Anda di halaman 1dari 29

Pengorganisasian Perawat

Dalam Setting Rawat Jalan

FG. 5
Nurfitri
Rana Jumana
Retno Citro
Riski Antoni
Richa Fitriana
Yenni Maryati
Studi kasus 2
• Di suatu hari di unit rawat jalan ada 50 pasien
yang berada di unit Penyakit Dalam. Dokter
penyakit dalam mempunyai waktu jam praktek
kurang lebih 3 jam. Saudara sebagai ketua tim di
ruang rawat jalan dan dibantu satu orang
perawat pelaksana. Umumnya pasien-pasien di
rawat jalan selain berobat ke dokter juga harus
menjalani pemeriksaan penunjang seperti
laboratorium maupun EKG.
OUTLINE
Pengorganisasian Alur Rawat Jalan Primer

Pengorganisasian Alur Rawat Jalan Sekunder

Tanggung Jawab Perawat di Rawat Jalan

Pembagian Tugas Dari KATIM

Pembagian Tugas Perawat

Perhitungan Jumlah Staff Keperawatan


Alur pelayanan Rawat Jalan Primer
Jenis Pelayanan Rawat Jalan

Rawat Jalan Eksekutif

Rawat Jalan Reguler


Rawat Jalan Eksekutif
Pelayanan Rawat Jalan Eksekutif di Rumah Sakit
harus memiliki alur pelayanan tersendiri dan tidak
boleh mengganggu pelayanan rawat jalan reguler.

Pelayanan Rawat Jalan Eksekutif sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) bersifat one stop service,
mulai dari pendaftaran, pemeriksaan medik,
pelayanan penunjang medik, dan pelayanan
lainnya dalam satu zona area pelayanan.
Rawat Jalan Reguler
• Pelayanan Rawat Jalan Reguler adalah
pemberian pelayanan kesehatan rawat jalan di
Rumah Sakit yang diselenggarakan melalui
pelayanan dokter spesialis-subspesialis.
Contoh : Alur BPJS
Contoh : Alur Poliklinik RSUI
Poliklinik Primer RSUI
Unit layanan primer sebagai bagian dari sistem
layanan kesehatan terpadu hadir dengan
pendekatan berbasis tim. Tim tersebut terdiri
dari berbagai tenaga kesehatan profesional yang
menerapkan kolaborasi interprofesi.
Ruang Lingkup Pelayanan
1. Rawat Jalan

2. Medical Check Up

3. Community Service
1. 2. Poli 3. Pemeriksaan
penunjang
1. Pendaftaran
Pendaftaran Umum
bisa dilakukan secara offline
maupun online di website rumah
4. Dokter 5. Perawat sakit.(Pasien bisa order fasilitas
penjemputan dari rumah)
ALUR POLIKLINIK
OUTPUT
2. Poli Umum
1. PULANG
6. Farmasi 7. Kasir 2. RAWAT INAPDilakukan pengkajian
3. POLI SEKUNDER

keperawatan oleh Nurse dan


(Spesialis)

pemeriksaan oleh Dokter umum.


3. Pemeriksaan Penunjang
Apabila diperlukan akan
dilakukan pemeriksaan darah ke
lab. lt 2 dan rontgen di ruangan
radiologi.
*menunggu hasil penunjang
keluar minimal 1 jam.
4. Dokter
Membawa hasil pemeriksaan
untuk interpretasi hasil dan
penjelasan.
5. Perawat
Diberikan edukasi dan penjelasan
instruksi GP dan hasil pengkajian
keperawatan.
Alur Pelayanan
Rawat Jalan Lanjutan (Sekunder)
Pelayanan Kesehatan Perorangan

Pelayanan kesehatan
tingkat pertama

Pelayanan kesehatan
tingkat kedua

Pelayanan kesehatan
tingkat ketiga.
Rujukan Lanjutan

Pelayanan kesehatan tingkat kedua


pelayanan kesehatan spesialistik yang dilakukan oleh dokter spesialis atau dokter
gigi spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik.

Pelayanan kesehatan tingkat ketiga


pelayanan kesehatan sub spesialistik yang dilakukan oleh dokter sub spesialis atau
dokter gigi sub spesialis yang menggunakan pengetahuan dan teknologi kesehatan
sub spesialistik.

(BPJS, 2017)
Contoh Alur Rawat Jalan RSHS
Alur Klinik

Pengkajian Diagnosis
Keperawatan Keperawatan

Anamnesa Intervensi
Medis Keperawatan

Diagnosis Intruksi
Medis Medis

Pelayanan medis dan


Evaluasi dan Implementasi
Keperawatan/Pelayanan
Monitoring Kolaborasi/ Konsultasi
Tanggung Jawab Perawat
Menyiapkan fasilitas dan lingkungan poliklinik untuk kelancaran pelayanan serta memudahkan pasien dalam
menerima pelayanan

Mengkaji kebutuhan pasien dengan cara : a. Mengamati keadaan pasien (tanda vital, kesadaran, keadaan
mental dan keluhan utama) b. Melaksanakan anamnesa sesuai batas kemampuan dan kewenangannya

Melakukan tindakan darurat sesuai kebutuhan pasien, khususnya pada kasus darurat, (antara lain panas
tinggi, koleps, pendarahan, keracunan, henti nafas dan henti jantung)

Membantu pasien selama pemeriksaan dokter, antara lain : a. Memberikan penjelasan kepada pasien
tentang tindakan pemeriksaan yang akan dilakukan b. Menyiapkan pasien untuk tindakan pemeriksaan

Memberi penyuluhan kesehatan secara perorang/ kelompok sesuai kebutuhan 

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT


Pembagian Tugas dari
KATIM
Model Metode Asuhan Keperawatan
(MAKP) TIM

 Model asuhan keperawatan TIM yaitu pengorganisasian pelayanan


keperawatan oleh sekelompok perawat kepada sekelompok klien
yang dipimpin oleh perawat teregistrasi dan berpengalaman serta
memiliki pengetahuan dalam bidangnya (Mugianti, 2016)

 Pembagian tugas dalam kelompok dilakukan oleh pimpinan


kelompok/Ketua Tim.

 Selain itu Ketua Tim bertanggung jawab dalam mengarahkan


anggotanya sebelum tugas dan menerima laporan kemajuan
pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam
menyelesaikan tugas apabila mengalami kesulitan.
Konsep metode Tim menurut Nursalam (2014)
Peran kepala ruang
Anggota
Pentingnya tim penting
harus
komunikasi
Ketua tim sebagai perawat
dalam model tim, m odel
menghargai
yang efektif
profesional harusagar
mampu
tim akan berhasil bila
kepemimpinan
menggunakan
kontinuitas
didukung oleh ketua
berbagai
rencana
kepala
teknik kepemimpinan
keperawatan
tim terjamin
ruang.
Tanggung 1. Membuat perencanaan
jawab
ketua 2. Membuat penugasan, supervisi, dan
TIM evaluasi.
3. Mengenal/ mengetahui kondisi pasien
dan dapat menilai tingkat kebutuhan
pasien.
4. Mengembangkan kemampuan anggota.
5. Menyelenggarakan konferensi.
Analisa kasus
Pada kasus tugas dari ketua TIM yang dapat dilakukan
seperti:
 Mengalokasi pasien sesuai dengan perawat yang dinas
 Memberikan bimbingan dan bantuan kepada perawat pelaksana yang
mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.
 Menyiapkan fasilitas dan lingkungan poliklinik untuk kelancaran pelayanan
serta memudahkan pasien dalam menerima pelayanan.
 Mengkaji kebutuhan pasien dengan cara menganamnesa dan melakukan
tindakan sesuai kebutuhan pasien.
 Merujuk pasien kepada anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kebutuhan
pemeriksaan diagnostik, tindakan pengobatan dan perawatan.
 Membuat laporan pelayanan keperawatan pasien dan evaluasi kinerja perawat
pelaksana.
 Mengkaji kebutuhan pasien dengan cara
• mengukur tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik
• melakukan anamnesa dengan wawancara menggunakan
komunikasi yang efektif

 Membuat prioritas masalah dengan kriteria: masalah yang


mengancam kehidupan merupakan prioritas utama, masalah
yang mengancam kesehatan seseorang adalah prioritas kedua,
Tugas masalah yang mempengaruhi perilaku merupakan prioritas
ketiga
Perawat Poli
 Merencanakan tindakan keperawatan dengan kriteria:
disusun berdasarkan tindakan tujuan asuhan keperawatan,
melibatkan pasien/keluarga, ringkas, tegas dengan bahasanya
yang mudah dimengerti. mempertimbangkan latarbelakang
bidaya pasien/ keluarga, menentukan alternatif tindakan yang
tepat, mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang
berlaku, lingkungan, sumber daya dan fasilitas yang ada,
menjamin rasa aman dan nyaman bagi pasien
 Melakukan Intervensi keperawatan sesuai rencana
tindakan yang ditentukan dengan maksud agar kebutuhan
pasien terpenuhi secara maksimal yang mencakup aspek
peningkatan, pencegahan, pemeliharaan, serta pemulihan
kesehatan dengan mengikutsertakan pasien dan
keluarganya
 Mengevaluasi respon dan tindakan yang sudah diberikan
 Menyiapkan fasilitas dan lingkungan poliklinik untuk
kelancaran pelayanan serta memudahkan pasien dalam
menerima pelayanan mengawasi kebersihan lingkungan
Tugas  Mengatur tata ruang poliklinik agar memperlancar dan
memudahkan pelayanan yang diberikan kepada pasien
Perawat Poli
 Memeriksa peralatan yang dibutuhkan dalam
memberikan pelayanan
 Melakukan tindakan darurat sesuai kebutuhan pada
kondisi kasus darurat
 Membantu pasien selama pemeriksaan dokter
melaksanakan pengobatan sesuai program pengobatan
Perhitungan Staff
Berdasarkan pengelompokan unit kerja
dirumah sakit (Depkes, 2011)
Rawat Jalan
• Rata-rata jumlah pasien/hari = 50 orang
• Jumlah jam perawatan/hari = 15 menit

• Rata-rata jumlah pasien/hari x jumlah perawatan/hari


Jumlah jam efektif/hari (7 jam) x 60 menit
• Ditambah koreksi 15%

• 50 x 15 = 750 = 1,7 + koreksi 15 %


7 x 60 420
Jadi jumlah perawat ya g dibutuhkan adalah 2 Orang
Referensi
• Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 Tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Rawat Jalan
Eksekutif Di Rumah Sakit
• Pedoman pengorganisasian unit rawat
jalan.2018
• Mugianti.(2016). Manajemen dan
kepemimpinan dalam praktek keperawatan.
Jakarta : Kemenkes RI
• BPJS Kesehatan. (2017). Panduan Praktis
Sistem Rujukan Berjenjang. BPJS Kesehatan.
https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocume
nts/7c6f09ad0f0c398a171ac4a6678a8f06.pdf
• RSHS. (2015). SOP Alur Rawat Jalan RSUP. Dr
Hasan Sadikin Bandung. RSHS. Arsip RSHS
• http://rs.ui.ac.id/umum/