Anda di halaman 1dari 39

ASUHAN KEPRAWATAN

PADA KLIEN CA PARU

FOCUS GROUP 5

ESTHER LITA - NURFITRI – RANA JUMANA

RETNO CITRO YAYAN SURYAMAN – YENNI MARYATI


Pengertian

 Kanker paru merupakan suatu transformasi ganas dan


ekspansi dari jaringan paru (Black, 2014)
 Kanker paru adalah semua penyakit keganasan di
paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru
sendiri (primer) khususnya berasal dari epitel bronkus
(karsinoma bronkus = bronchogenic carcinoma) (Lewis,
2014)
 Kanker paru adalah penyebab kematian utama sebesar
1, 76 juta orang (WHO, 2018).
Klasifikas
i
 Kanker paru bukan sel kecil (non-small cell lung
cancer [NSCLC] meliputi karsinoma sel skuamosa
dan adenokarsinoma
 Karsinoma sel kecil (small cell) juga disebut
skuamosa sel gandum, dimulai dijalan nafas besar
dan kemudian menjadi cukup besar. Karsinoma ini
berhubungan dengan onkogen yang disebut L-myc.
 Kanker paru metastatic adalah bentuk kanker paru
lainnya. Tumor payudara, kolon, prostat dan
kandung kemih biasanya bermetastasis ke paru-
paru (Lewis, 2014)
 Small Cell Lung Cancer
Stages:
1. Limited stage: kanker
hanya berada di satu sisi
dada dan telah mencapai
kelenjar getah bening di
sisi dada yang sama
2. Extensive stage: kanker
telah menyebar ke
seluruh paru-paru,
bagian paru/ kelenjar
getah bening sisi lainnya
bahkan menyebar ke
bagian tubuh lainnya.

(Lewis, 2014)
Faktor resiko
 Merokok  Merokok bertanggung jawab atas
80% hingga 90% dari semua kanker paru-paru
 Perokok pasif  Asap rokok (asap dari
pembakaran rokok, cerutu) mengandung
karsinogen (Tar) dan Zat kimia lainnya
 Polusi udara dan Radiasi (Radon, Asbes)
 Faktor risiko genetic
(American Cancer Society (2011) & Lewis
(2014))
Patofisiolo
gi

(Black.,et al, 2014; Hars Mohan, 2010; Smelzer., et al, 2009


Analisis kasus

 Mengapa klien terlihat kurus, pucat, dan terlihat lebih tua serta
demam?
 Small cell lung carcinoma memiliki karakteristik pertumbuhan yang
cepat sehingga memerlukan energi yang besar, dididuga nutrisi
tubuh digunakan untuk kebutuhan pertumbuhan sel kanker
tersebut juga tingkat metabolisme yang meningkat (reaksi Imun)
menyebakan lemak dalam tubuh berkurang disertai juga
penurunan masa otot, hal ini bisa diperparah dengan penurunan
nafsu makan
 Hal diatas juga berdampak terhadap penurunan lapisan lemak di
wajah sehingga tampak lebih tua.
 Wajah pucat diduga berkaitan dengan penurunan ikatan oksigen
oleh HB salah satu akibat dari gangguan pertukaran gas, dan
dapat diperparah dengan adanya anemia dan penurunan lapisan
lemak pada wajah
 Tubuh meningkatkan respon imun dan mengeluarkan interleukin
sehingga menghasilkan demam

(Black.,et al, 2014; Hars Mohan, 2010; Smelzer., et al, 2009


Manifestasi Klinis

 Umumnya: Batuk tidak kunjung sembuh/memburuk


bahkan disertai darah, nyeri dada, suara serak,
anoreksia dan penurunan BB yang tidak dpt
dijelaskan, lemah, infeksi pernapasan: bronkitis,
pneumonia yang tidak sembuh.
 Jika sudah bermetastasis: nyeri tulang, perubahan
sistem saraf, jaundice, pembengkakan kelenjar
getah bening.
 Beberapa kanker paru dengan sindrom gejala
spesifik: Sindrom Horner dan sindrom
paraneoplastik.
(American Cancer Society (2011) & Lewis, (2014))
Pemeriksaan
Penunjang
Sitologi,
Patologi
Patologi Histopatologi, Pemeriksaan
Anatomi Pemeriksaan
Anatomi Imunohistokimia lainya
lainya

Thorax Foto, CT
Pencitraan
Pencitraan scan, USG
Pleuroscopy

Hb, Leukosit,
Laboratorium
Laboratorium trombosit, fungsi
hati, dan fungsi
ginjal.

Pemeriksaan
Pemeriksaan Bronkoscopi
khusus
khusus

The Power of PowerPoint – http://thepopp.com


10Bronkoskopi
 Prosedur ini dapat memberikan hingga >90% diagnosa kanker
paru dengan tepat, terutama kanker paru dengan lesi pada
regio sentral
 Berbagai komplikasi yang dapat terjadi saat tindakan
bronkoskopi yaitu:
 • Kesulitan melakukan intubasi.
 • Cedera pada trakea dan bronkus.
 • Perdarahan.
 • Spasmus pada bronkus dan laring.
 • Aritmia :
 Sinus takikardia.
 Aritmia yang serius.
 Aritmia yang mengancam jiwa.
 • Henti jantung.
 • Pneumotoraks.
 • Emfisema mediastinum.
The Power of PowerPoint – http://thepopp.com
PERSIAPAN BRONKOSKOPI
 Foto toraks, pemeriksaan
elektrokardiografi (EKG), analisa gas
darah,
 Elektrolit dan spirometri.
 Evaluasi kardiovaskuler
 Memberitahukan kepada pasien tentang tahapan
pelaksanaan prosedur tindakan yang akan dilakukan
mulai dari persiapan bronkoskopi sampai setelah
tindakan bronkoskopi, termasuk:
 Puasa sebagai persiapan sebelum bronkoskopi.
 Tindakan anastesi yang akan dilakukan dan yang
akan dirasakan pasien setelah dilakukan
anastesi.
 Puasa setelah menjalani tindakan bronkoskopi..

The Power of PowerPoint – http://thepopp.com


12
Mengapa Penting???

 Anamnesis, pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang, dan
pemeriksaan patologi anatomi =
Kanker Paru
 Penemuan kanker paru pada stadium
dini = Membantu mendapatkan
kualitas hidup yang lebih baik
meskipun tidak dapat menyembuhkan
penyakitnya.

The Power of PowerPoint – http://thepopp.com


13
Suara Nafas Tambahan
 Crackles adalah jenis suara yang bersifat discontinuous (terputus-
putus), pendek, dan kasar. Suara ini umumnya terdengar pada
proses inspirasi. Suara crackles ini juga sering disebut dengan nama
rales atau crepitation.
 Wheeze Suara ini dihasilkan oleh pergerakan udara turbulen melalui
lumen jalan nafas yang sempit. Wheeze merupakan jenis suara yang
bersifat kontiniu, memiliki pitch tinggi, lebih sering terdengar pada
proses ekspirasi. Suara ini terjadi saat aliran udara melalui saluran
udara yang menyempit karena sekresi, benda asing ataupun luka
yang menghalangi.
 Ronchi Ronchi merupakan jenis suara yang bersifat kontiniu, pitch
rendah, mirip seperti Wheeze. Tetapi dalam ronchi jalan udara lebih
besar, atau sering disebut coarse ratling sound. Suara ini
menunjukkan halangan pada saluran udara yang lebih besar oleh
sekresi

The Power of PowerPoint – http://thepopp.com


Tatalaksana

 Pembedahan
 Terapi Radiasi (Internal dan
Eksternal)/ Laser
 Kemoterapi
 Target Terapi
 Imunoterapi
 Cryoterapi
Tata
Laksana
 Dalam pengobatan/ tatalaksana harus
memperhatikan jenis sel kanker, stadium kanker/
TNM dan status fisiologis (paru dan jantung)
 Di jenis NSCLC, pasien dengan penyakit stadium I, II,
dan IIIA dapat dioperasi. Namun, penyakit stadium
IIIB atau IV biasanya tidak dapat dioperasi dan
memiliki prognosis yang buruk.
 Staging SCLC oleh TNM tidak dilakukan karena
kanker ini bersifat agresif dan selalu dianggap
sistemik (Lewis, 2014)
Khusus Pada SCLC Sesuai
Kasus

 Berdasarkan stage terbatas: yaitu kombinasi


kemoterapi (single/combine drugs) dan terapi
radiasi (kemoradiasi). Kemoradiasi dapat
bersifat menyembuhkan kanker.
 Stage Luas: dalam kesehatan yang cukup baik,
kemoterapi (kemo), mungkin bersama dengan
obat imunoterapi, biasanya merupakan
pengobatan pertama. Dapat pula setelah itu
diikuti dengan radiasi bahkan prophylactic ke
otak. Sifatnya untuk mengendalikan/
mengontrol kanker.
Komplika
si
• Esofagitis
• Sariawan • Nyeri dan sensasi
• Mual muntah rasa terbakar
ekstremitas
• Anoreksia
• Rambut rontok
• Iritasi kulit hingga alopecia
• Penurunan BB
• Diare/sembelit
ASUHAN
KEPERAWATAN
Kasus 3

Seorang klaki-laki berusia 52 tahun dirawat dengan keluhan sesak napas. Klien
memiliki riwayat merokok 2 bungkus per hari. Klien mengatakan badannya
selama ini emang kurus, tetapi mengalami penurunan sekitar 10 kg dalam
beberapa bulan terakhir. Pasien telah menikah dan memiliki 3 orang anak yang
telah dewasa.  
Hasil pengkajian: Klien tampak kurus, pucat, tampak lebih tua dibandingkan
umurnya, TB 170 cm dan BB 61 kg, frekuensi nadi 120 x/menit, frekuensi napas
36 x/menit, suhu 39,2 C. Pergerakan dinding dada sebelah kanan terbatas,
auskultasi pada paru kiri terdengar ronkhi kasar namun bersih dengan batuk,
sedangkan paru kanan terdengar suara napas menurun. Hasil laboratorium: pH
7.21, PaO2 58 mmHg, PaCO2 82 mmHg, HCO3 33 mEq/L dan saturasi 84%. Hasil
pemeriksaan radiologi menunjukkan konsolidasi pada paru kanan terutama
pada bagian basal dengan kecurigaan massa pada area bronkus kanan dan efusi
pleura pada paru kanan. Hasil bronkoskopi dengan biopsi massa ditemukan
small cell lung carcinoma.
Pengkajian
 Identitas Klien
Nama : Tn. A
Usia : 52 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl Pondok Cina no 9A Depok
Pendidikan : Sarjana Muda
Pekerjaan : Security
Status : Menikah
 Keluhan Utama Klien:
Klien mengatakan nafasnya terasa sesak
 Riwayat penyakit sekarang
Klien dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak nafas. Sesak nafas
disertai batuk berdahak. Pergerakan dinding dada sebelah kanan terbatas,
auskultasi pada paru kiri terdengar ronkhi kasar namun bersih dengan batuk,
sedangkan paru kanan terdengar suara napas menurun frekuensi nadi 120
x/menit, frekuensi napas 36 x/menit, suhu 39,2 C.
 Riwayat kesehatan sebelumnya
Klien memiliki riwayat merokok 2 bungkus perhari.
 Pemeriksaan Fisik
• Tanda Vita : Nadi : 120x/menit, Frekuensi nafas: 36x/menit, Suhu:
39,2oC.
• Klien tampak kurus, pucat, tampak lebih tua dibandingkan umurnya, TB
170 cm dan BB 61 kg. Pergerakan dinding dada sebelah kanan terbatas,
auskultasi pada paru kiri terdengar ronkhi kasar namun bersih dengan
batuk, sedangkan paru kanan terdengar suara napas menurun.
 Pemeriksaan Penunjang
• Hasil laboratorium: pH 7.21, PaO2 58 mmHg, PaCO2 82 mmHg, HCO3 33
mEq/L dan saturasi 84%: Asidosis Respiratorik
• Hasil pemeriksaan radiologi : Konsolidasi pada paru kanan terutama
pada bagian basal dengan kecurigaan massa pada area bronkus kanan
dan efusi pleura pada paru kanan.
• Hasil bronkoskopi dengan biopsi massa ditemukan small cell lung
carcinoma.
No Data kemungkinan Data yang Data yang ditemukan pada Kasus
dilaporkan (Tanda) ditunjukkan/terlihat
(Gejala)
1 Aktifitas dan Istirahat: Kelesuan, terutama pada Klien hanya terbaring di tempat tidur,
Merasa kesulitan stadium lanjut, batuk yang Aktifitas dilakukan ditempat tidur.
beraktifitas karena menetap.
kelemahan, mudah lelah;
kesulitan istirahat,
dispneu saat beraktifitas
2 Sirkulasi: Peningkatan tekanan vena Nadi : 120 X/menit, tampak cubing
Bengkak di ekstremitas, jugular, dengan obstruksi finger. Klien tampak pucat.
takikardi vena cava, Pericardial rub
menandakan adanya efusi,
takikardi dan disritmia,
clubbing finger.
3 Integritas Ego: Gelisah, mengulang-ulang Klien tampak sedih, Klien merasa
Perasaan takut, pertanyaan. hawatir dengan kondisi saat ini yang
penolakan terhadap bertambah memburuk. Dirinya takut
beratnya kondisi, dan jika sakitnya tidak dapat disembuhkan,
potensi adanya karena orang kanker biasanya akan
keganasan. meninggal. Klien sering bertanya
4 Eliminasi: Perubahan pola berkemih. Klien menggunakan kateter
Diare intermiten yang Adanya glukosa di urine urin. Urine sekitar 1500cc/24
berhubungan dengan berhubungan dengan jam
ketidakseimbangan hormonal, epidermoid tumor.
small cell lung cancer (SCLC).
Peningkatan frekuensi dan jumlah
urin berhubungan dengan
ketidakseimbangan hormonal
(epidermoid tumor)
5 Makanan dan Cairan: Kurus, edema di muka atau leher, Klien tampak kurus, pucat,
Kehilangan berat badan, kehilangan dada, punggung, berhubungan tampak lebih tua dibandingkan
minat dan penurunan asupan makanan, dengan obstruksi vena kava. Edema umurnya, TB 170 cm dan BB 61
kesulitan menelan, rasa haus, periorbita dan wajah. Anoreksia, kg, Klien mengatakan badannya
peningkatan asupan cairan. mual, muntah, disfagia. selama ini memang kurus, tetapi
mengalami penurunan sekitar 10
kg dalam beberapa bulan
terakhir. Klien masih dapat makan
dan minum sendiri. Klien
terpasang infus RL.
6 Nyeri/ Kenyamanan: Perilaku menghindar seperti Klien mengatakan dadanya terasa
 Nyeri dada, tidak biasa ada pada kegelisahan dan penarikan. Aktivitas sesak, sakit saat menarik nafas.
stadium awal dan tidak selalu ada melindungi bagian tubuh tertentu. Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk
di stadium lanjut. skala nyeri 2.
 Nyeri yang mungkin berhubungan
atau tidak berhubungan dengan
7 Pernapasan:  Dispnea,  RR: 36 x/menit,
 Riwayat merokok,  Peningkatan taktil  Riwayat merokok 2
pekerjaan yang fremitus menandakan bungkus perhari.
terpapar polutan, debu adanya konsolidasi.  Pergerakan dinding
industry seperti  Krakles atau wheezing. dada sebelah kanan
asbestos, besi oksida,  Persistent crackles or terbatas.
debu batubara, atau wheezes; tracheal shift  Ronkhi kasar pada
material radioaktif. (space-occupying paru kiri namun
 Batuk ringan atau lesion) bersih dengan batuk,
perubahan pada  Hemoptisis sedangkan paru
kebiasaan pola batuk,  Efusi pleura, kanan terdengar
produksi sputum.  Paralsisi diafragma suara napas menurun.
 Nafas yang pendek. unilateral  Hasil radiologi
 Suara menjadi keras menunjukan
atau perubahan pada kecurigaan efusi
suara seperti pada pleura pada paru
paralisis vita suara. kanan
8 Keamanan:-  Mungkin terjadi demam,  Suhu tubuh 39,2oC
pada large cell carcinoma  Klien tampak pucat
or adenocarcinoma.
 Memar, perubahan warna
10 Seksualitas Amenor, Klien mengatakan selama
impoten. dirawat di tunggu oleh
istrinya. Kegiatan seksual
tidak dapat dilakukan selama
sakit.
11 Penyuluhan dan - Klien merupakan kepala keluarga
Pembelajaran: yang memiliki 3 orang anak.
 Factor resiko Anak klien suka menunggu secara
keluarga bergantian.
(keturunan) Anak klien suka menyalahkan
 Gagal ayahnya yang tidak mau berhenti
berkembang. merokok. Klien sering dimarahi
 Penggunaan karena kondisinya saat ini
vitamin atau dianggap akibat tidak mau
herbal mendengarkan anak-anaknya.
Klien tidak dapat berperan
sebagaimana mestinya
Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1DS : Klien mengeluh sesak Perubahan Gangguan
membrane alveolus- Pertukaran gas
DO :
kapiler
 Klien tampak sesak, RR 36x/menit. Nadi 120x/menit.
 pH 7.21, PaO2 58 mmHg, PaCO2 82 mmHg, HCO3 33 mEq/L dan
saturasi 84%: Asidosis respiratorik
 Terdapat konsolidasi pada paru kanan terutama pada bagian
basal dengan kecurigaan massa pada area bronkus kanan dan
efusi pleura pada paru kanan.
 Klien tampak pucat

2. DS : (tidak ada dalam kasus) Proses penyakit Hipertermia


DO :
 Suhu 39,2oC
 Nadi 120 x/menit
 RR 36 x/menit.
 Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan konsolidasi pada paru
kanan terutama pada bagian basal dengan kecurigaan massa
pada area bronkus kanan dan efusi pleura pada paru kanan.
 Hasil bronkoskopi dengan biopsi massa ditemukan small cell lung
carcinoma.
3 DS : Klien mengatakan badannya selama ini Peningkatan Nutrisi kurang
memang kurus, tetapi mengalami kebutuhan dari kebutuhan
penurunan sekitar 10 kg dalam beberapa metabolisme tubuh
bulan terakhir.

DS :
 TB : 170 cm, BB: 61 Kg
 Klien tampak kurus, pucat, tampak lebih
tua dibandingkan umurnya,
 Hasil bronkoskopi dengan biopsi massa
ditemukan small cell lung carcinoma

Data yang masih diperlukan:


 Jumlah asupan makanan
4 DS : Klien mengatakan merasa khawatir dengan Ancaman terhadap ansietas
kondisinya saat ini. Klien mengatakan banyak kematian
pasien kanker yang meninggal.
DO :
- Klien tampak gelisah, tampak sedih.
- RR: 36x/menit. Nadi 120x/menit.
- Klien sering mengulang-ulang pertanyaan
tentang kondisinya
5 DS : klien memiliki 3 orang Krisis situasional Gangguan
anak yang sudah dewasa proses
tapi belum menikah. keluarga
Klien merupakan tulang
punggung klg.
DO :
- Klien memiliki riwayat
merokok 2 bungkus
sehari.
- Anak klien sering
menyalahkan ayahnya
yang suka merokok.
- Anak-anak klien suka
marah karena
menganggap ayahnya
tidak menuruti nasehat
mereka.
Diagnosis Keperawatan

 Gangguan
pertukaran gas b.d Perubahan
membrane alveolus-kapiler.
 Hipertermi b.d Proses penyakit
 Ansietas b.d Ancaman kematian
 Defisit
nutrisi b.d Peningkatan
kebutuhan metabolisme
 Gangguan proses keluarga b.d. Krisis
situasional
S NOC NIC RASIONAL

a Menunjukkan
Manajemen asam basa
perbaikan
a ventilasi dan Tindakan Mandiri:
oksigenisasi • Hipoventilasi alveolar dan hip
• Pantau frekuensi, kedalaman,
jaringan yang
terkait memicu gagal napas
adekuat yang dan upaya pernapasan.
dibuktikan • Mengidentifikasi area penuru
• Auskultasi suara napas.
dengan AGD
ventilasi, seperti atelectasis/
dalam batas
yang dapat • Menandakan status asidosis
• Catat penurunan tingkat
diterima klien
memerlukan penanganan se
dan tidak ada kesadaran atau kewaspadaan
gejala gawat • Disritmia yang dapat terjadi
• Pantau frekuensi dan irama
napas
oleh hipoksia (iskemia mioka
jantung.
ketidakseimbangan elektrolit
• Diaforesis, pucat, dan kulit d
• Catat warna, suhu, dan
lembap tanda hipoksemia be
kelembaban kulit.
• Tindakan ini memperbaiki ve
• Anjurkan dan bantu dengan
dan mengurangi atau mence
latihan napas dalam, berubah
jalan napas
posisi, dan batuk.
S NOC NIC RASIONAL

a Menunjukkan
Manajemen asam basa
perbaikan
• Meningkatkan partisipasi dal
a ventilasi dan • Diskusikan penyebab kondisi
oksigenisasi terapeutik dan dapat mengu
kronis, kapan diketahui, dan
jaringan yang
kekambuhan gangguan.akiba
adekuat yang intervensi serta aktivitas
dibuktikan rendah
perawatan diri yang tepat.
dengan AGD
 
dalam batas Kolaborasi :
yang dapat
• Bantu dengan mengidentifikasi
diterima klien
• Terapi gangguan diarahkan p
dan tidak ada dan menangani pnyebab yg
gejala gawat perbaikan ventilasi alveolar
mendasari.
napas
• Mengevaluasi kebutuhan dan
• Pantau dan buat grafik hasil
terapi.
pemeriksaan AGD
• mengoreksi hipoksemia & HT
• Berikan oksigen sesuai indikasi,
• Membantu membersihkan se
• Pertahankan hidrasi
memperbaiki ventilasi & mem
kelebihan CO2 dieliminasi.
NO DIAGNOSA NOC NIC RASIONAL

2 Hipertermi Menunjukkan suhu dalam Manajemen Hipertermia


rentang normal dan bebas dari Mandiri
menggiggil • Pantau suhu klien – • Pola demm dapan
Tidak mengalami komplikasi derajat, pola. Catat membantu dalam
terkait menggiggil atau penegakkan diagnosis
diaforesis berat
• Pantau suhu • Suhu kamar harus
lingkungan diubah untuk
memepertahankan sh
tubuh mendekati normal
• Berikan cairan oral • Membantu menurunkan
demam dan mencegah
dehidrasi
• Ganti linen setiap hari • Meningkatkan rasa
atau lebih sering jika nyaman klien
mengalami
hyperhidrosis
(keringat berlebih)
• Lakukan pendinginan • Teknik non farmakologi
eksternal (mis. dalam menurunkan
Selimut hipotermia demam
atau kompres dingin
pada dahi, leher,
dada, abdomen,
aksila)

• Kolaborasi pemberian •  Antipiretik menurunkan


antipiretik demam melalui kerja
pusat di hipotalamus
NO DIAGNOSA NOC NIC RASIONAL

3. Nutrisi kurang Status Nutrisi (NOC) : Terapi Nutrisi (NIC)


dari kebutuhan Menunjukkan berat badan stabil Mandiri
tubuh atau kenaikan berat badan • Pantau asupan • Mengidentifikasi
progresif ke arah tujuan dengan makanan harian Ukur kekuatan dan defisiensi
normalisasi nilai laboratorium tinggi badan, berat nutrisi
dan bebas dari tanda malnutrisi. badan, sesuai indikasi
  • Dorong klien untuk
Perilaku Patuh: Diet Sehat makan makanan • Mengetahui standar
(NOC): tinggi kalori dan kaya minimum
Menyatakan pemahaman zat gizi, dengan
tentang gangguan individual asupan cairan
pada asupan yang adekuat. adekuat.
Berpartisipasi dalam intervensi • Dorong komunikasi • Keadaan hipermetabolik
spesifik untuk menstimulasi terbuka terkait dan terapi
nafsu makan dan meningkatkan anoreksia membutuhkan
asupan diet. peningkatan zat gizi dan
cairan untuk
penyembuhan seringkali
• Berikan makan porsi menjadi sumber distress
kecil tetapi sering emosional
• Mengurangi mual dan
muntah
Kolaborasi
• Kolaborasi dengan
ahli gizi terkait diet
dan kecukupan gizi yg • Menentukan kebutuhan
yang sesuai gizi yang sesuai dengan
kondisi pasien
NO DIAGNO NOC NIC RASIONAL
SA
4 Ansietas Menunjukkan Reduksi Ansietas (NIC) (Mandiri)
penerimaan • Tinjau pengalaman • Mengklarifikasi persepsi klien;
terhadap status sebelumnya klien dan orang membantu dalam identifikasi
kesehatan, terdekat dengan kanker. ketakutan dan kesalahpahaman
• Menunjukkan Tentukan apa yang telah berdasarkan diagnosis dan
rentang dikatakan dokter kepada klien pengalaman dengan kanker. 
perasaan yang dan kesimpulan yang telah  
tepat dan dicapai klien. • Memberikan kesempatan untuk
penurunan • Kehadiran perawat dan dorong mengkaji ketakutan yang realistis
ketakutan. klien untuk berbagi pikiran dan dan kesalahpahaman tentang
• Tampak santai perasaan diagnosis.
dan melaporkan  
ansietas • Beri lingkungan terbuka •  Membantu klien merasa diterima
berkurang tempat klien merasa aman dalam kondisi saat ini tanpa
hingga tingkat untuk mendiskusikan perasaan perasaan dihakimi  
yang dapat atau harapan/ menahan diri  
ditarigani. untuk berbicara. 
• Menunjukkan
penggunaan • Pertahankan kontak yang • Memberikan jaminan bahwa klien
mekanisme sering dengan klien. Bicara tidak sendiri atau ditolak;
koping yang dengan dan sentuh klien, jika menyampaikan penghargaan &
efektif dan tepat. penerimaan terhadap individu
partisipasi aktif   
dalam program • Deprivasi sensori dapat terjadi
terapi. • Sadari efek isolasi pada klien saat stimulasi yang cukup tidak
• Kesehatan jika perlu akibat imunosupresi tersedia dan dapat memperkuat
spiritual implan radiasi.   perasaan ansietas.
• Keterampilan koping sering kali
• Bantu klien dan orang terdekat ditekan setelah diagnosis dan
dalam mengenali dan selama fase terapi yang berbeda.
mngklarifikasi ketakutan untuk Dukungan dan konseling
mulai mengembangkan diperlukan untuk memungkinkan
strategi koping guna individu mengenali dan mengatasi
mengatasi ketakutan ini. ketakutan serta menyadari bahwa
kendali dan strategi koping
N DIAGNO NOC NIC RASIONAL
O SA
4 Ansietas • Beri informasi yang konsisten dan • Dapat mengurangi ansietas dan
akurat tentang diagnosis dan prognosis. memungkinkan klien untuk
(lanjutan) Hindari berdebat tentang persepsi klien mengambil keputusan serta
terhadap situasi. pilihan berdasarkan realitas.
• Penerimaan perasaan
• Biarkan ekspresi marah, takut, dan memungkinkan klien untuk mulai
putus asa tanpa konfrontasi. Beri mengatasi situasi.
informasi bahwa perasaan normal dan  
diekspresikan secara tepat.    
• Tujuan terapi kanker adalah
• Jelaskan terapi yang direkomendasikan, menghancurkan sel ganas sambil
tujuannya, dan kemungkinan efek meminimalkan kerusakan pada
samping. Bantu klien bersiap untuk sel normal. Terapi dapat
terapi. mencakup bedah kuratif,
preventif, atau paliatif serta
kemoterapi, radiasi internal atau
eksternal

Kolaborasi:
• Hubungkan pasien dan keluarga dg
kelompok pendukung yang sesuai • Perawatan paliatif bersifat
• Atur akses ke penasehat spiritual fisiologis, psikologis, spiritual dan
sesuai dengan keinginan pasien sosial.
• Rujuk ke layanan psikiatrik sesuai
kebutuhan
N DIAGNO NOC NIC RASIONAL
O SA
5 Gangguan Fleksibilitas Pemeliharaan Proses
proses Keluarga (NOC) Keluarga
keluarga Mengekspresikan Mandiri
perasaan • Catat komponen • Membantu klien dan
dengan bebas. keluarga, adanya pemberi asuhan mengetahui
Menunjukkan keluarga besar, dan yang ada untuk membantu
keterlibatan orang lain, termasuk perawatan dan memberikan
individu dalam teman dan tetangga. istirahat dan dukungan
proses  
penyelesaian • Identifikasi pola • Memberikan informasi
masalah yang komunikasi dalam tentang keefektifan
diarahkan pada keluarga dan pola komunikasi dan
solusi yang tepat interaksi antara mengidentifikasi masalah
untuk anggota keluarga. yang dapat mengganggu
Mendorong dan   kemampuan keluarga untuk
memungkinkan   membantu klien da
anggota yang   menyesuaikan diri secara
sakit untuk • Kaji harapan peran positif terhadap diagnosis
mengatasi anggota keluarga dan terapi kanker.
situasi dengan dorong diskusi tentang • Setiap individu dapat
caranya sendiri harapan peran melihat situasi dengan
tersebut caranya dan identifikasi
  yang jelas serta berbagi
• Kaji arah energi: harapan meningkatkan
Apakah upaya resolusi pemahaman.
atau penyelesaian • Memberikan petunjuk
masalah terarah atau tentang intervensi yang
tersebar? mungkin tepat untuk
membantu klien dan
N DIAGNO NOC NIC RASIONAL
O SA
5 Gangguan Fleksibilitas Pemeliharaan Proses
proses Keluarga (NOC) Keluarga (NIC)
keluarga Mengekspresikan
perasaan • Tangani anggota • Membertikan perasaan
dengan bebas. keluarga dengan cara empati dapat meningkatkan
Menunjukkan yang hangat, peduli perasaan berharga individu
keterlibatan dan menghargai • Meningkatkan pemahaman
individu dalam • Tekankan pentingnya & membantu anggota
proses dialog terbuka antar keluarga u/ komunikasi yg
penyelesaian anggota keluarga jelas.
masalah yang
diarahkan pada Kolaborasi:
solusi yang tepat  Bertindak sebagai
untuk manajer kasus untuk
Mendorong dan menjamin perawatan
memungkinkan yang menyeluruh
anggota yang dengan
sakit untuk mengkoordinasikan
mengatasi layanan medis, nutrisi,
situasi dengan spiritual dan sosial
caranya sendiri serta keuangan.
Daftar Referensi
 American Cancer Society. (2011). Chemotherapy for Non-Small Cell
Lung Cancer. https://doi.org/https://www.cancer.org/cancer/lung-
cancer/treating-non-small-cell/chemotherapy.html
 Black, J. M., & H, H. J. (2014). Medical Surgical Nursing: Clinical
Management for Continuity of Care Vol. 3 (8th Ed). Singapore: Elsevier.
 National Cancer Institute. (2013). Lung Cancer.
https://www.cancer.gov/typers/lung/patient/non-small-cell-lung-
treatment-pdq.
 Smeltzer, S.C., Bare, B. G., Hinkle, J.L & Cheever, K.C. (2010). Brunner
& Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (12th ed).
Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
 Doenges, M. (2019). Rencana Asuhan Keperawatan; Pedoman Asuhan
Klien Anak-Dewasa (9th ed.). Jakarta: EGC.
Referensi
 Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., Harding, M. M., Kwong,
J., & Roberts, D. (2016). Medical-Surgical Nursing-E-Book:
Assessment and Management of Clinical Problems, Single Volume:
Elsevier Health Sciences.
 Harsh Mohan. (2010). Textbook Of Pathology Sixth Edition. New
Delhi : Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd
 Herdman, H. (2017). NANDA-I Diagnosis Keperwatan Definisi dan
Klasifikasi 2018-2020 (Vol. 10). Jakarta: EGC.
 Wilkinson, J. (2017). Diagnosis Keperawatan ; Diagnosis NANDA-I,
Intervensi NIC, Hasil NOC (10th ed.). Jakarta: EGC.
 PPNI. 2017. Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan
indicator diagnostic. Jakarta: DPP PPNI