hand
 Tersusun sebagai sendi complex pergelangan dan tangan
 Paling aktif dan mudah cidera
 Terdiri dari : 18 tulang, 30 sendi, 19 otot intrinsic, 20 otot
ekstrinsik ROM luas
 Fungsi ditunjang complex siku dan bahu. Sebagai organ
“komunikasi” “motor” dan “sensor”
 Posisi dan gerak simultan dan saling mempengaruhi
Defenisi Wrist Joint
 Wrist joint adalah unit yang sangat kompleks dari sebuah
persendian yang kecil dan sangat aktif untuk digunakan
secara terus-menerus. Dengan perlindungan yang sedikit
pada bagian jaringan lunak, akan meningkatkan sebuah
resiko terjadi trauma pada bagian persendian

 Wrist joint adalah termasuk jenis sendi synovial yang dapat


digerakan secara maksimal atau maximal lose packed
position (MLPP) pada posisi palmar flexi 5 derajat dan ulnar
deviasi 5 derajat.
Otot Wrist Joint
 Otot pergelangan tangan dibagi menjadi dua kelompok
besar yaitu adalah otot flexor dan extensor yang masing-
masing terbagi dua bagian superfisialis dan profunda.
 Otot flexor superficialis yaitu otot flexor carpi ulnaris, flexor
carpi radialis, flexsor digitorum sublimes dan palmaris
longus.
 Otot flexor carpi radialis dan flexor carpi ulnaris berfungsi
sebagai flexi di pergelanagan tangan
 otot extensi extensor carpi radialis longus brevis dan
extensor carpi ulnaris berfungsi extensi pergelangan tangan.
Macam-macam Sendi
1. Distal Interphalangeal Joint
2. Proximal Interphalangeal Joint
3. Metacarpophalangeal Joint
4. Carpo Metacarpal Joint
5. Intercarpal Joint
6. Radio Carpal Joint
7. Distal Radio Ulnar Joint
DISTAL RADIOULNAR
JOINT
 Distal Raduoulnar Joint adalah sambungan antara dua
tulang di lengan bawah (jari-jari dan Ulna)
 Fungsinya adalah untuk mengangkat dan mengatur beban
berat dari distal radioulnar joint untuk didistribusikan di
seluruh jari-jari lengan bawah dan ulna sebagai sambungan
yang menahan beban.
 Struktur sendinya, dibentuk oleh distal capitulum
ulnae yang convex dengan radius yg concave.
Sendi ini pada lengan bawah diperkuat ligament
interosseus radioulnaris Gerak pronasi dan
supinasi ROM 80 harder end feel dan 1000
elastic end feel.
 Supinasinya dapat bergerak dari 00 ke netral sekitar 80-900
 Pronasinya dapat dari 00 ke netral sekitar 70-900
 Gerak arthrokinematic translasi radius terhadap ulna
arah sama.
 MLPP (maximal lose packed position) pada posisi antara
pronasi dan supinasi,
 CPP (Close Packed Position) posisi pronasi penuh.
 Capsular pattern : Pronasi supinasi sama terbatas
Arthrokinematic dan osteokinematic
 Gerak fisiologis dalam klinis merupakan gerak geser
(gliding) antar tulang intercarpalia. Pada mid carpal
ternyata memiliki ROM yang besar, dimana pada
saat gerak palmar- dan dorsal flexion penuh terjadi
gerak 300
 MLPP posisi netral dan
 CPP posisi dorsal flexion
 Capsular pattern: nyeri akhir ROM
CARPOMETACARPAL JOINT I
 Jenis sendi Saddle joint dari trapeziometacarpal I
 Arthrokinematic dan osteokinematic
 Gerakan flexi atau extensi= 45-50, abduksi atau
adduksi= 60-70.
 Traction kedistal. Translation utk flexi atau extensi
searah dg gerakannya, abduksi berlawanan arah.
 MLPP pada posisi tengah dan CPP pada posisi
opposition.
 Capsular pattern: abduksi dan extensi sama terbatas
CARPOMETACARPAL JOINT II – V
 Struktur sendi
 Sendi CMC II, III, dan IV merupakan sendi datar,
sedang CMC V merupakan sendi saddle.
 Arthrokinematic dan osteokinematic
 CMC III paling stabil dan CMC V paling mobile yaitu
flexi 100 , extensi 100 denngan beberapa derajat
abduction pronation, dimana dalam klinis
membentuk arcus.
 Gerak angular menambah arus palmaris
METACARPOPHALANGEAL JOINT I
-V
 metacarpophalangeal (MCP) merupakan sendi biaxial
condyloid
 permukaan yang bulat pada bagian proximal persendian
metacarpal yang menjadi dasar dari proximal phalanges
mempunyai permukaan yang cekung akan dapat melakukan
sebuah gerakan mengepal.
 Gerakan yang dapat dilakukan sendi ini adalah gerakan
flexi, extensi, hiperextensi, abduksi dan adduksi.
 Gerak abduksi akan terjadi ketika jari kedua, keempat dan
kelima menjauh dari jari ketiga (tengah). Pada gerak adduksi
merupakan kebalikannya
 Arthrokinematic dan osteokinematic
 MCP I : 50°
MCP II – V : 80° - 85°
 ABD/ADD posisi ekstensi :
MCP I : 10°
MCP II - V : 20° - 30°
Abduksi atau adduksi posisi netral (00)
 Basis phalanx concave, traction ke distal sesuai axis
longit phalanx, translation searah gerak palanx: flexi
translation kepalmar, saat extension translation
kedorsal.
 MLPP posisi semi flexion
 CPP posisi extension penuh.
 Capsular pattern flexi > extensi
PROXIMAL INTERPHALANGEAL JOINT
DISTAL INTERPHALANGEAL JOINT
 Struktur sendi
 Merupakan sendi hinge dimana ujung proximal
convex dan distal concave.
 Arthrokinematic dan osteokinematic :
 PIP Flexi / Ekstensi : 120° - 135°
 DIP Flexi / Ekstensi : 90°
 Traction selalu kearah distal searah dengan axis
longitudinal phalanx dan translation searah dg
gerakannya
 CPP : Ekstension penuh
 MLPP : Flexi + 5°
 Capsular pattern : Flexion > Ekstension
Sekian dan Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai