Anda di halaman 1dari 12

MEMBACA

DAN
MENULIS
PERMULAAN
(MMP)
Kelompok :4

Aan Yuliyanto
Desi Ervina Siti Nurjannah
Inayah Choeriyyah
Nida Ilmi Fatimah
Noviyanti Fitri Maulani
METODE (MMP)
A. Metode Eja
Metode ini memulai pengajarannya mengenalkan huruf secara alfabetis. Huruf
tersebut dihafalkan dan dilafalkan sesuai bunyinya menurut abjad.
Melalui tahap ini, siswa diajak berkenalan suku kata dengan cara merangkai
beberapa huruf yang sudah dikenalnya.
. Misalnya : b, a, ba (dibaca be.a =
ba)
d, u du (dibaca de.u = du)
ba-du dilafalkan badu
Dilanjutkan belajar menulis rangkaian huruf yang berupa suku kata,

berikutnya pengenalan kalimat sederhana. Contoh preangkaian huruf menjadi suku

kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat diupayakan mengikuti kegiatan spiral,

pendekatan komunikatif dan pendekatan pengalaman berbahasa. Kelemahan MMP

yaitu sulit mengenal rangkaian huruf yang berupa kata atau pun suku kata, dalam

pelafalan diftong, fonem rangkap seperti ng, ny, kh, au, oi dsb. Beranjak dari kedua

kelemahan tersebut, tampaknya proses pembelajaran hafalan akan mendominasi

proses pembelajatan MMP dengan metode ini.


B. Metode Bunyi
Metode ini merupakan bagian dari metode eja, perbedaannya terletak pada cara atau
pembacaan atau pelafalan abjad (huruf-hurufnya). Sistem pelafalan abjad atau huruf (baca :
beberapa huruf konsonan). Contoh :
• Huruf b diafalkan /eb/
d dilafalkan /ed/ : dilafalkan dengan e pepet seperti pengucapan pada kata
benar, kertas, pedas, dan sebagainya.
c dilafalkan /ec/ dan sebagainya
dengan demikian kata “nani” dieja menjadi :
en. a na
en. i ni dibaca na-ni
C. Metode Suku Kata dan Metode Kata

Pembelajaran MMP pada metode ini diawali pengenalan suku kata seperti ba,
bi, bu, bo, ci, cu, ce, co, dst. Suku kata tersebut, lalu dirangkaikan menjadi kata-kata
bermakna. Contohnya : ba-bi cu-ci da-da ka-ki.
Langkah-langkah pembelajaran MMP dengan metode suku kata adalah:
1. Tahap pertama, pengenalan suku-suku kata
2. Tahap kedua, perangkaian suku-suku kata menjadi kata
3. Tahap ketiga, perangkaian kata menjadi kalimat sederhana
4. Tahap keempat, pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan (kalimat
kata-kata→suku-suku→kata)
D. Metode Global
Proses ini diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global.
Untuk membantu pengenalan kalimat dimaksud, biasanya digunakan
gambar.
Contoh:
1. Memperkenalkan gambar dan kalimat
2. Menguraikan salah satu kalimat menjadi kata;kata menjadi suku
kata;suku kata menjadi huruf-huruf.
Ini mimi
Ini mimi
i-n-i mi-mi
i-n-i m-i-m-i
E. Metode SAS
SAS (Struktural Analitik Sintetik). SAS merupakan jenis metode
yang biasa digunakan untuk pembelajaran membaca dan menulis
permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran MMP dengan metode ini
mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan
kalimat utuh. MMP SAS dimulai dengan pengenalan struktur kalimat.
Penguraian/penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode
SAS, meliputi : 1) Kalimat menjadi kata-kata; 2) Kata menjadi suku-
suku kata;dan 3) Suku kata menjadi huruf-huruf. Pada tahap
selanjutnya, anak-anak didorong untuk melakukan kerja sintesis
(menyimpulkan).
RANCANGAN PEMBELAJARAN MMP
A. Kompetensi Dasar dalam MMP
Menyimak-berbicara-membaca-menulis, dan kemampuan bersastra menjadi
sasaran pembelajaran aspek kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Hal tersebut
merupakan penjabaran dari kompetensi dan hasil pembelajaran dalam GBPP SD 2004
Bahasa Indonesia.
B. Materi Pembelajaran MMP
Sebelum membuat persiapan mengajar, terlebih dahulu para guru harus mengkaji
GBPP, program semester, dan AMP (Analisis Materi Pembelajaran). Setelah
menetapkan indkator hasil belajar, selanjutnya adalah memilih dan menetapkan materi
pembelajaran yang dipandang menunjang untuk pencapaian hasil belajar yang telah
ditetapkan. Tema merupakan alat untuk melakukan kegiatan berbahasa, dan merupakan
payung yang membungkus kemasan pelajaran bahasa Indonesia.
C. Metode Pembelajaran MMP
Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahasa secara
rapih dan tertib didasarkan pemilihan pendekatan tertentu. Metode
pembelajaran MMP diujukan pada kemampuan melek huruf.

D. Penilaian MMP
Penilaian MMP dibagi dua, yakni penilaian terhadap pengajaran
membaca permulaan dan penilaian pada pengajaran menulis
permulaan.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MMP
A. Langkah-Langkah Pebelajaran Membaca Permulaan Di Kelas 1 SD
Dibedakan ke dalam 2 tahapan, yaitu: langkah pembelajaran
membaca permulaan tanpa buku dan langkah pembelajaran membaca
permulaan dengan buku.
B. Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis Permulaan
Pengenalan Huruf, fungsi pengenalan huruf ini dimaksudkan untuk
melatih indera siswa dalam mengenal dan membeda-bedakan bentuk
dan lambang-lambang tulisan. Latihan proses pemberian latihan
dilaksanakan dengan mengutip prinsip dari yang mudah ke yang suka.
TERIMAKASIH
ATAS
PERHATIAN
DAN PARTISIPASINYA